Cost Push Inflation : Pengertian, Penyebab, Contoh

Cost Push Inflation adalah inflasi yang disebabkan oleh peningkatan biaya faktor produksi. Yang disebut faktor produksi adalah tenaga kerja, bahan mentah, dan biaya-biaya lainnya. Peningkatan harga faktor produksi bisa menyebabkan turunnya pasokan barang-barang dan jasa. Jika permintaan tetap konstan, maka harga akan naik sehingga menyebabkan kenaikan tingkat harga secara keseluruhan. Kalau pun produsen tidak mengurangi jumlah produksinya maka mereka tetap akan menaikkan harga untuk menjaga tingkat keuntungan.

Di artikel ini kita akan membahas cost push inflation atau dalam bahasa Indonesia disebut inflasi yang didorong oleh kenaikkan biaya produksi.

Pengertian Cost Push Inflation

Dalam cost push inflation, tingkat harga keseluruhan naik karena biaya produksi yang lebih tinggi. Cost push inflation adalah inflasi yang dipicu oleh sisi persediaan yaitu karena pasokan yang kurang, bisa disebut supply pull inflation. Sebaliknya, jika inflasi disebabkan oleh naiknya permintaan disebut demand pull inflation. Baca juga faktor penyebab inflasi dari sisi demand dan supply.

Terlepas dari kenaikan biaya faktor produksi, terdapat faktor lain yang bisa memicu inflasi terkait supply (penawaran), seperti bencana alam atau menipisnya sumber daya alam, monopoli, peraturan pemerintah atau perpajakan, perubahan nilai tukar, dan lain sebagainya. Umumnya, cost push inflation terjadi pada kasus kurva permintaan yang tidak elastis di mana permintaan tidak dapat dengan mudah disesuaikan dengan naiknya harga. Misalnya, seberapa pun kenaikan harga BBM, masyarakat akan tetap membelinya karena tidak adanya alternatif lain.

Kurva Cost Push Inflation
Cost Push Inflation adalah inflasi yang disebabkan oleh peningkatan biaya faktor produksi. Peningkatan harga faktor produksi bisa menyebabkan turunnya pasokan barang-barang dan jasa. Jika permintaan tetap konstan, maka harga akan naik sehingga menyebabkan kenaikan tingkat harga secara keseluruhan. jadi, Cost push inflation adalah inflasi yang dipicu oleh sisi persediaan yaitu karena pasokan yang kurang, bisa disebut supply pull inflation.

Penyebab Cost Push Inflation

Cost Push Inflation bisa juga disebut supply pull inflation, karena inflasi ini mempengaruhi sisi pasokan/penawaran. Dari semua penyebab cost push inflation ini, seluruhnya terkait dengan permintaan yang tidak elastis.

Baca Juga :  5 Instrumen Kebijakan Fiskal yang paling utama

1. Monopoli

Barang-barang dan jasa yang dimonopoli oleh perusahaan tertentu cenderung akan selalu mengalami kenaikkan harga. Perusahaan yang memegang monopoli akan menahan pasokan barang dan jasa pada tingkat rendah sehingga harga akan tinggi. Jadi, monopoli atas barang dan jasa bisa menyebabkan Cost Push Inflation.

Contoh cost push inflation yang disebabkan oleh monopoli

Saat ini, minyak dunia dimonopoli oleh OPEC, yaitu, organisasi negara-negara pengekspor minyak. Sebelum adanya OPEC, masing-masing produsen minyak bersaing satu sama lain. Hal ini menyebabkan harga minyak selalu berada di harga pasar yang sebenarnya.

Namun, setelah berdirinya OPEC, negara-negara produsen minyak bersatu. OPEC menguasai lebih dari 40 Persen produksi minyak dunia. Mereka membatasi produksi minyak masing-masing negara untuk menjaga harga minyak dunia tetap tinggi, sehingga menguntungkan negara-negara ini.

Namun, pada tahun 2014, mulai ditemukan alternatif pengganti minyak dari fosil, yaitu, minyak shale. Bahkan saat ini, banyak negara mulai mengembangkan minyak berbahan nabati (misalnya biodisel dari minyak sawit). Hal ini mengurangi monopoli OPEC, dan menyebabkan harga minyak dunia turun.

2. Inflasi upah

Inflasi upah atau wage push inflation adalah inflasi yang terjadi ketika para pekerja memiliki nilai tawar yang besar untuk memaksa perusahaan menaikan upah. Perusahaan kemudian membebankan biaya produksi lebih tinggi ini kepada konsumen.

Contoh cost push inflation yang disebabkan oleh inflasi upah

Serikat pekerja di sektor otomotif upah memiliki bargaining power yang sangat kuat. Mereka mampu memaksa perusahaan membayar upah yang lebih tinggi. Hal ini membuat biaya produksi mobil naik drastis. perusahaan pun membebankan kenaikan biaya produksi ini ke konsumen dengan menaikan harga jual mobil.

Namun, seiring dengan kekuatan ekonomi China, banyak perusahaan-perusahaan yang memindahkan pabriknya ke China. Hal ini, menyebabkan nilai tawar serikat pekerja menurun.

Baca Juga :  3 Perbedaan Demand Pull Inflation dan Cost Push Inflation

3. Bencana Alam

Bencana alam menyebabkan inflasi karena bisa mengganggu pasokan. Bencana alam di negara penghasil bahan baku akan menaikan harga bahan baku industri tersebut. Kenaikan harga bahan baku akan menyebabkan kenaikan harga barang jadi. Bencana alam, bukan hanya yang terjadi secara alami tetapi juga bencana yang disebabkan oleh ulah manusia.

Contoh cost push inflation yang disebabkan oleh bencana alam

Contoh kenaikan harga terkait bencana, misalnya, perang di kawasan Timur tengah akan mengganggu pasokan minyak mentah. Akibatnya, harga minyak akan naik.

Contoh lainnya, ketika Jepang mengalami bencana gempa bumi, pasokan suku cadang otomotif terganggu. Hal ini menyebabkan kenaikan harga mobil hampir di seluruh dunia, terutama di negara yang tergantung dari pasokan suku cadang otomotif Jepang.

4. Peraturan Pemerintah dan Perpajakan

Penyebab keempat adalah peraturan pemerintah dan perpajakan. Aturan-aturan ini dapat mengurangi persediaan banyak barang dan jasa. Pajak atas rokok dan alkohol dimaksudkan untuk menurunkan permintaan akan produk yang tidak sehat ini. Kebijakan ini akan menaikan harga produk dimaksud dan menciptakan inflasi.

5. Nilai Tukar Mata Uang

Penyebab kelima adalah perubahan nilai tukar mata uang. Setiap negara yang nilai mata uangnya jatuh akan mengalami kenaikan harga barang-barang impor. karena impor umumnya dilakukan menggunakan mata uang Dollar Amerika Serikat, maka ketika nilai tukar turun terhadap Dollar maka harga barang akan naik. Jika komponen impor sangat tinggi, maka hal ini akan menyebabkan inflasi secara keseluruhan. Inflasi yang disebabkan oleh kenaikan harga barang-barang impor disebut imported inflation.

Cara mengatasi Cost Push Inflation

Lalu, bagaimana solusi memecahkan masalah saat terjadi cost push
inflation? Kebijakan untuk mengatasi inflasi dorongan biaya pada dasarnya sama dengan kebijakan untuk mentasi demand-pull inflation.

Baca Juga :  Pengertian Deflasi, Faktor Penyebab, Dan Cara Mengatasi

Pemerintah dapat melakukan beberapa kebijakan fiskal (misalnya, menaikkan pajak, mengurangi pengeluaran pemerintah) atau Bank Sentral dapat menaikan suku bunga. Hal ini akan meningkatkan biaya pinjaman dan mengurangi belanja dan investasi konsumen.

Namun, meskipun kebijakan menaikan suku bunga bisa menurunkan inflasi, kebijakan ini dapat menurunkan PDB.

Karena cost push inflation terkait dengan supply, maka solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah ini adalah dengan kebijakan pada sisi pasokan. Misalnya, memperbaiki tata niaga barang dan jasa, meningkatkan produktivitas industri, dan mengurangi ketergantungan pada produk impor, serta menjaga kestabilan nilai tukar mata uang. Namun, kebijakan ini akan membutuhkan waktu lama untuk memiliki efek.

Kesimpulan

Cost push inflation adalah inflasi yang disebabkan oleh kenaikan biaya-biaya faktor produksi. Inflasi yang didorong kenaikan biaya produksi selalu terkait dengan pasokan. Oleh karena itu, juga disebut supply pull inflation, artinya adalah inflasi yang disebabkan oleh gangguan pasokan barang dan jasa.