Dextamine Tablet & Syrup (Obat Alergi) : Informasi Lengkap

Dextamine adalah obat alergi produksi Phapros. Kegunaan Dextamine adalah untuk mengobati alergi yang merespons terapi kortikosteroid, rinitis alergi, urtikaria, dermatitis, konjungtivitis alergi, dan hay fever. Di Apotik, obat ini tersedia berupa Dextamine Tablet dan Dextamine Syrup.

Kandungan Dextamine adalah kombinasi Dexamethasone dan dexchlorpheniramine maleate. Harga Dextamine Tablet di kisaran Rp. 20.000 – Rp. 25.000 per pepel, sedangkan harga Dextamine Syrup di kisaran Rp. 35.000 – Rp. 45.000 per botol 60 mL.

Dalam artikel ini kita akan mengenal lebih jauh mengenai obat alergi ini. Dextamine obat apa, apa kegunaan, efek samping, dan zat apa saja yang merupakan kandungan Dextamine.

Dextamine Obat Apa?

Dextamine adalah obat alergi yang membutuhkan pengobatan tambahan kortikosteroid, misalnya, alergi yang disertai radang selaput lendir hidung dan tenggorokan. Dextamine mengandung zat aktif kombinasi Dexamethasone dan dexchlorpheniramine maleate. Obat ini di produksi oleh perusahaan farmasi, yaitu, Phapros. Terdapat 2 jenis, yaitu, Dextamine Tablet dan Dextamine Syrup untuk anak.

Zat aktif

Dexamethasone adalah steroid jenis glukokortikoid sintetis. Kegunaan Dexamethasone adalah sebagai obat alergi, imunosupresan, anti inflamasi dan anti shock yang sangat kuat. Dexamethasone 20-30 x lebih kuat dibandingkan hidrokortison dan 5-7 x lebih kuat dibandingkan prednison.

Dexchlorpheniramine adalah obat alergi golongan antihistamin. Dexchlorpheniramine memiliki sifat antikolinergik dan sedatif. Histamin adalah zat alami dalam tubuh. Zat inilah yang memicu berbagai reaksi alergi. Dexchlorpheniramine menghambat efek dari histamin sehingga berbagai reaksi alergi itu dapat dikurangi.

Produsen

Obat alergi ini diproduksi oleh Phapros.

Kandungan

Kandungan Dextamine tablet adalah :

Per tablet :

  • Dexamethasone (micronized) 500 mcg
  • Dexchlorpheniramine maleate 2 mg

Kandungan Dextamine Syrup adalah :

Per 5 mL syrup :

  • Dexamethasone (micronized) 500 mcg
  • Dexchlorpheniramine maleate 2 mg

Bentuk Sediaan

Obat alergi ini dijual dengan kemasan :

  • Dextamine tablet : box 10 blister @ 10 kaplet
  • Dextamine Syrup : botol 60 mL
dextamine tablet dan dextamine syrup

Ringkasan

Berikut tabel yang memuat informasi obat Dextamine secara singkat :

Informasi ObatDextamine
GolonganG (dengan resep)
KomposisiDexamethasone (micronized) dan Dexchlorpheniramine Maleate
IndikasiAlergi
KontraindikasiHipersensitif; Infeksi jamur sistemik; Tukak lambung aktif; Herpes simpleks okular; Pengobatan bersamaan dengan MAOI; Sedang menerima vaksin; Bayi baru lahir & prematur.
DosisLihat bagian dosis
Aturan PakaiDengan makanan
SediaanDextamine Tablet / kaplet dan Dextamine syrup
ProdusenPhapros

Indikasi dan Kegunaan Dextamine

Sebelum menggunakan obat ini, harus benar-benar sudah mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko obat Dextamine. Gunakan dosis efektif terendah untuk durasi terpendek yang konsisten dengan tujuan perawatan pasien.

Berikut adalah beberapa daftar kegunaan Dextamine :

  • Kegunaan Dextamine adalah untuk mengobati alergi yang membutuhkan terapi kortikosteroid (misalnya, alergi disertai radang selaput lendir hidung dan tenggorokan).
  • Rinitis alergi.
  • Urtikaria
  • Dermatitis
  • Konjungtivitis alergi.
  • Hay fever (alergi yang disebabkan oleh serbuk sari atau debu di mana selaput lendir mata dan hidung gatal dan radang, menyebabkan hidung berair dan mata berair).

Kontraindikasi

Dextamine kontraindikasi pada pasien berikut ini :

  • Hipersensitif.
  • Infeksi jamur sistemik
  • Tukak lambung aktif
  • Herpes simpleks okular.
  • Pengobatan bersamaan dengan MAOI.
  • Sedang menerima vaksin.
  • Bayi baru lahir & prematur.
Baca Juga :  Mefinal 500 mg & 250 mg Obat Apa : Kegunaan, Dosis, Efek Samping

Efek Samping Dextamine

Selain memberikan efek yang dibutuhkan, sebagian besar obat dapat menyebabkan beberapa efek samping yang tidak diinginkan. Meskipun tidak semua efek samping ini dapat terjadi, penggunaan obat tetap harus dilakukan secara hati-hati. Segera dapatkan perawatan medis yang sesuai jika efek samping yang parah terjadi.

Berikut adalah beberapa efek samping Dextamine yang mungkin terjadi :

  • Efek samping yang umum adalah gangguan pencernaan seperti anoreksia, mual, muntah, diare dan konstipasi.
  • Kortikosteroid memicu peningkatan pembentukan glukosa dari protein. Akibatnya kadar gula darah akan naik. Oleh karena itu, sebaiknya hindari penggunaan obat yang mengandung kortikosteroid bagi penderita kencing manis / diabetes mellitus.
  • Karena proses pembentukan glukosa menggunakan protein, maka terjadi penyusutan matrikx protein penyusun tulang. Akibatnya terjadi pengeroposan tulang.
  • Kortikosteorid juga mempengaruhi metabolisme lemak, termasuk distribusinya di dalam tubuh. Penggunaan jangka panjang bisa menyebabkan moon face.
  • Kortikosteorid juga menyebabkan pengurangan massa otot (proximal myopathy).
  • Kortikosteorid menyebabkan berkurangnya sel limfosit. Akibatnya sistem kekebalan tubuh berkurang.
  • Gejala-gejala efek samping yang disebabkan oleh kortikosteroid disebut dengan istilah Cushing sindrom. Gejala-gejalanya, yaitu, muka tembem, penebalan seperti selulit pada punggung dan perut, hipertensi, penurunan toleransi karbohidrat dan gejala-gejala lainnya.
  • Penggunaan obat alergi ini dalam jangka panjang bisa memicu terjadinya insufisiensi adrenal.
  • Jika pasien pernah memiliki riwayat gangguan jiwa, sebaiknya hindari penggunaan obat ini. Karena obat ini bisa memicu gangguan mental yang serius, paranoid atau depresi dengan risiko bunuh diri.
  • Kortikosteroid terkadang menyebabkan tukak peptik.
  • Obat alergi ini menyebabkan mengantuk, pusing, mulut, hidung dan tenggorokan kering, sakit kepala, palpitasi, retensi urine, sedasi, lemah, tinitus.

Peringatan

Waspadai hal-hal di bawah saat menggunakan obat Dextamine :

  • Sebelum menggunakan Dextamine, beri tahu dokter atau apoteker jika Anda memiliki riwayat hipersensitif terhadapnya.
  • Sebelum menggunakan obat ini, beri tahu dokter atau apoteker riwayat kesehatan Anda, terutama : masalah perdarahan, pembekuan darah, tulang rapuh (osteoporosis), diabetes, penyakit mata (seperti katarak, glaukoma, infeksi herpes mata), masalah jantung ( seperti serangan jantung, gagal jantung kongestif), tekanan darah tinggi, infeksi (seperti yang disebabkan oleh tuberkulosis, cacing tambang, herpes, jamur), penyakit ginjal, penyakit hati, kondisi mental / suasana hati (seperti psikosis, depresi , kecemasan), masalah perut / usus (seperti divertikulitis, maag, kolitis ulserativa), kejang.
  • Obat alergi ini bisa menyebabkan Anda pusing. Alkohol bisa menambah efek ini. Jangan mengemudi, menggunakan mesin, atau melakukan apa pun yang membutuhkan kewaspadaan tinggi.
  • Obat alergi ini dapat menyebabkan pendarahan lambung. Penggunaan alkohol saat menggunakan obat ini dapat meningkatkan risiko pendarahan lambung. Batasi minuman beralkohol.
  • Dextamine dapat membuat Anda lebih rentan terkena infeksi atau memperburuk infeksi. Karena itu, jaga kebersihan Anda dengan baik untuk mencegah penyebaran infeksi. Hindari kontak dengan orang yang sedang mengalami infeksi yang menular (seperti cacar air, campak, flu).
  • Dextamine dapat menyebabkan vaksin tidak berfungsi dengan baik. Bahkan Vaksin langsung dapat menyebabkan masalah serius (seperti infeksi) jika diberikan saat Anda menggunakan obat ini. Jangan melakukan imunisasi / vaksinasi / tes kulit tanpa persetujuan dokter Anda. Hindari kontak dengan orang-orang yang baru saja menerima vaksin hidup (seperti vaksin flu yang dihirup melalui hidung).
  • Menggunakan obat kortikosteroid untuk waktu yang lama dapat membuat tubuh Anda lebih sulit merespons stres fisik. Karena itu, sebelum menjalani operasi atau perawatan darurat, atau jika Anda menderita penyakit / cedera serius, beri tahu dokter atau dokter gigi Anda bahwa Anda menggunakan obat ini atau telah menggunakan obat ini dalam 12 bulan terakhir. Beri tahu dokter Anda segera jika Anda mengalami kelelahan luar biasa / ekstrem atau penurunan berat badan.
  • Pasien lansia lebih sensitif terhadap efek samping obat ini, terutama tulang rapuh (osteoporosis).
  • Obat ini dapat memperlambat pertumbuhan anak jika digunakan untuk waktu yang lama.
  • Gejala Cushing sindrom dapat pulih bila pengobatan dihentikan. Namun, penghentian penggunaan kortikosteroid harus bertahap (tappering-off) untuk menghindari terjadinya insufisiensi adrenal akut.
Baca Juga :  Piroxicam Obat Apa : Kegunaan, Dosis, Efek Samping

Penggunaan Dextamine Untuk ibu hamil atau ibu menyusui

FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) menempatkan Dexchlorpheniramine dalam kategori B, penjelasannya adalah sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan tidak  menunjukkan resiko pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil / Penelitian pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin, tapi studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil tidak menunjukkan resiko pada janin di trimester berapapun.

Sementara itu, dexamethasone termasuk kategori C ;

Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.

Pada kehamilan, farmakokinetik kortikosteroid berubah. Kortikosteroid sistemik tidak bersifat teratogenik. Wanita hamil yang menerima terapi kortikosteroid menderita efek samping dan manfaat yang sama seperti wanita yang dirawat yang tidak hamil.

Terapi kortikosteroid pada kehamilan digunakan untuk mengendalikan penyakit ibu yang aktif secara klinis; untuk mengobati bayi dalam kandungan yang menderita karditis terkait lupus neonatal; dalam stes dosis (pada pasien yang diobati dengan kortikosteroid) untuk persalinan, dan untuk menginduksi pematangan paru janin sebelum persalinan. (sumber : penggunaan kortikosteroid untuk ibu hamil).

Dexamethasone bisa dengan mudah menembus plasenta. Jika kortikosteroid digunakan secara jangka panjang atau diulang selama kehamilan, risiko penghambatan pertumbuhan intrauterin dapat meningkat. Namun tidak ada bukti terjadinya gangguan pertumbuhan intra uterin selama pengobatan jangka pendek (contohnya pada pengobatan profilaksis untuk neonatal respiratory distress syndrome). Gejala-gejala supresi adrenal pada janin akibat penggunaan obat ini oleh ibunya selama kehamilan, umumnya hilang setelah bayi lahir dan tidak begitu bermakna klinis.

Penggunaan Dextamine untuk ibu hamil hanya ketika jelas dibutuhkan. Obat ini mungkin jarang membahayakan bayi yang belum lahir. Diskusikan risiko dan manfaatnya dengan dokter Anda. Bayi yang lahir dari ibu yang telah menggunakan obat ini sejak lama mungkin mengalami masalah hormon. Beri tahu dokter Anda segera jika Anda melihat gejala seperti mual / muntah terus-menerus, diare parah, atau kelemahan pada bayi baru lahir.

Kortikosteroid sistemik diketahui ikut keluar bersama ASI. Sebainya jangan menggunakan Dextamine untuk ibu menyusui karena efek obat ini bisa menggangu pertumbuhan, mengganggu produksi kortikosteroid endogen, atau efek yang tak diinginkan lainnya.

Baca Juga :  Ibuprofen Obat Apa : Kegunaan, Dosis, Efek Samping

Interaksi

Interaksi dengan obat lain dapat mengubah cara kerja obat atau meningkatkan risiko terjadinya efek samping yang serius. Beritahu dokter dan apoteker tentang obat apa saja yang sedang Anda konsumsi. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat apa pun tanpa persetujuan dokter Anda.

Berikut interaksi obat yang mungkin terjadi :

  • Aminoglutethimide bisa menurunkan kadar plasma Dexamethasone. Hal ini akan mengurangi efek farmakologisnya.
  • Penggunaan bersamaan dengan kalium-depleting agen (misalnya, amfoterisin B, diuretik), waspadai terjadinya hipokalemia.
  • Antibiotika jenis makrolida bisa menurunkan klirens Dexamethasone. Hal ini akan meningkatkan efek farmakologisnya.
  • Kortikosteroid dapat meningkatkan kadar glukosa darah. Bila diperlukan lakukan penyesuaian dosis obat anti diabetes.
  • Dexamethasone bisa menurunkan konsentrasi serum isoniazid.
  • Cholestyramine meningkatkan klirens dexamethasone. Hal ini akan menurunkan efek farmakologisnya.
  • Jangan menerima vaksin hidup selama menggunakan Dexamethasone .
  • Ketoconazole bisa mengurangi proses metabolisme dexamethasone. Hal ini dapat meningkatkan efek farmakologisnya.
  • Aspirin atau NSAID lainnya meningkatkan risiko perdarahan saluran pencernaan.
  • Antikolinesterase menyebabkan kelemahan parah pada penderita myasthenia gravis. Sebaiknya agen antikolinesterase dihentikan setidaknya 24 jam sebelum pengobatan dengan dexamethasone.
  • Dexchlorpheniramine Maleate memiliki efek aditif dengan alkohol dan depresan sistem saraf pusat lain, seperti, barbiturate, opioid analgesics, hipnotik, sedatif, tranquilizers.
  • MAO inhibitors akan memperpanjang dan mengintensifkan efek antikolinergik (pengeringan) yang disebabkan oleh Dexchlorpheniramine Malteate.

Dosis Dextamine Tablet dan Dextamine Syrup

Berikut adalah dosis Dextamine yang lazim digunakan untuk masing-masing sediaan :

Dosis Dextamine Tablet

Secara umum Dextamine tablet diberikan dengan dosis seperti di bawah ini :

  • Dewasa dan anak >12 tahun : Awal 1-2 tablet 4 x sehari.
  • Anak 6-12 tahun : ½ tablet 3 x sehari.

Dosis Dextamine syrup

Secara umum Dextamine syrup diberikan dengan dosis seperti di bawah ini :

  • Dewasa dan anak >12 tahun : 1-2 sendok teh 4 x sehari.
  • Anak 6-12 tahun : ½ sendok teh 3 x sehari.

Cara menggunakan Dextamine

  • Baca Panduan Pengobatan yang disediakan oleh apoteker Anda sebelum Anda mulai menggunakan obat ini. Jika Anda memiliki pertanyaan, tanyakan kepada dokter atau apoteker Anda.
  • Dosis didasarkan pada kondisi medis Anda dan respons terhadap pengobatan. Jangan menambah dosis atau minum obat ini lebih sering daripada yang diarahkan.
  • Dextamine tablet dan dextamine syrup Sebaiknya diminum dengan makanan.
  • Gunakan obat secara teratur untuk mendapatkan manfaat maksimal. Ingat untuk menggunakannya pada waktu yang sama setiap hari.
  • Jangan berhenti minum obat ini tanpa berkonsultasi dengan dokter Anda. Beberapa kondisi dapat memburuk atau Anda mungkin mengalami withdrawal symptoms (seperti kelemahan, penurunan berat badan, mual, nyeri otot, sakit kepala, kelelahan, pusing) ketika obat ini tiba-tiba dihentikan. Untuk mencegah withdrawal symptoms ini ketika menghentikan pengobatan, dokter Anda mungkin mengurangi dosis Anda secara bertahap.
  • Katakan kepada dokter jika kondisi Anda memburuk.

Artikel Pengetahuan Obat lainnya :

Dextamine tablet dan dextamine syrup adalah obat yang hanya bisa didapatkan dengan resep dokter. Jangan menggunakan obat alergi ini melebihi dosis dan durasi yang telah diresepkan oleh dokter. Penggunaan yang berlebihan tidak akan meningkatkan manfaat obat ini namun justru akan meningkatkan efek sampingnya.