5 Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Campuran serta Kelebihan dan Kekurangannya

ciri-ciri sistem ekonomi campuran
Ciri-ciri sistem ekonomi campuran adalah adanya kolaborasi pemerintah dan swasta dalam perekonomian, adanya kepemilikan swasta dalam institusi ekonomi, pemerintah terlibat langsung dalam aktivitas ekonomi melalui BUMN, pemerintah bisa melakukan intervensi pasar, adanya perencanaan pembangunan yang terpusat, dan adanya persaingan melalui mekanisme pasar

Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Campuran – Ekonomi campuran adalah sistem yang mengkombinasikan kapitalisme dan sosialisme. Sistem ini mencoba mengambil semua kelebihan dari masing-masing sistem ekonomi ini, sambil berusaha meminimalisir kelemahannya.

Dalam sistem ekonomi campuran, baik sektor swasta dan peran negara berjalan bersama. Di satu sisi pemerintah membiarkan perekonomian berjalan digerakkan oleh mekanisme pasar melalui hukum penawaran dan penerimaan, namun di sisi lain pemerintah juga memegang peranan penting dalam perekonomian. Pemerintah tidak berfungsi sebagai regulator semata, tetapi terjun langsung dalam aktivtas ekonomi, melalui kepemilikan pada badan usaha milik negara yang menyangkut kepentingan publik dan penting bagi tujuan nasional.

Pengertian Sistem Ekonomi Campuran

Sistem ekonomi campuran adalah sistem yang menggabungkan aspek-aspek kapitalisme dan sosialisme. Di satu sisi, sistem ekonomi campuran mengakui kepemilikan pribadi/swasta dan memungkinkan tingkat kebebasan ekonomi dalam penggunaan modal, tetapi di sisi lain, intervensi pemerintah juga terjadi dalam kegiatan ekonomi untuk mencapai tujuan sosial. (Baca juga Macam-macam sistem ekonomi beserta ciri-ciri dan karakteristiknya).

Istilah ekonomi campuran muncul dalam perdebatan politik di Inggris pasca perang dunia 2. Tokoh-tokoh pendukung diterapkannya sistem ekonomi campuran pada umumnya terkait dengan Partai Buruh Inggris.

Tujuan sistem ekonomi campuran adalah mengambil kelebihan-kelebihan dari ekonomi pasar dan ekonomi terpusat/komando sambil meminimalisir kekurangan-kekurangannya. Dengan peran negara pada kondisi-kondisi dan sektor-sektor tertentu maka perekonomian tidak akan lepas kendali yang justru mengorbankan pihak yang lemah secara kapasitas ekonomi.

Ciri-ciri Sistem Ekonomi Campuran

Berikut adalah beberapa ciri-ciri sistem ekonomi campuran yang membedakannya dengan sistem yang lain :

  • Ada kolaborasi antara pemerintah dan swasta dalam menggerakkan roda perekonomian.
  • kepemilikan swasta diakui namun pemerintah juga memiliki kepemilikan pada sektor-sektor ekonomi yang penting bagi tujuan nasional.
  • Pada keadaan tertentu, pemerintah bisa melakukan intervensi pasar. Contoh : operasi pasar untuk mengendalikan harga komoditas penting.
  • Pemerintah memiliki perencanaan berjenjang, undang-undang, dan kebijakan-kebijakan ekonomi untuk mengatur perekonomian.
  • Kompetisi antar perusahaan berdasarkan hukum penawaran dan permintaan (mekanisme pasar). Bahkan, perusahaan milik negara pun harus ikut bersaing secara wajar. Namun, untuk kasus-kasus tertentu yang menyangkut tujuan pembangunan nasional, pemerintah bisa melakukan intervensi bahkan monopoli. Contoh : monopoli penjualan bahan bakar dan penetapan harga secara terpusat.
Baca Juga :  15 Kelebihan dan Kekurangan Sistem Ekonomi Campuran

Kelebihan dan kekurangan Sistem Ekonomi Campuran

Tidak ada sistem ekonomi yang sempurna, begitu pula ekonomi campuran pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Berikut adalah kelebihan dan kekurangan sistem ekonomi campuran :

Kelebihan Sistem Ekonomi Campuran

Kelebihan sistem ekonomi campuran adalah sebagai berikut :

  • Barang dan jasa didistribusikan tersedia dengan berbagai pilihan (karena tidak diatur negara), sementara harga diatur oleh hukum penawaran dan permintaan sehingga selalu berada dalam keseimbangan pasar.
  • Karena kontrol pemerintah tidak begitu besar, persaingan tetap ada sehingga efisiensi industri akan terjadi.
  • Persaingan juga meningkatkan inovasi yang dilakukan produsen untuk menjaga produk mereka di pasar tetap bisa diterima pasar dari waktu ke waktu.
  • Kepemilikan swasta diakui negara. Swasta memiliki hak ekonomi dari aset yang dimilikinya.
  • Harga tidak bergejolak terlalu lama, karena jika itu terjadi pemerintah dapat melakukan intervensi pasar.
  • Perusahaan swasta tidak bisa menguasai sektor-sektor ekonomi yang menyangkut hajat hidup banyak orang.
  • Intervensi negara pada sektor ekonomi yang penting membuat kondisi perekonomian negara yang menganut sistem ekonomi campuran cenderung stabil.

Kekurangan Sistem Ekonomi Campuran

Kekurangan sistem ekonomi campuran adalah seperti dijelaskan di bawah :

  • Pemerintah bertanggungjawab pada pembangunan sektor-sektor publik. Hal ini membuat anggaran pemerintah untuk hal ini sangat besar sehingga membebani keuangan negara. Sementara peran swasta minim karena tidak banyak memberi keuntungan.
  • Sektor-sektor yang dikuasai negara biasanya perkembangannya lebih lambat dibandingkan sektor yang dikuasai swasta. Hal ini terjadi karena peran pemerintah dalam perekonomian selalu disertai muatan politik, misalnya menempatkan orang dekat sebagai pemimpin perusahaan negara. Akibatnya perusahaan menjadi sarang koruptor, tidak efisien dan merugi terus menerus.
  • Keuntungan swasta berkurang karena ada pengeluaran tambahan misalnya CSR, kewajiban rehabilitasi lingkungan, pajak yang besar, dan lain-lain.
  • Faktor-faktor produksi yang dikuasai negara sulit didefinisikan.
Baca Juga :  Sistem Ekonomi Komunis : Pengertian, Ciri-ciri, Kelebihan dan Kekurangan

Amerika serikat bisa dijadikan contoh bagaimana sistem skonomi campuran diterapkan. Perekonomian Amerika serikat memiliki karakteristik atau ciri-ciri sistem ekonomi campuran. Negara ini sering mempromosikan ekonomi pasar, dan memang di negaranya prinsip-prinsip ekonomi pasar diterapkan. Contoh : Kepemilikan swasta dilindungi oleh hukum, setiap orang bebas untuk hidup, bekerja, memproduksi, membeli, dan menjual apa pun yang mereka inginkan (asalkan legal.), harga-harga diatur oleh hukum penawaran dan permintaan, konstitusi AS melindungi kebebasan pers yang memungkinkan setiap orang memiliki akses yang sama terhadap informasi.

Disamping memiliki aspek-aspek ekonomi liberal, Amerika serikat juga menerapkan sistem ekonomi komando dalam banyak hal. Contoh : Pemerintah federal USA memilki skala prioritas pembanguna tahunanan, penerapan sturktur pajak dan subsidi, belanja pemerintah mengikuti prioritas untuk mencapai tujuan nasional, pemerintah melakukan monopoli dalam industri nasional yang penting (NASA, sistem jalan raya antarnegara bagian, dan pertahanan), pemerintah federal sering melakukan kebijakan proteksionisme ekonomi (seperti melindungi produk-produk pertanian).