6 Ciri-ciri Sistem Ekonomi Komando atau Terpusat

Ciri-ciri Sistem Ekonomi Komando – Ekonomi komando adalah sistem ekonomi di mana seluruh aktivitas perekonomian dikontrol sepenuhnya oleh pemerintah pusat. Pemerintah menguasai seluruh faktor produksi dan memutuskan apa yang akan diproduksi oleh rakyat. Sistem ekonomi ini mengabaikan hukum penawaran dan permintaan yang sangat berperan dalam sistem ekonomi pasar. Dalam artikel ini, kita akan membahas apa saja karakteristik atau ciri-ciri sistem ekonomi komando atau yang dikenal juga dengan nama sistem ekonomi terpusat terencana.

Pengertian Sistem Ekonomi Komando

Sistem yang dikenal juga dengan istilah sistem ekonomi terpusat terencana ini dianggap sebagai sistem ekonomi kiri. Sistem ini didasarkan pada prinsip kolektivisme, seperti : kesetaraan ekonomi, kepentingan kolektif, dan kepemilikan publik. Ini berarti bahwa dalam ekonomi komando intervensi pemerintah dalam kegiatan ekonomi sangat tinggi. Hal ini sangat berbeda dengan sistem ekonomi liberal, yang mana perekonomian diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar.

Ekonom yang berasal dari kota Wina, Austria yaitu Otto Neurath mengembangkan konsep ekonomi komando paska Perang Dunia I. Menurut Otto Neurath sistem ekonomi komando adalah cara untuk mengendalikan hiperinflasi. Istilah “ekonomi komando” berasal dari bahasa Jerman “Befehlswirtschaft.”

Ciri-ciri sistem ekonomi Komando

Berikut adalah beberapa ciri-ciri sistem ekonomi komando yang membedakannya dengan sistem yang lain :

Perencanaan Ekonomi

Salah satu kelebihan sistem ekonomi komando dibandingkan sistem ekonomi lainnya adalah adanya keselarasan kebijakan ekonomi antara pusat dan daerah. Hal ini bisa dilakukan karena perekonomian diatur oleh suatu perencanaan yang terpusat. Pemerintah pusat menyusun rencana pembangunan ekonomi, baik itu rencana ekonomi jangka pendek, menegah, atau jangka panjang. Rencana ekonomi lima tahun menetapkan tujuan ekonomi dan kemasyarakatan untuk setiap sektor dan wilayah negara.

Baca Juga :  10 Contoh Negara Yang Menganut Sistem Ekonomi Pasar/Liberal

Alokasi Sumber Daya Ekonomi

Pemerintah mengalokasikan semua sumber daya sesuai dengan rencana yang disusun pemerintah pusat. Arah kebijakan ekonomi dibuat sedemikian rupa mengikuti rencana yang sudah disusun. Tujuannya adalah semua warga negara memperoleh bagian dari hasil pembangunan ekonomi. Oleh karena itu, kepemilikan pribadi atau swasta atas sumber daya ekonomi sangat dilarang. Seluruh faktor produksi itu mutlak di bawah penguasaan negara yang peruntukannya sesuai dengan tujuan negara.

Prioritas Produksi Barang dan Jasa

Pemerintah pusat menetapkan prioritas produksi semua barang dan jasa, termasuk berapa jumlahnya dan berapa harga barang itu dijual. Tujuannya adalah untuk menyediakan cukup makanan, perumahan, dan kebutuhan dasar lainnya bagi seluruh rakyat. Rakyat tidak bisa memproduksi barang sesuai kehendaknya sendiri.

Bisnis Monopoli

Pemerintah memiliki bisnis monopoli. Biasanya monopoli dilakukan pada sektor ekonomi yang dianggap penting untuk tujuan nasional. Tidak ada persaingan domestik di sektor-sektor penting ini. Hal ini dilakukan supaya rakyat bisa memperoleh barang-barang kebutuhan dasar ini dengan harga yang terjangkau. Terkadang pemerintah menerapkan sistem jatah untuk barang-barang yang ketersediannya terbatas.

Undang-undang Yang Ketat

Pemerintah menciptakan undang-undang, peraturan, dan arahan untuk menegakkan rencana pusat. Aktivitas perekonomian akan diarahkan untuk mengikuti rencana produksi dan target yang telah disusun pemerintah.

Intervensi Pemerintah

Pemerintah memiliki kekuasaan tertinggi dalam seluruh aktivitas perekonomian. Pihak swasta atau individu tidak punya peran berarti. Ini adalah ciri-ciri sistem ekonomi komando yang paling penting.

Contoh-contoh Ekonomi komando

Sistem ekonomi komando pada umumnya dianut oleh negara-negara yang dipimpin seorang diktator yang kuat. Hal ini sangat lumrah, karena tanpa pemimpin yang kuat sangat tidak mungkin mengendalikan seluruh perekonomian dalam satu komando.

Baca Juga :  Sejarah Sistem Ekonomi Indonesia (Perkembangan Dari Masa ke Masa)

Tokoh-tokoh sistem ekonomi komando pun dicitrakan sebagai seorang diktator. Sebut saja Lenin, Joseph Stalin, Mao Zedong, Fidel Castro, atau Kim Jong-Un.

Lebih jauh lagi, ekonomi komando juga sering dikaitkan dengan negara komunis. Komunisme adalah sistem ekonomi dan politik yang didasarkan pada prinsip-prinsip sosialisme. Komunisme berpusat pada gagasan membangun masyarakat yang didasarkan pada kepemilikan publik atas alat-alat produksi dan penghapusan bentuk kelas sosial apa pun. Dengan demikian, diktator komunis sering menggunakan ekonomi komando sebagai cara mengendalikan lebih lanjut negara mereka.

Salah satu contoh ekonomi komando dalam sejarah adalah saat Uni Soviet mengambil alih seluruh tanah pertanian di Ukraina. Tanah yang awalnya adalah milik para petani diambil paksa menjadi milik negara. Kejadian ini pada akhirnya justru menyebabkan terjadinya kelaparan di Ukraina alih-alih meningkatkan kesejahteraan sosial.

Negara yang menganut sistem ekonomi komando

Ada banyak negara yang pernah dan masih menganut sistem ekonomi komando. Namun, seiring runtuhnya Uni Soviet perlahan tapi pasti sistem ini ditinggalkan karena dianggap gagal mewujudkan kesejahteraan rakyat.

Berikut adalah daftar negara yang menganut sistem ekonomi komando :

  • Rusia : Sejak dipimpin Vladimir Lenin, Rusia mengadopsi ideologi komunis dan menerapkan sistem ekonomi komando. Rusia adalah negara pertama yang menerapkan sistem ini. Komite Perencanaan Negara Soviet, atau “Gosplan,” telah menjadi entitas ekonomi komando yang paling banyak dipelajari. Uni Soviet juga merupakan negara penganut sistem ekonomi komando terlama, antara tahun 1930-an hingga akhir 1980-an. Saat ini, Rusia mulai bergerak ke arah ekonomi pasar yang lebih terbuka.
  • China : paska perang Dunia II, Mao Zedong memimpin China dengan menerapkan komunisme. Dia membangun China menggunakan sistem ekonomi yang terencana secara ketat oleh kebijakan pusat. Namun, saat ini China mulai menerapkan sistem ekonomi berbasis pasar. Meski begitu, pemerintah pusat masih mengontrol perekonomian secara garis besar melalui rencana lima tahun untuk mewujudkan tujuan dan sasaran ekonomi.
  • Kuba : sejak dipimpin Fidel Castro, Kuba menerapkan komunisme dan ekonomi terencana. Namun, di negara ini pasar gelap sangat lumrah karena sebenarnya diketahui bahkan semacam direstui pemerintah.
  • Korea Utara : Tidak diragukan lagi, saat ini Korea Utara adalah negara paling tertutup di dunia. Ini berawal paska berakhirnya perang Korea. Presiden pertamanya, Kim Il-sung membangun negara dengan sistem ekonomi terpusat. Namun nampaknya sistem ini mengalami kegagalan karena menciptakan kekurangan makanan, kekurangan gizi dan kelaparan. Dibandingkan dengan Korea Selatan, negara ini jauh tertinggal di bidang ekonomi.
  • Belarusia : negara bekas satelit Uni Soviet ini masih menerapkan ekonomi komando. Saat ini, 75 % saham perbankan di sana dimiliki oleh negara. Bahkan 80 persen dari keseluruhan perekonomian di negara itu dikuasai negara.
Baca Juga :  19 Kelebihan dan Kekurangan Sistem Ekonomi Tradisional

Demikian artikel mengenai karakteristik atau ciri-ciri sistem ekonomi komando. Semoga bermanfaat.