Ciprofloxacin Tablet, Sirup, Tetes Mata (Informasi Lengkap)

Ciprofloxacin adalah obat antibiotik yang termasuk turunan fluoroquinolone. Kegunaan Ciprofloxacin adalah untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang rentan. Antibiotik ini tersedia berupa Ciprofloxacin tablet, Ciprofloxacin sirup, Ciprofloxacin infus, dan Ciprofloxacin tetes mata.

Di Apotik, obat antibiotik ini tersedia baik berupa Ciprofloxacin generik atau Ciprofloxacin paten/branded (misalnya, Baquinor, dll). Harga Ciprofloxacin generik relatif terjangkau. Pilihan merk obat Ciprofloxacin paten juga sangat beragam.

Dalam artikel ini kita akan mengenal lebih jauh mengenai obat antibiotik ini. Ciprofloxacin obat apa, apa kegunaan, efek samping, formulasi sediaan, dan merk-merk obat yang mengandung Ciprofloxacin.

Ringkasan

Berikut tabel yang memuat informasi Ciprofloxacin secara singkat :

Informasi ObatCiprofloxacin
GolonganDengan resep
IndikasiMengobati infeksi bakteri
Dosislihat bagian dosis
Aturan PakaiDengan atau tanpa makanan; Jangan menggunakan antacid, suplemen zat besi (Fe), atau produk susu.
KontraindikasiHipersensitif; Ibu hamil; Ibu menyusui; Epilepsi; Penderita tendon pecah
Sediaantablet 250 mg, tablet 500 mg, sirup; Infus 200 mg/100 mL; tetes Mata 3 mg/mL
Merk yang tersediaAlcon Cilox, Bactiprox, Baquinor, Baquinor Forte, Bernoflox, Bimaflox 500, Bufacipro, Cetafloxo, Ciflos, Cifloxan, Ciprec 500, Ciprobay, Ciprobiotic, Ciprolex, Cipromax, Ciproxin, Ciproxin 500 Bulk, Ciproxin XR, Civell, Coroflox, Corsacin, Cylowam, Cyrox 500, Duflomex, Etacin, Fimoflox, Floksid, Floxbio 500, Floxifar, Floxigra, Girablok, Glojaya, Hexiquin, Hufaflox, Infuxacin, Interflox, Isotic – Renator, Jayacin, Kifarox, Licoprox, Meflosin, Mensipox, Miraflox, Nilaflox, Novaflox 500, Phaproxin, Poncoflox, Proxcip, Proxitor, Qinox, Quamiprox Forte, Quapro, Quidex, Quincin, Quinobiotic IV, Ramavex, Renator, Rindoflox, Samquinor, Sarf, Scanax, Siflox, Simflox, Spesidal, Starquin, Taprocin, Tequinol, Vidintal, Vioquin, Volinol, Wiaflox, Ximex Cylowam, Zeniflox, Zumaflox

Ciprofloxacin Obat Apa?

Ciprofloxacin adalah anti-infeksi golongan fluoroquinolone generasi ke 2. Antibiotik ini mempunyai spektrum luas, aktif terhadap bakteri gram negatif maupun gram positif. Umumnya digunakan dalam bentuk garamnya, yaitu Ciprofloxacin HCl.

Kegunaan sediaan parenteral (infus) dan sediaan oral, yaitu Ciprofloxacin tablet dan Ciprofloxacin sirup adalah untuk mengobati infeksi saluran kemih (ISK), infeksi saluran pernafasan, infeksi kulit dan jaringan lunak, infeksi tulang dan sendi, infeksi saluran pencernaan, atau infeksi organ genital. Kegunaan sediaan Ciprofloxacin tetes mata adalah untuk mengobati infeksi pada mata yang disebabkan oleh bakteri, seperti tukak kornea dan konjungtivitis.

Mekanisme aksi

Mekanisme obat antibiotik ini adalah dengan cara menghambat sintesis DNA pada organisme yang rentan melalui penghambatan DNA gyrase dan topoisomerase IV. DNA gyrase dan topoisomerase IV penting dalam replikasi DNA bakteri.

Absorpsi

Obat ini diserap dengan cepat dan baik dari saluran gastrointestinal. Ketersediaan hayati mencapai sekitar 70-80% (sediaan oral). Waktu untuk mencapai konsentrasi plasma puncak adalah sekitar 1-2 jam (sediaan oral).

Distribusi

Antibiotik ini didistribusikan secara luas dalam tubuh, penetrasi jaringan bagus. Mampu melintasi plasenta dan memasuki ASI. Obat ini terdeteksi dalam CSF (sekitar 10% tanpa adanya meningitis). Terdeteksi dalam empedu (konsentrasi tinggi). Pengikatan protein plasma sekitar 20-40%.

obat ciprofloxacin

Indikasi dan Kegunaan Ciprofloxacin

Sebelum menggunakan obat antibiotik ini, harus benar-benar sudah mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko Ciprofloxacin. Gunakan dosis efektif terendah untuk durasi terpendek yang konsisten dengan tujuan perawatan pasien.

Baca Juga :  Asam Mefenamat Obat Apa : Kegunaan, Dosis, Efek Samping

Berikut adalah beberapa daftar kegunaan Ciprofloxacin :

A. Ciprofloxacin Tablet, Ciprofloxacin sirup, dan infus

Antibiotik ini digunakan untuk mengobati infeksi saluran kemih (ISK) termasuk prostatitis; Infeksi gastrointestinal termasuk demam tifoid akibat Salmonella typhi; Infeksi saluran pernapasan kecuali pneumonia akibat Streptococcus; Infeksi kulit dan jaringan lunak, tulang dan sendi; Uretritis, servisitis gonorea.

B. Ciprofloxacin Tetes Mata

Sediaan tetes mata antibiotik ini digunakan untuk mengobati Corneal ulcer yang disebabkan oleh Pseudomonas aeruginosa, Serratia marcescens, Staph aureus, Strep epidermidis, Strep pneumoniae, Strep viridans. Dan konjungtivitis yang disebabkan oleh Staph aureus, Strep epidermidis, Strep pneumoniae.

Kontraindikasi

Obat antibiotik ini kontraindikasi pada pasien berikut ini :

  • Hipersensitif terhadap Ciprofloxacin atau antibiotik golongan kuinolon lainnya.
  • Ibu hamil, ibu menyusui, anak dan remaja sebelum akhir fase pertumbuhan.
  • Penderita epilepsi atau gangguan kejang lain.
  • Pasien dengan riwayat tendon pecah.
  • Penggunaan bersamaan dengan tizanidine.

Efek Samping Ciprofloxacin

Selain memberikan efek yang dibutuhkan, sebagian besar obat dapat menyebabkan beberapa efek samping yang tidak diinginkan. Meskipun tidak semua efek samping ini dapat terjadi, penggunaan obat tetap harus dilakukan secara hati-hati. Segera dapatkan perawatan medis yang sesuai jika efek samping yang parah terjadi.

Berikut adalah beberapa efek samping Ciprofloxacin yang telah dilaporkan :

  • Mual, muntah, diare, sakit perut, gangguan pencernaan.
  • Sakit kepala, pusing, kebingungan, susah tidur, gelisah.
  • Tremor, kantuk, mimpi buruk, halusinasi, reaksi psikotik, depresi, kejang-kejang, hipertensi intrakranial.
  • Paraesthesia, neuropati perifer.
  • Ruam, pruritus, fotosensitifitas.
  • Anafilaksis.
  • Kristaluria, peningkatan sementara kreatinin serum atau BUN.
  • Peningkatan nilai-nilai enzim hati, penyakit kuning, dan hepatitis.
  • Eosinofilia, leukopenia, trombositopenia.
  • Takikardia, hipotensi, edema, sinkop, hot flushes, dan berkeringat.
  • Kerusakan tendon.
  • Ketidaknyamanan telinga, sakit, atau pruritus.
  • Sediaan infus : Rasa sakit dan iritasi pada tempat inj.
  • Sediaan Ciprofloxacin tetes mata : rasa terbakar atau tidak nyaman pada mata, keratopati, pewarnaan kornea, endapan kornea atau infiltrat, fotofobia.
  • Efek samping yang berpotensi fatal : Reaksi hipersensitivitas, hepatotoksisitas berat, diare yang terkait dengan Clostridium difficile dan kolitis.

Peringatan

Waspadai hal-hal di bawah saat menggunakan obat antibiotik ini :

  • Sebelum meminum obat antibiotik ini, beri tahu dokter atau apoteker jika Anda memiliki riwayat hipersensitif terhadapnya; atau terhadap antibiotik kuinolon lain.
  • Sebelum menggunakan obat antibiotik ini, beri tahu dokter atau apoteker riwayat kesehatan Anda, terutama : epilepsi, riwayat gangguan sistem saraf pusat, defisiensi G6PD, perpanjangan interval QT, memiliki faktor risiko perpanjangan interval QT atau torsades de pointes (misalnya. Sindrom QT bawaan, ketidakseimbangan elektrolit yang tidak dikoreksi, penyakit jantung), penerima transplantasi ginjal, jantung atau paru, gangguan hati dan ginjal
  • Antibiotik ini dapat memperburuk gejala miastenia gravis.
  • Obat Ciprofloxacin bisa menyebabkan pusing, sakit kepala, dan kantuk. Alkohol bisa membuat memperparah efek samping ini. Jangan mengemudi, menggunakan mesin, atau melakukan apa pun yang membutuhkan kewaspadaan tinggi. Hindari minuman beralkohol.
  • Sediaan cair obat ini mungkin mengandung gula. Perhatian disarankan jika Anda menderita diabetes. Tanyakan kepada dokter atau apoteker Anda tentang menggunakan produk ini dengan aman.
  • Pasien lanjut usia, sedang menggunakan obat-obat golongan kortikosteroid, dan pasien dengan transplantasi ginjal, paru-paru, atau jantung, lebih rentan mengalami efek samping antibiotik ini, terutama tendonitis dan tendon pecah.
  • Antibiotik ini dapat memicu terjadinya kejang atau menurunkan ambang kejang, dan dapat menyebabkan efek samping terhadap sistem saraf pusat lainnya.

Penggunaan Ciprofloxacin Untuk ibu hamil atau ibu menyusui

Ciprofloxacin amankah untuk ibu hamil? FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) menempatkan Ciprofloxacin dalam kategori C, penjelasannya adalah sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.

Menurut website FDA tentang penggunaan Ciprofloxacin untuk ibu hamil atau ibu menyusui : Ciprofloxacin telah disetujui untuk digunakan sebagai profilaksis paska paparan inhalasi antraks. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika serikat (CDC), Ciprofloxacin 500 mg, oral, 2 x sehari selama 60 hari adalah antibiotik pilihan untuk terapi profilaksis awal untuk wanita hamil tanpa gejala yang terpajan Bacillus anthracis. Jika strain B. anthracis spesifik telah terbukti sensitif terhadap penicillin, terapi profilaksis dengan Amoxicillin 500 mg, oral, 3 x sehari selama 60 hari dapat dipertimbangkan. Pedoman CDC untuk pengobatan infeksi antraks pada wanita hamil merekomendasikan ciprofloxacin atau doxycyline dengan satu atau dua antibiotik lain yang ditambahkan untuk inhalasi antraks inhalasi atau sistemik.

Baca Juga :  Miconazole Obat Apa : Kegunaan, Dosis, Efek Samping

Sementara ini, tidak ada penelitian terkontrol penggunaan ciprofloxacin untuk ibu hamil untuk menyimpulkan keamanannya. Tinjauan ahli terhadap data yang dipublikasikan tentang pengalaman penggunaan Ciprofloxacin untuk ibu hamil oleh TERIS (the Teratogen Information System) menyimpulkan bahwa dosis terapi selama kehamilan tidak mungkin menimbulkan teratogenik substansial. Namun, tidak ada data penggunaan pada manusia yang tersedia untuk menilai efek terapi jangka panjang pada ibu hamil seperti yang diusulkan untuk pengobatan paparan antraks.

Ciprofloxacin diekskresikan ke dalam ASI tetapi dianggap “biasanya sesuai dengan menyusui” oleh American Academy of Pediatrics.

Interaksi

Interaksi dengan obat lain dapat mengubah cara kerja obat atau meningkatkan risiko terjadinya efek samping yang serius. Beritahu dokter dan apoteker tentang obat apa saja yang sedang Anda konsumsi. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat apa pun tanpa persetujuan dokter Anda.

Berikut interaksi obat yang mungkin terjadi :

  • Dapat meningkatkan konsentrasi plasma substrat CYP1A2 (misalnya. Clozapine, ropinirole, theophilin).
  • Meningkatkan efek antikoagulan oral (misalnya. Warfarin) dan obat diabetes glibenclamide.
  • Menyebabkan peningkatan toksisitas methotrexate.
  • Konsentrasi plasma obat ini dapat ditingkatkan oleh probenecid.
  • Terjadi penurunan penyerapan dengan multivitamin oral dan suplemen mineral yang mengandung kation divalen atau trivalen (misalnya. Fe, Zn, Ca) dan antasida yang mengandung Al, Ca atau Mg.
  • Penggunaan bersamaan dengan antiaritmia IA kelas (misalnya. Quinidine, procainamide), antiaritmia kelas III (misalnya. Amiodarone, sotalol), TCA, makrolida, dan antipsikotik dapat mengakibatkan efek aditif pada perpanjangan interval QT.
  • Penggunaan bersamaan dengan kortikosteroid dapat meningkatkan risiko gangguan tendon berat.
  • Meningkatnya risiko stimulasi sistem saraf pusat dengan NSAID.
  • Mengganggu konsentrasi serum phenytoin.
  • Interaksi yang berpotensi fatal : menyebabkan peningkatan kadar plasma tizanidine yang dikaitkan dengan efek hipotensi dan sedatif.

Dosis Ciprofloxacin

Berikut adalah dosis Ciprofloxacin yang lazim digunakan untuk masing-masing sediaan :

A. Sediaan Oral (Tablet dan sirup)

Di bawah ini adalah aturan dosis yang lazim digunakan untuk sediaan oral (tablet atau sirup).

Infeksi saluran pernapasan bagian bawah; Infeksi saluran pernafasan bagian atas; Infeksi kulit dan jaringan lunak

  • Dewasa : 500-750 mg 2 x sehari selama 7-14 hari.

Otitis eksternal ganas

  • Dewasa : 750 mg 2 x sehari selama 28 hari sampai 3 bulan.

Sistitis tanpa komplikasi

  • Dewasa : 250-500 mg 2 x sehari selama 3 hari.
  • wanita pra-menopause : 500 mg sebagai dosis tunggal.
  • Komplikasi : 500 mg 2 x sehari selama 7 hari.

Pyelonephritis tanpa komplikasi

  • Dewasa : 500 mg 2 x sehari selama 7 hari.
  • Komplikasi : 500-750 mg 2 x sehari minimal 10 hari; bisa dilanjutkan > 21 hari.
  • Dosis anak usia ≥1 tahun : 10-20 mg / kg berat badan untuk 10-21 hari. Max : 750 mg / dosis.

Prostatitis

  • Dewasa : 500-750 mg 2 x sehari untuk 2-4 minggu (akut) atau 4-6 minggu (kronis).

Uretritis gonococcal; Cervicitis

  • Dewasa : 500 mg sebagai dosis tunggal.

Penyakit radang panggul

  • Dewasa : 500-750 mg 2 x sehari minimal 14 hari.
Baca Juga :  Acetazolamide Obat Apa? Dosis, Kegunaan, Efek Samping

Pengobatan dan profilaksis postexposure anthrax

  • Dewasa : 500 mg 2 x sehari selama 60 hari.
  • Dosis anak : 10-15 mg / kg berat badan selama 60 hari setelah konfirmasi paparan Bacillus anthracis. Max : 500 mg / dosis.

Infeksi tulang dan sendi

  • Dewasa : 500-750 mg 2 x sehari sampai max 3 bulan.

Diare

  • Dewasa : 500 mg 2 x sehari selama 1-5 hari tergantung pada tingkat keparahan dan sifat infeksi.

Demam tifoid / tifus

  • Dewasa : 500 mg 2 x sehari selama 7 hari.

Infeksi intra abdomen

  • Dewasa : 500-750 mg selama 5-14 hari.

B. Sediaan Parenteral

Di bawah ini adalah aturan dosis yang biasa digunakan untuk sediaan infus.

Infeksi saluran pernapasan bawah, infeksi kulit dan jaringan lunak

  • Dewasa : 400 mg 2 x sehari atau 3 x sehari selama 7-14 hari diinfuskan dalam 60 menit.

Prostatitis

  • Dewasa : 400 mg 2 x sehari selama 28 hari diinfuskan dalam 60 menit.

Infeksi saluran kemih dengan komplikasi

  • Dewasa : 2 x sehari 200-400 mg selama 7-14 hari diinfuskan dalam 60 menit.

Pengobatan dan profilaksis pasca paparan antraks

  • Dewasa : 400 mg 2 x sehari selama 60 hari diinfuskan dalam 60 menit.
  • Anak : 10 mg / kg 2 x sehari selama 60 hari diinfuskan dalam 60 menit. Maksimal : 400 mg 2 x sehari.

Infeksi tulang dan sendi

  • Dewasa : 400 mg 2 x sehari atau 3 x sehari selama 4-12 minggu diinfuskan dalam 60 menit.

C. Sediaan Ciprofloxacin Tetes Mata

Di bawah ini adalah aturan dosis yang lazim digunakan untuk sediaan tetes mata.

Ulkus kornea karena infeksi bakteri

  • Dewasa : Sebagai larutan 0,3% : Hari 1 : 2 tetes setiap 15 menit selama 6 jam pertama, lalu 2 tetes setiap 30 menit sesudahnya. Hari 2 : 2 tetes setiap jam. Hari 3-14 : 2 tetes setiap 4 jam. Durasi maksimum : 21 hari.
  • Anak usia > 1 tahun : Sama dengan dosis orang dewasa.

Infeksi mata superfisial

  • Dewasa : Sebagai larutan 0,3% : 1 atau 2 tetes 4 x sehari. Infeksi berat : 1 atau 2 tetes setiap 2 jam saat bangun tidur selama 2 hari pertama. Durasi maksimum : 21 hari. Sebagai salep : 1,27 cm 3 x sehari selama 2 hari, lalu 2 x sehari untuk 5 hari berikutnya.
  • Anak usia > 1 tahun : Sama dengan dosis orang dewasa.

Konjungtivitis

  • 1-2 tetes setiap 2 jam selama 2 hari dan 1-2 tetes setiap 4 jam selama 5 hari berikutnya.

Cara menggunakan Ciprofloxacin

  • Baca Panduan Pengobatan yang disediakan oleh apoteker Anda sebelum Anda mulai menggunakan obat antibiotik ini. Jika Anda memiliki pertanyaan, tanyakan kepada dokter atau apoteker Anda.
  • Dosis didasarkan pada kondisi medis Anda dan respons terhadap pengobatan. Jangan menambah dosis atau minum obat ini lebih sering daripada yang diarahkan.
  • Jika Anda menggunakan bentuk cair dari obat ini, kocok botol dengan lembut sebelum menggunakannya. Hati-hati mengukur dosis menggunakan alat pengukur khusus / sendok. Jangan menggunakan sendok rumah tangga karena Anda mungkin tidak mendapatkan dosis yang tepat.
  • Obat ini dapat diminum dengan atau tanpa makanan. sebaiknya diminum setelah makan untuk meminimalkan ketidaknyamanan saluran pencernaan.
  • Jangan menggunakan antacid, suplemen zat besi (Fe), atau produk susu.
  • Bentuk kapsul obat ini bisa mengandung jumlah obat yang berbeda dari tablet dan bentuk larutan. Jangan beralih antara kapsul dan bentuk lainnya tanpa izin dan arahan dokter Anda.
  • Antibiotik ini bukan untuk mengobati penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus, misalnya influenza.
  • Gunakan obat ini secara teratur untuk mendapatkan manfaat maksimal. Ingat untuk menggunakannya pada waktu yang sama setiap hari.
  • Jangan menghentikan penggunaan antibiotik sebelum dosis dan durasi yang dianjurkan dokter selesai. penghentian pengobatan sebelum waktunya berpotensi menyebabkan resistensi antibiotik.
  • Katakan kepada dokter jika kondisi Anda memburuk.

Artikel Pengetahuan Obat lainnya :

Ciprofloxacin adalah obat yang hanya didapatkan dengan resep dokter. Jangan menggunakan obat antibiotik ini melebihi dosis dan durasi yang telah diresepkan oleh dokter. Penggunaan yang berlebihan tidak akan meningkatkan manfaat obat ini namun justru akan meningkatkan efek sampingnya.