Cara Membedakan Charger Asli Dan Palsu Tiap Merk Smartphone

cara membedakan charger asli dan palsu
Mengetahui perbedaan harga yang signifikan adalah salah satu cara membedakan charger asli dan palsu

Cara Membedakan Charger Asli Dan Palsu – Membedakan charger asli dengan yang palsu, gampang-gampang susah. Bila kita tidak jeli membedakan, bisa berakibat fatal. Jika diperhatikan secara sepintas, keduanya memang sangat mirip. Nah, supaya tak tertipu, ada baiknya Anda mengetahui bagaimana membedakan charger asli dengan yang palsu yang berbeda tiap-tiap merk Smartphone.

Pentingnya menggunakan produk original sangat terkait dengan risiko. Charger palsu yang tidak dibuat sesuai spesifikasi produk yang baik sering menimbulkan kerusakan pada HP Anda. Antara lain :

  • HP cepat panas, sehingga menyebabkan komponen yang ada di dalamnya menjadi cepat rusak.
  • Baterai lama penuh atau melambat
  • Kebakaran

Memang benar, barang palsu terkadang dibanderol dengan harga sangat murah, yakni sekitar 20-50 ribu, yang asli mencapai ratusan ribu. Namun jika dibandingkan dengan risiko yang ditimbulkan, hal ini tidak sebanding.

Cara Membedakan Charger Asli Dan Palsu pada beberapa merk smartphone

Tiap vendor smartphone telah menyediakan charger yang spesifik untuk setiap produknya. Bila kita memaksakan menggunakan charger yang berbeda spesifikasi meskipun colokannya cocok, hasilnya bisa fatal. Penggunaan charger yang seperti ini secara terus menerus bisa menyebabkan kerusakan Hp Anda.

Untuk membantu mengenali yang mana charger asli yang mana palsu, berikut adalah beberapa tips yang bisa digunakan. Tentunya berbeda tiap masing-masing vendor. (Baca juga Merk Smartphone terbaik dan terlaris di dunia tahun ini).

Baca Juga :  Daftar Merk Smartphone Terbaik Dan Terpopuler di Dunia

Samsung

Cara membedakan chaerger Samsung asli dengan yang palsu :

1. Perhatikan ukuran colokan pada charger

Charger palsu lebih panjang dari yang asli.

2. Perhatikan lekukan adapter

Charger asli : Pada kepalanya, adapter asli terlihat lebih rapi dan halus.

Charger palsu : kasar serta lebih kaku

3. Keterangan dan tulisan pada adapter

Jika tidak dilihat dengan cermat akan sulit untuk membedakan. Pada charger asli tidak tertera huruf A+, palsu ada.

4. Perhatikan lubang colokan USB

Charger palsu tidak rapi, asli rapi dan halus.

5. Lekukan halus pada besi colokan

Ada lekukan khusus untuk asli, palsu tidak ada.

6. Perhatikan tulisan ‘’Samsung” pada adapter

Palsu tidak jelas, asli jelas terlihat.

Selain yang disebutkan di atas tadi, umumnya untuk charger asli selalu disematkan hologram mengkilat, palsu tidak ada.

IPhone

Merk ternama seperti Apple, selalu menyarankan untuk menggunakan sparepart/aksesoris asli, yang bertuliskan ‘’Made for iPod/iPhone/iPad’’. Jika Anda nekad mengabaikan, maka kerusakan berikut kemungkinan besar akan Anda alami, seperti :

  • Perangkat cepat rusak, begitu juga yang terjadi pada kabelnya
  • Cepat panas bila sedang di-charge, juga ujung konektornya
  • Kabel mudah lepas, atau tidak terpasang lagi di tempatnya
  • Tidak dapat mengisi daya/menyelaraskan

Supaya tidak menyesal, begini cara membedakan charger iPhone dengan yang palsu :

1. Verifikasi ‘’Made by iPhone’’.

Tulisan ini selalu tertera pada box aksesoris, di mana di dalamnya telah ada buku petunjuk, charger baterai, cassing dan lain sebagainya. Pada kabel iPhone, tidak tertera tulisan itu. Bila Anda menemukan tulisan itu pada kabel, sudah bisa dipastikan kalau itu adalah palsu.

2. Design by ‘’Apple in California”.

Selain ada tulisan tersebut di atas, sering pula ada tulisan ‘’Assembled in China’’di balik kemasannya. Jadi pastikan Anda menemukannya pada produk aslinya.

3. Perhatikan ujung kabel

Asli, mempunyai garis yang berwarna keemasan serta tidak menonjol, sedang palsu emas kehitaman. Ukuran ketebalan yang asli sangat konsisten yakni 7.7×12 mm, sementara yang palsu tak konsisten.

Baca Juga :  Cara membersihkan Memori Smartphone Android Yang penuh

Asus

Asus juga menjadi salah satu dari sekian produk smartphone yang sering dipalsukan oleh oknum tidak bertanggung jawab. Agar tidak salah, ini tips untuk membedakan mana charger asli mana yang palsu :

1. Kemasan produk

Yang palsu, asal-asalan dalam mengemas, sedang yang asli rapi dan sangat menarik.

2. Dimensi

Perhatikan pula body, yang asli terlihat sangat baik, dari segi : Body, warna serta desain. Namun ini tidak ditemukan pada produk palsunya. Yang pasti produk palsu sangat ringan sekali.

3. Revisi

Asli hanya terdapat tulisan REV : A02 atau REV : A03, KW masih ada tambahan tulisan CH/CN yang entah apa artinya.

4. Pabrikan

Asli ada tulisan LITE-ON dan Philong, KW tidak ada.

5. Segel distributor

Ada atau tidak, tetap original, dengan catatan Anda harus mau memperhatikan semua keterangan di atas.

6. Kode rahasia

Pada Asus Zenfone, ia mempunyai kode rahasia yang terbilang cukup unik. Sebab hanya dengan menggunakan calculator pada papan tombol, maka akan keluar secret code. Caranya : Ketik 12345=+, untuk memunculkan fitur rahasia dan bisa digunakan juga untuk melihat bagus tidaknya produk tersebut. Gunakan semua kode rahasia Android, guna mengetahui kelayakan dan keaslian perangkat tersebut.

7. Garansi.

Yang asli berani menawarkan selama setahun, sedang yang palsu paling banter cuma 6 bulan saja.

Xiaomi

Cara membedakan charger asli dan palsu Smartphone Xiaomi :

1. Perhatikan adaptor

Asli, terdapat tulisan Serial Number dan itu hanya tersedia 1 untuk setiap produknya, yang palsu tidak ada.

2. Perhatikan kabel USB

Yang asli, pada bagian slot socket berwarna hitam, bila Anda temukan warna putih berarti palsu. Selain itu adapula ikon petir untuk yang asli.

3. Gunakan aplikasi

Dalam hal ini adalah aplikasi Ampere yang digunakan. Jika ada tegangan yang berbeda, maka sudah bisa dipastikan bila itu palsu.

Menghindari Barang Palsu

Pada dasarnya, untuk mengenali antara charger asli dan palsu untuk semua merk smartphone tetaplah sama, tidak ada perbedaan signifikan antara yang satu dengan yang lain. Kita paham betul dampak yang ditimbulkan jika harus berurusan dengan barang palsu soal komponen gadget. Karenanya supaya barang tetap awet dan tidak cepat aus, berhati-hatilah jangan sembarangan memakai produk.

Baca Juga :  Cara Mengaktifkan Javascript Browser Google Chrome, Mozilla & Opera

Untuk menghindari kesalahan saat membeli, tidak ada salahnya Anda mengindahkan beberapa hal berikut :

1. Bawalah Charger Asli Pada Saat Membeli

Ini penting untuk dilakukan. Charger asli meski telah rusak, sebaiknya dibawa ke toko ponsel guna mencocokkan barang asli dan palsu. Sehingga selain menghemat uang, tenaga juga tidak habis bolak-balik pulang ke rumah, mencari kecocokan barang.

2. Belilah Hanya Di Toko Resmi

Paling aman, membeli pada gerai resmi, Anda tidak perlu was-was tertipu. Membeli pada lapak yang bukan resmi dari vendor, sangat rentan Anda memperoleh barang tidak bagus serta tidak dijamin keasliannya. Itu sebabnya, meski sedikit merepotkan, belilah hanya pada toko resmi dari developer smartphone.

3. Membaca Keterangan Produk

Misalnya pada baterai, bila tertulis keterangan seperti ini, input : 100-240V-50/60Hz artinya charger handphone hanya bekerja pada arus listrik berkekuatan antara 100V sampai 240V. Sebab di Indonesia PLN memakai standar 220V, maka charger tersebut sama artinya bisa digunakan pada atau di antara angka itu. Tidak boleh lebih, karena bisa rusak.

Sedangkan frekwensi menunjukkan kurang lebih 50 sampai 60Hz, artinya charger berkerja pada fungsi frekwensi itu saja. Sedang untuk PLN sendiri juga seperti tersebut. Jadi boleh dikatakan charger telah memenuhi kriteria.

Output : 5V-2000Ma/maH (miliampere Hour). Dari keterangan ini, bisa disimpulkan bahwa voltase sudah diubah. Dari 220V menjadi 5V, sehingga arus berkurang menjadi 2000Ma.

Dengan mengetahui spesifikasi yang ada pada charger, maka kita dapat menyesuaikan dengan keadaan beterai pada ponsel yang dimiliki. Di dalam baterai, biasanya tertulis 3.7V, itu artinya minimum voltase ke handphone. Anda dapat mengisi daya dan kapasitas ampere dengan tanda sebagai contoh 2600Ma.

Jadi pada saat Anda memiliki handphone dengan kapasitas baterai 3.7V-2600mAh, yang dicharger menggunakan charger 5V-2000mAh, akan jauh lebih cepat pengisiannya daripada menggunakan yang 5V-1000mAh. Di sinilah peran ampere yang menentukan.