Bromelain Obat Apa? Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

Bromelain adalah enzim yang ditemukan di batang nanas. Bromelain bisa digunakan sebagai digestif pada usus. Juga digunakan untuk mengurangi pembengkakan (peradangan), terutama pada hidung dan sinus, setelah operasi atau cedera. Enzim ini juga digunakan untuk meredakan demam, mengobati kondisi usus yang meliputi pembengkakan dan bisul (kolitis ulserativa), mengangkat jaringan mati dan rusak setelah terbakar (debridemen), mencegah edema paru, merangsang kontraksi otot, memperlambat pembekuan darah, meningkatkan penyerapan antibiotik, mencegah kanker, membantu persalinan, dan membantu tubuh menyingkirkan kelebihan lemak.

Dalam artikel ini kita akan mengenal lebih jauh mengenai enzim ini. Enzim bromelain obat apa, apa manfaatnya, efek sampingnya, formulasi sediaan misalnya kapsul, tablet atau suplemen, dan merk-merk obat yang mengandung bromelain.

Ringkasan

Berikut tabel yang memuat informasi bromelain secara singkat :

Informasi ObatBromelain
GolonganDengan atau tanpa resep
Indikasidigestif, general nutrition, pereda nyeri dll
DosisLihat bagian DOSIS
Aturan PakaiSesuai anjuran dokter
KontraindikasiHipersensitif
Sediaankapsul suplemen 50 mg, 90 mg
Merk obat yang mengandung BromelainDigestif : Elsazym, Enzycomb, Benozym
General nutrition : Immuno GoodWay

Cara kerja

Bromelain menstimulasi tubuh menghasilkan zat pereda nyeri dan bengkak (radang). Enzim ini juga mengandung zat kimia yang mengganggu pertumbuhan sel tumor dan pembekuan darah yang lambat.

Kegunaan

Umumnya bromelain digunakan sebagai digestif, namun juga terkandung dalam beberapa sediaan general nutrition. Berikut adalah beberapa klaim lain manfaat enzim bromelain :

  • Enzim ini bisa digunakan untuk mengurangi pembengkakan (peradangan), terutama pada hidung dan sinus, setelah operasi atau cedera.
  • Digunakan juga untuk meredakan demam, mengobati kondisi usus yang meliputi pembengkakan dan bisul (kolitis ulserativa)
  • Mengangkat jaringan mati dan rusak setelah terbakar (debridemen), mencegah edema paru, merangsang kontraksi otot, memperlambat pembekuan darah, meningkatkan penyerapan antibiotik, mencegah kanker, membantu persalinan, dan membantu tubuh menyingkirkan kelebihan lemak.
  • Suplemen ini juga digunakan untuk mencegah nyeri otot setelah latihan yang intens. Namun penggunaan untuk tujuan ini telah diteliti, dan tidak cukup bukti bahwa enzim ini berkhasiat untuk tujuan ini.
  • Beberapa merk-merk obat yang mengandung bromelain yang dikombinasikan dengan  tripsin dan rutin (misalnya Phlogenzym) telah digunakan untuk mengobati arthritis (osteoartritis).
  • Juga diklaim efektif mengurangi rasa sakit dan memperbaiki fungsi lutut pada penderita radang sendi. Namun beberapa penelitian membuktikan bahwa enzim ini tidak menunda timbulnya nyeri otot dan tidak berpengaruh pada nyeri, fleksibilitas, atau kelemahan skeletal.
  • Ada beberapa bukti bahwa menggunakan suplemen secara oral dapat mengurangi nyeri lutut akut ringan yang berlangsung selama kurang dari tiga bulan pada orang yang sehat.
  • Ada beberapa bukti bahwa menggunakan produk obat yang mengandung bromelain (Debridase) membantu menghilangkan jaringan yang mati pada luka bakar. Pada tahun 2012 European Medicines Agency menyetujui penggunaan obat topikal (Merk NexoBrid) dengan indikasi untuk mengangkat jaringan mati pada luka bakar kulit yang parah.
  • Di Amerika serikat, Food and Drug Administration AS belum menyetujui penggunaan enzim ini untuk pengobatan gangguan apa pun karena belum terbukti secara ilmiah. Meskipun demikian, The Dietary Supplement Health and Education Act (DSHEA, 1994) menyetujui penjualan suplemen makanan yang mengandung bromelain meskipun kemanjuran belum dikonfirmasi.
Baca Juga :  Asam Salisilat Obat Apa? Dosis, Kegunaan, Efek Samping

Efek Samping dan Keamanan

Secara umum suplemen ini aman digunakan selama digunakan dalam dosis yang tepat. Beberapa efek samping bromelain yang mungkin terjadi, seperti :

  • Diare, sakit perut dan ketidaknyamanan usus.
  • Juga dapat menyebabkan reaksi alergi, terutama pada orang yang memiliki alergi lainnya.

Perhatian dan Peringatan

Berikut adalah hal-hal yang harus diperhatikan selama menggunakan obat yang mengandung bromelain :

  • Tidak ada cukup data yang diketahui tentang penggunaan suplemen bromelain untuk ibu hamil atau ibu menyusui. Oleh karena itu sebaiknya selama masa kehamilan atau menyusui tidak menggunakan suplemen ini.
  • Seseorang yang alergi terhadap nanas, lateks, gandum, seledri, papain, wortel, adas, serbuk sari cypress, atau serbuk sari rumput, mungkin akan mengalami reaksi alergi terhadap enzim ini.
  • Enzim ini dapat meningkatkan risiko pendarahan selama dan setelah operasi. Berhenti menggunakan suplemn yang mengandung enzim ini minimal 2 minggu sebelum jadwal operasi.

Interaksi

Berikut adalah interaksi yang mungkin terjadi jika obat yang mengandung bromelain digunakan dengan obat-obat lain :

  • Dapat meningkatkan kadar plasma amoxicillin dalam tubuh sehingga dapat meningkatkan efek dan efek samping amoxicillin.
  • Enzim ini dapat meningkatkan efek dan efek samping dari beberapa antibiotik seperti tetracycline, demeclocycline, dan minocycline.
  • Penggunaan bersama dengan obat-obatan yang memperlambat pembekuan darah (anti koagulan dan anti platelet) bisa meningkatkan kemungkinan memar dan pendarahan. Beberapa obat yang memperlambat pembekuan darah termasuk aspirin, clopidogrel, diklofenak, ibuprofen, naproxen, dalteparin, enoxaparin, heparin, warfarin, dan lain-lain.

Dosis bromelain

Dosis tergantung pada tingkat keparahan defisiensi serta respons tubuh pasien. Tiap merek obat yang mengandung bromelain umumnya memiliki kandungan yang berbeda. Karena itu, gunakanlah sesuai petunjuk dalam kemasan atau atas petunjuk dokter.

Baca Juga :  Griseofulvin Obat Apa? Dosis, Kegunaan, Efek Samping

Untuk osteoartritis :

  • Phlogenzym yang mengandung rutin 100 mg, trypsin 48 mg, dan bromelain 90 mg, diberikan 2 tablet 3 x sehari.

Artikel Pengetahuan Obat lainnya :

Suplemen bromelain harus digunakan dengan tepat sesuai yang dianjurkan. Jangan menggunakan obat ini secara berlebihan. Penggunaan obat yang berlebihan atau tidak sesuai aturan tidak akan meningkatkan khasiatnya namun justru meningkatkan efek sampingnya.