Esperson Desoximetasone 0.25% Salep : Info Lengkap

Esperson adalah salep obat penyakit kulit yang mengandung Desoximetasone 0.25%. Kegunaan Esperson adalah untuk menghilangkan manifestasi peradangan dan pruritus dari dermatosis yang responsif terhadap kortikosteroid.

Esperson Desoximetasone 0.25% diproduksi oleh PT. Sanofi Aventis. Di Apotik, salep obat penyakit kulit ini tersedia berupa Esperson salep dalam kemasan tube 5 gram dan 15 gram. Harga Esperson salep 5 gram di kisaran Rp. 60.000, sedangkan harga Esperson salep 15 gram di kisaran Rp. 160.000.

Dalam artikel ini kita akan mengenal lebih jauh mengenai salep obat penyakit kulit ini. Esperson obat apa, apa manfaat, efek samping, dan mengetahui merk-merk obat yang mengandung desoximetasone lainnya.

Esperson Obat Apa?

Esperson adalah salep obat penyakit kulit yang mengandung zat aktif Desoximetasone. Obat penyakit kulit ini diproduksi oleh perusahaan farmasi, yaitu PT. Sanofi Aventis Pharma.

Zat aktif

Desoximetasone adalah senyawa kortikosteroid aktif yang dikembangkan khusus untuk aplikasi topikal. Desoximetasone memiliki khasiat sebagai anti-inflamasi, anti-alergi, antiexudative, antiproliferatif dan antipruritic.

Desoximetasone adalah kortikosteroid topikal yang menginduksi protein penghambat fosfolipase A2 (lipocortin) dan secara berurutan menghambat pelepasan asam arakidonat sehingga menekan pembentukan, pelepasan, dan aktivitas mediator kimia endogen seperti kinin, histamin, enzim liposom, dan prostaglandin.

Kortikosteroid topikal tidak bisa digunakan untuk mengobati penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi. Obat ini digunakan bila cara lain seperti penggunaan emolien tidak efektif.

Produsen

Esperson diproduksi oleh PT. Sanofi Aventis Pharma.

Kandungan

Kandungan Esperson salep adalah :

Per 1 gram :

  • 2.5 mg Desoximetasone dalam emulsi air dalam minyak.

Bentuk Sediaan

Esperson Desoximetasone 0.25% dijual dengan kemasan :

  • Tube 5 gram dan 15 gram
esperson 0.25%

Ringkasan

Berikut tabel yang memuat informasi obat yang mengandung Desoximetasone secara singkat :

Informasi ObatDesoximetasone
GolonganG (Dengan resep)
Indikasiinflamasi, pruritus, eksim
Dosis1-2 x sehari
Aturan Pakaioleskan tipis; jangan gunakan verban oklusif
Kontraindikasihipersensitif; Infeksi virus/bakteri
Sediaancream / salep 2.5%
Merk yang tersediaDercason, Desomex, Dexigen, Dexocort, Dexosyn, Esperson, Inerson, Lerskin, Metsocrim, Pyderma, Sterocor, Topcort

Indikasi dan Kegunaan Esperson

Sebelum menggunakan salep obat penyakit kulit ini, harus benar-benar sudah mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko yang mungkin terjadi. Gunakan dosis efektif terendah untuk durasi terpendek yang konsisten dengan tujuan perawatan pasien.

Kegunaan Esperson Desoximetasone adalah sebagai salep anti inflamasi / radang, anti alergi, anti eksudatif, anti proliferasi dan anti pruritus pada dermatosis yang peka terhadap kortikosteroid, misalnya :

  • Penyakit eksim.
  • Dermatitis kontak.
  • Gatal akibat gigitan serangga.
  • Dan eksim skabies dikombinasikan dengan obat anti skabies.
Baca Juga :  Voltaren 25, 50, SR 75, Retard, Suppo (Na Diclofenac) : Info Lengkap

Kontraindikasi

Esperson salep kontraindikasi pada pasien berikut ini :

  • Hipersensitif terhadap Desoximetasone, dan kortikosteroid lain dari jenis betametasoe.
  • Tidak boleh digunakan pada mata.
  • Pasien dengan reaksi kulit akibat vaksinasi, manifestasi kulit dari tuberkulosis, sifilis, infeksi virus (misalnya cacar air), rosacea, dan dermatitis perioral, tidak boleh menggunakan kortikosteroid topikal seperti Esperson salep, karena ada risiko bahwa kondisinya dapat memburuk.
  • Karena risiko penyerapan desoximetasone, pemakaian pada area yang luas dikontraindikasikan selama kehamilan atau menyusui. Namun, jika ada alasan medis yang meyakinkan, Salep dapat digunakan pada area kecil kulit.

Efek Samping Esperson

Selain memberikan efek yang dibutuhkan, sebagian besar obat dapat menyebabkan beberapa efek samping yang tidak diinginkan. Meskipun tidak semua efek samping ini dapat terjadi, penggunaan obat tetap harus dilakukan secara hati-hati. Segera dapatkan perawatan medis yang sesuai jika efek samping yang parah terjadi.

Berikut adalah beberapa efek samping Esperson yang mungkin terjadi :

  • Folliculitis, hipertrikosis, jerawat, hiper-atau-hipopigmentasi, telangiectases, striae distensae, atrofi kulit dan maserasi kulit, rasa terbakar, gatal, iritasi, kekeringan, dermatitis perioral, dermatitis kontak alergi dan infeksi sekunder dapat berkembang di area kulit yang diobati.
  • Efek samping ini terjadi terutama ketika perawatan jangka panjang dan menggunakan verban oklusif / ketat.
  • Reaksi hipersensitivitas lokal pada kulit jarang terjadi.
  • Efek kortikosteroid sistemik dapat terjadi jika Esperson salep digunakan pada area yang luas, untuk periode yang lama atau menggunakan verban oklusif.
  • Gangguan metabolisme dan nutrisi : hiperglikemia (pemakaian area luas).
  • Gangguan mata : penglihatan kabur, chorioretinopathy.

Berkonsultasi dengan dokter jika terjadi efek samping di atas atau efek samping lain yang tidak diinginkan.

Peringatan

Waspadai hal-hal di bawah saat menggunakan Esperson Desoximetasone :

  • Sebelum menggunakan Esperson, beri tahu dokter atau apoteker jika Anda memiliki riwayat hipersensitif terhadapnya. Hentikan pemakaian obat penyakit kulit ini jika Anda mengalami tanda-tanda reaksi alergi, misalnya : ruam, gatal, sakit tenggorokan, demam, arthralgia, pucat.
  • Sebelum menggunakan salep obat penyakit kulit ini, beri tahu dokter atau apoteker riwayat kesehatan Anda, terutama : gangguan penglihatan misalnya, katarak, glaukoma atau penyakit langka misalnya, korioretinopati serosa sentral.
  • Gangguan visual dapat terjadi pada penggunaan kortikosteroid sistemik dan topikal. Jika Anda mengalami gejala-gejala seperti penglihatan kabur atau gangguan visual lainnya, segera hubungi dokter mata untuk evaluasi kemungkinan penyebab yang mungkin termasuk katarak, glaukoma atau penyakit langka seperti central serous chorioretinopathy (CSCR).
  • Esperson salep hanya bisa digunakan pada bayi atau anak di bawah usia enam tahun jika ada alasan medis yang mendesak, karena pada kelompok usia ini risiko efek sistemik akibat penyerapan kortikosteroid (misalnya retardasi pertumbuhan) meningkat. Jika penggunaan obat ini memang sangat dibutuhkan, aplikasi harus dibatasi dengan dosis efektif minimum.
  • Pada orang dewasa, jika salep Esperson digunakan pada area kulit yang luas, atau dalam penggunaan jangka panjang, kemungkinan penekanan adrenal harus diperhitungkan. Oleh karena itu pasien harus dievaluasi secara berkala untuk mengamati adanya penekanan aksis HPA (hipotalamus-hipofisis-adrenal) dengan menggunakan tes kortisol bebas urin dan ACTH. Jika ini terjadi, penggunaan Salep Esperson harus dihentikan secara bertahap.
  • Peningkatan tekanan intra-okuler dapat terjadi jika obat digunakan di sekitar kantung konjungtiva. Untuk alasan ini, aplikasi jangka panjang Esperson salep di sekitar mata harus dihindari.
  • Kortikosteroid topikal seperti Esperson salep hanya boleh digunakan untuk terapi simtomatik infeksi bakteri dan / atau mikotik kulit dalam kombinasi dengan pengobatan antibakteri atau antimikotik secara bersamaan.
  • Jika respons yang diinginkan tidak terjadi dengan segera, kortikosteroid harus dihentikan sampai infeksi terkontrol secara adekuat.
  • Hindari penggunaan verban oklusif karena bisa meningkatkan penyerapan obat ke dalam darah dan menimbulkan efek samping sistemik.
Baca Juga :  Dexanta Tablet & Sirup (Obat Sakit Maag) : Informasi Lengkap

Penggunaan Esperson Untuk ibu hamil atau ibu menyusui

FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) menempatkan Desoximetasone dalam kategori C, penjelasannya adalah sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.

Review tentang penggunaan kortikosteroid topikal selama kehamilan menyatakan sebagai berikut :

Kortikosteroid topikal diresepkan pada 6% wanita hamil untuk mengobati eksim dan kondisi kulit lainnya seperti diskoid lupus erythematosus, pemfigoid bulosa, pustulosis plantar kronis, erupsi polimorfik kehamilan, dan erupsi atopik selama kehamilan.

Keamanan untuk janin saat menggunakan kortikosteroid topikal belum ditetapkan secara tegas, dan monograf setiap produk-produk obat hanya mengatakan bahwa obat bisa digunakan selama kehamilan hanya jika manfaat potensial lebih besar daripada potensi risiko pada janin.

Di masa lalu ada kekhawatiran tentang penggunaan kortikosteroid topikal dan hubungannya dengan celah orofasial dan menghambat pertumbuhan janin karena efek yang sama seperti yang disebabkan oleh steroid yang diberikan secara sistemik, walaupun ketersediaan hayati dari sediaan topikal cukup rendah.

Kortikosteroid topikal secara keseluruhan tampaknya aman selama kehamilan. Kortikosteroid topikal dengan potensi tinggi harus dihindari jika memungkinkan dan bila harus digunakan harus digunakan hanya untuk periode sesingkat mungkin.

Sumber : penggunaan kortikosteroid topikal selama kehamilan

Karena risiko penyerapan desoximetasone, penggunaan Salep Esperson pada area yang luas dikontraindikasikan selama kehamilan atau menyusui. Namun, jika ada alasan medis yang meyakinkan, Salep dapat digunakan pada area kecil kulit.

Interaksi

Interaksi dengan obat lain dapat mengubah cara kerja obat atau meningkatkan risiko terjadinya efek samping yang serius. Beritahu dokter dan apoteker tentang obat apa saja yang sedang Anda konsumsi. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat apa pun tanpa persetujuan dokter Anda.

Baca Juga :  Molexflu Kaplet & Sirup (Obat Flu) : Informasi Lengkap

Berikut interaksi obat Esperson yang mungkin terjadi :

  • Dapat mengurangi efek antineoplastik aldesleukin.
  • Dapat mempotensiasi efek hiperglikemik dari ceritinib.
  • Dapat mengurangi efek terapi corticorelin dan hyaluronidase.
  • Dapat meningkatkan efek merugikan / toksik dari deferasirox.

Dosis Esperson Desoximetasone

Berikut adalah dosis Esperson yang lazim digunakan :

  • Oleskan tipis-tipis ke area kulit yang terkena 1 x atau 2 x, atau jika perlu 3 x sehari.
  • Jika memungkinkan, Salep Esperson harus digosokkan dengan lembut ke kulit. Setelah lesi kulit membaik, frekuensi pengobatan dapat dikurangi, misalnya, dari 2 x menjadi 1 x setiap hari.

Aturan Pakai Esperson salep

  • Baca Panduan Pengobatan yang disediakan oleh apoteker Anda sebelum Anda mulai menggunakan Esperson. Jika Anda memiliki pertanyaan, tanyakan kepada dokter atau apoteker Anda.
  • Dosis didasarkan pada kondisi medis Anda dan respons terhadap pengobatan. Jangan menambah dosis atau menggunakan obat ini lebih sering daripada yang diarahkan.
  • Gunakan obat ini secara teratur untuk mendapatkan manfaat maksimal. Ingat untuk menggunakannya pada waktu yang sama setiap hari.
  • Aplikasi pada area yang luas (lebih dari sekitar 10% permukaan tubuh) dan terapi yang berkepanjangan (lebih dari sekitar 4 minggu) harus dihindari. Keduanya membawa risiko efek kortikosteroid sistemik; selain itu, terapi jangka panjang juga dikaitkan dengan peningkatan risiko efek lokal.
  • Penyimpangan jangka pendek dari dosis yang dijadwalkan (aplikasi pada area yang terlalu besar atau dalam jumlah yang berlebihan, aplikasi yang terlalu sering, atau dosis tunggal yang terlewat) tidak akan menimbulkan efek berbahaya. Silakan berkonsultasi dengan dokter jika ini terjadi.
  • Jangan menghentikan pengunaan obat sebelum durasi waktu yang disarankan.
  • Katakan kepada dokter jika kondisi Anda memburuk.

Artikel Pengetahuan Obat lain

Esperson Desoximetasone 0.25% salep adalah obat yang hanya bisa didapatkan dengan resep dokter. Jangan menggunakan obat penyakit kulit ini melebihi dosis dan durasi yang telah diresepkan oleh dokter. Penggunaan yang berlebihan tidak akan meningkatkan manfaat obat ini namun justru akan meningkatkan efek sampingnya.