Diltiazem Hcl Obat Apa? Dosis, Kegunaan, Efek Samping

Diltiazem adalah obat yang digunakan untuk mengobati/mencegah nyeri dada (angina pectoris), angina pectoris varian, dan hipertensi ringan hingga sedang. Diltiazem dapat membantu meningkatkan kemampuan seseorang untuk berolahraga dan mengurangi frekuensi terjadinya serangan angina. Diltiazem termasuk obat golongan calcium channel blocker.

Dalam artikel ini kita akan mengenal lebih jauh mengenai obat ini. Diltiazem obat apa, apa kegunaannya, efek sampingnya, dan sediaan/merk obat yang tersedia.

Ringkasan

Berikut tabel yang memuat informasi Diltiazem secara singkat :

Informasi ObatDiltiazem
GolonganDengan resep
IndikasiAngina pectoris, angina pectoris varian, hipertensi ringan hingga sedang
DosisLihat bagian DOSIS
Aturan PakaiSesuai anjuran dokter
KontraindikasiHipersensitif
SediaanTablet 30 mg, 60 mg
Merk obat yang mengandung BromelainCordila SR, Dilbres, Dilmen, Farmabes, Cordizem, Herbesser 90 SR/ Herbesser 180 SR, Herbesser CD 100/Herbesser CD 200, Herbesser, Herbesser 60, Herbesser injection

Diltiazem Obat Apa

Diltiazem termasuk obat golongan calcium channel blocker. Obat Diltiazem bekerja dengan merilekskan pembuluh darah di tubuh dan jantung dan menurunkan detak jantung. Hasilnya darah dapat mengalir lebih mudah dan jantung bekerja lebih ringan untuk memompa darah.

Diltiazem melemaskan otot vaskular koroner dan vasodilatasi koroner dengan menghambat masuknya ion Ca selama depolarisasi otot polos pembuluh darah dan miokardium. Obat Diltiazem juga menghambat konduksi jantung, terutama di SA dan AV node; meningkatkan pengiriman oksigen miokard.

Kegunaan Diltiazem

Diltiazem digunakan untuk mengobati/mencegah nyeri dada (angina pectoris), angina pectoris varian, dan hipertensi ringan hingga sedang.

Baca Juga :  Allopurinol Obat Apa? Dosis, Kegunaan, Efek Samping

Kontraindikasi

  • Sick-sinus syndrome
  • Blok AV derajat 2 atau 3 yang sudah ada sebelumnya
  • Bradikardia
  • MI akut dan kongesti paru
  • Hipotensi berat atau syok kardiogenik
  • Sediaan IV : Atrial flutter atau AF dengan jalur bypass aksesori (misalnya sindrom Wolff-Parkinson-White), takikardia ventrikel.
  • Digunakan bersamaan dengan sediaan IV β-blocker.

Efek samping Diltiazem

Selain memberikan efek yang dibutuhkan, sebagian besar obat dapat menyebabkan beberapa efek samping yang tidak diinginkan. Meskipun tidak semua efek samping ini dapat terjadi, penggunaan obat tetap harus dilakukan secara hati-hati. Segera dapatkan perawatan medis yang sesuai jika efek samping yang parah terjadi.

Berikut adalah beberapa efek samping Diltiazem yang mungkin bisa terjadi :

  • Pusing, kepala terasa ringan, lemas, mual, kemerahan, konstipasi, dan sakit kepala bisa terjadi. Jika salah satu dari efek ini menetap atau memburuk, beri tahu dokter atau apoteker Anda segera.
  • Katakan kepada dokter segera jika Anda mengalami efek samping yang serius, termasuk : pingsan, gejala baru atau perburukan dari gagal jantung (seperti sesak napas, pembengkakan pergelangan kaki, kelelahan yang tidak biasa, kenaikan berat badan yang tidak biasa / tiba-tiba), denyut / detak jantung tidak teratur, perubahan mental / mood (seperti depresi, agitasi), mimpi yang tidak biasa, sakit perut yang parah, air kencing berwarna gelap, mual / muntah yang terus-menerus, mata / kulit yang menguning.
  • Reaksi alergi yang sangat serius terhadap obat ini jarang terjadi. Namun, segera dapatkan bantuan medis jika Anda mengalami gejala reaksi alergi yang serius, termasuk : ruam, gatal / bengkak (terutama pada wajah / lidah / tenggorokan), pusing berat, kesulitan bernafas.

Peringatan

Sebelum menggunakan diltiazem, beri tahu dokter atau apoteker jika Anda memiliki riwayat alergi terhadap obat ini atau jika Anda memiliki riwayat alergi lain.

Baca Juga :  Amitriptyline Obat Apa? Dosis, Kegunaan, Efek Samping

Komunikasikan dengan dokter atau apoteker tentang riwayat kesehatan Anda, terutama tentang : jenis-jenis masalah irama jantung tertentu (seperti Sick-sinus syndrome / blok atrioventrikular), penyakit hati, penyakit ginjal, gagal jantung.

Obat ini bisa membuat Anda pusing. Jangan mengemudi, menggunakan mesin, atau melakukan apa pun yang membutuhkan kewaspadaan tinggi.

Sebelum menjalani operasi, beri tahu dokter atau dokter gigi bahwa Anda meminum obat ini.

Pasien lansia mungkin lebih sensitif terhadap efek samping obat diltiazem, terutama pusing, sembelit, atau pembengkakan pada pergelangan kaki.

Penggunaan Untuk ibu hamil atau ibu menyusui

Selama kehamilan, obat Diltiazem harus digunakan hanya ketika benar-benar diperlukan. Diskusikan risiko dan manfaatnya dengan dokter Anda.

Obat ini masuk ke ASI. Konsultasikan dengan dokter Anda sebelum menyusui.

Interaksi Obat

Interaksi dengan obat lain dapat mengubah cara kerja obat atau meningkatkan risiko terjadinya efek samping yang serius. Beritahu dokter dan apoteker tentang obat apa saja yang sedang Anda konsumsi. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat apa pun tanpa persetujuan dokter Anda.

Berikut interaksi obat yang mungkin terjadi :

  • Efek pemblokiran AV meningkat jika digunakan bersama dengan Clonidine.
  • Dapat meningkatkan kadar serum statin (misalnya atorvastatin, lovastatin), carbamazepine, phenytoin.
  • Dapat meningkatkan efek bradycardic dari amiodarone, digoxin, mefloquine.
  • Dapat meningkatkan efek antihipertensi jika dikombinasikan dengan antihipertensi lain (misalnya aldesleukin), antipsikotik.
  • Terjadi peningkatan kadar serum jika digunakan dengan cimetidine.
  • Terjadi penurunan kadar serum jika digunakan dengan rifampicin, phenobarbital.
  • Interaksi yang berpotensi fatal : sediaan IV : Dapat meningkatkan efek hipotensif dari obat-obat golongan β-blocker IV.

Dosis diltiazem HCl

Dosis didasarkan pada kondisi medis dan respons terhadap pengobatan. Dokter dapat menyesuaikan dosis secara bertahap. Ikuti instruksi dokter dengan hati-hati. Berikut kisaran dosis diltiazem yang umum diberikan :

Baca Juga :  Amlodipine : Kegunaan, Dosis, Efek Samping

Sediaan Intravena

  • Aritmia jantung

Dewasa : Awalnya, 250 mcg / kg melalui bolus IV selama 2 menit, dapat diberikan dosis tambahan 350 mcg / kg setelah 15 menit jika diperlukan. Dosis selanjutnya disesuaikan dengan kondisi pasien.

Pada pasien dengan AF atau flutter : Awalnya, infus rate 5-10 mg / jam, dapat ditingkatkan dengan pertambahan 5 mg / jam sampai tingkat 15 mg / jam selama 24 jam.

Sediaan Oral (Tablet, kapsul dll)

  • Angina pectoris

Dewasa : Awalnya, 60 mg 3 x sehari, ditingkatkan menjadi 360 mg setiap hari atau hingga 480 mg setiap hari jika diperlukan.

Lansia : Awalnya, 120 mg setiap hari sebagai satu atau dua dosis terbagi. Dapat ditingkatkan dengan hati-hati jika denyut jantung tetap> 50 denyut / menit.

  • Hipertensi

Dewasa : Awalnya, 90-120 mg 2 x sehari, ditingkatkan menjadi maksimal 360 mg setiap hari jika diperlukan.

Lansia : Awalnya, 120 mg setiap hari sebagai satu atau dua dosis terbagi. Dapat ditingkatkan dengan hati-hati jika denyut jantung tetap> 50 denyut / menit.

Aturan Pakai Diltiazem Hcl

  • Minum obat ini sesuai petunjuk dokter.
  • Gunakan obat ini secara teratur untuk mendapatkan manfaat maksimal. Untuk membantu Anda mengingat, ambillah pada waktu yang sama setiap hari.
  • Beritahu dokter jika kondisi tidak berubah atau menjadi lebih buruk.

Artikel Pengetahuan Obat lainnya :

Diltiazem harus digunakan dengan tepat sesuai yang dianjurkan. Jangan menggunakan obat ini secara tidak wajar. Penggunaan obat yang berlebihan atau tidak sesuai aturan tidak akan meningkatkan khasiatnya namun justru meningkatkan efek sampingnya.