CTM/Chlorpheniramine Maleate Obat Apa : Kegunaan, Dosis, Efek Samping

CTM atau sama dengan Chlorpheniramine Maleate adalah obat alergi yang termasuk anti histamin. Kegunaan CTM / Chlorpheniramine Maleate adalah untuk mengobati ruam kulit, mata berair, gatal pada mata / hidung / tenggorokan / kulit, batuk, pilek, dan bersin yang merupakan gejala alergi, dan common cold/flu.

Obat alergi ini umumnya tersedia berupa CTM / Chlorpheniramine Maleate 4 mg tablet. Selain itu, Chlorpheniramine Maleate juga sering digunakan dalam produk-produk obat batuk dan flu yang terkait alergi. Di Apotik atau toko obat lainnya, obat alergi ini tersedia baik berupa CTM / Chlorpheniramine Maleate generik atau branded/nama paten (misalnya, Alleron, dll). Harga CTM / Chlorpheniramine Maleate relatif terjangkau. Pilihan nama obat paten CTM / Chlorpheniramine Maleate juga sangat beragam.

Dalam artikel ini kita akan mengenal lebih jauh mengenai obat alergi ini. CTM / Chlorpheniramine Maleate obat apa, apa kegunaan, efek samping, formulasi sediaan, dan merk-merk obat yang mengandung CTM / Chlorpheniramine Maleate.

Ringkasan

Berikut tabel yang memuat informasi CTM / Chlorpheniramine Maleate secara singkat :

Informasi ObatCTM / Chlorpheniramine Maleate
GolonganDengan atau tanpa resep
Indikasiobat alergi
Dosislihat bagian dosis
Aturan PakaiObat diminum setiap 4 sampai 6 jam; Jangan meminum obat lebih dari 6 dosis dalam 24 jam.
KontraindikasiHipersensitivitas; Neonatus.
Sediaantablet 4 mg; Parenteral
Merk yang tersediaAlermax, Alertom, Allergen, Alleron, Ceteem, Chlorampheniramine, Chlorphenamine, Chlorphenon, CTM, CTM Global, Kofiren

CTM / Chlorpheniramine Maleate Obat Apa?

CTM / Chlorpheniramine Maleate adalah antagonis reseptor H1 yang secara kompetitif memblokir situs reseptor H1 pada jaringan. Kegunaan CTM / Chlorpheniramine Maleate adalah obat untuk mengobati pilek, bersin-bersin, mata berair, gatal pada mata, hidung, tenggorokan atau kulit, yang disebabkan oleh alergi, common cold, atau influenza. Obat ini juga sering digunakan dalam sediaan obat rinitis alergi, urtikaria, dan asma.

CTM / Chlorpheniramine Maleate adalah obat alergi yang termasuk antihistamin generasi pertama. Obat alergi ini bertindak terutama sebagai inverse agonist histamin perifer H1-reseptor. Di samping itu juga mempunyai efek antikolinergik dan sebagai obat penenang ringan.

Obat alergi ini memiliki berbagai nama, seperti CTM, Chlorpheniramine Maleate, Chlorphenamine, dan Chlor-trimeton (CTM). Jadi, Chlorpheniramine Maleate sama dengan CTM, Chlorphenamine, dan Chlor-trimeton. Obat ini bisa digunakan berupa sediaan tunggal namun sering pula dikombinasikan dengan obat-obat lain dalam berbagai sediaan (umumnya sediaan obat flu).

Mekanisme aksi

Mekanisme obat alergi ini adalah dengan cara memblokir secara kompetitif situs reseptor Histamin H1 pada jaringan. Histamin adalah zat alami yang dibuat oleh tubuh selama reaksi alergi. Selain itu, obat alergi ini juga memblokir zat alami lainnya yang dibuat oleh tubuh, yaitu asetilkolin. Hal ini membantu mengeringkan beberapa cairan tubuh untuk meredakan gejala seperti mata berair dan hidung berair.

Baca Juga :  Miconazole Obat Apa : Kegunaan, Dosis, Efek Samping

Absorpsi

Obat alergi ini diserap relatif lambat dari saluran pencernaan (oral). Waktu untuk mencapai konsentrasi plasma puncak adalah kira-kira 2.5-6 jam.

CTM atau Chlorpheniramine Maleate

Indikasi dan Kegunaan CTM / Chlorpheniramine Maleate

Sebelum menggunakan obat alergi ini, harus benar-benar sudah mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko CTM / Chlorpheniramine Maleate. Gunakan dosis efektif terendah untuk durasi terpendek yang konsisten dengan tujuan perawatan pasien.

Berikut adalah beberapa daftar kegunaan CTM / Chlorpheniramine Maleate :

  • CTM / Chlorpheniramine Maleate adalah antihistamin yang digunakan untuk meredakan gejala alergi seperti mata berair, pilek, mata / hidung gatal, bersin, dan gatal-gatal. Obat ini bekerja dengan menghalangi zat alami yang dihasilkan tubuh (histamin) selama reaksi alergi.
  • Obat alergi ini tidak mencegah gatal-gatal atau mencegah / mengobati reaksi alergi yang serius (seperti anafilaksis). Karena itu, jika dokter Anda telah meresepkan epinefrin untuk mengobati reaksi alergi, selalu gunakan epinefrin. Jangan gunakan obat ini sebagai pengganti epinefrin.
  • Apakah CTM / Chlorpheniramine Maleate obat tidur? Obat ini bukan obat tidur. Mengantuk adalah salah satu efek samping dari obat alergi ini. Baca selengkapnya di bagian efek samping.

Kontraindikasi

Obat alergi ini kontraindikasi pada pasien berikut ini :

  • Hipersensitivitas.
  • Neonatus.

Efek Samping CTM / Chlorpheniramine Maleate

Selain memberikan efek yang dibutuhkan, sebagian besar obat dapat menyebabkan beberapa efek samping yang tidak diinginkan. Meskipun tidak semua efek samping ini dapat terjadi, penggunaan obat tetap harus dilakukan secara hati-hati. Segera dapatkan perawatan medis yang sesuai jika efek samping yang parah terjadi.

Berikut adalah beberapa efek samping CTM / Chlorpheniramine Maleate yang telah dilaporkan :

  • Mengantuk, pusing, sakit kepala, sembelit, sakit perut, penglihatan kabur, penurunan koordinasi, atau mulut / hidung / tenggorokan kering. Efek-efek samping ini akan menurun saat tubuh mulai menyesuaikan dengan obat. Jika salah satu dari efek samping ini menetap atau memburuk, hubungi dokter atau apoteker segera.
  • CTM / Chlorpheniramine Maleate dapat mengeringkan dan mengentalkan lendir di paru-paru, sehingga membuat Anda lebih sulit untuk bernafas. Untuk membantu mencegah efek samping ini, minum banyak cairan.
  • Beritahukan kepada dokter segera jika Anda mengalami efek samping seperti berikut : perubahan mental / suasana hati (misalnya, halusinasi, iritabilitas, gugup, kebingungan), dering di telinga, kesulitan buang air kecil.
  • Beritahukan kepada dokter segera jika Anda mengalami efek samping seperti : mudah memar / pendarahan, detak jantung cepat / tidak teratur, kejang, ruam, gatal / bengkak (terutama pada wajah / lidah / tenggorokan), pusing berat, kesulitan bernafas.
  • Dari berbagai potensi efek samping obat alergi ini, mengantuk adalah yang paling sering terjadi.
  • CTM / Chlorpheniramine Maleate juga mempunyai efek sedasi meskipun lemah. Efek sedasi dari obat alergi sebenarnya dibutuhkan untuk mengendalikan gatal karena alergi.

Peringatan

Waspadai hal-hal di bawah saat menggunakan obat alergi ini :

  • Sebelum meminum obat CTM / Chlorpheniramine Maleate, beri tahu dokter atau apoteker jika Anda memiliki riwayat hipersensitif terhadapnya; atau terhadap dexchlorpheniramine.
  • Sebelum menggunakan obat CTM / Chlorpheniramine Maleate, beri tahu dokter atau apoteker riwayat kesehatan Anda, terutama : masalah pernapasan (misalnya, asma, emfisema), masalah mata tertentu (glaukoma), masalah jantung, tekanan darah tinggi, penyakit hati, kejang, masalah perut ( misalnya, bisul, penyumbatan), tiroid yang terlalu aktif (hipertiroidisme), masalah buang air kecil (misalnya, kesulitan buang air kecil karena pembesaran prostat, retensi urin).
  • Jika Anda menggunakan obat CTM / Chlorpheniramine Maleate untuk mengobati gatal-gatal, segera beri tahu dokter jika Anda mengalami gejala-gejala lain karena mungkin merupakan tanda-tanda kondisi yang lebih serius, misalnya : gatal-gatal yang berwarna tidak biasa, gatal-gatal yang terlihat memar atau melepuh.
  • Obat alergi CTM / Chlorpheniramine Maleate bisa menyebabkan kantuk. Alkohol bisa membuat memperparah efek samping ini. Jangan mengemudi, menggunakan mesin, atau melakukan apa pun yang membutuhkan kewaspadaan tinggi. Hindari minuman beralkohol.
  • Sediaan cair obat ini mungkin mengandung gula. Perhatian disarankan jika Anda menderita diabetes. Tanyakan kepada dokter atau apoteker Anda tentang menggunakan produk ini dengan aman.
  • Pasien lanjut usia mungkin lebih sensitif terhadap efek samping obat ini, terutama mengantuk, pusing, tekanan darah rendah, kebingungan, konstipasi, atau kesulitan buang air kecil. Mengantuk, pusing, dan kebingungan dapat meningkatkan risiko jatuh.
  • Anak-anak mungkin lebih sensitif terhadap efek obat-obat golongan antihistamin. Pada anak kecil, obat ini dapat menyebabkan agitasi / kegembiraan, bukan mengantuk.
Baca Juga :  Paracetamol Obat Apa : Kegunaan, Dosis, Efek Samping

Penggunaan CTM / Chlorpheniramine Maleate Untuk ibu hamil atau ibu menyusui

CTM / Chlorpheniramine Maleate amankah untuk ibu hamil? FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) menempatkan CTM / Chlorpheniramine Maleate dalam kategori B, penjelasannya adalah sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan tidak menunjukkan resiko pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil / Penelitian pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin, tapi studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil tidak menunjukkan resiko pada janin di trimester berapapun.

Jika ingin menggunakan CTM / Chlorpheniramine Maleate untuk ibu hamil, diskusikan risiko dan manfaatnya dengan dokter Anda.

Amakankah CTM / Chlorpheniramine Maleate untuk ibu menyusui? Obat ini masuk ke dalam ASI. Konsultasikan dengan dokter Anda sebelum menyusui.

Beberapa penelitian tentang keamanan antihistamin selama kehamilan dan menyusui menyatakan bahwa antihistamin generasi pertama (misalnya, CTM / Chlorpheniramine Maleate) dianggap aman untuk digunakan selama kehamilan. Sedangkan untuk antihistamin generasi kedua nonsedasi, data masih terlalu sedikit untuk mengambil kesimpulan; Namun, penelitian yang diterbitkan meyakinkan. Semua antihistamin dianggap aman untuk digunakan selama menyusui, karena jumlah yang diekskresikan ke dalam ASI sangat sedikit sehingga tidak akan menyebabkan efek buruk pada bayi menyusui.

Interaksi

Interaksi dengan obat lain dapat mengubah cara kerja obat atau meningkatkan risiko terjadinya efek samping yang serius. Beritahu dokter dan apoteker tentang obat apa saja yang sedang Anda konsumsi. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat apa pun tanpa persetujuan dokter Anda.

Berikut interaksi obat yang mungkin terjadi :

  • Beri tahu dokter atau apoteker jika Anda menggunakan produk lain yang menyebabkan kantuk seperti pereda nyeri opioid atau obat batuk (seperti kodein, hidrokodon), alkohol, obat-obatan untuk tidur atau kegelisahan (seperti alprazolam, lorazepam, zolpidem), pelemas otot (seperti carisoprodol, cyclobenzaprine), atau antihistamin lainnya (seperti cetirizine, diphenhydramine).
  • Periksa label pada semua obat Anda (seperti obat alergi atau obat batuk-pilek) karena dapat mengandung bahan yang menyebabkan kantuk. Tanyakan apoteker Anda tentang menggunakan obat-obat itu dengan aman.
  • Jangan gunakan dengan antihistamin lain yang dioleskan ke kulit (seperti krim/salep diphenhydramine) karena peningkatan efek samping dapat terjadi.
  • Obat alergi ini sangat mirip dengan dexchlorpheniramine. Jangan menggunakan obat ini secara bersamaan.
  • Obat ini dapat mengganggu tes laboratorium tertentu (termasuk pengujian alergi kulit), mungkin menyebabkan hasil tes yang salah. Pastikan petugas laboratorium dan semua dokter Anda tahu Anda menggunakan obat ini.
  • Penggunaan bersamaan dengan alkohol dapat menyebabkan depresi sistem saraf pusat aditif.
  • Mempotensiasi efek sedatif dari obat-obatan psikotropika misalnya, barbiturat, hipnotik, analgesik opioid, ansiolitik dan antipsikotik.
  • Interaksi dengan alkohol bisa berbahaya (sedasi / perangsangan).
Baca Juga :  Alprazolam Obat Apa? Dosis, Kegunaan, Efek Samping

Dosis CTM / Chlorpheniramine Maleate

Berikut adalah dosis CTM / Chlorpheniramine Maleate yang lazim digunakan untuk masing-masing sediaan :

A. Sediaan Oral (Tablet 4 mg)

Kondisi alergi

  • Dewasa : 4 mg setiap 4-6 jam. Maksimal : 24 mg per hari.
  • Anak usia 1-2 tahun : 1 mg 2 x sehari; Anak usia 2-5 tahun : 1 mg setiap 4-6 jam; Anak usia 6-12 tahun : 2 mg setiap 4-6 jam. Maksimal : 6 mg per hari (1-5 tahun); 12 mg per hari (6-12 thn).
  • Anak usia di bawah 6 tahun : sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter.

B. Sediaan Parenteral

Tambahan dalam perawatan darurat syok anafilaksis

  • Dewasa : 10-20 mg IM, SC, atau injeksi IV lambat selama 1 menit. Dosis maksimal : 40 mg per hari.
  • Anak : 87.5 mcg / kg SC 4 x sehari

Cara menggunakan CTM / Chlorpheniramine Maleate

  • Baca Panduan Pengobatan yang disediakan oleh apoteker Anda sebelum Anda mulai menggunakan obat alergi ini. Jika Anda memiliki pertanyaan, tanyakan kepada dokter atau apoteker Anda.
  • Dosis didasarkan pada kondisi medis Anda dan respons terhadap pengobatan. Jangan menambah dosis atau minum obat ini lebih sering daripada yang diarahkan.
  • Obat diminum setiap 4 sampai 6 jam.
  • Jangan meminum obat lebih dari 6 dosis dalam 24 jam.
  • Jika Anda menggunakan bentuk cair dari obat ini, kocok botol dengan lembut sebelum menggunakannya. Hati-hati mengukur dosis menggunakan alat pengukur khusus / sendok. Jangan menggunakan sendok rumah tangga karena Anda mungkin tidak mendapatkan dosis yang tepat.
  • Obat ini bisa diminum dengan atau tanpa makanan. Jika sakit perut terjadi saat menggunakan obat ini, minum obat setelah makan.
  • Bentuk kapsul obat alergi ini bisa mengandung jumlah obat yang berbeda dari tablet dan bentuk larutan. Jangan beralih antara kapsul dan bentuk lainnya tanpa izin dan arahan dokter Anda.
  • Gunakan obat ini secara teratur untuk mendapatkan manfaat maksimal. Ingat untuk menggunakannya pada waktu yang sama setiap hari.
  • Katakan kepada dokter jika kondisi Anda memburuk.

Artikel Pengetahuan Obat lainnya :

CTM / Chlorpheniramine Maleate adalah obat yang bisa didapatkan dengan atau tanpa resep dokter. Jangan menggunakan obat alergi ini melebihi dosis dan durasi yang telah diresepkan oleh dokter. Penggunaan yang berlebihan tidak akan meningkatkan manfaat obat ini namun justru akan meningkatkan efek sampingnya.