Doxycycline Obat Apa? Dosis, Kegunaan, Efek Samping

Doxycycline adalah obat antibiotik golongan tetracycline. Kegunaan Doxycycline adalah untuk mengobati infeksi kulit (misalnya, bisul, jerawat, eksim), infeksi saluran pernapasan, infeksi saluran kemih (ISK) dan infeksi kelamin, infeksi mata, serta infeksi saluran pencernaan. Doxycycline hanya bisa diperoleh dengan resep dokter.

Di Apotik, obat antibiotik ini tersedia baik berupa Doxycycline generik atau Doxycycline paten/branded (misalnya, Siclidon produksi Sanbe Farma, Doxicor produksi Derma XP, Dohixat produksi Ifars, Interdoxin produksi Interbat, dll). Harga Doxycycline generik relatif terjangkau, sediaan obat-obat Doxycycline paten juga beragam.

Doxycycline tersedia dalam berbagai bentuk sediaan obat. Bisa berupa Doxycycline kapsul, Doxycycline injeksi, dan Doxycycline topical / cutaneous.

Dalam artikel ini kita akan mengenal lebih jauh mengenai obat antibiotik ini. Doxycycline obat apa, apa kegunaan, efek samping, dan merk-merk obat paten yang tersedia.

Daftar Isi

Ringkasan

Berikut tabel yang memuat informasi Doxycycline secara singkat :

Informasi ObatDoxycycline
GolonganG (Dengan resep)
Indikasisebagai antibiotik
Dosislihat bagian dosis
Aturan Pakaisebelum makan
KontraindikasiHipersensitif; anak <8 tahun; hamil dan menyusui
Sediaankapsul 50 mg, 100 mg, injeksi dan sediaan topikal
Merk paten yang tersediaDohixat, Dotur, Dotur, Doxacin, Doxicor, Doxycycline OGB, Dumoxin, Indoxy, Interdoxin, Pardox, Pushrob, Siclidon, Viadoxin, Vibramycin, Zedokzil

Doxycycline Obat Apa?

Doxycycline adalah antibiotik kelas Tetracycline. Antibiotik ini digunakan dalam pengobatan infeksi sistemik. Antibiotik ini juga banyak digunakan dalam sediaan anti infeksi dan antiseptik lokal, yang digunakan untuk pengobatan penyakit infeksi mulut.

Kegunaan Doxycycline adalah untuk pengobatan beberapa jenis infeksi yang disebabkan oleh bakteri dan protozoa seperti pneumonia bakteri, jerawat, infeksi klamidia, kolera dan sifilis.

Mekanisme Aksi

Mekanisme aksi Doxycyline adalah dengan cara menghambat sintesis protein dengan mekanisme mengikat sub unit 30s ribosom bakteri sehingga introduksi asam amino pada rantai peptida yang baru terbentuk tidak terjadi.

Absorbsi

Doxycycline mudah dan hampir sepenuhnya diserap dari saluran pencernaan. Ketersediaan hayati mencapai sekitar 93%. Waktu untuk mencapai konsentrasi plasma puncak sekitar 2 jam.

Distribusi

Doxycycline didistribusikan secara luas ke jaringan tubuh (dengan afinitas kuat terhadap paru-paru dan jaringan ginjal) dan cairan. Mampu melintasi plasenta dan memasuki ASI. Ikatan protein plasma sekitar 80-95%.

Merk Doxycycline Paten

Antibiotik ini tersedia dalam sediaan Doxycycline capsul 50 mg dan 100 mg, sediaan injeksi, dan sediaan topikal. Berikut adalah beberapa merk sediaan Doxycycline paten yang ada di pasaran : Dohixat, Doxicor, Dotur, Doxacin, Dumoxin, Interdoxin, Siclidon, Viadoxin, Vibramycin, dll.

doxycycline 50 mg, doxycycline 100 mg

Indikasi dan Kegunaan Doxycycline

Sebelum menggunakan Doxycycline, harus benar-benar sudah mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko yang mungkin terjadi. Gunakan dosis efektif terendah untuk durasi terpendek yang konsisten dengan tujuan perawatan pasien.

A. Sebagai anti bakteri

Kegunaan Doxycycline adalah untuk mengobati penyakit-penyakit infeksi seperti di bawah ini :

  • Rocky Mountain spotted fever, demam tiphoid dan golongan thyphosa, demam Q, demam rickettsialpox and tick yang disebabkan oleh Rickettsiae.
  • Infeksi saluran pernafasan yang disebabkan Mycoplasma pneumoniae.
  • Lymphogranuloma venereum, trachoma, inklusi konjungtivitis, dan uretra tanpa komplikasi, dan infeksi endoserviks atau dubur pada orang dewasa disebabkan oleh Chlamydia trachomatis.
  • Psittacosis (Ornithosis) yang disebabkan oleh Chlamydia psittaci.
  • Uretritis non-gonokokal yang disebabkan oleh Ureaplasma urealyticum.
  • Wabah yang disebabkan oleh infeksi Yersinia pestis.
  • Tularemia yang disebabkan oleh infeksi Francisella tularensis.
  • Kolera yang disebabkan oleh infeksi Vibrio cholerae.
  • Sebagai antibiotik alternatif untuk mengobati gonorea dan sifilis karena infeksi Treponema pallidum dan Treponema pertenue.
  • Listeriosis karena infeksi Listeria monocytogenes.
  • Infeksi Vincent karena infeksi Fusobacterium fusiforme.
  • Actinomycosis karena infeksi Actinomyces israelii.
  • Infeksi yang disebabkan oleh spesies Clostridium.
  • Sebagai obat jerawat parah.
  • Dikombinasikan dengan streptomycin atau rifampicin untuk mengobati brucellosis.

Sebagai antiprotozoal, kegunaan Doxycycline adalah untuk mengobati penyakit-penyakit infeksi protozoa seperti di bawah ini :

  • Dikombinasikan dengan obat malaria, antibiotik ini bisa digunakan sebagai profilaksis malaria.
Baca Juga :  Buscopan Plus Obat Apa? : Dosis, Kegunaan, Efek Samping

Banyak orang menggunakan Doxycycline untuk cacing. Sebagai antihelminthic / obat cacingan, kegunaan Doxycycline adalah untuk :

  • Membunuh bakteri Wolbachia dalam saluran reproduksi nematoda filarial parasit, membuat nematoda steril, sehingga mengurangi penularan penyakit seperti onchocerciasis dan kaki gajah.

Kontraindikasi

Doxycycline kontraindikasi pada pasien berikut ini :

  • Hipersensitif terhadap salah satu antibiotik golongan Tetracycline.
  • Penderita gangguan ginjal berat.
  • Penggunaan bersamaan dengan methoxyflurane, vitamin A atau senyawa kelompok retinoid.
  • Diketahui atau diduga achlorhydria.
  • Anak-anak <8 tahun (kecuali untuk antraks).
  • Kehamilan dan menyusui.

Efek Samping Doxycycline

Selain memberikan efek yang dibutuhkan, sebagian besar obat dapat menyebabkan beberapa efek samping yang tidak diinginkan. Meskipun tidak semua efek samping ini dapat terjadi, penggunaan obat tetap harus dilakukan secara hati-hati. Segera dapatkan perawatan medis yang sesuai jika efek samping yang parah terjadi.

Berikut adalah beberapa efek samping Doxycycline yang mungkin terjadi :

  • Mual, muntah, diare, kehilangan nafsu makan, sariawan, lidah berbulu hitam, sakit tenggorokan, pusing, sakit kepala, atau ketidaknyamanan dubur. Jika salah satu dari efek samping ini menetap atau memburuk, beri tahu dokter atau apoteker Anda segera.
  • Beritahukan kepada dokter segera jika Anda mengalami efek samping yang serius, misalnya : perubahan warna kuku, nyeri otot, sulit menelan atau sakit saat menelan, tanda-tanda masalah ginjal (seperti perubahan jumlah urin), perubahan warna gigi menjadi coklat / abu-abu, mati rasa / kesemutan pada tangan / kaki, kelelahan yang tidak biasa, tanda-tanda infeksi (misalnya, sakit tenggorokan yang terus menerus, demam, menggigil), gangguan pendengaran (misalnya, dering di telinga, pendengaran menurun), mudah memar / pendarahan, sakit perut yang parah, mata/kulit menguning, urin gelap.
  • Doxycycline kadang-kadang bisa menyebabkan peningkatan tekanan yang serius di dalam tengkorak (intracranial hypertension-IH). Risiko efek samping ini lebih besar untuk wanita usia subur yang kelebihan berat badan atau yang pernah mengalami IH di masa lalu. Jika IH berkembang, biasanya hilang setelah penggunaan obat dihentikan. Namun, ada kemungkinan kehilangan penglihatan permanen atau kebutaan. Dapatkan bantuan medis segera jika Anda mengalami : sakit kepala persisten / berat, gangguan penglihatan (misalnya, penglihatan kabur / ganda, penglihatan menurun, kebutaan tiba-tiba), mual / muntah terus-menerus.
  • Doxycycline kadang-kadang bisa menyebabkan gangguan usus yang parah (Clostridium difficile-associated diare) karena bakteri yang resisten terhadap antibiotik. Kondisi ini dapat terjadi selama perawatan atau berminggu-minggu sampai berbulan-bulan setelah pengobatan selesai. Jangan gunakan obat diare atau obat pereda nyeri tanpa sepengetahuan dokter, jika Anda mengalami gejala, seperti berikut : diare terus-menerus, sakit perut atau perut kram, ada darah / lendir di dubur Anda.
  • Penggunaan obat Doxycycline untuk jangka waktu lama atau berulang dapat menyebabkan kandidiasis mulut atau infeksi jamur baru (infeksi jamur mulut atau vagina). Hubungi dokter jika Anda mengalami bercak putih di mulut, atau gejala lainnya.
  • Reaksi alergi yang sangat serius terhadap obat ini jarang terjadi. Namun, segera dapatkan bantuan medis jika Anda mengalami gejala reaksi alergi yang serius, misalnya : ruam, lesi/luka di kulit, gatal / bengkak (terutama pada wajah / lidah / tenggorokan), pusing berat, kesulitan bernafas, pembengkakan / nyeri pada persendian, nyeri dada, denyut jantung cepat / tidak teratur.
  • Efek samping Doxycycline yang bisa berpotensi fatal : Anafilaksis, penyakit diare terkait Clostridium difficile (CDAD), hepatotoksisitas terkait dengan hati berlemak.

Peringatan

Waspadai hal-hal di bawah saat menggunakan Doxycycline :

  • Sebelum menggunakan obat ini, beri tahu dokter atau apoteker jika Anda memiliki riwayat hipersensitif terhadapnya; atau terhadap salah satu antibiotik golongan Tetracycline lainnya (misalnya, tetracycline HCl, Minocycline), atau jika Anda memiliki alergi lainnya.
  • Sebelum menggunakan obat Doxycycline, beri tahu dokter atau apoteker riwayat kesehatan Anda, terutama : myasthenia gravis, penyakit ginjal, penyakit hati, masalah menelan, masalah kerongkongan (misalnya., Hernia hiatus, penyakit refluks-GERD).
  • Obat ini bisa membuat pusing. Alkohol dapat memperburuk efek samping ini. Jangan mengemudi, menggunakan mesin, atau melakukan apa pun yang membutuhkan kewaspadaan tinggi.
  • Doxycycline dapat menyebabkan vaksin bakteri hidup (seperti vaksin tifoid) tidak berfungsi. Jangan melakukan imunisasi / vaksinasi saat menggunakan obat antibiotik ini kecuali atas saran dokter.
  • Obat ini dapat membuat kulit lebih sensitif terhadap matahari. Hindari paparan sinar matahari langsung. Gunakan tabir surya dan kenakan pakaian pelindung saat di luar ruangan.
  • Sebelum menjalani operasi, beri tahu dokter atau dokter gigi bahwa Anda sedang menggunakan antibiotik Doxycycline.
  • Pasien lanjut usia mungkin lebih rentan mengalami efek samping obat ini terutama gangguan pencernaan.
  • Doxycycline tidak boleh digunakan untuk anak-anak usia lebih muda dari 8 tahun karena dapat menyebabkan perubahan warna gigi permanen dan masalah lainnya. Perubahan warna gigi juga bisa terjadi pada anak-anak yang lebih tua dan remaja. Konsultasikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut. (sumber : Vennila V, Madhu V, Rajesh R, Ealla KKR, Velidandla SR, Santoshi S. Tetracycline induced discoloration of deciduous teeth: Case series. J Int Oral Health 2014;6(3):115-9)
Baca Juga :  Ambroxol Tablet & Syrup Obat Apa : Kegunaan, Dosis, Efek Samping

Penggunaan Doxycycline Untuk ibu hamil atau ibu menyusui

Amankah doxycycline untuk ibu hamil? FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) menempatkan Doxycycline dalam kategori D, penjelasannya adalah sebagai berikut :

Terbukti beresiko terhadap janin manusia berdasarkan bukti-bukti empiris yang didapatkan dari investigasi, pengalaman marketing maupun  studi terhadap manusia. Namun jika potensi keuntungan bisa dijamin  penggunaan obat pada ibu hamil bisa dilakukan meskipun potensi risiko sangat besar.

Antibiotik sudah biasa diresepkan selama kehamilan. Namun, tetap saja obat-obatan selama kehamilan harus dipilih secara hati-hati. Beberapa antibiotik boleh digunakan selama kehamilan, sementara yang lain tidak. Keamanan tergantung pada berbagai faktor, termasuk jenis antibiotik, usia kehamilan saat menggunakan antibiotik, berapa banyak yang Anda gunakan, efek apa yang mungkin terjadi pada kehamilan Anda dan berapa lama Anda mengonsumsi antibiotik.

Berikut ini contoh antibiotik yang umumnya dianggap aman selama kehamilan : Penicillins (termasuk amoxicillin, ampicillin), Cephalosporins (termasuk cefaclor, cephalexin), Erythromycin, Clindamycin. (sumber : penggunaan antibiotik dalam kehamilan).

Lalu, amankah Doxycycline untuk ibu hamil? Penggunaan obat Doxycycline untuk ibu hamil tidak dianjurkan karena antibiotik ini bisa membahayakan janin, terutama perkembangan tulang dan gigi.

Doxycycline masuk ke ASI dalam jumlah yang sangat kecil. Meskipun tidak ada laporan bahaya pada bayi yang menyusui, penggunaan obat Doxycycline untuk ibu menyusui tidak dianjurkan karena antibiotik ini bisa membahayakan perkembangan bayi.

Interaksi

Interaksi dengan obat lain dapat mengubah cara kerja obat atau meningkatkan risiko terjadinya efek samping yang serius. Beritahu dokter dan apoteker tentang obat apa saja yang sedang Anda konsumsi. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat apa pun tanpa persetujuan dokter Anda.

Berikut interaksi obat yang mungkin terjadi :

  • Penyerapan antibiotik ini terganggu jika digunakan dengan antacid yang mengandung kation divalen dan trivalen (misalnya. Al, Ca, Mg), Fe, Zn dan Na bikarbonat, kaolin-pectin, bismuth subsalicylate, sucralfate, strontium ranelate, colestipol dan colestyramine.
  • Dapat mengganggu aksi bakterisida antibiotik golongan penicillin.
  • Dapat mempotensiasi efek antikoagulan.
  • Dapat menurunkan kemanjuran kontrasepsi oral.
  • Efek nefrotoksik dapat diperburuk oleh diuretik atau obat nefrotoksik lainnya.
  • Dapat meningkatkan efek hipoglikemik insulin dan sulfonilurea pada pasien diabetes mellitus.
  • Dapat meningkatkan efek toksik dari alkaloid ergot dan methotrexate.
  • Susu, yogurt, dan produk susu lainnya menyebabkan obat menjadi tidak aktif.
  • Makanan mengurangi penyerapan antibiotik ini.
  • Interaksi yang berpotensi fatal : dengan methoxyflurane dapat menyebabkan toksisitas ginjal yang fatal; Peningkatan risiko hipertensi intrakranial jinak dengan vitamin A atau senyawa kelompok retinoid (misalnya. Acitretin, isotretinoin, tretinoin).

Dosis Doxycyline

Berikut adalah dosis Doxycyline yang lazim digunakan :

Dosis dewasa dan anak >8 Tahun (BB >45 kg)

  • Hari 1 : 200 mg 1 x sehari sebagai dosis tunggal atau 100 mg diberikan tiap 12 jam.
  • Dosis pemeliharaan : 100 mg / hari sebagai dosis tunggal atau 50 mg tiap 12 jam.

Untuk infeksi yang lebih berat, terutama infeksi saluran kemih (ISK) kronis, dosis bisa dinaikkan sampai 200 mg / hari selama periode terapi.

Dosis Anak >8 tahun (BB ≤ 45 kg)

  • Hari 1 : 4.4 mg / kg BB. Obat bisa diberikan sebagai dosis tunggal atau dosis terbagi dua pada hari pertama.
  • Dosis pemeliharaan : 2.2 mg / kg BB sebagai dosis tunggal atau dosis terbagi dua. Untuk mengobati infeksi yang lebih berat, dosis bisa ditingkatkan sampai 4.4 kg / BB.

Dosis sebagai obat jerawat / acne vulgaris

  • 50-100 mg / hari selama 12 minggu.

Dosis untuk Infeksi gonokokus tanpa komplikasi pada serviks, rektum atau uretra

  • Doxycycline oral 100 mg 2 x sehari selama 7 hari.
  • Disarankan dikombinasikan dengan antibiotik golongan cephalosporin, misalnya cefixime oral 400 mg dalam dosis tunggal atau ceftriaxone 125 mg intramuskular dalam dosis tunggal atau antibiotik quinolon misalnya ciprofloxacin oral 500 mg dalam dosis tunggal atau ofloxacin oral 400 mg dalam dosis tunggal.
Baca Juga :  Ponstan 500 mg (Asam Mefenamat) Obat Pereda Nyeri : Info Lengkap

Dosis untuk Infeksi gonokokus tanpa komplikasi pada faring

  • Doxycycline oral 100 mg 2 x sehari selama 7 hari.
  • Disarankan dikombinasikan dengan antibiotik cephalosporin, misalnya cefixime oral 400 mg dalam dosis tunggal atau ceftrixone 125 mg intramuskular dalam dosis tunggal atau antibiotik quinolon misalnya ciprofloxacin oral 500 mg dalam dosis tunggal atau ofloxacin oral 400 mg dalam dosis tunggal.

Dosis untuk Tipus atau demam berulang yang disebarkan oleh kutu

  • Oral 1 x sehari 100 atau 200 mg tergantung pada keparahan.

Terapi alternatif untuk mengurangi resiko tidak teratasinya demam berulang yang disebarkan oleh kutu

  • Oral 100 mg setiap 12 jam selama 7 hari.

Early Lyme disease (Tahap 1 dan 2)

  • Oral 2 x sehari 100 mg selama 14-60 hari, tergantung dari gejala klinis dan respons.

Infeksi rektal, endoservikal dan uretra tanpa komplikasi, pada dewasa yang disebabkan oleh Chlamydia trachomatis

  • Oral 2 x sehari 100 mg selama 7 hari.

Epididymo-orchitis akut yang disebabkan oleh Chlamydia trachomatis atau Neisseria gonorrhoeae

  • Oral 2 x sehari 100 mg + ceftrixone 250 mg intravena atau cephalosporin lain yang sesuai, dalam dosis tunggal. Durasi selama 10 hari.

Non gonococcal urethritis (NGU) yang disebabkan oleh Chlamydia trachomatis atau Ureaplasma urealyticum

  • Oral 2 x sehari 100 mg selama 7 hari.

Sifilis primer dan sekunder (Pasien alergi penicillin yang tidak hamil)

  • Oral 2 x sehari 100 mg selama 2 minggu.

Sifilis laten dan tersier (Pasien alergi penicillin yang tidak hamil)

  • Oral 2 x sehari 100 mg selama 2 minggu, bila lama infeksi kurang dari satu tahun. Bila lebih, harus diberikan selama 4 minggu.

Acute pelvic inflammatory disease (PID)

  • Pasien rawat inap : 100 mg tiap 12 jam + cefoxitine 2 g intravena setiap 6 jam atau cefotetan 2 g intravena setiap 12 jam durasi minimal 4 hari dan sekurang- kurangnya 24-48 jam setelah kondisi membaik. Kemudian lanjutkan dengan doxycycline oral 2 x sehari 100 mg sehingga total terapi selama 14 hari.
  • Pasien rawat jalan : oral 2 x sehari 100 mg selama 14 hari sebagai terapi tambahan pada ceftriaxone 250 mg intramuskular 1 x sehari atau cefoxitine 2 g intramuskular, ditambah probenecid oral 1 g dosis tunggal diminum bersamaan, atau injeksi cephalosporin generasi ketiga lainnya (misalnya, seftizoxim atau cefotaxime).

Terapi malaria falciparum yang resisten pada klorokuin

  • 200 mg / hari selama sekurang-kurangnya 7 hari. Dikombinasikan dengan kuinin.

profilaksis malaria

  • Dewasa : 100 mg / hari.
  • Anak di atas 8 tahun : 2 mg / kg BB diberikan 1 x sehari.

Lymphogranulomavenereum yang disebabkan oleh Chlamydia trachomatis

  • Oral 2 x sehari 100 mg selama minimum 21 hari.

Terapi dan profilaksis selektif kolera

  • Dewasa, 300 mg dosis tunggal.

Pencegahan scrub typhus

  • Oral, 200 mg sebagai dosis tunggal.

Pencegahan traveler’s diarrhea

  • Pada hari 1 : 200 mg 1 x sehari sebagai dosis tunggal atau 100 mg setiap 12 jam, kemudian dilanjutkan dengan 100 mg / hari selama tinggal di area tersebut.

Pencegahan leptospirosis

  • Oral, 200 mg setiap minggu selama tinggal di area yang berisiko dan 200 mg pada akhir perjalanan.

Terapi Leptospirosis

  • Oral 2 x sehari 100 mg selama 7 hari.

Inhalational anthrax (pasca terpapar)

  • Dewasa : oral 2 x sehari 100 mg selama 60 hari.
  • Anak BB < 45 kg : 2.2 mg / kg BB, oral 2 x kali sehari selama 60 hari. Berat badan ≥ 45 kg sama dengan dosis dewasa.

Aturan Pakai Doxycycline

  • Baca Panduan Pengobatan yang disediakan oleh apoteker Anda sebelum Anda mulai menggunakan Doxycycline. Jika Anda memiliki pertanyaan, tanyakan kepada dokter atau apoteker Anda.
  • Dosis Doxycycline didasarkan pada kondisi medis Anda dan respons terhadap pengobatan. Jangan menambah dosis atau minum obat antibiotik ini lebih sering daripada yang diarahkan.
  • Obat Doxycycline sebaiknya diminum saat perut kosong : 1 jam sebelum atau 2 jam setelah makan dengan segelas penuh air dan dalam posisi tegak. Dapat diminum dengan makan untuk mengurangi ketidaknyamanan saluran pencernaan.
  • Jangan minum obat dengan susu, atau produk dari susu lainnya, karena menyebabkan doxycycline menjadi tidak aktif.
  • Gunakan obat secara teratur untuk mendapatkan manfaat maksimal. Ingat untuk menggunakannya pada waktu yang sama setiap hari.
  • Jangan menghentikan pengunaan obat sebelum durasi waktu yang disarankan. Penggunaan antibiotik tidak sesuai dengan durasi yang dianjurkan bisa memicu resistensi.
  • Katakan kepada dokter jika kondisi Anda memburuk.

Artikel Pengetahuan Obat lainnya

Doxycycline adalah obat yang hanya bisa didapatkan dengan resep dokter. Jangan menggunakan antibiotik ini melebihi dosis dan durasi yang telah diresepkan oleh dokter. Penggunaan yang berlebihan tidak akan meningkatkan manfaat obat ini namun justru akan meningkatkan efek sampingnya.