Dexamethasone Obat Apa : Kegunaan, Dosis, Efek Samping

Dexamethasone adalah obat steroid jenis sintetik glukokortikoid. Kegunaan Dexamethasone adalah untuk mengobati alergi, penyakit kolagen, gangguan rematik, leukemia, shock, penyakit gangguan pernapasan, gangguan hematologis, keadaan edema, dan sebagai imunosupresan. Obat ini umumnya tersedia berupa Dexamethasone 0.5 mg tablet dan 0.75 mg tablet, dan Dexamethasone injeksi 5 mg/mL. Di Apotik, obat kortikosteroid ini tersedia baik berupa Dexamethasone generik atau Dexamethasone paten/branded. Harga Dexamethasone relatif terjangkau, dengan kisaran Rp. 1000 – Rp. 5000 untuk sediaan generik. selain sediaan tunggal, obat ini juga banyak terdapat dalam produk-produk kombinasi dengan obat lain.

Dalam artikel ini kita akan mengenal lebih jauh mengenai obat kortikosteroid ini. Dexamethasone obat apa, apa kegunaan, efek samping, formulasi sediaan, dan merk-merk obat paten yang mengandung Dexamethasone.

Ringkasan

Berikut tabel yang memuat informasi obat Dexamethasone secara singkat :

Informasi ObatDexamethasone
GolonganDengan resep
IndikasiKortikosteroid : antiinflamasi, imunosupresan, anti shock
Dosislihat bagian dosis
Aturan PakaiDengan makanan
Kontraindikasiiwayat tukak lambung, penderita osteoporosis, diabetes melitus, infeksi jamur sistemik, glaukoma, psikosis, psikoneurosis berat, penderita TBC aktif, herpes zoster, herpes simplex, infeksi virus lain, Cushing syndrome dan penderita dengan gangguan fungsi ginjal.
Sediaantablet 0.5 mg, tablet 0.75 mg; injeksi 5 mg/mL
Merk yang tersediaAlegi, Alerdex, Alletrol compositum, Asonfen, Blecidex, Bracidex, Carbidu, Cellacort, Cendo Methasone, Cendo Xitrol, Corsona, Cortidex, Dellamethasone, Dexa-M, Dexa harsen, Dexclosan, Dexicorta, Dextaco, Dextaf, Dextafen, Dextamine, Dextina, Diometa, Erlamicetin Plus, Ermethasone, Etadex, Etason, Expodex, Faridexon, Flacoid, Grathazon, Himadex, Hufadexon, Ifidex, Ikamethasone, Incametason, Indexon, Inmatrol, Inthesa, Isotic Neolyson, Isotic Tobrizon, Kaldexon, Kalmethasone, Kloramixin D, Kokodex, Lanadexon, Lanodexon, Licodexon, Lorson, Lotharson, Maxitrol, Megadex, Megasonum, Molacort, Nelydex, Neocortic, Neodex, Novadex, novedex, Nufadex M, Omegtamine, Oradexon, ordexon, Oregan, Polidemisin, Polofar Plus, Polydex, Pritacort, Prodexon, Proxona, Pycameth, Pyradexon, Scandexon, Selexon, Sofradex, Soldextam, Sonamin, Spersadex Comp, Tamadex, Tazimut, Tobradex, Tobroson, Tria Gentason, Tria Xitrol, Tridexon, Trifason, Ximex Optixitrol, Ximex Tobrason

Dexamethasone Obat Apa?

Berikut adalah deskripsi singkat tentang obat steroid ini :

Mekanisme aksi

Dexamethasone adalah obat golongan glukokortikoid yang digunakan dalam sediaan kortikosteroid sistemik. Obat ini mengurangi peradangan dengan menghambat migrasi leukosit dan pembalikan peningkatan permeabilitas kapiler. Obat ini menekan respon imun normal.

Mekanisme aksi obat Dexamethasone adalah dengan cara menembus membran sel sehingga akan terbentuk suatu kompleks steroid-protein reseptor. Di dalam inti sel, kompleks steroid-protein reseptor ini akan berikatan dengan kromatin DNA dan menstimulasi transkripsi mRNA yang merupakan bagian dari proses sintesa protein. Sebagai anti inflamasi, obat ini menekan migrasi neutrofil, mengurangi produksi prostaglandin (senyawa yang berfungsi sebagai mediator inflamasi), dan menyebabkan dilatasi kapiler. Hal ini akan mengurangi respon tubuh terhadap kondisi peradangan (inflamasi).

Absorpsi

Obat ini mudah diserap dari saluran pencernaan (sediaan oral/tablet). Obat ini mampu menembus sawar pasenta.

dexamethasone 0.5 mg, 0.75 mg, injeksi

Indikasi dan Kegunaan Dexamethasone

Sebelum menggunakan obat kortikosteroid ini, harus benar-benar sudah mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko Dexamethasone. Gunakan dosis efektif terendah untuk durasi terpendek yang konsisten dengan tujuan perawatan pasien.

Berikut adalah beberapa daftar kegunaan Dexamethasone :

A. Sebagai anti inflamasi

Dexamethasone digunakan sebagai anti radang/inflamasi. Obat steroid ini bisa digunakan untuk mengobati penyakit-penyakit, seperti, radang reumatik, radang usus, radang pada ginjal, radang pada mata, radang karena asma dan radang pada tempat lainnya.

B. Menangani Penyakit Autoimun

Obat ini termasuk imunosupresan. Dexamethasone sering digunakan untuk mengobati penyakit-penyakit autoimun, seperti, rheumatoid arthritis, berbagai jenis alergi, penyakit lupus, bronkospasme, dan idiopatik thrombocytopenic (penurunan jumlah trombosit darah karena masalah kekebalan tubuh).

C. Anti Shock

Obat golongan steroid sering digunakan untuk mengobati shock anafilaktik alergi dalam dosis tinggi.

D. Terapi Pendukung Kemoterapi Kanker

Obat-obat golongan kortikosteroid sering digunakan sebagai terapi pendukung kemoterapi pasien kanker. Obat seperti Dexamethasone bisa menangkal perkembangan edema pada pasien tumor otak. Sebagai agen kemoterapi, obat ini digunakan untuk pengobatan multiple myeloma baik tunggal ataupun dikombinasikan dengan obat-obat seperti thalidomide, lenamide, bortezomidib, kombinasi dari adriamycin dan vincristine atau velcade dan revlimid.

Baca Juga :  Amlodipine : Kegunaan, Dosis, Efek Samping

Saat kemoterapi, efek samping yang sering yang terjadi adalah mual dan muntah. Untuk itu, Dexamethasone sering digunakan untuk mendukung obat antiemetik seperti ondansetron.

E. Untuk Membantu Proses Pembentukan Organ Paru-paru Bayi Prematur

Obat-obat steroid sering digunakan untuk ibu hamil dengan risiko melahirkan prematur. Pemberian obat kortikosteroid, seperti Dexamethasone ini bertujuan untuk mematangkan organ paru-paru janin. Namun, penggunaan Dexamethasone untuk ibu hamil hanya bisa dilakukan dengan pengawasan ketat oleh dokter karena penggunaan obat ini secara tidak tepat dapat meningkatkan risiko kecacatan janin.

F. Kegunaan Lainnya

Obat-obat golongan kortikosteroid bisa digunakan untuk mencegah reaksi penolakan tubuh dalam proses pencakokkan organ.

Para pendaki gunung yang mengalami high-altitude cerebral edema (HACE), atau high-altitude pulmonary edema (HAPE), bisa diberikan obat kortikosteroid, seperti Dexamethasone ini.

Kontraindikasi

Obat ini kontraindikasi pada pasien berikut ini :

  • Hipersensitif terhadap Dexamethasone.
  • Memiliki riwayat tukak lambung, penderita osteoporosis, diabetes melitus, infeksi jamur sistemik, glaukoma, psikosis, psikoneurosis berat, penderita TBC aktif, herpes zoster, herpes simplex, infeksi virus lain, Cushing syndrome dan penderita dengan gangguan fungsi ginjal.

Efek Samping Dexamethasone

Selain memberikan efek yang dibutuhkan, sebagian besar obat dapat menyebabkan beberapa efek samping yang tidak diinginkan. Meskipun tidak semua efek samping ini dapat terjadi, penggunaan obat tetap harus dilakukan secara hati-hati. Segera dapatkan perawatan medis yang sesuai jika efek samping yang parah terjadi.

Berikut adalah beberapa efek samping Dexamethasone yang telah dilaporkan :

  • Retardasi/keterlambatan pertumbuhan, osteoporosis, tukak lambung, glaukoma dan katarak subkapsular, fraktur kompresi vertebra.
  • Cushing syndrome, disfungsi pankreas dan pankreatitis, gangguan gastrointestinal, peningkatan nafsu makan, peningkatan kerapuhan kulit.
  • Meningkatnya kerentanan terhadap infeksi.
  • Sediaan dexamethasone topikal, memiliki efek samping, seperti : Atrofi kulit, iritasi lokal, folikulitis, tertundanya penyembuhan luka, penyerapan sistemik dan toksisitas dengan pembalut oklusif pada aplikasi ke area tubuh yang luas dan kulit yang rusak.
  • Sediaan Dexamethasone topikal untuk mata, memiliki efek samping, seperti : Ulkus kornea, glaukoma dan penurunan kemampuan visual.
  • Sediaan inhalasi Dexamethasone, memiliki efek samping, seperti : Suara serak, kandidiasis mulut dan tenggorokan.
  • Dexamethasone injeksi artikular memiliki efek samping, misalnya : Nekrosis aseptik pada kerusakan tulang dan sendi.
  • Secara umum beberapa gejala-gejala efek samping Dexamethasone ini disebut sebagai Cushing sindrom, yaitu gejala-gejala seperti muka tembem, penebalan seperti selulit pada punggung dan perut, hipertensi, penurunan toleransi terhadap karbohidrat dan gejala-gejala lainnya. Untuk mengukur kaitan Dexamethasone dengan Cushing’s Syndrome dilakukan Dexamethasone suppression test.
  • Efek samping yang bisa berpotensi fatal, misalnya : supresi HPA; kegagalan kardiovaskular saat diberikan dengan injeksi intravena cepat.

Peringatan

Waspadai hal-hal di bawah saat menggunakan obat kortikosteroid ini :

  • Sebelum meminum obat ini, beri tahu dokter atau apoteker jika Anda memiliki riwayat hipersensitif terhadapnya.
  • Sebelum menggunakan obat ini, beri tahu dokter atau apoteker riwayat kesehatan Anda, terutama : hipotiroidisme, sirosis, hipertensi, gagal jantung, kolitis ulserativa, gangguan tromboemboli, osteoporosis, glaukoma, katarak atau TB mata, diabetes, tukak lambung.
  • Penggunaan dexamethasone untuk penderita gangguan pencernaan seperti tukak lambung dan kolitis ulceratif dilakukan secara hati-hati, karena beresiko terjadinya perdarahan pada saluran pencernaan.
  • Dexamethasone menyebabkan penurunan sistem kekebalan tubuh sehingga pasien lebih rentan terkena penyakit cacar dan campak.
  • Dexamethasone meningkatkan pembentukan glukosa dari protein. Hal ini menyebabkan peningkatan kadar gula dalam darah sehingga pemberian obat ini pada penderita diabetes mellitus sebaiknya tidak dilakukan.
  • Penggunaan protein dalam proses pembentukan glukosa akan menyebabkan pengeroposan tulang karena matriks protein penyusun tulang menyusut drastis. Oleh sebab itu penggunaan Dexamethasone untuk pasien dengan risiko besar seperti usia lanjut sangat tidak dianjurkan. Untuk anak-anak hal ini dapat menghambat pertumbuhan, khususnya pertumbuhan tulang.
  • Dexamethasone mempengaruhi proses metabolisme lemak termasuk distribusinya di dalam tubuh. Hal ini menyebabkan efek di beberapa bagian tubuh seperti wajah yang kelihatan lebih tembem. Efek samping ini sering disalahgunakan dengan cara menambahkan obat ini ke dalam produk-produk penambah berat badan ilegal. Pemakai produk ilegal ini mengira dirinya mengalami kenaikkan berat badan, padahal hal itu adalah efek samping Dexamethasone yang sangat berbahaya jika obat ilegal itu dikonsumsi dalam jangka waktu lama.
  • Obat ini menurunkan fungsi limfa yang mengakibatkan sel limfosit berkurang dan mengecil. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya penurunan sistem kekebalan tubuh.
  • Lakukan pemantauan kadar glukosa darah pada penderita diabetes dan indeks koagulasi pada pasien yang menggunakan warfarin.
  • Pasien lansia lebih rentan mengalami efek samping obat ini, terutama gangguan pencernaan, dan gangguan ginjal.
  • Beritahu dokter jika Anda hamil, atau berencana untuk hamil dalam waktu dekat.
  • Beritahu dokter jika Anda sedang menyusui.
  • Penggunaan pada anak-anak harus sesuai dengan arahan dokter, Obat kortikosteroid bisa menghambat pertumbuhan anak.
Baca Juga :  Amoxsan 500 mg, Syrup, Drop, Forte (Amoxicillin) : Info Lengkap

Penggunaan Dexamethasone Untuk ibu hamil atau ibu menyusui

Menurut FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat), Dexamethasone masuk obat kategori C dengan penjelasan sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.

Dexamethasone mampu masuk ke dalam plasenta. Untuk ibu hamil dengan risiko kelahiran prematur, obat-obat steroid bisa digunakan untuk mematangkan pembentukan paru-paru janin. Namun, penggunaanya harus dengan pengawasan ketat oleh dokter.

Pemberian obat-obat kortikosteroid untuk jangka waktu panjang atau diulang selama kehamilan, risiko penghambatan pertumbuhan intrauterin meningkat. Namun sampai saat ini, belum cukup ada bukti terjadinya gangguan pertumbuhan intra uterin selama pengobatan jangka pendek (contohnya pada pengobatan profilaksis untuk neonatal respiratory distress syndrome).

Gejala-gejala supresi adrenal pada janin yang disebabkan oleh penggunaan obat dexamethasone untuk ibu hamil biasanya akan hilang setelah bayi lahir dan tidak begitu bermakna klinis.

Obat-obat sistemik kortikosteroid diketahui ikut keluar bersama air susu ibu (ASI). Karena efek obat ini bisa menggangu pertumbuhan, mengganggu produksi kortikosteroid endogen, atau efek yang tak diinginkan lainnya, ibu menyusui sebaiknya tidak menggunakan obat ini.

Interaksi

Interaksi dengan obat lain dapat mengubah cara kerja obat atau meningkatkan risiko terjadinya efek samping yang serius. Beritahu dokter dan apoteker tentang obat apa saja yang sedang Anda konsumsi. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat apa pun tanpa persetujuan dokter Anda.

Berikut interaksi obat yang mungkin terjadi :

  • Meningkatkan risiko hipokalaemia jika digunakan bersamaan dengan obat boros kalium seperti amphotericin B dan loop diuretik.
  • Mengurangi kemanjuran isoniazid, obat-obat salicylate dan turunannya, vaksin and toksoid.
  • Bila digunakan bersamaan dengan cyclosporin aktivitas Dexamethasoen meningkat.
  • Penggunaan bersamaan dengan aspirin atau etanol dapat menyebabkan peningkatan efek samping gastrointestinal.
  • Dexamethasone mengganggu penyerapan kalsium.
  • Batasi menggunakan makanan/minuman mengandung kafein.
  • Interaksi yang bisa berpotensi fatal : Efektivitas menurun dalam kombinasi dengan ephedrine, cholestyramine, phenytoin, phenobarbital and rifampicin.

Dosis Dexamethasone

Berikut adalah dosis Dexamethasone yang lazim digunakan untuk masing-masing kondisi penyakit dan sediaan :

A. Sediaan Intravena

Dexamethasone injeksi diberikan dengan aturan dosis berikut :

Profilaksis mual dan muntah terkait terapi sitotoksik

  • Dewasa : Pencegahan : 10-20 mg, diberikan 15-30 menit sebelum pelaksanaan kemoterapi pada setiap hari perawatan. Untuk rejimen infus berkelanjutan : 10 mg setiap 12 jam pada setiap hari perawatan. Untuk rejimen sedang emetogenik : 4 mg setiap 4-6 jam.

Shock Unresfonsif

  • Dewasa : Sebagai fosfat : Dosis awal, 40 mg atau 1-6 mg / kg sebagai injeksi IV tunggal, dapat diulang setiap 2-6 jam. Lanjutkan perawatan dosis tinggi hanya sampai kondisi pasien stabil dan tidak dilanjutkan setelah 48-72 jam.

Bakterial meningitis

  • Dewasa : 0,15 mg / kg 4 x sehari, diberikan 10-20 menit sebelum atau bersamaan dengan dosis pertama pengobatan anti-infeksi. Perawatan harus diberikan untuk 2-4 hari pertama perawatan anti-infeksi.
  • Anak : sebagai fosfat : usia 2 bulan-18 tahun : 150 mcg / kg setiap 6 jam selama 4 hari, dimulai sebelum atau bersama dengan dosis pertama terapi antibakteri.

B. Sediaan Oral (Tablet/kapsul)

Sediaan oral, yaitu, Dexamethasone tablet o.5 mg dan 0.75 mg diberikan dengan aturan dosis berikut :

Antiinflamasi

  • Dewasa : 0.75-9 mg per hari diberikan dalam 2-4 dosis terbagi. Dapat juga diberikan melalui IM / IV.
  • Anak usia 1 bulan-18 tahun : 10-100 mcg / kg per hari dalam 1-2 dosis terbagi, disesuaikan sesuai respons pasien; Dosis hingga 300 mikrogram / kg per hari dapat digunakan dalam situasi darurat.

Skrining tes untuk Cushing’s syndrome

  • Dewasa : 0,5 mg setiap 6 jam selama 48 jam setelah menentukan kadar 17-hidroksikortikosteroid (17-OHCS) urin pada 24 jam awal. Selama 24 jam kedua pemberian Dexamethasone, urin dikumpulkan dan dianalisis untuk mengetahui kadar 17-OHCS. Atau, setelah penentuan kortisol plasma awal, 1 mg dapat diberikan pada jam 11 malam dan kortisol plasma ditentukan pada jam 8 pagi berikutnya. Kortisol plasma dan keluaran urin 17-OHCS mengalami depresi setelah pemberian Dexamethasone pada individu normal tetapi tetap pada level basal pada pasien dengan Cushing’s syndrome.

Eksaserbasi akut pada multiple sclerosis

  • Dewasa : 30 mg per hari selama 1 minggu dilanjutkan dengan 4-12 mg per hari selama 1 bulan.
  • Anak usia 1 bulan – 12 tahun : 100-400 mcg / kg per hari dalam 1-2 dosis terbagi.
  • Anak usia 12-18 tahun : Dosis awal 0.5-24 mg per hari. Dosis maksimal 24 mg per hari.
Baca Juga :  Loperamide 2 mg Obat Apa? Dosis, Kegunaan, Efek Samping

C. Sediaan Opthalmic/obat mata

Dexamethasone sering digunakan dalam sediaan-sediaan obat mata. Berikut adalah aturan dosinya :

Peradangan mata

  • Dewasa : Sebagai suspensi 0.1% : 1-2 tetes ke mata yang terkena 4-6 x sehari pada penyakit ringan, pemberian tiap 1 jam sekali bisa diberikan pada penyakit yang lebih parah. Salep 0.05% : Oleskan 0.5-1 inci salep ke dalam kantung konjungtiva hingga 4 x sehari. Kurangi menjadi dosis 1 x sehari setelah kondisi telah membaik.

D. Sediaan Intra-artikular

Dosis untuk sediaan intra-artikular adalah :

Penyakit radang sendi

  • Dewasa : 0.8-4 mg tergantung pada ukuran sendi yang terkena. Untuk injeksi jaringan lunak, 2-6 mg dapat digunakan. Dapat diulangi injeksi setiap 3-5 hari hingga setiap 2-3 minggu.

Sediaan Parenteral

Dosis untuk sediaan parenteral adalah :

Edema serebral yang disebabkan oleh keganasan

  • Dewasa : Sebagai fosfat : 10 mg IV dilanjutkan dengan 4 mg IM setiap 6 jam sampai respons tercapai, biasanya setelah 12-24 jam. Dosis dapat dikurangi setelah 2-4 hari, kemudian dihentikan secara bertahap selama 5-7 hari. Dalam kasus yang parah, dosis awal 50 mg IV dapat diberikan pada hari 1, dengan 8 mg setiap 2 jam, dikurangi secara bertahap selama 7-13 hari. Dosis pemeliharaan : 2 mg, 2-3 x sehari.
  • Anak : Sebagai fosfat : berat badan <35 kg : dosis awal 20 mg, kemudian 4 mg setiap 3 jam selama 3 hari, kemudian 4 mg setiap 6 jam selama 1 hari, kemudian 2 mg setiap 6 jam selama 4 hari, kemudian turun sebesar 1 mg setiap hari. Berat badan > 35 kg : Dosis awal 25 mg, kemudian 4 mg setiap 2 jam selama 3 hari, kemudian 4 mg setiap 4 jam selama 1 hari, kemudian 4 mg setiap 6 jam selama 4 hari, kemudian turun 2 mg setiap hari. Dosis diberikan melalui injeksi IV.

Cara menggunakan Dexamethasone

  • Baca Panduan Pengobatan yang disediakan oleh apoteker Anda sebelum Anda mulai menggunakan obat ini. Jika Anda memiliki pertanyaan, tanyakan kepada dokter atau apoteker Anda.
  • Dosis didasarkan pada kondisi medis Anda dan respons terhadap pengobatan. Jangan menambah dosis atau minum obat ini lebih sering daripada yang diarahkan.
  • Jangan gunakan obat Dexamethasone jika Anda menderita infeksi herpes pada mata.
  • Jangan menggunakan Dexamethasone jika Anda memiliki masalah kesehatan seperti : Infeksi jamur atau infeksi malaria di otak.
  • Dexamethasone membuat Anda lebih rentan mendapatkan infeksi. oleh karena itu, jaga selalu kebersihan, selalu mencuci tangan. Jauhi orang-orang yang sedang menderita infeksi, pilek, atau flu.
  • Jangan menggunakan Dexamethasone untuk penderita cacar air dan campak karena bisa menyebabkan akibat yang sangat buruk atau bahkan mematikan. Hindari berada di dekat orang yang menderita cacar air atau campak jika Anda belum pernah mengalami ini sebelumnya.
  • Obat Dexamethasone menurunkan jumlah steroid alami dalam tubuh. Jika Anda mengalami demam, infeksi, menjalani operasi, atau terluka, bicaralah dengan dokter Anda. Anda mungkin memerlukan steroid oral dosis tambahan.
  • Penggunaan jangka panjang dapat meningkatkan kemungkinan katarak atau glaukoma.
  • Jika digunakan secara jangka panjang, obat ini dapat menyebabkan kerapuhan tulang (osteoporosis).
  • Konsultasi dengan dokter sebelum menerima jenis vaksin apa pun. Penggunaan vaksin bersamaan dengan Dexamethasone dapat meningkatkan kemungkinan infeksi atau membuat vaksin tidak berfungsi baik.
  • Jika Anda menggunakan bentuk cair dari obat ini, kocok botol dengan lembut sebelum menggunakannya. Hati-hati mengukur dosis menggunakan alat pengukur khusus / sendok. Jangan menggunakan sendok rumah tangga karena Anda mungkin tidak mendapatkan dosis yang tepat.
  • Dexamethasone harus diminum setelah makan untuk mengurangi efek samping pada saluran pencernaan.
  • Bentuk kapsul Dexamethasone bisa mengandung jumlah obat yang berbeda dari tablet dan bentuk larutan. Jangan beralih antara kapsul dan bentuk lainnya tanpa izin dan arahan dokter Anda.
  • Gunakan obat ini secara teratur untuk mendapatkan manfaat maksimal. Ingat untuk menggunakannya pada waktu yang sama setiap hari.
  • Jangan menghentikan pemakaian obat ini secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter terutama pada penggunaan jangka panjang karena dapat mengakibatkan gejala-gejala seperti mialgia, artralgia dan malaise.
  • Katakan kepada dokter jika kondisi Anda memburuk.

Artikel Pengetahuan Obat lainnya :

Dexamethasone adalah obat yang hanya bisa didapatkan dengan resep dokter. Jangan menggunakan obat ini melebihi dosis dan durasi yang telah diresepkan oleh dokter. Penggunaan yang berlebihan tidak akan meningkatkan manfaat obat ini namun justru akan meningkatkan efek sampingnya.