10 Ciri-ciri Sistem Ekonomi Sosialis

Ciri-ciri sistem ekonomi sosialis di dunia
Ciri-ciri sistem ekonomi sosialis yang paling khas adalah kepemilikan bersama atas faktor produksi, distribusi kekayaan disesuaikan dengan kontribusi, dan peran pemerintah dalam perekonomian yang sangat menonjol

Sistem ekonomi sosialis adalah suatu sistem ekonomi di mana perekonomian dikendalikan dan diatur oleh pemerintah untuk menjamin terciptanya kesejahteraan dan kesempatan yang sama bagi seluruh rakyat suatu negara. Sistem ekonomi ini sangat terkait dengan ideologi sosialisme. Sosialisme mengacu pada kepemilikan pemerintah atas alat produksi, perencanaan oleh pemerintah dan distribusi pendapatan secara merata. Pada artikel ini kita akan membahas ciri-ciri sistem ekonomi sosialis yang membedakannya dengan sistem ekonomi lain, terutama sistem kapitalis.

Pengertian Sistem Ekonomi Sosialis

Sistem ekonomi sosialis adalah sistem ekonomi di mana semua orang di masyarakat sama-sama memiliki faktor-faktor produksi. Kepemilikan rakyat terhadap faktor produksi diwakili melalui pemerintah yang dipilih secara demokratis. Bisa juga koperasi atau perusahaan publik di mana setiap orang memiliki saham. Empat faktor produksi adalah tenaga kerja, kewirausahaan, barang modal, dan sumber daya alam.

Ekonomi sosialis bisa dikaitkan dengan berbagai aliran pemikiran ekonomi. Karl Marx memberikan landasan bagi sosialisme berdasarkan analisis kapitalisme, sementara teori ekonomi neoklasik dan ekonomi evolusioner memperkenalkan model sosialisme yang komprehensif.

Selama abad ke-20, proposal dan model sistem ekonomi terencana dan sosialisme pasar sangat bergantung pada teori ekonomi neoklasik atau sintesis ekonomi neoklasik dengan ekonomi Marxian atau institusional.

Tokoh ekonomi sosialis yang penting dalam kancah ekonomi politik diantaranya adalah Pierre-Joseph Proudhon. Tokoh lainnya, misalnya, Henri de Saint-Simon, Thomas Spence, William Ogilvie, William Cobbett, Thomas Hodgskin, Robert Owen, William Thompson, Charles Fourier, John Gray, dan John Francis Bray.

Ada berbagai jenis sosialisme dengan ciri-ciri masing-masing. Mereka berbeda dalam beberapa aspek soal tanggapan terhadap kapitalisme. Di bawah ini adalah penjelasannya :

  • Sosialisme Demokratis : Faktor-faktor produksi dikelola oleh pemerintah yang dipilih secara demokratis. Distribusi barang-barang umum, seperti transportasi massal, perumahan, dan energi diatur oleh perencanaan pusat, sementara pasar bebas diperbolehkan untuk mendistribusikan barang-barang konsumsi.
  • Sosialisme Revolusioner : Ideologi ini berpendapat bahwa, sosialisme akan muncul hanya setelah kapitalisme dihancurkan. Faktor-faktor produksi dimiliki oleh para pekerja dan dikelola oleh pekerja melalui perencanaan pusat.
  • Sosialisme Libertarian : Libertarianisme mengasumsikan bahwa sifat dasar manusia adalah rasional, otonom, dan menentukan nasib sendiri. Begitu struktur kapitalisme telah dihapus, orang akan secara alami membentuk masyarakat sosialis. Hal itu terjadi karena mereka melihat sosialisme adalah yang terbaik untuk kepentingan diri mereka sendiri.
  • Sosialisme Pasar : Produksi dimiliki oleh para pekerja. Mereka memutuskan bagaimana mendistribusikan hasil produksi di antara mereka sendiri. Mereka akan menjual kelebihan produksi di pasar bebas. Alternatifnya, dapat diserahkan kepada masyarakat, yang akan mendistribusikannya sesuai dengan pasar bebas.
  • Sosialisme Hijau : Ekonomi sosialis jenis ini sangat menghargai pemeliharaan sumber daya alam. Sistem ini juga menekankan angkutan umum dan makanan dari sumber-sumber lokal. Produksi berfokus untuk memastikan semua orang terpenuhi kebutuhan dasarnya tidak memproduksi secara berlebihan. Ekonomi semacam ini menjamin upah layak bagi semua orang.
  • Sosialisme utopis : Hal ini lebih pada teoritis yang merupakan visi kesetaraan. Susah diterapkan secara konkrit. Muncul pada awal abad ke-19, sebelum era industrialisasi.
  • Fabian sosialisme : Sosialisme jenis ini menganjurkan perubahan bertahap menuju sosialisme melalui hukum, pemilihan yang demokratis, dan cara-cara damai lainnya.
Baca Juga :  Perbedaan Sistem Ekonomi Kapitalis dan Sistem Ekonomi Sosialis

Ciri-ciri sistem ekonomi sosialis

Berikut adalah karakteristik/ciri-ciri sistem ekonomi sosialis yang membedakannya dengan sistem ekonomi lainnya :

1. Kepemilikan Kolektif

Dalam teori ekonomi sosialis, kepemilikan sarana produksi bervariasi. Bisa dimiliki oleh publik melalui negara, kepemilikan langsung oleh pengguna properti produktif melalui koperasi, atau umumnya dimiliki oleh seluruh masyarakat tetapi diwakilkan kepada manajemen yang mengoperasikan / menggunakan alat produksi tersebut.

Tidak ada individu/swasta yang dapat memiliki properti pribadi melebihi batas tertentu. Oleh karena itu, pemerintah/koperasi/badan sosial lainnya lah yang memanfaatkan sumber daya ekonomi untuk kepentingan kesejahteraan bersama.

2. Kesetaraan Ekonomi, Sosial, dan Politik

Ideologi sosialisme bertujuan untuk kesejahteraan bersama. Tidak ada perbedaan antara kaya dan miskin. Tidak ada masalah perjuangan kelas. Segala sesuatu dimiliki bersama dan dipergunakan untuk kepentingan bersama pula.

3. Perencanaan Ekonomi

Untuk mewujudkan masyarakat sosialis, pemerintah merancang tujuan-tujuan nasional tertentu. Untuk mencapai tujuan ini, pemerintah menyusun perencanaan ekonomi terpusat. Semua aktivitas ekonomi diselenggarakan mengikuti perencanaan ini. Segala sumber daya dikerahkan sepenuhnya fokus pada tujuan pembangunan ini.

4. Tidak Ada Kompetisi

Tidak seperti sistem ekonomi kapitalis, salah satu ciri-ciri sistem ekonomi sosialis yang paling khas adalah tidak ada kompetisi antar individu. Hal ini terjadi karena, sosialisme mengasumsikan bahwa sifat dasar manusia adalah kooperatif. Oleh karena itu, prinsip dasar sistem ekonomi sosialis adalah bahwa sistem ekonomi harus mendukung sifat dasar manusia sebagai makhluk sosial.

5. Peran Pemerintah Sangat Besar

Salah satu ciri-ciri sistem ekonomi sosialis yang sangat penting adalah besarnya peran pemerintah dalam perekonomian. Bisa dikatakan, pemerintah adalah satu-satunya pengusaha yang boleh berkembang. Dalam negara sosialis yang moderat, peran koperasi sebagai usaha bersama juga ada.

Baca Juga :  20 Kelebihan Dan Kekurangan Sistem Ekonomi Kapitalis

Dengan demikian, dalam masyarakat sosialis, pemerintah memiliki kendali penuh atas kegiatan ekonomi seperti distribusi, transaksi, konsumsi, investasi, perdagangan luar negeri, dan lain-lain.

6. Pekerjaan dan Upah Menurut Kemampuan dan Kebutuhan

Dalam ekonomi sosialis, setiap individu diusahakan mendapatkan pekerjaan sesuai dengan kemampuan dan upah sesuai kebutuhan. Setiap individu tidak bisa memilih pekerjaan secara bebas untuk kepentingan dirinya sendiri.

7. Kesejahteraan Sosial Maksimal

Tujuan sosialisme yang paling utama adalah kesejahteraan sosial maksimum masyarakat. Artinya tidak ada ruang bagi terjadinya eksploitasi kelas pekerja oleh pemilik modal.

8. Produksi Sesuai Kebutuhan

Sistem ekonomi sosialis adalah sistem produksi. Ini berarti, seluruh barang dan jasa diproduksi untuk secara langsung digunakan, berbeda dengan sistem ekonomi kapitalis, di mana barang dan jasa diproduksi untuk dijual supaya menghasilkan laba (digunakan secara tidak langsung). Satu-satunya tujuan produksi adalah untuk memenuhi kebutuhan manusia.

9. Pembagian Sesuai Kontribusi

Pembagian hasil produksi sesuai dengan seberapa besarnya kontribusi masing-masing. Hal ini memotivasi pekerja/rakyat untuk bekerja berjam-jam untuk mendapatkan bagian lebih banyak.

10. Mendahulukan Kepentingan Umum

Sebelum dibagikan secara merata, hasil ekonomi dipergunakan terlebih dahulu untuk kepentingan bersama. Contohnya, untuk membangun sarana transportasi, pertahanan, pendidikan, dan kesehatan. Di samping itu, hasil ekonomi juga diberikan kepada anggota masyarakat yang tidak bisa berkontribusi kepada proses produksi karena alasan tertentu. Misalnya, orang tua, anak-anak, penyandang disabilitas, dan pengasuh mereka.

Kepentingan sosial yang dimaksud dalam sosialisme juga termasuk pelestarian sumber daya alam, pendidikan, atau perawatan kesehatan.

Kesimpulan

Kebanyakan orang berpikir bahwa sistem ekonomi sosialis selalu identik dengan negara-negara yang menganut ideologi komunisme. Padahal sosialisme dan komunisme adalah ideologi yang jauh berbeda, secara ekonomi politik pun penerapannya berbeda. Di negara barat yang pada umumnya menganut ideologi liberalisme pun, ciri-ciri sistem ekonomi sosialis juga nampak dalam perekonomiannya. Jadi prinsip sosialisme, bisa diterapkan seiring dengan ideologi-ideologi lainnya.

Baca Juga :  5 Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Campuran serta Kelebihan dan Kekurangannya

Di bawah ini adalah beberapa negara yang memiliki sistem sosialis yang kuat (meskipun bercampur dengan sistem yang lain) :

  • Norwegia, Swedia, dan Denmark : Negara-negara ini memberikan rakyatnya sistem perawatan kesehatan, pendidikan, dan pensiun yang sangat bagus.
  • Kuba, Cina, Vietnam, Rusia, dan Korea Utara : Negara-negara ini menggabungkan karakteristik sosialisme dan komunisme.
  • Aljazair, Angola, Bangladesh, Guyana, India, Mozambik, Portugal, Sri Lanka, dan Tanzania : Negara-negara ini memiliki konstitusi yang mengamanatkan sistem ekonomi sosialis. Artinya, perekonomian dikontrol pemerintah yang dipilih secara demokratis.
  • Belarus, Laos, Suriah, Turkmenistan, Venezuela, dan Zambia : Layanan kesehatan, media, atau program sosial di negara ini dijalankan oleh pemerintah.
  • Banyak negara lain, seperti Irlandia, Perancis, Inggris, Belanda, Selandia Baru, dan Belgia, memiliki partai sosialis yang kuat dan pemerintahnya memiliki sistem jaminan sosial yang sangat bagus.

Pada dasarnya negara-negara barat menerapkan sistem kapitalis, dimana kepemilikan individu/swasta sangat dihargai. Namun, negara-negara itu ternyata juga menerapkan banyak aspek-aspek sosialisme dalam perekonomiannya.

Demikian artikel mengenai ciri-ciri sistem ekonomi sosialis. Semoga bermanfaat bagi pembaca.