Bodrexin Tablet (Obat Demam Untuk Anak-anak) : Informasi Lengkap

Bodrexin tablet adalah obat demam dan pereda nyeri yang mengandung Acetylsalicylic acid (Acetosal). Kegunaan Bodrexin tablet adalah sebagai penurun panas dan pereda nyeri sepertiĀ  sakit kepala, sakit gigi dan nyeri ringan lainnya.

Obat demam dan pereda nyeri ini diproduksi oleh Bode/Tempo scan. Di Apotik, obat ini tersedia berupa Bodrexin tablet 80 mg. Harga Bodrexin tablet di kisaran Rp. 1.500 per pepel.

Dalam artikel ini kita akan mengenal lebih jauh mengenai obat demam dan pereda nyeri ini. Bodrexin obat untuk apa, apa manfaat, efek samping, dan hal apa saja yang perlu diperhatikan saat menggunakan Bodrexin.

Bodrexin Obat Apa?

Bodrexin adalah obat demam dan pereda nyeri yang mengandung zat aktif Acetylsalicylic acid/acetosal. Bodrexin diproduksi oleh perusahaan farmasi, yaitu, Bode/Tempo scan.

Zat aktif

Acetylsalicylic acid atau asam asetil salisilat (acetosal) adalah obat pereda nyeri, mengurangi radang, dan penurun demam. Selain itu Acetylsalicylic acid juga digunakan sebagai anti platelet. Acetylsalicylic acid juga dikenal dengan nama Aspirin.

Acetylsalicylic acid adalah obat golongan nonsteroidal anti-inflammatory drug (NSAID). Mekanisme aksi Acetylsalicylic acid adalah dengan cara menghambat kerja enzim siklooksigenase (COX). Enzim siklooksigenase berfungsi untuk membantu pembentukan prostaglandin saat terjadinya luka dan menyebabkan rasa sakit dan peradangan. Dengan dihalanginya kerja enzim COX, maka prostaglandin lebih sedikit diproduksi, pada akhirnya rasa sakit dan peradangan akan mereda.

Produsen

Bodrexin diproduksi oleh Bode/Tempo scan.

Kandungan

Kandungan Bodrexin adalah :

Per tablet :

  • Acetosal 80 mg

Bentuk Sediaan

Bodrexin dijual dengan kemasan :

  • Box isi 3 strip @ 6 tablet
bodrexin acetosal

Ringkasan

Berikut tabel yang memuat informasi merk-merk obat yang mengandung Acetosal (Acetylsalicylic acid) secara singkat :

Informasi ObatAsam asetil salisilat (Acetylsalicylic acid)
GolonganB (tanpa resep)
IndikasiStent implantasi, Nyeri dan demam ringan hingga sedang, Profilaksis infark miokard, Rematik artritis juvenile, Nyeri dan peradangan terkait dengan gangguan muskuloskeletal dan sendi
Dosislihat bagian dosis
Aturan PakaiDengan makanan
KontraindikasiHipersensitivitas (serangan asma, angioedema, urtikaria atau rinitis), ulserasi peptik aktif; kehamilan (trimester ketiga), anak-anak <12 tahun, pasien dengan hemofilia atau gangguan perdarahan, asam urat, gangguan ginjal atau hati berat, laktasi.
Sediaantablet 80 mg, tablet 100 mg, 500 mg
Merk yang tersediaAggrenox, Aptor, Ascardia, Aspilets, Aspirin, Astika, bodrexin, Cardio Aspirin, Farmasal, Frosit, Glocar, Miniaspi 80, Naspro/Naspro forte, Norspirinal, Restor, Thrombo Aspilets
Baca Juga :  Lameson 4, 8, & 16 mg Tablet Obat Apa? : Informasi Lengkap

Indikasi dan Kegunaan Bodrexin

Sebelum menggunakan obat ini, harus benar-benar sudah mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko yang mungkin terjadi. Gunakan dosis efektif terendah untuk durasi terpendek yang konsisten dengan tujuan perawatan pasien.

Kegunaan Bodrexin adalah untuk mengobati kondisi-kondisi berikut :

  • Nyeri sakit gigi dan setelah cabut gigi.
  • Sakit kepala.
  • Sakit telinga.
  • Nyeri otot, nyeri sendi.
  • Sebagai penurun panas.
  • Sebagai anti inflamasi (radang).

Kontraindikasi

Bodrexin kontraindikasi pada pasien berikut ini :

  • Hipersensitif terhadap salah satu komposisi obat, hipersensitif terhadap ibuprofen atau naproxen, atau obat golongan NSAID lainnya.
  • Pasien dengan riwayat intoleransi salisilat.
  • Pasien penderita tukak peptik aktif, hemofilia atau gangguan perdarahan lain.
  • Tidak boleh digunakan sebagai penurun panas pada pasien demam berdarah karena bisa meningkatkan perdarahan.
  • Tidak boleh digunakan pada pasien dengan penyakit ginjal, hiperurisemia, atau gout karena obat-obat yang mengandung acetosal menghambat kemampuan ginjal mengekskresikan asam urat, akibatnya kondisi pasien bisa bertambah buruk.
  • Pasien asma, rhinitis, dan polip hidung. Acetylsalicylic acid bisa memicu urtikaria parah, angioedema, atau bronkospasme pada pasien-pasien ini.
  • Penderita gangguan hati berat.
  • Penderita gangguan ginjal berat.
  • Ibu hamil pada trimester 3.

Efek Samping Bodrexin

Selain memberikan efek yang dibutuhkan, sebagian besar obat dapat menyebabkan beberapa efek samping yang tidak diinginkan. Meskipun tidak semua efek samping ini dapat terjadi, penggunaan obat tetap harus dilakukan secara hati-hati. Segera dapatkan perawatan medis yang sesuai jika efek samping yang parah terjadi.

Berikut adalah beberapa efek samping Bodrexin yang mungkin terjadi :

  • Perdarahan, ulserasi, dan perforasi lambung atau usus yang bisa berakibat fatal.
  • Waspadai terjadinya anemia hemolitik pada orang yang secara genetik memiliki penyakit defisiensi glukosa-6-fosfat dehidrogenase. Kondisi ini lebih sering terjadi jika obat digunakan dalam dosis besar.
  • Pamakaian obat dalam dosis tinggi juga bisa menyebabkan tinnitus (telinga berdenging). Namun, efek samping ini hanya bersifat sementara.
  • Pasien yang sensitif dengan obat-obat golongan salisilat, bisa mengalami reaksi alergi, dengan gejala seperti, gatal-gatal, bengkak, dan sakit kepala.
  • Efek samping dari acetosal yang paling serius adalah sindrom reye. Efek samping ini termasuk jarang terjadi, namun bisa sangat fatal.
Baca Juga :  Acetazolamide Obat Apa? Dosis, Kegunaan, Efek Samping

Peringatan

Waspadai hal-hal di bawah saat menggunakan obat Bodrexin :

  • Sebelum menggunakan obat ini, beri tahu dokter atau apoteker jika pasien memiliki riwayat hipersensitif terhadapnya; atau terhadap salah satu kandungan obat. Hentikan pemakaian obat ini jika pasien mengalami tanda-tanda reaksi alergi, misalnya : ruam, gatal, sakit tenggorokan, demam, arthralgia, pucat.
  • Sebelum menggunakan obat ini, beri tahu dokter atau apoteker riwayat kesehatan pasien, terutama : dispepsia, disfungsi ginjal atau hati, porfiria.
  • Gunakan obat ini setelah makan untuk meminimalisir efek samping pada saluran pencernaan.
  • Minum banyak cairan selama menggunakan obat ini.
  • Obat ini dapat menyebabkan pusing atau mengantuk.

Interaksi

Interaksi dengan obat lain dapat mengubah cara kerja obat atau meningkatkan risiko terjadinya efek samping yang serius. Beritahu dokter dan apoteker tentang obat apa saja yang sedang dikonsumsi. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat apa pun tanpa persetujuan dokter.

Berikut interaksi obat yang mungkin terjadi :

  • Terjadi peningkatan risiko perdarahan lambung/usus bila digunakan bersama alkohol atau antikoaghulan seperti warfarin, clopidogrel.
  • Hal yang sama juga terjadi bila digunakan bersama obat golongan NSAID lain.
  • Risiko intoleransi salisilat meningkat saat digunakan dengan Acetazolamide dan amonium klorida. Risiko perdarahan gastrointestinal juga meningkat.
  • Obat-obat golongan kortikosteroid mengurangi konsentrasi plasma Acetylsalicylic acid.
  • Efek antiplatelet bisa berkurang jika digunakan bersama Ibuprofen.
  • Acetylsalicylic acid mengurangi aktivitas farmakologi spironolactone.

Dosis Bodrexin

Berikut adalah dosis yang lazim digunakan :

  • Anak usia 2-3 tahun : 1 tablet.
  • Anak usia 4-5 tahun : 2 tablet.
  • Anak usia 6-8 tahun : 3 tablet
  • Bila perlu, obat dapat di ulang setiap 4 jam atau menurut petunjuk dokter.

Aturan Minum Bodrexin

  • Baca Panduan Pengobatan yang disediakan oleh apoteker Anda sebelum mulai menggunakan Bodrexin. Jika Anda memiliki pertanyaan, tanyakan kepada dokter atau apoteker Anda.
  • Dosis didasarkan pada kondisi medis dan respons terhadap pengobatan. Jangan menambah dosis atau minum obat lebih sering daripada yang diarahkan.
  • Bodrexin sebaiknya diminum dengan makanan untuk mengurangi efek samping pada saluran pencernaan.
  • Gunakan Bodrexin secara teratur untuk mendapatkan manfaat maksimal. Ingat untuk menggunakannya pada waktu yang sama setiap hari.
  • Jangan menghentikan pengunaan obat sebelum durasi waktu yang disarankan.
  • Katakan kepada dokter jika kondisi pasien memburuk.
Baca Juga :  Ambroxol Tablet & Syrup Obat Apa : Kegunaan, Dosis, Efek Samping

Catatan :

Obat yang mengandung acetosal/aspirin sebaiknya tidak digunakan untuk anak usia di bawah 16 tahun karena potensi terjadinya sindrom reye. Jika digunakan, harus melalui petunjuk dari dokter.

Sindrom Reye adalah sebuah penyakit yang ditandai dengan ensefalopati akut dan hati berlemak. Sindrom reye adalah penyakit yang terkait dengan pemakaian aspirin atau salisilat lainnya selama episode infeksi virus atau bakteri. Penyakit ini dapat terjadi bila anak-anak atau remaja diberikan aspirin untuk demam atau penyakit lain atau infeksi.

Hubungan yang konsisten telah ditunjukkan antara sindrom Reye dan penggunaan acetosal selama penyakit prodromal. Sebuah penelitian, dari 56 anak-anak dengan sindrom Reye antara Januari 1979 dan Desember 1986, 46 (82%) menggunakan acetosal. Selama 13 tahun terakhir, hanya lima kasus yang terlihat – dua terjadi pada Februari 1999, dan dalam kedua kasus anak telah menggunakan acetosal.

Beberapa obat alternatif yang efektif (paracetamol, ibuprofen) untuk menurunkan panas anak dengan infeksi intercurrent tidak terkait dengan sindrom Reye. Oleh karena itu, jika seorang anak menderita demam karena infeksi virus, seperti flu, atau infeksi bakteri, penggunaan acetosal harus segera dihentikan.

sumber : sindrom reye dan aspirin

Artikel Pengetahuan Obat lainnya :

Bodrexin adalah obat yang bisa didapatkan tanpa melalui resep dokter. Jangan menggunakan obat ini melebihi dosis dan durasi yang dianjurkan. Penggunaan yang berlebihan tidak akan meningkatkan manfaat obat ini namun justru akan meningkatkan efek sampingnya.