10 Contoh Negara Yang Menganut Sistem Ekonomi Pasar/Liberal

Peta negara yang menganut sistem ekonomi pasar bebas menurut indeks kebebasan ekonomi
Tidak ada negara yang menganut sistem ekonomi pasar bebas secara 100 persen. Setiap negara memiliki indikator kebebasan ekonomi yang berbeda yang diukur oleh The Heritage Foundation dan Wall Street Journal (gambar : heritage.org)

Contoh Negara Yang Menganut Sistem Ekonomi Pasar/Liberal – Sistem ekonomi pasar adalah sistem ekonomi yang memungkinkan pasar untuk mengatur dirinya sendiri berdasarkan kekuatan ekonomi fundamental seperti penawaran, permintaan dan persaingan. Sistem ini dikenal juga dengan istilah sistem ekonomi liberal. Sistem ini sebenarnya hanyalah bersifat teoritis, artinya sebenarnya tidak ada satu pun contoh negara yang menganut satu sistem ekonomi pasar atau yang dikenal juga sebagai sistem ekonomi liberal. Intervensi negara sekecil apa pun selalu terjadi di negara mana pun.

Pengertian Sistem Ekonomi Pasar/Liberal

Sistem ekonomi pasar bebas atau yang dikenal juga dengan nama sistem ekonomi liberal adalah  sistem di mana hukum penawaran dan permintaan adalah penggerak utama produksi barang dan jasa. (Baca juga : Ciri-ciri sistem ekonomi liberal).

Dalam sistem ekonomi pasar sumber daya ekonomi dimiliki oleh individu dan bisnis swasta. Barang dan jasa diperdagangkan secara terbuka di pasar, di mana harga ditentukan oleh hukum penawaran dan permintaan. Keterlibatan pemerintah dalam ekonomi pasar sangat minim. Pemerintah praktis hanya berperan sebagai regulator, untuk menjaga persaingan antar pelaku ekonomi terjadi secara sehat. (Baca juga : Apa saja jenis sistem ekonomi yang dianut negara di dunia?)

Contoh-contoh Sistem Ekonomi Pasar

Berikut ini adalah contoh umum penerapan sistem ekonomi pasar di tiap komponen ekonomi :

Harga

Harga dalam ekonomi pasar ditentukan oleh interaksi antara penawaran dan permintaan. Contoh, penawaran terhadap produk tertentu sangat tinggi, maka harganya akan mencapai tingkat tertinggi pula. Sangat kontras dengan sistem ekonomi terencana dimana harga dapat ditetapkan oleh pemerintah.

Kredit

Kredit Bank didasarkan pada penawaran, permintaan dan persaingan antar Bank. Secara umum, Bank memberikan kredit sesuai dengan rasio keuntungan dan perkiraan risiko.

Investasi

Keputusan melakukan investasi sepenuhnya berada di tangan individu dengan motif keuntungan.

Produksi

Keputusan produksi dibuat oleh produsen dengan motif mengoptimalkan keuntungan dengan memenuhi segala permintaan pelanggan. Hal ini menghasilkan sedikit surplus (kelebihan srok) atau sebaliknay juga mencegah kekurangan stok dibandingkan dengan sistem ekonomi komando yang mana pemerintah pusat yang menentukan apa yang pelanggan butuhkan.

Distribusi

Seperti halnya produksi, keputusan distribusi dalam sistem ekonomi liberal berada di tangan produsen. Contoh, maskapai penerbangan yang memilih rute berdasarkan permintaan dan persaingan.

Pemerintah

Pemerintah dalam sistem ekonomi pasar berfokus untuk menjaga persaingan ekonomi berada pada rel-nya. Terkadang, fasilitas publik pun diserahkan ke pihak swasta. Contoh, munculnya rumah sakit swasta dan institusi pendidikan yang motifnya murni keuntungan daripada motif sosial.

Persaingan yang Sehat

Sistem ekonomi pasar membutuhkan undang-undang, peraturan dan penegakan hukum untuk menjaga persaingan tetap berjalan sehat. Contoh, sebuah perusahaan besar yang mendominasi industri dapat menggunakan strategi monopoli untuk menguasai pasar. Dengan adanya aturan yang ditegakkan dengan kuat maka hal ini tidak akan terjadi.

Baca Juga :  Sistem Ekonomi Komunis : Pengertian, Ciri-ciri, Kelebihan dan Kekurangan

Perlindungan Konsumen

Selain sebagai regulator, keterlibatan pemerintah dalam sistem ekonomi pasar adalah dalam hal perlindungan konsumen. Contoh, perlindungan konsumen dari usaha perusahaan menjual produk yang berbahaya.

Negara yang menganut sistem ekonomi pasar

Sebenarnya tidak ada satu pun negara yang menganut sistem ekonomi pasar atau yang dikenal juga sebagai sistem ekonomi liberal. Seluruh negara pada dasarnya menerapkan sistem ekonomi campuran. Sistem ekonomi campuran adalah sistem ekonomi yang mengkombinasikan sistem ekonomi pasar dan sistem ekonomi komando terencana terpusat.

Negara yang menerapkan sistem ekonomi campuran, perekonomiannya pada umumnya didominasi oleh mekanisme pasar. Intervensi pemerintah hanya dilakukan pada saat tertentu. Misalnya, untuk mengendalikan inflasi, memberikan stimulus fiskal, dan lain-lain. (Baca juga : kelebihan dan kekurangan sistem ekonomi liberal).

Kepemilikan negara dalam sektor-sektor ekonomi yang penting sangat beragam. Ada yang dominan, ada juga yang sangat sedikit.

Daftar negara Dengan Indeks Kebebasan Ekonomi Tertinggi di Dunia

Karena tidak ada negara yang menganut sistem ekonomi pasar/liberal, maka yang diukur adalah indeks kebebasan ekonomi. Indeks Kebebasan Ekonomi mengukur dampak kebebasan dan pasar bebas di seluruh dunia. Pengukuran ini dilakukan oleh kerja sama antara The Heritage Foundation dan Wall Street Journal. Tujuannya mempromosikan peluang ekonomi, pemberdayaan individu dan kemakmuran.

The Heritage Foundation dan Wall Street Journal baru-baru ini merilis the Index of Economic Freedom, yang mengidentifikasi variabel-variabel yang membentuk kebebasan ekonomi dan menganalisis interaksi kebebasan ekonomi dengan kemakmuran suatu negara. Indeks ini mengukur 157 negara di 10 faktor spesifik kebebasan ekonomi.

Berikut adalah tabel 10 negara yang memiliki indeks kebebasan ekonomi tertinggi.

NegaraOverallChange
Hong Kong90.20.4
Singapore88.80.2
New Zealand84.20.5
Switzerland81.70.2
Australia80.9-0.1
Ireland80.43.7
Estonia78.8-0.3
United Kingdom78.01.6
Canada77.7-0.8
United Arab Emirates77.60.7

Hong Kong

Hong Kong menduduki peringkat teratas pada tahun 2012 dengan skor 89,9. Empat kategori utama yang dinilai yaitu,  aturan hukum, seberapa terbatas peran pemerintah dalam bisnis, efisiensi regulasi dan sejauh mana ekonomi merangkul pasar terbuka.

Hong kong memiliki kerangka hukum yang kuat, terutama yang menyangkut perlindungan hak milik dan dukungan umum pada supremasi hukum. Hong Kong juga mempunyai toleransinya yang rendah terhadap korupsi untuk mendukung efisiensi perekonomiannya.

Sejak 2010, Hong Kong menerapkan sistem upah minimum, yang dianggap bertentangan dengan sistem pasar bebas dan lebih mengarah ke regulasi yang tidak efisien.

Pada 2018, Hong Kong mendapat nilai 90.2. Artinya Hong Kong adalah negara yang menganut sistem ekonomi pasar nyaris sempurna. Di Hong Kong, tarif pajak perusahaan sangat rendah. Regulasi bisnis sederhana, dan pasar tenaga kerja sangat fleksibel. Inflasi rendah, meskipun pemerintah mendistorsi harga beberapa bahan pokok. Investasi di Hong Kong terbuka sangat lebar.

Singapura

Singapura mencapai skor total 88.8, menempatkannya di posisi kedua, di belakang Hong Kong sebagai negara yang menganut sistem ekonomi pasar bebas nyaris sempurna. Singapura menonjol karena perlindungan terhadap hak kepemilikan sangat kuat dan terus berjuang melawan korupsi.

Baca Juga :  10 Negara yang Menganut Sistem Ekonomi Sosialis Di Dunia

Birokrasi pemerintah Singapura sangat efisien. Hal ini membuat biaya ekonomi sangat rendah. Singapura juga mengenakan pajak rendah untuk perusahaan.

Singapura mendorong perdagangan pasar bebas dan juga sangat intens menawarkan investasi dan kebebasan finansial.

Namun, pemerintah juga terlibat dalam mengarahkan  ekonomi, yang dapat dianggap sebagai peraturan yang berlebihan tetapi tampaknya tidak mengurangi penilaian bahwa Singapura adalah negara yang menganut sistem ekonomi pasar bebas yang hampir 100%.

Perekonomian Singapura sangat mendukung kebebasan ekonomi. Hampir semua kegiatan komersial dilakukan dengan prinsip transparansi dan kecepatan, sehingga perusahaan swasta bisa berkembang pesat. Di Singapura, tingkat inflasi rendah, dan investasi asing disambut dan diberi perlakuan yang sama. Tidak ada tarif yang memberatkan dunia usaha. Sistem hukum Singapura sangat melindungi kepemilikan pribadi.

Selandia Baru

Pada tahun 2012, Selandia Baru berada di belakang tetangganya Australia dengan total skor 82.1. Di tahun 2018, negara ini melompat jauh ke posisi 3 dengan nilai 84.2. Di negara ini, hak kepemilikan swasta sangat kuat, pengeluaran pemerintah yang rendah, kebebasan bisnis, tenaga kerja, moneter dan aktvitas perdagangan juga tinggi. Karakteristik utama sebuah negara yang menganut sistem ekonomi pasar terbuka.

Selandia Baru memiliki sistem keuangan yang kompetitif secara global berdasarkan prinsip-prinsip pasar untuk menarik banyak bank asing. Selandia Baru dibantu oleh inflasi yang rendah dan tingkat tarif yang rendah.

Selandia Baru memiliki aturan hukum yang kuat untuk melindungi hak kepemilikan pribadi. Selandia Baru adalah negara paling bebas korupsi kedua di dunia, nilai plus utama negara ini.

Swiss

Swiss mendapatkan skor 81.7, menempatkannya menjadi negara yang menganut sistem ekonomi pasar bebas terbaik di kawasan Eropa. Negara ini melindungi hak kepemilikan swasta, terutama hak milik intelektual, yang sangat dihargai oleh perusahaan kesehatan dan perusahaan lain.

Sistem peradilan negara ini sangat independen yang memastikan penegakan kontrak komersial yang efektif dan transparan. Negara ini juga mempunyai regulasi yang sehat dan stabil yang memungkinkan perusahaan merasa nyaman di Swiss karena memiliki kepastian hukum untuk mengembangkan bisnis mereka.

Sektor keuangan negara ini terbaik di dunia dalam melindungi privasi dan terbuka bagi lembaga asing. Tetapi seperti negara Eropa lainnya, pajak penghasilan pribadi di negara ini sangat tinggi.

Australia

pada tahun 2012, Australia mengumpulkan total skor 83.1, menempatkannya pada posisi ketiga. Di tahun 2018, skornya menjadi 80.9, turun menjadi peringkat 5 negara yang menganut sistem ekonomi pasar bebas terbaik.

Kekuatan Australia adalah melindungi hak milik swasta, tingkat korupsi rendah, pengeluaran pemerintah dan intervensi bisnis yang rendah, kebebasan tenaga kerja dan moneter yang tinggi. Selain itu, negara ini memiliki peradilan yang independen dan tingkat utang pemerintah yang rendah.

Yang membedakn Australia dengan negara maju lainnya adalah beban utang luar negeri negara ini sangat rendah. Di bidang hukum, Australia telah melakukan deregulasi sejak 1980-an dan telah bekerja keras untuk mengurangi hambatan peraturan dalam ekonomi, serta mendorong perdagangan bebas dengan negara tetangga seperti Cina.

Irlandia

Irlandia mendapat skor 80.4, sehingga menempatkannya sebagai negara yang menganut sistem ekonomi pasar bebas peringkat ke 6 dunia.

Baca Juga :  Sistem Ekonomi Komando : Pengertian, Ciri-ciri, Sejarah, Kelebihan dan kekurangan

Di negara ini memulai bisnis sangat mudah karena peraturan yang sangat sederhana. Inflasi rendah, hak milik pribadi dilindungi dengan baik oleh peradilan yang independen dan efisien. Tetapi karena Irlandia menerapkan subsidi pertanian, negara ini mendapatkan skor yang lebih rendah, daripada negara di atas.

Estonia

Sejak runtuhnya Uni Soviet, Estonia telah menjadi negara yang menganut sistem ekonomi pasar bebas. Bahkan bisa dikatakan negara ini sangat agresif berubah dari negara sosialis ke negara kapitalis.

Setelah dua dekade menerapkan sistem ekonomi liberal yang agresif, Estonia, bersama dengan beberapa tetangga mereka di Baltik, sedang mengalami kemerosotan ekonomi pertama yang serius sejak negara ini bebas dari cengkeraman Soviet pada awal 1990-an.

Namun meskipun mengalami kemerosotan ekonomi akibat terlalu agresif menganut sistem ekonomi liberal, negara ini bertekad tidak akan berubah arah kembali ke sosialis. Juhan Parts, menteri ekonomi Estonia, berkata “Saya yakin negara estonia akan tetap menerapkan sistem ekonomi laissez-faire/sistem ekonomi liberal.”

Pada tahun 2018, Estonia memperoleh skor 78.8. Skor ini membuat negara ini memiliki indeks kebebasan ekonomi tertinggi di kawasan Eropa timur.

United Kingdom

Pada tahun 2018, memperoleh skor 78.0, turun jauh dari sebelumnya tahun 2012 dengan skor 81,6. Hal ini terjadi karena penerapan subsidi pertanian yang tinggi, seperti negara di kawasan Eropa barat lainnya.

Indeks kebebasan ekonomi diperoleh dari tingkat tarif pajak rata-rata rendah, dukungan untuk perusahaan swasta sangat baik, dan sektor keuangan modern, serta sistem pengadilan yang independen.

Kanada

Kanada memperoleh skor 77.7, artinya secara umum negara ini menganut sistem ekonomi liberal. Negara ini memiliki aturan hukum yang kuat untuk memastikan perlindungan hak milik, tingkat korupsi rendah, dan  transparansi bisnis yang diakui secara menyeluruh.

Namun, pengeluaran pemerintah tinggi karena Kanada memiliki program jaminan sosial yang sangat bagus dan menganut filosofi negara kesejahteraan.

Uni Emirat Arab

UEA dianggap sebagai salah satu negara ekonomi terbuka yang mengadopsi prinsip sistem ekonomi pasar bebas dan prinsip persaingan yang adil. Pada tahun 2018, negara ini mendapatkan skor indeks kebebasan ekonomi sebesar 77.6.

Kebijakan UEA menerapkan sistem ekonomi pasar terbuka telah membuat pertumbuhan negara ini sangat pesat. Perekonomian UEA adalah yang terbesar kedua di kawasan Arab. Dan hebatnya, tidak seperti negara kawasan arab lain, sektor-sektor non-minyak berkontribusi 66 persen dari PDB negara mereka.

Kesimpulan

Untuk menjawab pertanyaan “adakah negara yang menganut sistem ekonomi pasar bebas atau liberal?” maka jawabannya “tidak ada”. Karena, sistem ekonomi ini adalah teoritis belaka, peran serta pemerintah dalam perekonomian sangat mutlak diperlukan, baik sebagai regulator untuk memastikan persaingan yang sehat, atau terjun langsung ke dalam sektor-sektor ekonomi penting.

Yang ada adalah indeks kebebasan ekonomi yang mengukur sejauh mana sebuah negara mendorong perekonomian bergerak melalui mekanisme yang adil dan transparan.

Menurut peringkat indeks kebebasan ekonomi oleh Heritage Foundation, negara-negara peringkat 5 besar saja yang disebut negara yang menganut sistem ekonomi pasar bebas. Peringkat 6 sampai 10 dikategorikan sebagai “Secara umum menerapkan pasar bebas”.