Danasone (Dexamethasone 0.5 mg) : Informasi Lengkap

Danasone adalah obat yang mengandung Dexamethasone, suatu obat golongan kortikosteroid. Kegunaan Danasone adalah untuk mengobati alergi, penyakit kolagen, gangguan rematik, leukemia, shock, penyakit gangguan pernapasan, gangguan hematologis, keadaan edema, dan sebagai imunosupresan. Di Apotik, obat kortikosteroid ini tersedia berupa Danasone 0.5 mg tablet dan Danasone injeksi.

Danasone diproduksi oleh Hexpharm Jaya. Harga Danasone 0.5 mg tablet di kisaran Rp. 1.500 – Rp. 3.000 per pepel.

Dalam artikel ini kita akan mengenal lebih jauh mengenai obat golongan kortikosteroid ini. Danasone obat apa, apa manfaat, efek samping, dan mengenal merk-merk obat yang mengandung Dexamethasone lainnya.

Danasone Obat Apa?

Danasone adalah obat yang mengandung zat aktif Dexamethasone, suatu obat golongan kortikosteroid. Obat ini di produksi oleh perusahaan farmasi, yaitu, Hexparm Jaya. Terdapat 2 jenis, yaitu, Danasone 0.5 mg tablet dan Danasone Injeksi.

Zat aktif

Dexamethasone adalah obat golongan kortikosteroid jenis sintetik glukokortikoid. Kegunaan Dexamethasone adalah untuk mengobati alergi, penyakit kolagen, gangguan rematik, leukemia, shock, penyakit gangguan pernapasan, gangguan hematologis, keadaan edema, dan sebagai imunosupresan.

Dexamethasone adalah obat golongan glukokortikoid yang digunakan dalam sediaan kortikosteroid sistemik. Obat ini mengurangi peradangan dengan menghambat migrasi leukosit dan pembalikan peningkatan permeabilitas kapiler. Obat ini menekan respon imun normal.

Produsen

Danasone diproduksi oleh Hexpahrm Jaya.

Kandungan

Kandungan Danasone tablet adalah :

Per tablet :

  • Dexamethasone 0.5 mg

Kandungan danasone injeksi adalah :

Per 1 mL :

  • Dexamethasone 5 mg

Bentuk Sediaan

Danasone dijual dengan kemasan :

  • Danasone 0.5 mg tablet : 1 dos isi 20 pepel @ 10 tablet
  • Danasone injeksi : 10 vial 5 mL injeksi
danasone 0.5 mg

Ringkasan

Berikut tabel yang memuat informasi obat-obat yang mengandung Dexamethasone secara singkat :

Informasi ObatDexamethasone
GolonganDengan resep
IndikasiKortikosteroid : antiinflamasi, imunosupresan, anti shock
Dosislihat bagian dosis
Aturan PakaiDengan makanan
Kontraindikasiiwayat tukak lambung, penderita osteoporosis, diabetes melitus, infeksi jamur sistemik, glaukoma, psikosis, psikoneurosis berat, penderita TBC aktif, herpes zoster, herpes simplex, infeksi virus lain, Cushing syndrome dan penderita dengan gangguan fungsi ginjal.
Sediaantablet 0.5 mg, tablet 0.75 mg; injeksi 5 mg/mL
Merk yang tersediaAlegi, Alerdex, Alletrol compositum, Asonfen, Blecidex, Bracidex, Carbidu, Cellacort, Cendo Methasone, Cendo Xitrol, Corsona, Cortidex, Dellamethasone, Dexa-M, Dexa harsen, Dexclosan, Dexicorta, Dextaco, Dextaf, Dextafen, Dextamine, Dextina, Diometa, Erlamicetin Plus, Ermethasone, Etadex, Etason, Expodex, Faridexon, Flacoid, Grathazon, Himadex, Hufadexon, Ifidex, Ikamethasone, Incametason, Indexon, Inmatrol, Inthesa, Isotic Neolyson, Isotic Tobrizon, Kaldexon, Kalmethasone, Kloramixin D, Kokodex, Lanadexon, Lanodexon, Licodexon, Lorson, Lotharson, Maxitrol, Megadex, Megasonum, Molacort, Nelydex, Neocortic, Neodex, Novadex, novedex, Nufadex M, Omegtamine, Oradexon, ordexon, Oregan, Polidemisin, Polofar Plus, Polydex, Pritacort, Prodexon, Proxona, Pycameth, Pyradexon, Scandexon, Selexon, Sofradex, Soldextam, Sonamin, Spersadex Comp, Tamadex, Tazimut, Tobradex, Tobroson, Tria Gentason, Tria Xitrol, Tridexon, Trifason, Ximex Optixitrol, Ximex Tobrason

Indikasi dan Kegunaan Danasone

Sebelum menggunakan obat kortikosteroid ini, harus benar-benar sudah mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko yang mungkin terjadi. Gunakan dosis efektif terendah untuk durasi terpendek yang konsisten dengan tujuan perawatan pasien.

Baca Juga :  Molacort 0.5 mg dan 0.75 mg (Dexamethasone) : Informasi Lengkap

Berikut adalah beberapa daftar kegunaan Danasone :

A. Sebagai anti inflamasi

Danasone digunakan sebagai anti radang/inflamasi. Obat steroid ini bisa digunakan untuk mengobati penyakit-penyakit, seperti, radang reumatik, radang usus, radang pada ginjal, radang pada mata, radang karena asma dan radang pada tempat lainnya.

B. Menangani Penyakit Autoimun

Obat ini termasuk imunosupresan. Danasone bisa digunakan untuk mengobati penyakit-penyakit autoimun, seperti, rheumatoid arthritis, berbagai jenis alergi, penyakit lupus, bronkospasme, dan idiopatik thrombocytopenic (penurunan jumlah trombosit darah karena masalah kekebalan tubuh).

C. Anti Shock

Obat golongan steroid sering digunakan untuk mengobati shock anafilaktik alergi dalam dosis tinggi.

Kontraindikasi

Obat ini kontraindikasi pada pasien berikut ini :

  • Hipersensitif.
  • Memiliki riwayat tukak lambung, penderita osteoporosis, diabetes melitus, infeksi jamur sistemik, glaukoma, psikosis, psikoneurosis berat, penderita TBC aktif, herpes zoster, herpes simplex, infeksi virus lain, Cushing syndrome dan penderita dengan gangguan fungsi ginjal.

Efek Samping Danasone

Selain memberikan efek yang dibutuhkan, sebagian besar obat dapat menyebabkan beberapa efek samping yang tidak diinginkan. Meskipun tidak semua efek samping ini dapat terjadi, penggunaan obat tetap harus dilakukan secara hati-hati. Segera dapatkan perawatan medis yang sesuai jika efek samping yang parah terjadi.

Berikut adalah beberapa efek samping Danasone yang bisa terjadi :

  • Retardasi/keterlambatan pertumbuhan, osteoporosis, tukak lambung, glaukoma dan katarak subkapsular, fraktur kompresi vertebra.
  • Cushing syndrome, disfungsi pankreas dan pankreatitis, gangguan gastrointestinal, peningkatan nafsu makan, peningkatan kerapuhan kulit.
  • Meningkatnya kerentanan terhadap infeksi.
  • Secara umum beberapa gejala-gejala efek samping Dexamethasone ini disebut sebagai Cushing sindrom, yaitu gejala-gejala seperti muka tembem, penebalan seperti selulit pada punggung dan perut, hipertensi, penurunan toleransi terhadap karbohidrat dan gejala-gejala lainnya. Untuk mengukur kaitan obat-obat yang mengandung Dexamethasone dengan Cushing’s Syndrome dilakukan Dexamethasone suppression test.
  • Efek samping yang bisa berpotensi fatal, misalnya : supresi HPA.

Peringatan

Waspadai hal-hal di bawah saat menggunakan obat golongan kortikosteroid ini :

  • Sebelum meminum obat ini, beri tahu dokter atau apoteker jika Anda memiliki riwayat hipersensitif terhadapnya.
  • Sebelum menggunakan obat ini, beri tahu dokter atau apoteker riwayat kesehatan Anda, terutama : hipotiroidisme, sirosis, hipertensi, gagal jantung, kolitis ulserativa, gangguan tromboemboli, osteoporosis, glaukoma, katarak atau TB mata, diabetes, tukak lambung.
  • Penggunaan Danasone untuk penderita gangguan pencernaan seperti tukak lambung dan kolitis ulceratif dilakukan secara hati-hati, karena beresiko terjadinya perdarahan pada saluran pencernaan.
  • Danasone menyebabkan penurunan sistem kekebalan tubuh sehingga pasien lebih rentan terkena penyakit cacar dan campak.
  • Danasone bisa meningkatkan pembentukan glukosa dari protein. Hal ini menyebabkan peningkatan kadar gula dalam darah sehingga pemberian obat ini pada penderita diabetes mellitus sebaiknya tidak dilakukan.
  • Penggunaan protein dalam proses pembentukan glukosa akan menyebabkan pengeroposan tulang karena matriks protein penyusun tulang menyusut drastis. Oleh sebab itu penggunaan Danasone untuk pasien dengan risiko besar seperti usia lanjut sangat tidak dianjurkan. Untuk anak-anak hal ini dapat menghambat pertumbuhan, khususnya pertumbuhan tulang.
  • Obat-obat yang mengandung Dexamethasone mempengaruhi proses metabolisme lemak termasuk distribusinya di dalam tubuh. Hal ini menyebabkan efek di beberapa bagian tubuh seperti wajah yang kelihatan lebih tembem. Efek samping ini sering disalahgunakan dengan cara menambahkan obat ini ke dalam produk-produk penambah berat badan ilegal. Pemakai produk ilegal ini mengira dirinya mengalami kenaikkan berat badan, padahal hal itu adalah efek samping Dexamethasone yang sangat berbahaya jika obat ilegal itu dikonsumsi dalam jangka waktu lama.
  • Obat ini menurunkan fungsi limfa yang mengakibatkan sel limfosit berkurang dan mengecil. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya penurunan sistem kekebalan tubuh.
  • Lakukan pemantauan kadar glukosa darah pada penderita diabetes dan indeks koagulasi pada pasien yang menggunakan warfarin.
  • Pasien lansia lebih rentan mengalami efek samping obat ini, terutama gangguan pencernaan, dan gangguan ginjal.
  • Beritahu dokter jika Anda hamil, atau berencana untuk hamil dalam waktu dekat.
  • Beritahu dokter jika Anda sedang menyusui.
  • Penggunaan pada anak-anak harus sesuai dengan arahan dokter, Obat kortikosteroid bisa menghambat pertumbuhan anak.
Baca Juga :  Valisanbe 2 mg, 5 mg, & Injeksi (Diazepam) : Informasi lengkap

Penggunaan Danasone Untuk ibu hamil atau ibu menyusui

Amankah menggunakan Danasone (Dexamethasone) untuk ibu hamil? Menurut FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat), Dexamethasone masuk obat kategori C dengan penjelasan sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.

Dexamethasone mampu masuk ke dalam plasenta. Untuk ibu hamil dengan risiko kelahiran prematur, obat-obat steroid bisa digunakan untuk mematangkan pembentukan paru-paru janin. Namun, penggunaanya harus dengan pengawasan ketat oleh dokter.

Pemberian obat-obat kortikosteroid untuk jangka waktu panjang atau diulang selama kehamilan, risiko penghambatan pertumbuhan intrauterin meningkat. Namun sampai saat ini, belum cukup ada bukti terjadinya gangguan pertumbuhan intra uterin selama pengobatan jangka pendek (contohnya pada pengobatan profilaksis untuk neonatal respiratory distress syndrome).

Gejala-gejala supresi adrenal pada janin yang disebabkan oleh penggunaan obat dexamethasone untuk ibu hamil biasanya akan hilang setelah bayi lahir dan tidak begitu bermakna klinis.

Obat-obat sistemik kortikosteroid diketahui ikut keluar bersama air susu ibu (ASI). Karena efek obat ini bisa menggangu pertumbuhan, mengganggu produksi kortikosteroid endogen, atau efek yang tak diinginkan lainnya, ibu menyusui sebaiknya tidak menggunakan obat ini.

Interaksi

Interaksi dengan obat lain dapat mengubah cara kerja obat atau meningkatkan risiko terjadinya efek samping yang serius. Beritahu dokter dan apoteker tentang obat apa saja yang sedang Anda konsumsi. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat apa pun tanpa persetujuan dokter Anda.

Berikut interaksi obat yang mungkin terjadi :

  • Meningkatkan risiko hipokalaemia jika digunakan bersamaan dengan obat boros kalium seperti amphotericin B dan loop diuretik.
  • Mengurangi kemanjuran isoniazid, obat-obat salicylate dan turunannya, vaksin and toksoid.
  • Bila digunakan bersamaan dengan cyclosporin aktivitas Dexamethasoen meningkat.
  • Penggunaan bersamaan dengan aspirin atau etanol dapat menyebabkan peningkatan efek samping gastrointestinal.
  • Dexamethasone mengganggu penyerapan kalsium.
  • Batasi menggunakan makanan/minuman mengandung kafein.
  • Interaksi yang bisa berpotensi fatal : Efektivitas menurun dalam kombinasi dengan ephedrine, cholestyramine, phenytoin, phenobarbital and rifampicin.

Dosis Danasone

Berikut adalah dosis Danasone yang lazim digunakan :

A. Dosis sebagai Antiinflamasi

  • Dewasa : 0.75-9 mg per hari diberikan dalam 2-4 dosis terbagi. Dapat juga diberikan melalui IM / IV.
  • Anak usia 1 bulan-18 tahun : 10-100 mcg / kg per hari dalam 1-2 dosis terbagi, disesuaikan sesuai respons pasien; Dosis hingga 300 mikrogram / kg per hari dapat digunakan dalam situasi darurat.
Baca Juga :  Sagestam Cream & Salep (Gentamicin Sulfate 0.1%) : Informasi lengkap

B. Dosis untuk Skrining tes Cushing’s syndrome

  • Dewasa : 0,5 mg setiap 6 jam selama 48 jam setelah menentukan kadar 17-hidroksikortikosteroid (17-OHCS) urin pada 24 jam awal. Selama 24 jam kedua pemberian Dexamethasone, urin dikumpulkan dan dianalisis untuk mengetahui kadar 17-OHCS. Atau, setelah penentuan kortisol plasma awal, 1 mg dapat diberikan pada jam 11 malam dan kortisol plasma ditentukan pada jam 8 pagi berikutnya. Kortisol plasma dan keluaran urin 17-OHCS mengalami depresi setelah pemberian Dexamethasone pada individu normal tetapi tetap pada level basal pada pasien dengan Cushing’s syndrome.

C. Dosis untuk Eksaserbasi akut pada multiple sclerosis

  • Dewasa : 30 mg per hari selama 1 minggu dilanjutkan dengan 4-12 mg per hari selama 1 bulan.
  • Anak usia 1 bulan – 12 tahun : 100-400 mcg / kg per hari dalam 1-2 dosis terbagi.
  • Anak usia 12-18 tahun : Dosis awal 0.5-24 mg per hari. Dosis maksimal 24 mg per hari.

Aturan Pakai Danasone

  • Baca Panduan Pengobatan yang disediakan oleh apoteker Anda sebelum Anda mulai menggunakan obat golongan kortikosteroid ini. Jika Anda memiliki pertanyaan, tanyakan kepada dokter atau apoteker Anda.
  • Dosis didasarkan pada kondisi medis Anda dan respons terhadap pengobatan. Jangan menambah dosis atau minum obat ini lebih sering daripada yang diarahkan.
  • Jangan gunakan obat Danasone jika Anda menderita infeksi herpes pada mata.
  • Jangan menggunakan Danasone jika Anda memiliki masalah kesehatan seperti : Infeksi jamur atau infeksi malaria di otak.
  • Danasone membuat Anda lebih rentan mendapatkan infeksi. oleh karena itu, jaga selalu kebersihan, selalu mencuci tangan. Jauhi orang-orang yang sedang menderita infeksi, pilek, atau flu.
  • Jangan menggunakan Danasone untuk penderita cacar air dan campak karena bisa menyebabkan akibat yang sangat buruk atau bahkan mematikan. Hindari berada di dekat orang yang menderita cacar air atau campak jika Anda belum pernah mengalami ini sebelumnya.
  • Obat Danasone menurunkan jumlah steroid alami dalam tubuh. Jika Anda mengalami demam, infeksi, menjalani operasi, atau terluka, bicaralah dengan dokter Anda. Anda mungkin memerlukan steroid oral dosis tambahan.
  • Jika digunakan secara jangka panjang, obat ini dapat menyebabkan kerapuhan tulang (osteoporosis).
  • Konsultasi dengan dokter sebelum menerima jenis vaksin apa pun. Penggunaan vaksin bersamaan dengan Danasone dapat meningkatkan kemungkinan infeksi atau membuat vaksin tidak berfungsi baik.
  • Danasone harus diminum setelah makan untuk mengurangi efek samping pada saluran pencernaan.
  • Gunakan obat ini secara teratur untuk mendapatkan manfaat maksimal. Ingat untuk menggunakannya pada waktu yang sama setiap hari.
  • Jangan menghentikan pemakaian obat ini secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter terutama pada penggunaan jangka panjang karena dapat mengakibatkan gejala-gejala seperti mialgia, artralgia dan malaise.
  • Katakan kepada dokter jika kondisi Anda memburuk.

Artikel Pengetahuan Obat lainnya :

Danasone (Dexamethasone 0.5 mg) adalah obat yang hanya bisa didapatkan dengan resep dokter. Jangan menggunakan obat ini melebihi dosis dan durasi yang telah diresepkan oleh dokter. Penggunaan yang berlebihan tidak akan meningkatkan manfaat obat ini namun justru akan meningkatkan efek sampingnya.