Azathioprine : Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

Azathioprine adalah obat yang termasuk imunosupresan. Obat Azathioprine tersedia berupa sediaan oral maupun injeksi ke pembuluh darah. Azathioprine digunakan untuk mencegah penolakan organ pada orang yang telah menjalani transplantasi ginjal. Selain itu, azathioprine juga digunakan untuk mengobati rheumatoid arthritis.

Efek samping yang umum adalah supresi sumsum tulang dan muntah. Terjadinya supresi sumsum tulang sangat umum pada orang dengan defisiensi genetik enzim thiopurine S-methyltransferase. Faktor risiko serius lainnya termasuk peningkatan risiko limfoma.

Dalam artikel ini kita akan mengenal lebih jauh mengenai obat ini. Azathioprine obat apa, apa manfaatnya, efek sampingnya, formulasi sediaan misalnya kapsul, tablet atau injeksi.

Ringkasan

Berikut tabel yang memuat informasi Azathioprine secara singkat :

Informasi ObatAzathioprine
GolonganDengan resep
Indikasiimuno supresan
DosisLihat bagian DOSIS
Aturan PakaiSesuai anjuran dokter
KontraindikasiHipersensitivitas terhadap 6-merkaptopurin
Sebaiknya tidak dimulai pada pasien yang diketahui hamil.
Sediaantablet 50 mg
Merk dagang yang tersediaImuran

Mekanisme aksi

Mekanisme kerja obat azathioprine adalah dengan melemahkan sistem kekebalan tubuh untuk membantu tubuh menerima ginjal baru dalam kasus transplantasi organ atau untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada sendi dalam kasus rheumatoid arthritis.

Azathioprine menghambat sintesis purin. Purin diperlukan untuk menghasilkan DNA dan RNA. Dengan menghambat sintesis purin, lebih sedikit DNA dan RNA yang diproduksi untuk sintesis sel darah putih, sehingga menyebabkan imunosupresi.

Kegunaan Azathioprine

Berikut adalah kegunaan obat Azathioprine :

  • Azathioprine digunakan untuk mencegah reaksi penolakan allografts ginjal atau hati. Obat ini biasanya digunakan bersamaan dengan terapi lain termasuk kortikosteroid, imunosupresan lain, dan terapi radiasi lokal.
  • Sebagai obat antirematik yang memodifikasi penyakit (DMARD), azathioprine telah digunakan untuk pengelolaan tanda dan gejala rheumatoid arthritis dewasa. Jika sebelumnya pasien telah menggunakan obat lain misalkan NSAID ata kortikosteroid, obat-obat tersebut dapat dikombinasikan atau dilanjutkan, tetapi kombinasi dengan DMARDs lain tidak dianjurkan.
  • Azathioprine juga digunakan untuk mengobati penyakit Crohn kronis hingga berat kronis, untuk mempertahankan remisi klinis pada pasien yang bergantung pada obat kortikosteroid, dan mengobati penyakit Crohn fistulisasi.
  • Obat ini terbukti sangat efektif dalam mengatasi eksim dan dermatitis atopik dalam sebuah penelitian, meskipun tidak umum digunakan. National Eczema Society mendaftarkannya sebagai pengobatan lini ketiga untuk kasus penyakit kulit yang parah hingga sedang.
Baca Juga :  Griseofulvin Obat Apa? Dosis, Kegunaan, Efek Samping

Efek samping Azathioprine

Berikut adalah beberapa efek samping yang mungkin bisa terjadi :

  • Mual dan muntah adalah efek samping yang paling umum, terutama pada awal pengobatan. Solusinya adalah dengan minum azathioprine setelah makan atau pemberian sediaan intravena.
  • Rambut rontok sering terjadi pada pasien transplantasi, tetapi jarang terjadi untuk indikasi lain.
  • Obat ini dapat meningkatkan risiko terkena infeksi otak yang jarang tetapi sangat serius (mungkin fatal) (multifokal progresif leukoensefalopati-PML).
  • Reaksi alergi yang sangat serius terhadap obat ini jarang terjadi. Namun, jika terjadi segera tanda-tanda reaksi alergi yang serius, termasuk: ruam, gatal / bengkak (terutama pada wajah / lidah / tenggorokan), pusing berat, kesulitan bernafas, segera dapatkan perawatan medis.
  • Karena azathioprine menekan sumsum tulang, pasien dapat mengalami anemia dan akan lebih rentan terhadap infeksi; pemantauan rutin terhadap jumlah darah sangat dianjurkan selama pengobatan.
  • Pankreatitis akut juga dapat terjadi, terutama pada penderita penyakit Crohn.

Perhatian

Berikut adalah hal-hal yang harus dilakukan selama menggunakan obat azathioprine :

  • Sebelum menggunakan obat azathioprine, beri tahu dokter atau apoteker jika Anda alergi, atau merkaptopurine; atau jika Anda memiliki alergi lain.
  • Sebelum menggunakan obat ini, beri tahu dokter atau apoteker soal riwayat kesehatan Anda, terutama terkait penyakit ginjal, penyakit hati, kanker, gangguan enzim tertentu (kekurangan TPMT).
  • Obat ini dapat meningkatkan risiko terkena kanker kulit. Hindari paparan sinar matahari langsung selama pengobatan. Gunakan tabir surya dan kenakan pakaian pelindung saat di luar ruangan.
  • Azathioprine dapat membuat lebih rentan terkena infeksi atau dapat memperburuk infeksi. Hindari kontak dengan orang yang menderita penyakit infeksi yang menular (seperti cacar air, campak, atau flu). Selama pengobatan tidak boleh melakukan imunisasi / vaksinasi tanpa persetujuan dokter.
  • Untuk pengobatan arthritis, mungkin diperlukan waktu hingga 2 bulan sebelum obat memberikan hasil yang baik. Hubungi dokter jika kondisi tidak membaik setelah 3 bulan perawatan.
Baca Juga :  Asam Salisilat Obat Apa? Dosis, Kegunaan, Efek Samping

Penggunaan obat Azathioprine untuk ibu hamil atau ibu menyusui

Jika Anda seorang ibu menyusui, ibu hamil atau berencana hamil, perhatikan hal berikut :

  • Obat ini masuk ke ASI dan berpotensi mengakibatkan efek yang tidak diinginkan pada bayi. Konsultasikan dengan dokter Anda sebelum menyusui.
  • Karena obat ini dapat diserap melalui kulit dan paru-paru dan dapat membahayakan bayi yang belum lahir, ibu hamil atau yang berencana hamil tidak boleh menggunakan obat ini.
  • Sebuah studi berbasis populasi di Denmark pada tahun 2003 menunjukkan bahwa penggunaan azathioprine dan merkaptopurine lain menyebabkan tujuh kali lipat kelainan janin serta peningkatan 20 kali lipat keguguran.
  • Cacat lahir pada bayi yang ayahnya telah menggunakan azathioprine juga telah dilaporkan.
  • Meskipun tidak ada studi yang cukup dan terkontrol dengan baik telah terjadi pada manusia, ketika diberikan kepada hewan dalam dosis setara dengan dosis manusia, ditemukan bukti kejadian teratogenesis.

Interaksi

Interaksi dengan obat lain dapat mengubah mekanisme kerja obat atau meningkatkan risiko efek samping yang serius. Beritahukan kepada dokter dan apoteker tentang obat-obat yang sedang Anda gunakan. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat apa pun tanpa persetujuan dokter Anda.

Berikut ini beberapa obat yang mungkin berinteraksi dengan obat ini :

  • Febuxostat.
  • Obat kanker tertentu (seperti siklofosfamid, melfalan).
  • Obat lain yang melemahkan sistem kekebalan / meningkatkan risiko infeksi (seperti rituximab, tofacitinib).
  • Jangan gunakan obat yang mengandung mercaptopurine saat menggunakan azathioprine.

Dosis Azathioprine

Berikut kisaran pemberian dosis yang dianjurkan untuk masing-masing indikasi :

  • Dosis dewasa untuk mencegah penolakan transplantasi organ : 1-5 mg/ kg/ hari.
  • Dosis dewasa untuk mengatasi reaksi penolakan terhadap transplantasi ginjal : Dosis awal : 3-5 mg/ kg/ hari diberikan sebagai dosis tunggal, dilanjutkan dengan dosis rumatan 1-3 mg/ kg/ hari.
  • Dosis dewasa untuk mengatasi gejala rheumatoid arthritis : Dosis awal 1 mg/ kg/ hari selama 6-8 minggu, kemudian dosis dapat ditingkatkan sesuai kondisi pasien. Dosis rumatan : turunkan dosis perlahan sebesar 0.5 mg/ kg berat badan/hari setiap satu bulan hingga tercapai dosis terendah yang efektif.
Baca Juga :  Glycerol (glycerin) : Kegunaan, Dosis, Efek Samping

Note :

  • Gunakan obat ini sesuai yang diarahkan oleh dokter Anda.
  • Minum obat ini dengan makanan untuk mengurangi sakit perut (sediaan oral).

Artikel Pengetahuan Obat lainnya :

Dosis ditentukan berdasarkan oleh kondisi medis setiap pasien dan respon terhadap pengobatan. Jangan meningkatkan dosis penggunaan Azathioprine atau menggunakan obat ini lebih sering atau lebih lama dari yang ditentukan. Karena hal itu tidak akan mempercepat kesembuhan tetapi justru meningkatkan risiko efek samping yang serius.