Dulcolax Suppositoria (Bisacodyl 5 mg & 10 mg) : Info Lengkap

Dulcolax Suppositoria adalah obat sembelit / konstipasi yang mengandung Bisacodyl. Kegunaan Dulcolax Suppositoria adalah sebagai obat pencahar untuk mengatasi sembelit atau konstipasi. Obat ini digunakan pada rektal/ anus. Dulcolax Suppositoria bekerja dalam 30 menit untuk mengatasi susah BAB. Di Apotek, tersedia Dulcolax Suppositoria 10 mg untuk dewasa dan Dulcolax Suppositoria 5 mg untuk bayi / anak.

Dulcolax Suppositoria diproduksi oleh Boehringer Ingelheim / Sanofi Aventis. Harga Dulcolax Suppositoria 5 mg untuk bayi / anak di kisaran Rp. 15.000 per supp, sedangkan harga Dulcolax Suppositoria 10 mg untuk dewasa di kisaran Rp. 20.000 per supp.

Dalam artikel ini kita akan mengenal lebih jauh mengenai obat ini. Dulcolax Suppositoria obat apa, apa kegunaan / fungsinya, efek samping, dan merk-merk obat yang mengandung Bisacodyl lainnya.

Dulcolax Suppositoria Obat Apa?

Dulcolax Suppositoria adalah obat pencahar yang mengandung zat aktif Bisacodyl. Obat ini digunakan untuk mengatasi sembelit atau konstipasi. Obat pencahar ini di produksi oleh perusahaan farmasi, yaitu, Boehringer Ingelheim, dan dipasarkan oleh Sanofi Aventis. Terdapat 2 jenis, yaitu Dulcolax Suppositoria 5 mg untuk bayi dan anak, serta Dulcolax Suppositoria 10 mg untuk dewasa.

Zat aktif

Bisacodyl adalah obat pencahar (laxative). Kegunaan Bisacodyl adalah untuk mengatasi sembelit atau konstipasi. Bisacodyl adalah derivat trifenil metana yang termasuk obat pencahar jenis stimulan motilitas usus. Mekanisme kerja bisacodyl adalah dengan merangsang saraf enterik sehingga menyebabkan kontraksi kolon (usus besar). Seperti obat stimulan laxative lainnya, obat ini terutama berfungsi untuk mengosongkan usus besar.

Produsen

Dulcolax Suppositoria diproduksi oleh Boehringer Ingelheim / Sanofi Aventis.

Kandungan

Kandungan Dulcolax Suppositoria untuk bayi / anak adalah :

Per supp :

  • Bisacodyl 5 mg

Kandungan Dulcolax Suppsitoria untuk dewasa adalah :

Per supp :

  • Bisacodyl 10 mg

Bentuk Sediaan

Obat pencahar ini dijual dengan kemasan :

  • Dulcolax Suppositoria untuk dewasa : Box berisi 1 strip @ 5 supp dan Box berisi 10 strip @ 5 supp.
  • Dulcolax Suppositoria untuk bayi dan anak : Box berisi 1 strip @ 6 supp.
Dulcolax Suppositoria

Ringkasan

Berikut tabel yang memuat informasi merk-merk obat yang mengandung Bisacodyl secara singkat :

Informasi ObatBisacodyl
GolonganW (dengan/tanpa resep)
Indikasisembelit / konstipasi
Dosislihat bagian dosis
Aturan PakaiHarus diminum saat perut kosong. Jangan minum dengan antasid, susu, atau produk susu lainnya dalam 1 jam.
KontraindikasiKondisi perut akut (mis. Apendisitis, penyakit radang usus), obstruksi usus, ileus, dehidrasi parah, sakit perut parah yang berhubungan dengan mual dan muntah. Adanya fisura anus atau kolitis ulserativa dengan kerusakan mukosa (suppo).
Sediaantablet 5 mg, 10 mg; suppository 5 mg, 10 mg
Merk yang tersediaCustodiol, Dulcolax, Indo Obat Pencahar, Laxacod, Laxamex, Laxana, Prolaxan, Stolax
Baca Juga :  Lanolin Cream/Salep : Kegunaan, Dosis, Efek Samping

Indikasi dan Kegunaan Dulcolax Suppositoria

Sebelum menggunakan obat ini, harus benar-benar sudah mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko yang mungkin terjadi. Gunakan dosis efektif terendah untuk durasi terpendek yang konsisten dengan tujuan perawatan pasien.

Kegunaan Dulcolax suppositoria adalah untuk mengatasi sembelit atau konstipasi. Obat pencahar ini juga digunakan untuk mengosongkan perut sebelum prosedur operasi, colonoscopy, endoscopy, x-ray, atau prosedur pada usus lainnya.

Kontraindikasi

Dulcolax Suppositoria kontraindikasi pada pasien berikut ini :

  • Hipersensitif terhadap BIsacodyl.
  • Bedah perut akut, radang usus buntu, perdarahan anus, gastroenteritis.

Efek Samping Dulcolax Suppositoria

Selain memberikan efek yang dibutuhkan, sebagian besar obat dapat menyebabkan beberapa efek samping yang tidak diinginkan. Meskipun tidak semua efek samping ini dapat terjadi, penggunaan obat tetap harus dilakukan secara hati-hati. Segera dapatkan perawatan medis yang sesuai jika efek samping yang parah terjadi.

Berikut adalah beberapa efek samping Dulcolax Suppositoria yang mungkin terjadi :

  • Ketidaknyamanan perut (misalnya. Kolik, kram), diare, gangguan elektrolit, mual, vertigo, muntah, haematochezia.
  • Iritasi dan proktitis.
  • Efek samping yang jarang : reaksi hipersensitivitas (misalnya. Angioedema, reaksi anafilaktoid).

Peringatan

Waspadai hal-hal di bawah saat menggunakan obat Dulcolax Suppositoria :

  • Sebelum meminum obat ini, beri tahu dokter atau apoteker jika Anda hipersensitif terhadapnya.
  • Sebelum menggunakan obat ini, beri tahu dokter atau apoteker riwayat kesehatan Anda, terutama : Nyeri perut, mual, muntah.
  • Penggunaan obat pencahar pada bayi atau anak-anak di bawah 4 tahun, hanya jika benar-benar diperlukan. Kecuali telah diresepkan oleh dokter yang mengetahui dengan pasti kondisi bayi / anak tersebut. Perlu diketahui bahwa, frekuensi buang air besar yang jarang sangat biasa pada bayi. Hal ini terjadi karena bayi masih mengkonsumsi jenis makanan dengan sedikit variasi (misalnya, hanya susu saja) atau kurangnya asupan cairan dan makanan berserat. Sebelum memberikan obat pencahar, bisa sembelit bisa diatasi dengan memberikan makanan kaya serat. Jika peningkatan pemberian cairan dan makanan berserat tidak┬ámemberikan hasil memuaskan, obat pencahar osmotik seperti laktulosa atau obat pencahar pembentuk massa tinja seperti metilselulosa bisa dipilih terlebih dahulu.
  • Untuk mendapatkan efek obat yang cepat, gunakan Dulcolax suppositoria saat perut kosong.
  • Penggunaan intensif atau berlebihan dapat menyebabkan ketergantungan pada obat pencahar.
  • Konsultasikan dengan dokter jika ingin menggunakan obat pencahar ini pada trimester pertama kehamilan, atau saat menyusui.
Baca Juga :  Amlodipine : Kegunaan, Dosis, Efek Samping

Penggunaan Dulcolax Suppositoria Untuk ibu hamil atau ibu menyusui

Amankah Dulcolax Suppositoria untuk ibu hamil? FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) menempatkan Bisacodyl dalam kategori C, penjelasannya adalah sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.

Sembelit / konstipasi sangat umum terjadi selama kehamilan dan diduga disebabkan oleh efek perubahan normal hormon kehamilan pada usus. Meski tidak nyaman, umumnya tidak berbahaya bagi ibu atau bayinya.

Wanita hamil harus memastikan bahwa diet mereka tinggi serat dan bahwa mereka minum banyak cairan sejak awal kehamilan dan seterusnya. Serat banyak terkandung dalam buah-buahan dan sayuran segar, roti gandum dan sereal gandum. Plum atau jus prune dan olahraga teratur juga dapat membantu mencegah dan mengobati sembelit. Dengan pola makan yang baik, diharapkan dapat menghindari keharusan minum obat untuk mengatasi sembelit.

Jika perubahan pola makan seperti di atas tidak memberikan hasil memuaskan, obat pencahar mungkin diperlukan. Sebaiknya dipilih obat pencahar jenis pembentuk massa tinja seperti metilselulosa, atau pencahar osmotik, seperti laktulosa terlebih dahulu.

Bisacodyl menstimulasi usus dan meningkatkan kadar air tinja. Tidak ada penelitian yang sudah dilakukan untuk memeriksa apakah menggunakan bisacodyl selama kehamilan terkait dengan masalah pada bayi yang belum lahir, namun juga tidak ada masalah yang pernah dilaporkan.

Sebuah studi menyarankan hal berikut :

Penyerapan bisacodyl minimal karena memiliki bioavailabilitas yang buruk. Namun, wanita hamil mungkin akan mengalami efek samping yang tidak menyenangkan seperti kram perut saat menggunakan obat pencahar jenis laxative stimulan. Serupa dengan obat pencahar osmotik, penggunaan yang lama secara teori dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit.

Terapi lini pertama untuk sembelit / konstipasi adalah peningkatan asupan serat dan air dalam makanan dan olahraga ringan setiap hari. Jika ini tidak efektif, obat pencahar adalah terapi lini kedua. Karena sebagian besar obat pencahar tidak diserap secara sistemik, penggunaan jangka pendek tidak terkait dengan peningkatan risiko malformasi. Namun, direkomendasikan bahwa obat pencahar osmotik dan stimulan hanya digunakan dalam jangka pendek untuk menghindari dehidrasi atau ketidakseimbangan elektrolit dan risiko teoretis “kolon katarsik.”

sumber : pengobatan sembelit selama kehamilan

Belum ada data apakah pemberian Bisacodyl rectal dieksresikan melalui ASI. Oleh karena itu konsultasi dengan dokter sebelum menggunakannya.

Baca Juga :  Gentamicin Salep (Generik & Paten) : Informasi Lengkap

Interaksi

Interaksi dengan obat lain dapat mengubah cara kerja obat atau meningkatkan risiko terjadinya efek samping yang serius. Beritahu dokter dan apoteker tentang obat apa saja yang sedang Anda konsumsi. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat apa pun tanpa persetujuan dokter Anda.

Berikut interaksi obat yang mungkin terjadi :

  • Jangan menggunakan obat pencahar ini setidaknya 1 jam setelah penggunaan obat-obat antacid, susu atau produk-produk yang mengandung susu. Penggunaan bersama antacid bisa meningkatakan risiko dispepsia dan iritasi lambung.

Dosis Dulcolax Suppositoria

Berikut adalah dosis yang lazim digunakan :

A. Untuk mengatasi konstipasi / sembelit

  • Dewasa dan anak > 12 tahun, 1 x sehari 10 mg.
  • Anak < 10 tahun, 1 x sehari 5 mg.

B. Untuk pengosongan usus sebelum prosedur radiologi dan bedah

  • Dewasa : Terlebih dahulu diberikan tablet 10 mg sebelum tidur malam selama 2 hari sebelum prosedur. Jika diperlukan bisa ditambahkan suppositoria 10 mg, 1 jam sebelum prosedur.
  • Dosis anak : bisa diberikan setengah dosis dewasa.

Aturan Pakai Dulcolax Suppositoria

  • Baca Panduan Pengobatan yang disediakan oleh apoteker Anda sebelum Anda mulai menggunakan Dulcolax suppositoria. Jika Anda memiliki pertanyaan, tanyakan kepada dokter atau apoteker Anda.
  • Dosis didasarkan pada kondisi medis Anda dan respons terhadap pengobatan. Jangan menambah dosis atau menggunakan obat ini lebih sering daripada yang diarahkan.
  • Gunakan obat sebelum tidur atau 30 menit sebelum sarapan. Jangan gunakan bersamaan dengan antacid, susu, atau produk susu lainnya dalam 1 jam.
  • Gunakan obat secara teratur untuk mendapatkan manfaat maksimal. Ingat untuk menggunakannya pada waktu yang sama setiap hari.
  • Katakan kepada dokter jika kondisi Anda memburuk.

Artikel Pengetahuan Obat lainnya

Dulcolax Suppositoria adalah obat yang bisa didapatkan dengan / tanpa resep dokter. Jangan menggunakan obat ini melebihi dosis dan durasi yang telah diresepkan oleh dokter. Penggunaan yang berlebihan tidak akan meningkatkan manfaat obat ini namun justru akan meningkatkan efek sampingnya.