Braxidin Tablet Obat Apa? : Dosis, Kegunaan, Efek Samping

Braxidin Tablet adalah obat yang mengandung kombinasi Chlordiazepoxide dan Clidinium Br. Kegunaan Braxidin Tablet adalah untuk mengendalikan faktor emosional dan somatik pada gangguan gastrointestinal. Obat Braxidin Tablet juga dapat digunakan sebagai terapi tambahan dalam pengobatan ulkus peptikum dan dalam pengobatan sindrom iritasi usus besar (colon irritable, kolon spastik, kolitis mukosa) dan enterokolitis akut. Obat antispasmodik ini diproduksi oleh Sanbe Farma.

Di Apotik, obat ini tersedia berupa Braxidin film coated tablet. Harga Braxidin tablet di kisaran Rp. 10.000 – Rp. 15.000 per pepel.

Dalam artikel ini kita akan mengenal lebih jauh mengenai obat antispasmodik ini. Braxidin Tablet obat untuk apa, apa manfaat, efek samping, dan mengenal zat apa yang merupakan kandungan Braxidin Tablet.

Braxidin Tablet Obat Apa?

Braxidin Tablet adalah obat antispasmodik dengan kandungan zat aktif kombinasi Chlordiazepoxide dan Clidinium Br. Obat ini di produksi oleh perusahaan farmasi, yaitu, Sanbe Farma.

Zat aktif

Chlordiazepoxide adalah obat gangguan kecemasan atau untuk bantuan gejala kegelisahan jangka pendek, gejala penarikan alkoholisme akut dan / atau penyalahgunaan obat, serta ketakutan dan kecemasan pra operasi. Chlordiazepoxide termasuk obat penenang dan hipnotis dari golongan benzodiazepine.

Mekanisme aksi Chlordiazepoxide adalah dengan cara meningkatkan aktivitas penghambat GABA transmitter di berbagai bagian sistem saraf pusat dengan meningkatkan permeabilitas membrane neuronal terhadap ion klorida yang menyebabkan hiperpolarisasi dan stabilisasi. Chlordiazepoxide juga memiliki efek sebagai relaksan otot dan antikonvulsan.

Clidinium adalah obat golongan antikolinergik / antispasmodik. Mekanisme aksi Clidinium adalah dengan cara menghambat reseptor muskarinik asetilkolin pada otot polos, kelenjar sekretori, dan pada sistem saraf pusat untuk mengendurkan otot polos dan mengurangi sekresi saluran empedu. Clidinium membantu mengurangi gejala kram perut dan usus. Clidinium bekerja dengan memperlambat gerakan alami usus dan dengan merelaksasi otot-otot di lambung dan usus.

Kombinasi 2 obat ini dalam Braxidin Tablet mampu memberikan efek yang baik untuk menangani penyakit gastrointestinal. Clidinium akan mengurangi gejala kram perut dan usus. Sementara itu, Chlordiazepoxide akan mengurangi kecemasan, bekerja pada otak dan saraf yang menghasilkan efek menenangkan.

Produsen

Braxidin Tablet diproduksi oleh Sanbe Farma.

Kandungan

Kandungan Braxidin Tablet adalah :

Per film coated tablet :

  • Chlordiazepoxide 5 mg
  • Clidinium Br 2.5 mg
Baca Juga :  Cefixime 100 mg, 200 mg & Syrup : Dosis, Kegunaan, Efek Samping

Bentuk Sediaan

Obat antispasmodik ini dijual dengan kemasan :

  • 1 dos isi 10 strip @ 10 film coated tablet
Braxidin Tablet Sanbe Farma

Ringkasan

Berikut tabel yang memuat informasi Braxidin Tablet secara singkat :

Informasi ObatBraxidin
GolonganG (dengan resep)
KomposisiChlordiazepoxide 5 mg, clidinium Br 2.5 mg
IndikasiSindrom iritasi usus
KontraindikasiHipersensitivitas, miastenia gravis, kehamilan dan menyusui, glaukoma, uropati obstruktif, obstruksi GI, ileus paralitik, status CVS tidak stabil, perdarahan akut, kondisi pernapasan akut.
DosisLihat bagian dosis
Aturan PakaiSebelum makan dan menjelang tidur
SediaanFilm coated tablet
ProdusenSanbe Farma

Indikasi dan Kegunaan Braxidin Tablet

Sebelum menggunakan obat antispasmodik ini, harus benar-benar sudah mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko Braxidin Tablet. Gunakan dosis efektif terendah untuk durasi terpendek yang konsisten dengan tujuan perawatan pasien.

Berikut adalah beberapa daftar kegunaan Braxidin Tablet :

  • Gejala otonom dan somatik karena kecemasan.
  • Pengobatan simtomatik tukak lambung.
  • Hipersekresi dan hipermotilitas gastrointestinal.
  • Dispepsia saraf.
  • Kolon atau empedu spastik dan teriritasi.
  • Diskinesia.
  • Kejang ureter dan diskinesia ureter.
  • Sindrom iritasi usus.
  • Kolitis.
  • Diare.
  • Dismenorea.

Kontraindikasi

Obat ini kontraindikasi pada pasien berikut ini :

  • Hipersensitivitas.
  • Miastenia gravis.
  • Hipertrofi prostat.
  • Kehamilan dan menyusui.
  • Glaukoma.
  • Uropati obstruktif.
  • Obstruksi gastrointestinal.
  • Ileus paralitik
  • Status CVS tidak stabil.
  • Perdarahan akut
  • Kondisi pernapasan akut.

Efek Samping Braxidin Tablet

Selain memberikan efek yang dibutuhkan, sebagian besar obat dapat menyebabkan beberapa efek samping yang tidak diinginkan. Meskipun tidak semua efek samping ini dapat terjadi, penggunaan obat tetap harus dilakukan secara hati-hati. Segera dapatkan perawatan medis yang sesuai jika efek samping yang parah terjadi.

Berikut adalah beberapa efek samping Braxidin Tablet yang bisa terjadi :

  • Obat-obat yang mengandung Chlordiazepoxide bisa menyebabkan ketergantungan fisik dan psikologis.
  • Chlordiazepoxide juga menyebabkan withdrawal syndrome. Risiko withdrawal syndrome akan semakin besar jika digunakan dalam dosis tinggi dan dalam jangka waktu panjang.
  • Efek samping yang juga umum adalah gangguan kinerja psikomotor, agresi. Efek samping ini terutama terjadi pada pasien pengguna alkohol.
  • Obat-obat golongan benzodiazepine sering menyebabkan efek sedasi.
  • Kadang-kadang juga menyebabkan efek samping, seperti, dislasi darah, sakit kuning, dan disfungsi hepar.
  • Gangguan yang umum akibat penggunaan obat ini, adalah mulut kering, konstipasi, agranulositosis, granulocytopenia, kenaikan suhu tubuh, sengatan panas, takikardia, mydriasis, sakit kepala, gugup, mengantuk, lemah, dan mual.
  • Efek samping yang bisa berpotensi fatal adalah anemia hipoplasia atau hemolitik, dan reaksi hipersensitivitas yang parah. Namun kejadiannya relatif jarang.
Baca Juga :  Gentamicin Salep (Generik & Paten) : Informasi Lengkap

Peringatan

Waspadai hal-hal di bawah saat menggunakan obat antispasmodik ini :

  • Sebelum meminum obat ini, beri tahu dokter atau apoteker jika Anda memiliki riwayat hipersensitif terhadapnya.
  • Sebelum menggunakan obat ini, beri tahu dokter atau apoteker riwayat kesehatan Anda, terutama : penyakit ginjal, penyakit hati, hipertensi, penyakit CVS, kolitis ulserativa, hernia, refluks esofagitis, neuropati otonom.
  • Braxidin Tablet hanya digunakan secara jangka pendek untuk menghindari withdrawal syndrome dan ketergantungan. Penghentian pengobatan dilakukan secara bertahap sesuai petunjuk dokter.
  • Tidak boleh digunakan bersamaan dengan obat golongan opioid. Jika dilakukan bisa menyebabkan efek yang sangat buruk, misalnya kesulitan bernapas bahkan kematian.
  • Jangan minum alkohol selama penggunaan Braxidin tablet.
  • Braxidin tablet bisa menyebabkan kantuk. Jangan mengemudi atau mengoperasikan mesin yang membutuhkan konsentrasi tinggi.
  • Pasien yang memiliki gangguan hati atau ginjal harus hati-hati menggunakan obat ini.
  • Pasien lanjut usia dan pasien yang lemah secara fisik, harus menggunakan dosis efektif terkecil untuk mencegah pengembangan ataksia.
  • Dosis efektif terkecil juga harus diterapkan pada pasien anak-anak. Selain itu, data klinis penggunaan Chlordiazepoxide HCl pada anak usia di bawah 6 tahun masih sangat terbatas, sehingga penggunaan obat ini pada kelompok usia tersebut tidak dianjurkan.
  • Penderita hipertrofi prostat atau miastenia gravis tidak disarankan menggunakan obat ini.
  • Pasien lansia lebih rentan mengalami efek samping obat ini, terutama gangguan pencernaan, dan gangguan ginjal.
  • Beritahu dokter jika Anda hamil, atau berencana untuk hamil dalam waktu dekat.
  • Beritahu dokter jika Anda sedang menyusui.

Penggunaan Braxidin Untuk ibu hamil atau ibu menyusui

Menurut FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat), Chlordiazepoxide dan clidinium masuk obat kategori D dengan penjelasan sebagai berikut :

Terbukti beresiko terhadap janin manusia berdasarkan bukti-bukti empiris yang didapatkan dari investigasi, pengalaman marketing maupunĀ  studi terhadap manusia. Namun jika potensi keuntungan bisa dijaminĀ  penggunaan obat pada ibu hamil bisa dilakukan meskipun potensi risiko sangat besar.

Peningkatan risiko malformasi kongenital yang terkait dengan penggunaan obat penenang ringan (Chlordiazepoxide, diazepam dan meprobamate) selama trimester pertama kehamilan telah ditemukan dalam beberapa penelitian. Oleh sebab itu sebaiknya penggunaan Braxidin untuk ibu hamil terutama pada trimester pertama harus dihindari.

Obat ini hanya direkomendasikan untuk digunakan selama kehamilan hanya jika tidak ada alternatif dan manfaatnya lebih besar daripada risikonya.

Beberapa ahli merekomendasikan : Penggunaan dikontraindikasikan pada pasien wanita yang merencanakan kehamilan atau selama kehamilan kecuali ada alasan kuat. (sumber : Penggunaan Chlordiazepoxide selama hamil).

Baca Juga :  Valisanbe 2 mg, 5 mg, & Injeksi (Diazepam) : Informasi lengkap

Interaksi

Interaksi dengan obat lain dapat mengubah cara kerja obat atau meningkatkan risiko terjadinya efek samping yang serius. Beritahu dokter dan apoteker tentang obat apa saja yang sedang Anda konsumsi. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat apa pun tanpa persetujuan dokter Anda.

Berikut interaksi obat yang mungkin terjadi :

  • Proses metabolisme Chlordiazepoxide. dihambat oleh Cimetidine. Hal ini menyebabkan kadar serum Chlordiazepoxide meningkatkan sehingga potensi terjadinya efek samping juga meningkat.
  • Mampu meningkatkan efek obat-obat neuroleptik mayor.
  • Efek obat ini dipotensiasi oleh Alkohol.
  • Kadar serum dan toksisitas ditingkatkan oleh Jus anggur.
  • Penggunaan obat golongan benzodiazepine bersamaan dengan obat opioid (misalnya codeine, oxycodone, dan morphine) memicu efek samping yang sangat buruk bahkan sampai kematian.
  • Metoclopramide dan aluminum hydroxide meningkatkan penyerapan Chlordiazepoxide sehingga meningkatkan kadar serumnya.
  • Mg trisilicate, morphine dan pethidine menghambat penyerapan chlordiazepoxide sehingga menurunkan kadar serumnya.
  • Antidepresan, quinidine dan beberapa antihistamin meningkatkan efek antikolinergik Clidinium.

Dosis Braxidin Tablet

Berikut adalah dosis Braxidin Tablet yang lazim digunakan :

  • Dewasa : 1-2 tablet 3-4 x sehari. Diberikan sebelum makan dan saat akan tidur.
  • Lansia dan pasien lemah : Dosis awal 1-2 tablet per hari, bisa ditingkatkan bertahap ke dosis efektif.

Cara menggunakan Braxidin Tablet

  • Baca Panduan Pengobatan yang disediakan oleh apoteker Anda sebelum Anda mulai menggunakan obat ini. Jika Anda memiliki pertanyaan, tanyakan kepada dokter atau apoteker Anda.
  • Dosis didasarkan pada kondisi medis Anda dan respons terhadap pengobatan. Jangan menambah dosis atau minum obat ini lebih sering daripada yang diarahkan.
  • Braxidin Tablet membuat Anda mengantuk dan penurunan konsentrasi. oleh karena itu, jangan mengemudi atau mengoperasikan mesin yang membutuhkan konsentrasi tinggi selama pengobatan.
  • Jika digunakan secara jangka panjang, obat ini dapat menyebabkan ketergantungan fisik atau psikologis.
  • Gunakan obat ini secara teratur untuk mendapatkan manfaat maksimal. Ingat untuk menggunakannya pada waktu yang sama setiap hari.
  • Jangan menghentikan pemakaian obat ini secara tiba-tiba tanpa sepengetahuan dokter untuk menghindari withdrawal syndrome.
  • Katakan kepada dokter jika kondisi Anda memburuk.

Artikel Pengetahuan Obat lainnya :

Braxidin Tablet adalah obat yang hanya bisa didapatkan dengan resep dokter. Jangan menggunakan obat ini melebihi dosis dan durasi yang telah diresepkan oleh dokter. Penggunaan yang berlebihan tidak akan meningkatkan manfaat obat ini namun justru akan meningkatkan efek sampingnya.