6 Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Kapitalis Yang Paling Penting

ciri-ciri sistem ekonomi kapitalis
Ciri-ciri sistem ekonomi kapitalis yang paling pokok adalah kepemilikan milik privat/swasta atas alat-alat produksi dan distribusi yang pemanfaatannya untuk mencapai laba dalam kondisi yang sangat kompetitif.

Ciri-ciri Sistem Ekonomi Kapitalis– Ekonomi kapitalis adalah jenis sistem ekonomi di mana faktor-faktor produksi dimiliki oleh privat/swasta. Keputusan tentang alokasi sumber daya tersebut diputuskan oleh swasata tanpa intervensi pemerintah. Dalam artikel ini, kita akan membahas bagaimana sebuah sistem ekonomi dikatakan kapitalis, apa ciri-ciri sistem ekonomi kapitalis.

Tidak ada negara yang menganut sistem ekonomi kapitalis sepenuhnya. Amerika Serikat yang dikatakan sebagai biangnya kapitalis, juga tidak benar-benar menerapkan sistem ekonomi ini secara murni. Pemerintah Amerika dalam banyak hal masih melakukan intervensi terhadap perekonomian. Namun, ekonomi Amerika Serikat memiliki lebih banyak ciri-ciri sistem ekonomi kapitalis daripada ekonomi komando.

Pengertian Sistem Ekonomi Kapitalis

Terdapat berbagai macam sistem ekonomi, yang penerapannya tergantung ideologi yang dianut suatu negara. Salah satu jenis sistem ekonomi adalah sistem ekonomi kapitalis. Ciri-ciri sistem ekonomi kapitalis yang paling utama adalah kepemilikan privat terhadap faktor-faktor produksi dan distribusi yang pemanfaatannya untuk mencapai laba dalam kondisi yang sangat kompetitif.

Dalam sistem ekonomi kapitalis, terdapat kebebasan yang besar bagi pelaku-pelaku ekonomi untuk melakukan kegiatan yang terbaik bagi kepentingan individual atas sumber daya ekonomi atau faktor-faktor produksi.

Sistem ekonomi kapitalis mendorong adanya kompetisi antar individu dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Termasuk persaingan antar badan usaha untuk memperoleh keuntungan sebesar-besarnya. Dalam sistem ekonomi kapitalis setiap orang menerima imbalan berdasarkan prestasi kerjanya.

Karena sistem ekonomi kapitalis sangat menjunjung tinggi kebebasan individu, campur tangan pemerintah sangat minim. Pemerintah hanya berfungsi sebagai pengamat dan pelindung dalam perekonomian.

Pengertian sistem ekonomi kapitalis di atas, sangat sesuai dengan pemikiran pelopor mazab ekonomi klasik, yaitu, Adam Smith melalui bukunya yang terbit pada tahun 1776 dengan judul An Inquiry the nature and Cause of the wealth of nation. Menurut Adam Smith, setiap orang harus diberi kebebasan untuk bekerja dan berusaha dalam persaingan sempurna dengan meniadakan sama sekali intervensi pemerintah.

Pemikiran ahli-ahli ekonomi klasik yang dipelopori oleh Adam Smith adalah dasar sistem ekonomi kapitalis. Menurut para tokoh-tokoh ekonomi klasik, segala kegiatan ekonomi yang dilaksanakan secara bebas akan memberikan lebih banyak manfaat bagi masyarakat daripada kalau perekonomian diatur oleh pemerintah.

Baca Juga :  10 Contoh Negara Yang Menganut Sistem Ekonomi Pasar/Liberal

Ciri-ciri Sistem Ekonomi Kapitalis

Salah satu ciri-ciri sistem ekonomi kapitalis yang paling penting adalah peran pemerintah yang terbatas. Sebagian besar keputusan ekonomi dibuat oleh interaksi pembeli dan penjual, bukan pemerintah. Ekonomi kapitalis yang kompetitif mendorong penggunaan sumber dayanya secara efisien. Perekonomian mengatur diri sendiri dan menyesuaikan diri dengan situasi stok dan permintaan. Tidak ada peran ekonomi yang signifikan diperlukan dari pemerintah. Namun, sejumlah kekurangan yang dimiliki sistem ekonomi kapitalis memberikan ruang peran ekonomi yang aktif, tetapi tetap terbatas bagi pemerintah. Kondisi ini disebut sistem ekonomi campuran.

Dalam ekonomi kapitalis, hampir semua faktor ekonomi dimiliki oleh individu dan perusahaan swasta – bukan oleh pemerintah. Sumber daya alam dan modal seperti peralatan dan bangunan bukan milik pemerintah. Barang dan jasa yang dihasilkan dalam perekonomian adalah milik pribadi. Kepemilikan pribadi ini, dikombinasikan dengan kebebasan untuk menegosiasikan kontrak yang mengikat secara hukum, memungkinkan orang untuk mendapatkan dan menggunakan sumber daya sesuai yang mereka inginkan.

Dari penjelasan di atas, berikut adalah beberapa ciri-ciri sistem ekonomi kapitalis yang membedakannya dengan macam-macam sistem ekonomi yang lain :

Kepemilikan privat

Kepemilikan dalam kapitalisme terkait pada dua hal. Pertama, pemilik mengendalikan faktor-faktor produksi. Kedua, mereka memperoleh penghasilan dari kepemilikan mereka. Hal itu memberi mereka kemampuan untuk mengoperasikan perusahaan mereka secara efisien. Hal itu juga memberi mereka insentif untuk memaksimalkan laba. Adanya insentif ini adalah sebab mengapa banyak pengusung kapitalisme mengatakan “Keserakahan itu baik.”

Di dalam perusahaan, pemegang saham adalah pemiliknya. Tingkat kendali mereka tergantung pada seberapa banyak saham yang mereka miliki. Para pemegang saham memilih dewan direksi. Mereka mempekerjakan kepala eksekutif untuk mengelola perusahaan mereka.

Pasar Bebas

Kapitalisme membutuhkan sistem ekonomi pasar bebas/liberal untuk bekerja dengan baik. Dalam pasar bebas mekanisme pasar barang dan jasa sesuai dengan hukum penawaran dan permintaan. Dalam hukum permintaan, ketika permintaan naik untuk produk tertentu, maka harga akan naik. Ketika para pesaing menyadari bahwa mereka dapat menghasilkan laba yang lebih tinggi, mereka meningkatkan produksi. Hal ini akan meningkatkan pasokan. Pasokan yang lebih besar akan menurunkan harga ke tingkat keseimbangan lagi.

Baca Juga :  19 Kelebihan dan Kekurangan Sistem Ekonomi Tradisional

Para produsen barang bersaing satu sama lain untuk mendapatkan keuntungan tertinggi. Mereka menjual barang-barang mereka dengan harga setinggi mungkin sambil menjaga biaya serendah mungkin. Persaingan menjaga harga tetap moderat dan efisien dalam produksi.

Selain pada barang dan jasa, sistem pasar bebas juga berlaku di pasar modal. Hal itu berarti hukum penawaran dan permintaan mengontrol harga yang wajar untuk saham, obligasi, derivatif, mata uang, dan komoditas. Pasar modal memungkinkan perusahaan untuk mengumpulkan dana untuk berkembang. Perusahaan mendistribusikan keuntungan di antara pemilik, yaitu, para investor, pemegang saham, dan pemilik swasta.

Tanpa Campur Tangan Pemerintah

Dalam sistem ekonomi kapitalis, berlaku teori ekonomi Laissez-faire yang mengatakan bahwa pemerintah harus mengambil pendekatan “lepas tangan” terhadap perekonomian. Pemerintah hanya berfungsi sebagai wasit dalam pertarungan para pelaku ekonomi. Peran pemerintah adalah melindungi pasar bebas. Pemerintah harus mencegah keuntungan yang tidak adil yang diperoleh melalui monopoli atau oligarki. Pemerintah juga harus mencegah manipulasi informasi, memastikan setiap pelaku ekonomi mendapatkan informasi sebebas-bebasnya.

Motif keuntungan pribadi.

Memproduksi barang untuk dijual dan menghasilkan keuntungan merupakan salah satu ciri sistem ekonomi kapitalis. Semua produsen berusaha menjual produknya kepada penawar tertinggi, sementara konsumen berupaya membeli dengan harga terendah. Sistem tawar menawar antara para pihak akan menghasilkan harga barang dan jasa yang benar-benar mencerminkan nilai pasar mereka. Hal ini akan memberikan gambaran yang akurat tentang penawaran dan permintaan pada saat tertentu.

Kompetisi.

Adanya persaingan antar produsen membuat harga tetap terkendali. Kompetisi juga memastikan bahwa masyarakat memproduksi barang dan jasa dengan sangat efisien. Begitu permintaan meningkat untuk barang tertentu, harga naik sesuai hukum permintaan. Ketika barang tersebut menjadi tren maka pesaing pun memproduksinya juga, sehingga pasokan meningkat. Hal ini pada akhirnya akan menurunkan harga kembali ke keseimbangan pasar. Tekanan kompetitif ini juga berlaku untuk pekerja dan majikan. Pekerja saling bersaing satu sama lain untuk mendapatkan pekerjaan dengan bayaran tertinggi. Sementara majikan berusaha mendapatkan pekerja dengan upah murah. Persaingan antar pekerja dan ketersediaan lapangan kerja akan menentukan nilai upah yang sesuai.

Baca Juga :  20 Kelebihan Dan Kekurangan Sistem Ekonomi Kapitalis

Sistem Pasar dan Pembentukan Harga.

Ekonomi pasar bergantung pada pasar yang efisien untuk menjual barang dan jasa. Perubahan harga adalah cerminan murni dari hukum penawaran dan permintaan.

Contoh-contoh Ekonomi Kapitalis

Berikut ini adalah contoh umum penerapan ekonomi kapitalis :

Harga

Harga dalam ekonomi pasar ditentukan oleh interaksi antara penawaran dan permintaan. Contoh, penawaran terhadap produk tertentu sangat tinggi, maka harganya akan mencapai tingkat tertinggi pula. Sangat kontras dengan sistem ekonomi terencana dimana harga dapat ditetapkan oleh pemerintah.

Kredit

Kredit Bank didasarkan pada penawaran, permintaan dan persaingan antar Bank. Secara umum, Bank memberikan kredit sesuai dengan rasio keuntungan dan perkiraan risiko.

Investasi

Keputusan melakukan investasi sepenuhnya berada di tangan individu dengan motif keuntungan.

Produksi

Keputusan produksi dibuat oleh produsen dengan motif mengoptimalkan keuntungan dengan memenuhi segala permintaan pelanggan. Hal ini menghasilkan sedikit surplus (kelebihan srok) atau sebaliknay juga mencegah kekurangan stok dibandingkan dengan sistem ekonomi komando yang mana pemerintah pusat yang menentukan apa yang pelanggan butuhkan.

Distribusi

Seperti halnya produksi, keputusan distribusi dalam sistem ekonomi liberal berada di tangan produsen. Contoh, maskapai penerbangan yang memilih rute berdasarkan permintaan dan persaingan.

Pemerintah

Pemerintah dalam sistem ekonomi pasar berfokus untuk menjaga persaingan ekonomi berada pada rel-nya. Terkadang, fasilitas publik pun diserahkan ke pihak swasta. Contoh, munculnya rumah sakit swasta dan institusi pendidikan yang motifnya murni keuntungan daripada motif sosial.

Persaingan yang Sehat

Sistem ekonomi pasar membutuhkan undang-undang, peraturan dan penegakan hukum untuk menjaga persaingan tetap berjalan sehat. Contoh, sebuah perusahaan besar yang mendominasi industri dapat menggunakan strategi monopoli untuk menguasai pasar. Dengan adanya aturan yang ditegakkan dengan kuat maka hal ini tidak akan terjadi.

Perlindungan Konsumen

Selain sebagai regulator, keterlibatan pemerintah dalam sistem ekonomi pasar adalah dalam hal perlindungan konsumen. Contoh, perlindungan konsumen dari usaha perusahaan menjual produk yang berbahaya.

Demikian artikel singkat mengenail ciri-ciri sistem ekonomi kapitalis beserta contoh penerapnnya. Semoga bermanfaat.