Katamasa

Erysanbe 200, 250, 500, dan Srup (Erythromycin) : Informasi Lengkap

Erysanbe adalah obat antibiotik yang mengandung Erythromycin. Kegunaan Erythromycin adalah untuk mengobati infeksi saluran pernapasan, infeksi kulit dan jaringan lunak, pneumonia, gonore, serta infeksi lain yang disebabkan oleh mikroorganisme yang rentan. Di Apotik, obat antibiotik ini tersedia berupa Erysanbe 200 mg tablet kunyah, Erysanbe 250 mg kapsul, Erysanbe 500 mg kaplet, dan Erysanbe sirup kering.

Erysanbe diproduksi oleh Sanbe Farma. Harga Erysanbe 200 mg tablet kunyah di kisaran Rp. 15.700 per pepel, harga Erysanbe 250 mg kapsul di kisaran Rp. 13.500 per pepel, harga Erysanbe 500 mg kaplet Rp. 26.000 per pepel, sedangkan harga Erysanbe sirup kering di kisaran Rp. 21.600 per botol.

Dalam artikel ini kita akan mengenal lebih jauh mengenai obat antibiotik ini. Erysanbe obat apa, apa kegunaan, efek samping, dan mengetahui merk-merk obat yang mengandung Erythromycin lainnya.

Erysanbe Obat Apa?

Erysanbe adalah obat yang mengandung zat aktif Erythromycin. Obat ini digunakan sebagai antibiotik untuk mengobati berbagai infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang peka. Antibiotik ini hanya bisa didapatkan dengan resep dokter. Antibiotik ini diproduksi oleh perusahaan farmasi, yaitu, Sanbe Farma.

Zat Aktif

Erythromycin adalah antibiotik golongan macrolide. Antibiotik ini mempunyai spektrum luas, aktif terhadap bakteri gram negatif maupun gram positif. Erythromycin biasanya digunakan sebagai alternatif bagi pasien yang alergi terhadap antibiotik golongan penicillin.

Erythromycin adalah bakteriostatik yang bekerja dengan cara mengikat sub unit 50s dan 70s dari ribosom bakteri sehingga menghambat translasi mRNA. Dengan demikian sistesis protein akan terganggu sehingga pertumbuhan bakteri akan terhambat.

Produsen

Antibiotik ini diproduksi oleh Sanbe Farma.

Kandungan

Erysanbe 200 mengandung zat aktif, yaitu :

per tablet :

Erysanbe sirup mengandung zat aktif, yaitu :

per 5 mL :

Erysanbe 250 mengandung zat aktif, yaitu :

per kapsul :

Erysanbe 500 mengandung zat aktif, yaitu :

per kaplet :

Bentuk Sediaan

Antibiotik ini dipasarkan dengan kemasan berupa :

Ringkasan

Berikut tabel yang memuat informasi merk-merk obat yang mengandung Erythromycin secara singkat :

Informasi ObatErythromycin
GolonganG (Dengan resep)
IndikasiAntibiotik/anti infeksi
Dosislihat bagian dosis
Aturan PakaiPaling baik diminum saat perut kosong minimal 30 menit & lebih baik 2 jam sebelum makan.
KontraindikasiHipersensitif. Pasien yang menggunakan astemizole, terfenadine, cisapride, pimozide, ergotamine atau dihydroergotamine.
Sediaancapsul/tablet 200, 250, 500 mg; Syrup 200 mg/5 mL; Topical/Cutaneous, intravenous, Ophthalmic
Merk yang tersediaBannthrocin, Camitrosin, Cetathrocin, Comthrocyn, Corsatrocin, Dexythrocin, Dothrocyn, Erphatrocin, Erybiotic, Erycoat Forte, Eryderm, Erymed, Erymed Plus, Erysanbe, Erysil, Erythrin, Kalthrocin, Leothrocin, Narlecin, Opithrocin, Pharothrocin, Primacine, Trovilon

Indikasi dan Kegunaan Erysanbe

Sebelum menggunakan obat antibiotik ini, harus benar-benar sudah mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko yang mungkin terjadi. Gunakan dosis efektif terendah untuk durasi terpendek yang konsisten dengan tujuan perawatan pasien.

Berikut adalah beberapa daftar kegunaan Erysanbe :

Kontraindikasi

Obat antibiotik ini kontraindikasi pada pasien berikut ini :

Efek Samping Erysanbe

Selain memberikan efek yang dibutuhkan, sebagian besar obat dapat menyebabkan beberapa efek samping yang tidak diinginkan. Meskipun tidak semua efek samping ini dapat terjadi, penggunaan obat tetap harus dilakukan secara hati-hati. Segera dapatkan perawatan medis yang sesuai jika efek samping yang parah terjadi.

Berikut adalah beberapa efek samping Erysanbe yang mungkin terjadi :

Peringatan

Waspadai hal-hal di bawah saat menggunakan obat antibiotik ini :

Penggunaan Erysanbe Untuk ibu hamil atau ibu menyusui

Menurut FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat), Erythromycin masuk obat kategori B dengan penjelasan sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan tidak  menunjukkan resiko pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil / Penelitian pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin, tapi studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil tidak menunjukkan resiko pada janin di trimester berapapun.

Antibiotik sudah biasa diresepkan selama kehamilan. Namun, tetap saja obat-obatan selama kehamilan harus dipilih secara hati-hati. Beberapa antibiotik boleh digunakan selama kehamilan, sementara yang lain tidak. Keamanan tergantung pada berbagai faktor, termasuk jenis antibiotik, usia kehamilan saat menggunakan antibiotik, berapa banyak yang Anda gunakan, efek apa yang mungkin terjadi pada kehamilan Anda dan berapa lama Anda mengonsumsi antibiotik.

Berikut ini contoh antibiotik yang umumnya dianggap aman selama kehamilan : Penicillins (termasuk amoxicillin, ampicillin), Cephalosporins (termasuk cefaclor, cephalexin), Erythromycin, Clindamycin. (sumber : penggunaan antibiotik dalam kehamilan).

Obat ini masuk ke dalam ASI. Konsultasikan dengan dokter Anda sebelum menyusui.

Interaksi

Interaksi dengan obat lain dapat mengubah cara kerja obat atau meningkatkan risiko terjadinya efek samping yang serius. Beritahu dokter dan apoteker tentang obat apa saja yang sedang Anda konsumsi. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat apa pun tanpa persetujuan dokter Anda.

Berikut interaksi obat yang mungkin terjadi :

Dosis Erysanbe

Berikut adalah dosis yang lazim digunakan untuk masing-masing sediaan :

A. Dewasa dan anak >20 kg

B. Anak ≤20 kg

Aturan Pakai

Artikel Pengetahuan Obat lainnya

Erysanbe adalah obat yang hanya bisa didapatkan dengan resep dokter. Jangan menggunakan obat antibiotik ini melebihi dosis dan durasi yang telah diresepkan oleh dokter. Penggunaan yang berlebihan tidak akan meningkatkan manfaat obat ini namun justru akan meningkatkan efek sampingnya.

Sharing is caring