Clindamycin 150 mg, 300 mg, Salep dan Gel : Informasi Lengkap

Clindamycin adalah obat antibiotik golongan lincosamide. Kegunaan Clindamycin adalah untuk pengobatan infeksi serius karena strain bakteri Gram positif anaerob yang rentan. Antibiotik ini umumnya digunakan dalam bentuk garamnya, yaitu Clindamycin Hydrochloride. Obat ini bisa digunakan secara oral atau secara topikal. Sediaan oral yang tersedia adalah Clindamycin 150 mg, Clindamycin 300 mg kapsul/tablet. Sedangkan sediaan topikal yang tersedia adalah Clindamycin salep dan Clindamycin gel.

Di Apotik, obat ini tersedia baik berupa Clindamycin generik atau Clindamycin paten/branded (misalnya, Clinika 150 mg dan 300 mg kapsul, Clinika gel, Cindala gel, Clinium gel, dll). Harga Clindamycin generik relatif terjangkau. Pilihan merk obat Clindamycin paten juga sangat beragam.

Dalam artikel ini kita akan mengenal lebih jauh mengenai obat ini. Clindamycin obat apa, apa kegunaan, efek samping, formulasi sediaan, dan merk-merk obat Clindamycin paten / Branded.

Ringkasan

Berikut tabel yang memuat informasi Clindamycin secara singkat :

Informasi ObatClindamycin
GolonganG (Dengan resep)
IndikasiSebagai antibiotik; Obat jerawat
Dosislihat bagian dosis
Aturan PakaiKapsul : dengan atau tanpa makanan; salep/gel : oleskan merata di kulit yang terkena
KontraindikasiHipersensitif; Enteritis regional atau kolitis ulserativa; Kolitis terkait antibiotik.
SediaanKapsul 150 mg dan 300 mg; salep / gel 1 %
Merk yang tersediaAlbiotin, Albiotin Acne Solution, Anerocid, Benzasil-Cl, Benzolac CI, Biodasin, Calinda, Cindala, Clidacor, Clidacor-T, Climadan, Climadan Acne, Clinbact, Clinbercin, Clincin, Clindamec, Clindexin, Clinex, Clinidac, Clinika, Clinium, Clinjos, Clinmas, Clionama, Dacin, Daclin, Dalacin C, Ethidan, Ficodan, Glomasin, Indanox, Klindamisin, Klindogel, Lando, Librodan, Lindacyn, Lindan, Medi-Klin TR, Milorin, Nufaclind, Opiclam, Probiotin, Prolic, Reclisin 300, Skinovit-Cp, T3 Mycin, Treclin

Clindamycin Obat Apa?

Clindamycin adalah antibiotik golongan lincosamida semisintetik. Antibiotik ini terutama bersifat bakteriostatik namun juga bersifat bakterisidal, tergantung pada konsentrasi obat, lokasi infeksi, dan organisme penginfeksi. Antibiotik ini efektif terutama terhadap bakteri gram positif aerob dan anaerob.

Mekanisme aksi

Clindamycin menghambat sintesis protein bakteri dengan mengikat subunit ribosom 50 S. Hal ini akan menghalangi reaksi transpeptidasi atau translokasi sehingga mengakibatkan pertumbuhan sel terhambat.

Clindamycin dihidrolisis menjadi bentuk aktifnya yang memiliki aktivitas antibakteri. Studi in-vitro menunjukkan bahwa antibiotik ini aktif terhadap kultur Propionibacterium acnes. Asam lemak bebas pada permukaan kulit berkurang dari sekitar 14% menjadi 2% setelah aplikasi Clindamycin salep / gel.

clindamycin obat jerawat

Indikasi dan Kegunaan

Sebelum menggunakan obat ini, harus benar-benar sudah mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko yang mungkin terjadi. Gunakan dosis efektif terendah untuk durasi terpendek yang konsisten dengan tujuan perawatan pasien.

Baca Juga :  Ciprofloxacin Tablet, Sirup, Tetes Mata (Informasi Lengkap)

Antibiotik golongan lincosamide ini diindikasikan dalam pengobatan infeksi bakteri gram positive anaerob. Berikut adalah beberapa daftar kegunaan Clindamycin, baik sediaan oral atau sediaan topikal :

A. Kegunaan Clindamycin 150 mg dan Clindamycin 300 mg kapsul/tablet

Clindamycin 150 mg dan clindamycin 300 mg diindikasikan untuk pengobatan infeksi serius oleh strain bakteri Gram positif anaerob yang rentan, misalnya. streptokokus, pneumokokus dan stafilokokus. Berikut adalah daftarnya :

  • Infeksi Sistem pernapasan : Misalnya : empiema, pneumonitis anaerob dan abses paru-paru.
  • Infeksi kulit dan jaringan lunak
  • Keracunan darah / septicemia
  • Infeksi intraabdomen : peritonitis dan abses intraabdomen
  • Infeksi ginekologis : endometritis, selulitis pelvis, infeksi vagina pasca operasi
  • Infeksi pada tulang dan sendi.

B. Kegunaan Clindamycin salep dan Clindamycin Gel

Sediaan topikal antibiotik ini digunakan sebagai obat jerawat parah / acne vulgaris pada orang dewasa dan anak-anak yang berusia minimal 12 tahun.

Kontraindikasi

Obat antibiotik ini kontraindikasi pada pasien berikut ini :

  • Memiliki riwayat hipersensitif.
  • Memiliki riwayat enteritis regional atau kolitis ulserativa.
  • Memiliki riwayat kolitis terkait antibiotik.

Efek Samping

Selain memberikan efek yang dibutuhkan, sebagian besar obat dapat menyebabkan beberapa efek samping yang tidak diinginkan. Meskipun tidak semua efek samping ini dapat terjadi, penggunaan obat tetap harus dilakukan secara hati-hati. Segera dapatkan perawatan medis yang sesuai jika efek samping yang parah terjadi.

Berikut adalah beberapa efek samping yang mungkin terjadi :

A. Sediaan Oral (kapsul / Tablet)

Sediaan oral (kapsul / tablet) memiliki ppotensi efek samping sebagai berikut :

  • Gastrointestinal : Kolitis terkait antibiotik, nyeri perut, mual, muntah, dan diare.
  • Hipersensitivitas : ruam makulopapular dan urtikaria, ruam kulit seperti morbiliformis moderat, sindrom Steven-Johnson dan reaksi anafilaktoid.
  • Hati : ikterus, kelainan pada tes fungsi hati.
  • Ginjal : disfungsi ginjal seperti azotemia, oliguria dan / atau proteinuria.
  • Hematopoietik : neutropenia (leucopenia) dan eosinofilia, jarang : agranulositosis, trombositopenia.
  • Musculoskeletal : efek samping yang langka, yaitu polyarthritis.
  • Kardiovaskular : efek samping yang jarang, yaitu henti jantung dan hipotensi.
  • Kulit dan selaput mukosa : pruritis, vaginitis, dan kasus langka dari dermatitis eksfoliatif dan vesiculobullous.

B. Sediaan Topikal (Salep / Gel)

Sediaan topikal (salep / gel) memiliki ppotensi efek samping sebagai berikut :

  • Rasa terbakar, gatal, kekeringan pada kulit, eritema, sifat berminyak pada kulit, mengelupas, iritasi kulit, gram folikulitis negatif, gangguan pencernaan dan sakit perut.

Peringatan

Waspadai hal-hal di bawah saat menggunakan obat antibiotik ini :

Baca Juga :  Proris Kaplet, Syrup, & Suppo : Dosis, Kegunaan, Efek Samping

A. Sediaan Oral (kapsul / tablet)

Pastikan anda memperhatikan hal-hal di bawah ini sebelum menggunakan sediaan oral antibiotik ini :

  • Antibiotik ini hanya boleh digunakan dalam pengobatan infeksi serius.
  • Tidak boleh digunakan pada pasien dengan infeksi saluran pernapasan atas.
  • Gunakan secara hati-hati pada individu dengan riwayat penyakit gastrointestinal, terutama kolitis.
  • Pada pasien dengan gangguan hati atau ginjal, pengurangan dosis harus dipertimbangkan karena pada pasien ini telah ditemukan perpanjangan efek antibiotik ini.
  • Gunakan secara hati-hati pada pasien lansia. Pasien harus dimonitor secara hati-hati untuk memantau perubahan frekuensi usus.
  • Gunakan secara hati-hati pada penderita atopik.
  • Penggunaan antibiotik ini dapat menyebabkan pertumbuhan berlebih organisme yang tidak peka – khususnya ragi. Jika superinfeksi terjadi, hubungi dokter.
  • Jika digunakan dalam jangka panjang, tes fungsi hati dan ginjal secara berkala dan jumlah darah harus dilakukan.
  • Pasien dengan penyakit ginjal yang sangat parah yang disertai dengan perubahan metabolisme yang parah harus diberi dosis dengan hati-hati, dan kadar obat dalam serum dipantau selama terapi dosis tinggi.
  • Karena obat ini tidak berdifusi secara adekuat ke dalam cairan serebrospinal, maka tidak boleh digunakan dalam pengobatan meningitis.
  • Jika antibiotik ini diberikan kepada bayi, diperlukan pemantauan fungsi sistem organ yang tepat.

Penggunaan Clindamycin Untuk ibu hamil atau ibu menyusui

FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) menempatkan Clindamycin ke dalam kategori B, penjelasannya adalah sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan tidak menunjukkan resiko pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil / Penelitian pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin, tapi studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil tidak menunjukkan resiko pada janin di trimester berapapun.

Antibiotik sudah biasa diresepkan selama kehamilan. Namun, tetap saja obat-obatan selama kehamilan harus dipilih secara hati-hati. Beberapa antibiotik boleh digunakan selama kehamilan, sementara yang lain tidak. Keamanan tergantung pada berbagai faktor, termasuk jenis antibiotik, usia kehamilan saat menggunakan antibiotik, berapa banyak yang Anda gunakan, efek apa yang mungkin terjadi pada kehamilan Anda dan berapa lama Anda mengonsumsi antibiotik.

Berikut ini contoh antibiotik yang umumnya dianggap aman selama kehamilan : Penicillins (termasuk amoxicillin, ampicillin), Cephalosporins (termasuk cefaclor, cephalexin), Erythromycin, Clindamycin. (sumber : penggunaan antibiotik dalam kehamilan).

Clindamycin diekskresikan dalam ASI, oleh karena itu keputusan harus dibuat apakah akan melanjutkan atau menghentikan menyusui, dengan mempertimbangkan pentingnya obat untuk ibu.

Interaksi

Interaksi dengan obat lain dapat mengubah cara kerja obat atau meningkatkan risiko terjadinya efek samping yang serius. Beritahu dokter dan apoteker tentang obat apa saja yang sedang Anda konsumsi. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat apa pun tanpa persetujuan dokter Anda.

Baca Juga :  Guaifenesin Obat Apa : Kegunaan, Dosis, Efek Samping

Berikut adalah daftar interaksi obat yang mungkin terjadi :

  • Telah ditemukan butkti bahwa antibiotik ini mempunyai sifat penghambat neuromuskular. Hal ini dapat meningkatkan efek terapetik obat-obat penghambat neuromuskular lainnya (misalnya atracurium). Oleh karena itu, antibiotik ini harus digunakan secara hati-hati pada pasien yang menggunakan obat-obat tersebut.
  • Jangan digunakan bersamaan dengan erythromycin karena keduanya diketahui memiliki sifat anatagonism secara in vitro.
  • Antibiotik ini mempunyai sifat antagonis terhadap efek obat-obat parasympathomimetik.
  • Antibiotik ini menghambat secara kompetitif efek obat golongan macrolide, ketolide, streptogramin, linezolid dan chloramphenicol.
  • Meningkatkankan tes koagulasi (antagonis prothrombin / INR) dan / atau perdarahan dengan antagonis K (misalnya warfarin, acenocoumarol, fluindione).

Dosis

Berikut adalah dosis yang lazim digunakan :

A. Dosis Clindamycin 150 mg dan Clindamycin 300 mg

Aturan dosis yang dianjurkan adalah sebagai berikut :

Dewasa :

  • Infeksi serius : 150 mg-300 mg setiap 6 jam.
  • Infeksi yang lebih parah : 300 mg-450 setiap 6 jam.

Anak-anak :

3-6 mg / kg setiap 6 jam tergantung pada tingkat keparahan infeksi.

B. Dosis Clindamycin Salep dan Clindamycin Gel

Dosis dewasa dan anak > 12 tahun

1-2 x sehari. Oleskan merata di area kulit yang terkena dampak.

Aturan Pakai

  • Baca Panduan Pengobatan yang disediakan oleh apoteker Anda sebelum Anda mulai menggunakan obat antibiotik ini. Jika Anda memiliki pertanyaan, tanyakan kepada dokter atau apoteker Anda.
  • Dosis didasarkan pada kondisi medis Anda dan respons terhadap pengobatan. Jangan menambah dosis atau menggunakan obat ini lebih sering daripada yang diarahkan.
  • Antibiotik ini bukan untuk mengobati penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus atau jamur.
  • Gunakan obat ini secara teratur untuk mendapatkan manfaat maksimal. Ingat untuk menggunakannya pada waktu yang sama setiap hari.
  • Jangan menghentikan penggunaan antibiotik sebelum dosis dan durasi yang dianjurkan dokter selesai. Penghentian pengobatan sebelum waktunya berpotensi menyebabkan resistensi antibiotik.
  • Jika diare signifikan terjadi selama terapi, antibiotik harus dihentikan.
  • Untuk menghindari kemungkinan iritasi kerongkongan, sediaan kapsul harus diminum dengan segelas penuh air.
  • Oleskan salep / gel setelah kulit dicuci dengan sabun dan dibiarkan mengering.
  • Dalam kasus infeksi streptokokus β-hemolitik, pengobatan harus dilanjutkan selama setidaknya 10 hari.
  • Katakan kepada dokter jika kondisi Anda memburuk.

Artikel Pengetahuan Obat lainnya :

Clindamycin (baik kapsul, salep atau gel) adalah obat yang hanya didapatkan dengan resep dokter. Jangan menggunakan obat antibiotik ini melebihi dosis dan durasi yang telah diresepkan oleh dokter. Penggunaan yang berlebihan tidak akan meningkatkan manfaat obat ini namun justru akan meningkatkan efek sampingnya.