7 Cara mengatur Keuangan Rumah Tangga untuk Jangka Panjang

cara mengatur keuangan rumah tangga
Cara mengatur keuangan rumah tangga yang baik harus diikuti dengan komitmen untuk mewujudkannya

Cara mengatur Keuangan Rumah Tangga – Mengatur keuangan keluarga bukanlah sesuatu hal yang mudah. Terutama bagi pasangan muda yang baru saja menikah. Jika saat masih muda kita hanya perlu mengelola keuangan pribadi, maka setelah menikah, kita harus mulai memikirkan cara mengelola keuangan dalam rumah tangga. Dalam mengelola keuangan rumah tangga mutlak diperlukan komunikasi yang baik antara suami dan istri. Bahkan bisa dikatakan kunci sukses mengatur keuangan keluarga sangat terkait dengan komunikasi suami dan istri.

Keuangan rumah tangga yang baik tidak boleh “lebih besar pasak daripada tiang”. Oleh karena itu baik suami maupun istri harus sama-sama memiliki komitmen. Kita harus menyadari bahwa hidup yang tertib adalah yang terbaik, terutama masalah keuangan. Kita harus menemukan cara mengatur keuangan rumah tangga supaya selalu stabil dalam jangka panjang.  Hal ini sangat penting, karena kondisi keuangan akan mempengaruhi kualitas kehidupan keluarga secara keseluruhan. Jika kondisi keuangan memburuk, pemenuhan sejumlah kebutuhan keluarga akan terganggu.

Mengatur keuangan keluarga dengan baik harus mulai dilakukan sejak awal kita membina rumah tangga. Hal ini penting karena sewaktu-waktu masalah keuangan bisa saja melanda anda. (Baca juga Langkah Penting Untuk Memiliki Keuangan keluarga Sehat).

Secara umum kunci sukses mengatur keuangan keluarga hanya terdiri dari 2 hal saja, yaitu :

A. Merencanakan Target

Setiap pasangan harus mempunyai target. Target bisa dibagi menjadi target jangka pendek, target jangka menengah dan target jangka panjang. Target di sini adalah apa yang ingin dicapai pasangan dalam jangka waktu yang sudah ditentukan.

Target jangka pendek bagi pasangan keluarga baru misalnya memiliki tabungan bersama, dana persiapan kebutuhan mendesak (misalnya dana persalinan anak), atau membeli perlengkapan rumah tangga.

Target jangka menengah, umumnya target jangka menengah adalah target yang dicanangkan tercapai dalam waktu 5-10 tahun mendatang. Yang utama tentu saja memiliki rumah tinggal, kendaraan atau investasi lain. Target jangka panjang misalnya menyangkut persiapan biaya pendidikan anak ataupun dana pensiun.

Anda berdua harus memiliki komitmen untuk mewujudkan target-target yang sudah disusun. Di sinilah tahap awal anda berdua mulai belajar cara mengatur keuangan rumah tangga. Anda harus memprioritaskan upaya-upaya pemenuhan target, baru kemudian sisanya bisa digunakan untuk kebutuhan lainnya.

Baca Juga :  7 Cara Mengatur Gaji Agar Cukup Sampai Akhir Bulan

B. Mencatat Pemasukan dan Pengeluaran

Setelah memiliki target, hal selanjutnya yang lebih detil dalam mengelola keuangan dalam rumah tangga adalah merinci pemasukan dan pengeluaran bulanan keluarga. Banyak orang menganggap kegiatan ini sangat sepele bahkan membuang waktu. Namun sejatinya inilah kunci sukses mengatur keuangan keluarga. (Baca juga 7 Cara Mengatur Gaji Agar Cukup Sampai Akhir Bulan)

Dengan merinci secara detail pemasukan dan pengeluaran keluarga, anda bisa dengan mudah melakukan evaluasi pos-pos mana dari pengeluaran anda yang masuk kategori penting, tidak penting, atau sama sekali tidak penting sehingga bisa dihapus di bulan berikutnya. Dengan begini, anda akan lebih mudah memprioritaskan pengeluaran untuk merealisasikan target-target yang telah disusun sebelumnya.

Secara lebih mendetail berikut ini adalah 7 cara mengatur keuangan rumah tangga agar tetap stabil dan berjalan lancar untuk jangka panjang :

  1. Buat anggaran keuangan keluarga
  2. Punya target atau tujuan yang ingin dicapai
  3. Biasakan menabung secara teratur
  4. Usahakan memiliki dana investasi
  5. Kontrol uang belanja sesuai dengan anggaran
  6. Coret atau alihkan pos pengeluaran yang tidak terlalu penting
  7. Lakukan evaluasi keuangan secara berkala

7 Cara mengatur Keuangan Rumah Tangga

Anda harus menemukan cara mengatur keuangan rumah tangga yang simple dan efektif. Anda harus membuat sistem keuangan dalam rumah tangga. Anggap saja keluarga kecil Anda adalah sebuah perusahaan, bedanya tujuan Anda kalau tujuan perusahaan adalah profit, tujuan keuangan keluarga adalah surplus di tiap bulannya. Untuk lebih jelasnya Anda bisa simak 7 cara mengatur keuangan rumah tangga berikut ini :

1. Buat anggaran keuangan keluarga

Kondisi keuangan keluarga anda sangat tergantung komitmen anda untuk disiplin dalam mematuhi rambu-rambu yang sudah dibuat sebelumya. Rambu-rambu itu adalah anggaran keuangan keluarga. Anggaran keuangan keluarga yang disusun dengan baik akan membuat pengelolaan pemasukan dan pengeluaran keluarga lebih terarah.

Tidak perlu membuat anggaran keuangan keluarga yang ribet, cukup sederhana saja. Yang penting, anggaran keuangan yang anda susun itu seimbang dan masuk akal. Dalam anggaran tersebut, Anda harus mengalokasikan penghasilan dan mengelolanya untuk berbagai kebutuhan keluarga dalam satu bulan. Mulai dari kebutuhan pokok, bayar cicilan rumah, cicilan mobil, menabung atau investasi.

Dalam menyusun anggaran selalu prioritaskan kebutuhan yang lebih penting. Intinya anggaran keuangan keluarga anda haruslah tepat guna. Lalu, bagaimana menyusun anggaran keuangan keluarga yang tepat guna itu? Anda bisa mencoba formula 50/20/30 budget. Formula ini bisa dikatakan adalah salah satu cara yang efektif dalam menyusun anggaran keuangan.

Baca Juga :  7 Kunci Sukses Mengatur Keuangan Keluarga

Berikut adalah contoh implementasinya :

  • 50% pemasukan dialokasikan untuk mencukupi kebutuhan yang tidak bisa ditunda misalnya cicilan rumah, cicilan mobil atau pembayaran kredit lainnya. Jika anda sudah mempunyai rumah sendiri, pos yang masuk kategori ini misalnya biaya listrik, air dan lain-lain. Kebutuhan pokok seperti makan dan minum juga masuk di sini. Intinya 50% penghasilan anda dialokasikan untuk kebutuhan pokok sehari-hari.
  • 20% dialokasikan untuk tabungan dan investasi.
  • 30% untuk pemenuhan kebutuhan lain misalnya rekreasi, biaya pulsa smartphone, dan lain-lain. Ada baiknya jika anda juga menganggarkan dana darurat di kategori ini. Misalnya 10 persen dari keseluruhan anggaran anda masukan ke pos dana darurat.

2. Punya target atau tujuan yang ingin dicapai

Seperti dikatakan di atas, setiap pasangan keluarga harus memiliki target atau tujuan keuangan. Hal ini akan membantu Anda setidaknya menambah motivasi untuk lebih berkomitmen mematuhi anggaran keuangan yang telah disusun.

Mungkin anda mempunyai target untuk memiliki rumah tinggal dalam jangka 5 tahun atau anda mempunyai target mempersiapkan dana pendidikan anak, atau bahkan dana pensiun untuk anda berdua nanti.

Susunlah target sesuai dengan jangka waktu kapan anda ingin hal itu terwujud. Dan yang terpenting selalu berkomitmen untuk mewujudkannya. Target yang ingin dicapai haruslah memiliki dampak baik bagi kehidupan pada masa yang akan datang. Sehingga keluarga anda selalu memiliki kondisi keuangan yang stabil dalam jangka waktu yang lama.

3. Biasakan menabung secara teratur

Selalu sisihkan gaji untuk ditabung di awal sebelum anda menggunakannya untuk keperluan sehari-hari. Dengan begitu anda bisa menabung secara rutin setiap bulannya. Menabung secara rutin akan membuat Anda terbiasa akan tanggung jawab setiap bulannya. Hal ini juga berguna, untuk membantu anda menekan pengeluaran-pengeluaran yang tidak terlalu penting.

Jumlah yang anda sisihkan untuk menabung adalah 20%. Anda bisa membuat 2 rekening Bank. Yang satu untuk keperluan sehari-hari, satu lagi untuk menabung. Rekening Bank yang kedua tidak perlu dibuatkan kartu ATM. Jangan sampai awalnya uangnya ditabung, pertengahan bulan justru diambil lagi karena tidak tahan dengan kebutuhan shopping. Belajarlah disiplin!

4. Usahakan memiliki dana investasi

Selain menabung, Anda juga perlu memiliki investasi. Lakukan investasi secara teratur setiap bulan sebelum anda menggunakan uang untuk keperluan lainnya. Cara yang bisa anda lakukan misalnya membagi alokasi tabungan yang 20% itu menjadi 10% tabungan, 10% investasi.

Baca Juga :  Tips Membuat Perencanaan Keuangan Keluarga

Sebelum memutuskan untuk memilih satu instrumen investasi, anda harus melakukan pertimbangan yang seksama terutama aspek legal dan keamanannya. Ada begitu banyak pilihan instrumen investasi yang tersedia, anda bisa berkonsultasi misalnya dengan pihak Bank.

5. Kontrol uang belanja sesuai dengan anggaran yang sudah disusun

Di atas sudah dijelaskan bahwa sekitar 50% dari penghasilan Anda dianggarkan untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Dari 50% itu juga dibeda-bedakan ke dalam pos-pos pengeluaran tertentu, misalnya pengeluaran yang tidak bisa ditunda (cicilan/kredit) dan pengeluaran makan/minum keluarga.

Di atas juga telah dijelaskan bahwa hal yang paling pokok dalam mengelola keuangan rumah tangga adalah selalu mencatat pemasukan dan pengeluaran anda. Dari data-data tersebut kita bisa memilah-milah mana pengeluaran penting, mana yang kurang penting. Dengan demikian kita sudah memiliki cukup persiapan untuk bisa mengelola uang belanja dengan cerdas.

Bagaimana caranya mengelola uang belanja secara cerdas? Beberapa langkah di bawah ini dapat Anda lakukan untuk mengelola uang belanja dengan cerdas.

  • Mengerti dengan baik, apa saja sebenarnya yang menjadi kebutuhan pokok dan wajib bagi Anda.
  • Menggunakan fasilitas diskon, voucher, penawaran khusus, atau program lainnya yang bisa menghemat uang ketika belanja.
  • Melakukan kegiatan belanja secara terencana dengan menyusun daftarnya terlebih dahulu.

6. Coret atau alihkan pos pengeluaran yang tidak terlalu penting

Dari data-data yang telah anda catat sebelumnya, mungkin anda akan terkejut saat menemukan banyak sekali pos pengeluaran yang tidak diperlukan. Coretlah pos-pos ini maka anda telah melakukan penghematan yang signifikan. Ini adalah cara menghemat uang yang sangat efektif. Hasil dari penghematan-penghematan ini seyogyanya dialokasikan ke dalam pos tabungan atau investasi.

7. Lakukan evaluasi keuangan secara berkala

Hal penting lain agar keuangan keluarga terkontrol dengan baik adalah evaluasi. Lakukanlah setiap bulan. Evaluasi sangat penting untuk melihat sejauh mana pengelolaan keuangan keluarga kita sudah berjalan bulan sebelumnya.

Cara mengatur keuangan rumah tangga agar terus stabil untuk jangka panjang sebenarnya tidaklah terlalu rumit. Namun tidak ada tips mengatur keuangan yang 100% berhasil. Semuanya sangat tergantung niat dan komitmen diri sendiri. Mengatur keuangan rumah tangga dengan teknik rumit dan canggih kalau komitmennya tidak ada, sama saja bohong. Dengan kata lain kunci sukses mengatur keuangan keluarga adalah sistem yang dibuat atas kesepakatan bersama suami dan istri kemudian diikuti dengan komitmen untuk mewujudkannya.