Pengertian Deflasi, Faktor Penyebab, Dan Cara Mengatasi

Deflasi adalah suatu keadaan harga barang-barang secara umum jatuh seiring waktu. Penurunan harga barang-barang sekilas seperti berita baik bagi konsumen, padahal dampak deflasi secara luas adalah penurunan permintaan jangka panjang dan paling sering menandakan resesi ekonomi. Ketika terjadi resesi ekonomi, maka akan terjadi penurunan upah, kehilangan pekerjaan, dan pukulan besar terhadap sebagian besar portofolio investasi. Ketika resesi ekonomi memburuk, maka deflasi pun memburuk. Para pengusaha akan menjual produk-produk mereka dengan harga lebih rendah, karena putus asa, sekedar untuk membuat konsumen membeli produk mereka.

Dalam artikel ini kita akan membahas pengertian deflasi, termasuk faktor penyebab, contoh, dampak, dan bagaimana cara mengatasi deflasi.

Pengertian Deflasi

Pengertian deflasi adalah suatu keadaan harga barang-barang dan jasa secara umum jatuh seiring waktu. Pada saat deflasi, daya beli mata uang dan upah lebih tinggi dari yang seharusnya.

Apakah deflasi baik atau buruk? Sebagian besar pengalaman deflasi di ekonomi negara-negara barat telah menyebabkan kerusakan ekonomi. Deflasi telah dikaitkan dengan penurunan tingkat pertumbuhan ekonomi dan pengangguran yang lebih tinggi. Namun, deflasi juga bisa berdampak baik, misalnya yang disebabkan oleh peningkatan produktivitas yang cepat, maka deflasi ini menyebabkan tingkat pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

Cara mengukur deflasi

Secara resmi, deflasi diukur sebagai penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK). Tetapi IHK tidak mengukur harga saham, indikator ekonomi penting. Dengan kata lain, ketika pasar saham turun, IHK mungkin kehilangan satu indikator deflasi yang penting.

jenis jenis deflasi

Seperti dijelaskan di atas, dampak deflasi bisa memberi dampak buruk dan juga dampak baik. Keduanya terkait dengan apa yang menyebabkan terjadinya penurunan harga barang dan jasa.

Berdasarkan apa yang menyebabkan penurunan harga barang dan jasa, terdapat dua jenis deflasi, yaitu, deflasi yang disebabkan oleh biaya ekonomi yang rendah (deflasi yang baik), dan deflasi yang disebabkan oleh turunnya permintaan (deflasi buruk).

Deflasi yang disebabkan oleh biaya rendah

Jenis deflasi ini disebut deflasi baik karena penurunan harga terjadi karena peningkatan produktivitas yang besar dan biaya produksi yang lebih rendah. Maka, secara teoritis hal ini juga akan meningkatkan upah riil.

Baca Juga :  18 Faktor Penyebab Inflasi Dari Sisi Demand dan Supply

Ketika terjadi deflasi jenis ini, harga-harga barang dan jasa menjadi lebih rendah, output perekonomian lebih tinggi, produktivitas yang lebih tinggi, laba yang lebih tinggi, dan upah riil yang lebih tinggi.

Jika konsumen mendapati harga barang dan jasa yang lebih rendah, tetapi karena mereka telah menikmati peningkatan pendapatan riil, maka pengeluaran mereka pun lebih tinggi karena mereka akan memiliki uang untuk membeli barang-barang murah ini.

Deflasi karena biaya produksi yang lebih rendah
Penurunan biaya produksi menyebabkan harga (P) turun tetapi output (real GDP) meningkat

Contoh deflasi yang baik

Menjelang akhir abad kesembilan belas, perekonomian Amerika serikat dan Inggris diuntungkan oleh jatuhnya harga di seluruh dunia karena Revolusi Industri. Hal ini menyebabkan peningkatan besar dalam produktivitas, karena :

  • Mesin uap lebih efisien
  • Peningkatan produksi baja, bahan baku industri
  • Biaya kereta api yang lebih murah, sehingga transportasi logistik lebih murah
  • Sarana komunikasi yang meningkat.
  • Transisi dari produksi pertanian ke industri.

Perekonomian Amerika Serikat tumbuh pesat pada periode ini. Mereka diuntungkan oleh perkembangan teknologi baru yang membantu meningkatkan efisiensi sehingga menurunkan biaya produksi. Ciri penting dari periode ini adalah bahwa meskipun harga turun, upah tetap atau bahkan naik dan para pekerja mendapatkan pertumbuhan upah riil.

Deflasi yang disebabkan oleh turunnya permintaan agregat

Deflasi karena turunnya permintaan agregat
Ketika permintaan agregat (AD) terhadap barang dan jasa turun maka harga (P) akan turun

Jenis deflasi ini disebut sebagai deflasi buruk karena jika terjadi penurunan harga yang disebabkan oleh permintaan yang lemah, maka perusahaan akan melihat penurunan potensi laba. Dalam keadaan ini, perusahaan akan berusaha menurunkan memotong upah pekerja. Jika pemotongan upah tidak juga berhasil mengurangi kerugian, maka mungkin akan terjadi banyak pemutusan kerja sehingga terjadi peningkatan pengangguran.

Jika upah pekerja rendah atau pengangguran meningkat, maka, meskipun terjadi penurunan harga, tidak akan cukup untuk mendorong pengeluaran dan konsumsi yang lebih tinggi. Akibatnya pertumbuhan ekonomi melambat.

Faktor Penyebabnya Deflasi

Pada penjelasan jenis-jenis deflasi di atas, secara umum faktor penyebab deflasi ada dua, yaitu disebabkan oleh penurunan biaya produksi dan yang disebabkan oleh turunnya biaya agregat. Lalu apa yang menjadi penyebab kedua hal ini bisa terjadi? Di bawah ini penjelasan beberapa faktor penyebab deflasi :

Kebijakan Pemerintah atau Bank Sentral

Salah satu pengertian deflasi adalah penurunan harga barang dan jasa akibat adanya kekurangan peredaran uang di dalam sistem perekonomian. Kurangnya jumlah uang beredar bisa disebabkan oleh kebijakan Pemerintah dan Bank Sentral.

Produksi Melebihi Permintaan

Jika Produksi barang dan jasa tertentu melebihi jumlah permintaan maka harga barang dan jasa itu akan turun. Selain itu, produksi barang yang sama oleh banyak perusahaan menyebabkan adanya persaingan yang tinggi. Hal ini bisa menimbulkan perang harga untuk memenangkan persaingan.

Baca Juga :  16 Jenis Inflasi : Berdasarkan Sifat, Penyebab, dan Tingkat keparahannya

Penurunan Permintaan Agregat

Ketika permintaan terhadap barang dan jasa menurun maka secara otomatis akan terjadi penurunan harga. Perusahaan akan melakukan penurunan harga semata-mata supaya produknya terjual

Penurunan Biaya Produksi

Ketika perusahaan berhasil melakukan efisiensi pada proses produksi, misalnya penggunaan teknologi, maka biaya produksi turun. Jika ini terjadi, maka harga jual produknya akan turun.

Penurunan biaya produksi juga bisa disebabkan oleh pembangunan infrastruktur, seperti, jalan, pelabuhan, pasar, dan lain-lain. Infrastruktur yang baik akan menurunkan biaya logistik.

Dampak Deflasi Terhadap Perekonomian

Di atas sudah dijelaskan, ada dua jenis inflasi. maing-masing memiliki dampak yang berbeda. Jika disebabkan oleh penurunan biaya produksi maka akan berdampak baik. Namun, jika disebabkan oleh penurunan permintaan agregat akan memberi dampak buruk pada perekonomian.

Dampak Positif Deflasi

Penurunan harga yang besar dan tersebar luas selalu berdampak buruk bagi perekonomian. Tapi penurunan harga pada aset tertentu bisa berdampak bagus. Misalnya, penurunan harga berkelanjutan pada barang-barang konsumsi, terutama komputer dan peralatan elektronik.

Penurunan harga produk-produk elektronik seperti komputer, laptop, Smartphone, dll, bukan karena permintaan yang turun, tetapi karena inovasi yang terus-menerus sehingga produk baru terus bermunculan.

Dalam kasus barang-barang konsumsi, sebagian besar barang konsumsi yang ada di dunia diproduksi di Cina, di mana upah lebih rendah. Upah yang lebih rendah menyebabkan biaya produksi lebih rendah sehingga harga jual bisa ditekan.

Penurunan harga pada bararang konsumsi akan mendorong peningkatan ekonomi. Begitu pula penurunan harga pada produk-produk teknologi akan meningkatkan penetrasi produk-produk ini ke semua lapisan masyarakat.

Dampak Negatif Deflasi

Jika harga barang dan jasa jatuh tetapi upah nominal juga jatuh atau stagnan, maka perekonomian cenderung mengalami masalah berikut :

Konsumen menunda pembelian

Ketika harga jatuh, konsumen menunda pembelian. Mereka berharap harga-harga akan lebih rendah lagi nantinya.

Hal ini memberikan tekanan pada produsen untuk menurunkan harga dan menghasilkan produk baru. Hal ini tentu bagus untuk konsumen. Tetapi pemotongan biaya yang konstan berarti upah pekerja yang lebih rendah dan pengeluaran investasi yang lebih sedikit. Maka, pertumbuhan ekonomi akan melambat.

Kenaikan nilai riil utang

Dengan jatuhnya harga dan turunnya upah pekerja, semakin sulit untuk melunasi utang dan memenuhi kewajiban pembayaran utang.

Baca Juga :  Demand-Pull Inflation : Pengertian, Penyebab, Contoh

Pengangguran upah riil

Jatuhnya harga barang dan jasa membuat laba perusahaan turun bahkan merugi. Perusahaan tidak mampu membayar pekerja, tetapi jika pekerja menolak pemotongan upah nominal, maka akan ada pemutusan hubungan kerja sehingga pengangguran riil meningkat.

Suku bunga riil lebih tinggi

Ketika terjadi penurunan harga barang dan jasa, Bank sentral mungkin akan menurunkan suku bunga. Namun, suku bunga tidak bisa turun di bawah nol, jadi jika terjadi penurunan harga barang dan jasa, tingkat bunga riil yang efektif sebenarnya naik.

Lingkaran setan deflasi

Deflasi menciptakan lingkaran setan. Permintaan agregat yang turun menyebabkan turunnya harga, dan penurunan harga menyebabkan permintaan yang lebih rendah. Salah satu contoh negara yang mengalami siklus deflasi adalah Jepang, yang sudah berlangsung selama 30 tahun ini.

Lingkaran Setan Deflasi
Deflasi menciptakan lingkaran setan. Permintaan agregat yang turun menyebabkan turunnya harga, dan penurunan harga menyebabkan permintaan yang lebih rendah.

Cara Mengatasi Deflasi

Dampak deflasi lebih buruk dibandingkan inflasi. Penurunan harga yang drastis bisa membuat sebuah negara jatuh ke dalam resesi ekonomi yang parah. Oleh karena itu, pemegang kebijakan ekonomi biasanya akan segera mengambil tindakan jika tanda-tanda penurunan harga barang dan jasa mulai terjadi.

Cara mengatasi deflasi yang sering dilakukan pemerintah disebut kebijakan fiskal, dan yang dilakukan oleh Bank sentral disebut kebijakan moneter.

Mengapa kebijakan moneter atau fiskal ekspansif digunakan untuk menghentikan deflasi? Karena jika dilakukan dengan benar, keduanya bisa menstimulus permintaan. Dengan lebih banyak uang untuk dibelanjakan, orang cenderung membeli apa yang mereka inginkan serta apa yang mereka butuhkan. Mereka akan berhenti menunggu harga turun lebih jauh. Peningkatan permintaan ini akan mendorong harga naik, menghentikan tren penurunan harga.

Menerapkan Kebijakan Moneter

Untuk mengatasi deflasi, Bank sentral akan menstimulus ekonomi dengan kebijakan moneter ekspansif. Bank sentral akan menurunkan suku bunga dan membeli surat berharga menggunakan operasi pasar terbuka. Ketika dibutuhkan, Bank sentral menggunakan instrumen lain untuk meningkatkan jumlah uang beredar.

Ketika suku bunga Bank turun, masyarakat akan lebih memilih untuk memegang uang daripada menyimpannya di Bank. Maka, uang beredar bertambah sehingga diharapkan akan meningkatkan jumlah pembelian barang dan jasa.

Menerapkan Kebijakan Fiskal

Ketika Bank sentral melakukan kebijakan moneter, maka pemerintah melalui kementrian keuangan melakukan kebijakan fiskal.

Pemerintah mengimbangi penurunan harga dengan kebijakan fiskal diskresioner, atau menurunkan pajak. Mereka juga dapat meningkatkan belanja pemerintah. Kedua hal ini akan menciptakan defisit sementara pada anggaran pemerintah.

Mengurangi volume produksi

ketika terjadi penurunan permintaan, perusahaan bisa menurunkan jumlah produksi untuk mengangkat harga. Ketika pasokan berkurang dibandingkan permintaan, diharapkan harga pelan-pelan akan naik.