Katamasa

Asimat 500 (Mefenamic Acid) : Informasi Lengkap

Asimat 500 adalah obat yang mengandung Asam Mefenamat/Mefenamic acid. Kegunaan Asimat 500 adalah untuk mengobati nyeri pada kondisi rematik, cedera jaringan lunak, kondisi muskuloskeletal yang menyakitkan lainnya, dismenorea, sakit kepala, sakit gigi, nyeri pasca operasi dan nyeri ringan sampai sedang lainnya.

Di Apotik, obat pereda nyeri ini tersedia berupa Asimat 500 mg kaplet salut selaput. Obat sakit gigi ini diproduksi oleh Mersifarma. Harga Asimat 500 mefenamic acid di kisaran Rp. 4.000 per pepel.

Dalam artikel ini kita akan mengenal lebih jauh mengenai obat pereda nyeri ini. Asimat 500 obat untuk apa, apa manfaatnya, efek sampingnya, dan apa saja merk-merk obat yang mengandung Asam Mefenamat lainnya.

Asimat 500 Obat Apa?

Asimat 500 adalah obat yang mengandung zat aktif Asam Mefenamat. Asam mefenamat adalah nama Indonesia untuk obat Mefenamic Acid. Obat pereda nyeri ini umumnya tersedia berupa Asam Mefenamat 250 mg dan 500 mg, serta Asam Mefenamat sirup. Obat ini termasuk golongan anti-inflamasi nonsteroid (NSAID).

Produsen

Asimat 500 diproduksi oleh Mersifarma.

Kandungan

Asimat 500 mengandung zat aktif :

per kaplet :

Bentuk Sediaan

Asimat 500 dijual dengan kemasan :

Mefenamic acid Obat Apa?

Asimat 500 adalah obat yang mengandung zat aktif mefenamic acid. Maka kegunaan, efek samping, dosis, dan lain-lain akan sesuai dengan Mefenamic acid. Oleh karena itu, ada baiknya kita membahas lebih jauh mengenai obat Mefenamic acid.

Mefenamic acid adalah salah satu obat yang termasuk kelompok obat anti inflamasi nonsteroid (NSAID). Untuk pemberian oral, obat pereda nyeri ini tersedia berupa Mefenamic acid 500 mg atau 250 mg. Tersedia juga Mefenamic acid Sirup.

Informasi penting Tentang Mefenamic acid

Berikut adalah ringkasan hal-hal penting terkait obat pereda nyeri ini :

Mekanisme aksi

Mefenamic acid memiliki sifat analgesik, anti-inflamasi, dan juga sedikit antipiretik. Seperti obat golongan NSAID lainnya, mekanisme aksi Mefenamic acid belum sepenuhnya dipahami tetapi beberapa penelitian menunjukan obat pereda nyeri ini bekerja dengan cara menghambat cyclooxygenase (COX-1 dan COX-2).

Mefenamic acid adalah penghambat sintesis prostaglandin yang poten secara in vitro. Prostaglandin mengaktivasi saraf aferen dan mempotensiasi aksi bradikinin dalam menginduksi rasa sakit. Prostaglandin adalah mediator peradangan. Karena Mefenamic acid adalah inhibitor sintesis prostaglandin, cara kerjanya diduga terkait dengan penurunan prostaglandin di jaringan perifer.

Absorpsi

Obat ini cepat diserap dari saluran pencernaan. Waktu untuk mencapai konsentrasi plasma puncak kira-kira 2-4 jam.

Distribusi

Obat ini mampu memasuki ASI (dalam jumlah kecil). Volume distribusi 1,06 L / kg. Ikatan protein plasma > 90%.

Ringkasan

Berikut tabel yang memuat informasi obat Mefenamic acid secara singkat :

Informasi ObatMefenamic acid/Asam Mefenamat
GolonganDengan resep
IndikasiPereda Nyeri ringan sampai sedang
DosisLihat bagian DOSIS
Aturan PakaiSesuai anjuran dokter
KontraindikasiHipersensitif
Pasien dengan penyakit radang usus, ulserasi aktif atau peradangan kronis pada saluran pencernaan atas atau bawah
Gagal ginjal
Riwayat asma
urtikaria
Sediaantablet 250 mg, 500 mg
Merk dagang yang tersediaallogon, alpain, altran, analspec, anastan, argesid, asam mefenamat OGB, asimat, benostan, bimastan, bonapons, cargesik, cetalmic, citostan, corstanal, costan forte, datan, dolfenal, dolodon, dolorstan, dolos, dystan, etafenin, fargetix, femisic, fenamin, fimestan, freedol, grafamic, grafix, gitaramin, inastan, kemostan, lapistan, licostan, mectan, mefamat, mefinal, mefinter, mefix, megastan, molasic, nichostan, novastan, omestan, opistan, panstonal forte, pehastan, ponalar, poncofen, pondex, ponsamic, ponstan, Ponstan FCT, ponstelax, stanalin, stanalin ds, stanza, stelpon, teamic, tifestan, tropistan, venic, witranal, yekapons

Indikasi dan Kegunaan Asimat 500

Sebelum menggunakan obat ini, harus benar-benar sudah mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko yang mungkin terjadi. Gunakan dosis efektif terendah untuk durasi terpendek yang konsisten dengan tujuan perawatan pasien).

Kegunaan Asimat 500 adalah untuk mengobati kondisi-kondisi berikut :

Kontraindikasi

Asimat 500 kontraindikasi pada pasien berikut ini :

Efek Samping Asimat 500

Selain memberikan efek yang dibutuhkan, sebagian besar obat dapat menyebabkan beberapa efek samping yang tidak diinginkan. Meskipun tidak semua efek samping ini dapat terjadi, penggunaan obat tetap harus dilakukan secara hati-hati. Segera dapatkan perawatan medis yang sesuai jika efek samping yang parah terjadi.

Berikut adalah beberapa efek samping Asimat 500 yang mungkin terjadi :

Peringatan

Waspadai hal-hal di bawah saat menggunakan Asimat 500 :

A. Kejadian Trombotik Kardiovaskular

Uji klinis dari beberapa NSAID selektif COX-2 dan non selektif hingga tiga tahun telah menunjukkan peningkatan risiko kejadian trombotik kardiovaskular (CV) serius, termasuk infark miokard (MI) dan stroke, yang dapat berakibat fatal. Beberapa penelitian observasional menemukan bahwa peningkatan risiko kejadian trombotik CV yang serius terjadi sejak minggu pertama pengobatan. Peningkatan risiko trombotik CV telah diamati paling konsisten pada dosis yang tinggi.

Untuk meminimalkan risiko potensial terjadinya trombotik CV yang merugikan pada pasien yang diobati dengan NSAID, gunakan dosis efektif terendah dan durasi terpendek yang memungkinkan.

B. Pasien pasca operasi Coronary Artery Bypass Graft (CABG)

Dua uji klinis besar, terkontrol, dari NSAID selektif COX-2 untuk pengobatan nyeri selama 10 -14 hari pertama setelah operasi CABG menemukan terjadinya peningkatan insidensi infark miokard dan stroke. NSAID merupakan kontraindikasi untuk pasien sedang dalam terapi CABG.

C. Pasien Pasca-infark miokard (MI)

Penelitian yang dilakukan di Denmark National Registry menunjukkan bahwa pasien yang diobati dengan obat-obat NSAID pada periode pasca-MI mengalami peningkatan risiko reinfarction, dan kematian terkait CV. Peningkatan risiko ini lebih besar terjadi pada minggu pertama pengobatan.

Hindari penggunaan Asimat 500 pada pasien dengan MI baru kecuali manfaatnya diharapkan lebih besar daripada risiko kejadian CV trombotik berulang. Jika obat pereda nyeri ini digunakan pada pasien dengan MI baru, lakukan pengamatan tanda-tanda iskemia jantung.

D. Pendarahan gastrointestinal, ulserasi, dan perforasi

Obat-obat golongan NSAID, termasuk Asimat 500, menyebabkan efek samping gastrointestinal (GI) yang serius misalnya peradangan, pendarahan, ulserasi, dan perforasi esofagus, lambung, usus kecil, atau usus besar, yang dapat berakibat fatal. Efek samping serius ini dapat terjadi kapan saja, dengan atau tanpa gejala awal.

Pasien dengan riwayat penyakit ulkus peptikum dan / atau perdarahan GI memiliki risiko lebih besar dari 10 kali lipat untuk mengalami perdarahan GI dibandingkan dengan pasien tanpa faktor risiko ini. Faktor lain yang meningkatkan risiko perdarahan GI pada pasien yang diobati dengan NSAID termasuk durasi penggunaan NSAID yang lebih lama, penggunaan bersama kortikosteroid oral, aspirin, antikoagulan, atau inhibitor reuptake serotonin selektif (SSRI); merokok, penggunaan alkohol, lanjut usia, dan status kesehatan umum yang buruk. Selain itu, penderita penyakit hati dan / atau koagulopati juga berisiko mengalami perdarahan GI.

Untuk meminimalkan risiko pendarahan GI pada pasien yang diobati dengan NSAID bisa dilakukan dengan cara berikut ini :

E. Hepatotoksisitas

Terjadi peningkatan ALT atau AST (3 x lipat melebihi batas atas normal [ULN]) pada pasien yang diobati dengan NSAID dalam uji klinis. Selain itu, kasus cedera hati berat, termasuk hepatitis fulminan, nekrosis hati, dan gagal hati telah dilaporkan terjadi, meskipun jarang, namun jika terjadi bisa fatal.

Peningkatan ALT atau AST (kurang dari tiga kali ULN) dapat terjadi pada 15% pasien yang diobati dengan NSAID termasuk Asimat 500.

Tanda-tanda peringatan dan gejala hepatotoksisitas (misalnya, mual, letih, lesu, diare, pruritus, ikterus, nyeri kuadran kanan atas, dan gejala mirip flu). Jika tanda dan gejala klinis konsisten dengan penyakit hati terjadi, atau jika manifestasi sistemik terjadi (misalnya, eosinofilia, ruam, dll.), Hentikan segera penggunaan Asimat 500.

F. Hipertensi

NSAID, termasuk Asimat 500, dapat memicu kenaikan tekanan darah/hipertensi atau memperburuk hipertensi yang sudah ada. Pasien yang menggunakan obat hipertensi jeni inhibitor angiotensin converting enzyme (ACE), diuretik thiazides, atau diuretik loop mungkin mengalami gangguan respon terhadap terapi ini ketika juga menggunakan NSAID.

Cek tekanan darah selama inisiasi pengobatan NSAID dan selama terapi.

G. Gagal Jantung dan Edema

Hasil penelitian Registry Nasional Denmark pada pasien dengan gagal jantung, penggunaan NSAID meningkatkan risiko infark miokard, rawat inap untuk gagal jantung, dan kematian.

Selain itu, NSAID juga menyebabkan retensi cairan dan edema. Penggunaan Asimat 500 dapat menurunkan efek CV dari beberapa agen terapeutik yang digunakan untuk mengobati kondisi medis ini (misalnya, diuretik, ACE inhibitor, atau angiotensin receptor blocker [ARB]).

Hindari penggunaan Asimat 500 pada penderita gagal jantung parah kecuali manfaatnya diharapkan lebih besar daripada risiko gagal jantung yang memburuk. Jika Asimat 500 digunakan pada pasien gagal jantung berat, lakukan pengamatan tanda-tanda gagal jantung yang memburuk.

H. Toksisitas Ginjal

Pemberian NSAID dalam jangka panjang telah menyebabkan nekrosis papiler ginjal dan gangguan ginjal lainnya. Pasien yang paling berisiko terhadap reaksi ini adalah mereka dengan gangguan fungsi ginjal, dehidrasi, hipovolemia, gagal jantung, disfungsi hati, mereka yang menggunakan diuretik dan ACE inhibitor atau ARB, dan pasien lanjut usia. Penghentian penggunaan obat NSAID biasanya akan diikuti oleh pemulihan ke keadaan sebelum terapi.

I. Hiperkalemia

NSAID menyebabkan terjadinya peningkatan konsentrasi kalium serum, termasuk hiperkalemia, bahkan pada beberapa pasien tanpa gangguan ginjal. Pada pasien dengan fungsi ginjal normal, efek ini telah dikaitkan dengan keadaan hyporeninemic-hypoaldosteronism.

J. Reaksi anafilaksis

Mefenamic acid telah dikaitkan dengan reaksi anafilaksis pada pasien dengan dan tanpa hipersensitivitas terhadap Asam Mefenamat dan pada pasien dengan asma sensitif aspirin.

Jika tanda-tanda reaksi anfilaksis terjadi, segera hentikan penggunaan Asimat 500, dan dapatkan bantuan medis.

K. Eksaserbasi Asma Terkait dengan Sensitivitas Terhadap Aspirin

Karena reaktivitas silang antara aspirin dan NSAID lainnya telah dilaporkan pada pasien rawat inap yang sensitif, Asimat 500 merupakan kontraindikasi pada pasien dengan bentuk sensitivitas aspirin ini.

L. Reaksi Kulit Serius

NSAID, termasuk Asimat 500, dapat menyebabkan efek samping kulit yang serius seperti dermatitis eksfoliatif, Stevens-JohnsonSyndrome (SJS), dan nekrolisis epidermal toksik (TEN), yang dapat berakibat fatal. Hentikan penggunaan Asimat 500 pada kemunculan pertama ruam kulit atau tanda hipersensitivitas lainnya.

M. Penutupan Dini Duktus Arteriosus

Asimat 500 dapat menyebabkan penutupan dini pada duktus arteriosus. Hindari penggunaan NSAID, termasuk Asimat 500 untuk ibu hamil mulai usia kehamilan 30 minggu (trimester ketiga).

N. Toksisitas Hematologi

NSAID dapat memicu terjadinya anemia. Jika pasien yang diobati dengan Asimat 500 memperlihatkan tanda atau gejala anemia, lakukan pengamatan hemoglobin atau hematokrit.

NSAID dapat meningkatkan risiko kejadian perdarahan. Kondisi co-morbid seperti gangguan koagulasi atau penggunaan bersama warfarin, antikoagulan lain, agen antiplatelet (misalnya aspirin), inhibitor serotonin reuptake (SSRI) dan serotonin norepinefrin reuptake inhibitor (SNRI) dapat meningkatkan risiko ini.

O. Kesuburan Wanita

Obat pereda nyeri ini dapat menunda ovulasi, namun hal ini reversible. Artinya jika pengobatan dihentikan maka akan normal kembali. Perempuan yang berencana hamil harus mempertimbangkan hal ini.

P. Hindari Penggunaan NSAID secara bersamaan

Penggunaan Asimat 500 bersama dengan obat NSAID lain atau obat golongan salisilat (misalnya, diflunisal, salsalate) tidak dianjurkan karena peningkatan risiko gastrointestinal, dan sedikit atau tidak ada peningkatan efikasi.

Penggunaan Asimat 500 Untuk ibu hamil atau ibu menyusui

FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) menempatkan Mefenamic acid dalam kategori C, penjelasannya adalah sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada manusia, namun jika potensi keuntungan dapat dijamin, penggunaan obat pada ibu hamil dapat dilakukan meskipun potensi resiko sangat besar.

Namun, pada trimester akhir dikelompokan dalam kategori D, dengan penjelasan berikut :

Terbukti beresiko terhadap janin manusia berdasarkan bukti-bukti empiris yang didapatkan dari investigasi, pengalaman marketing maupun  studi terhadap manusia. Namun jika potensi keuntungan bisa dijamin  penggunaan obat pada ibu hamil bisa dilakukan meskipun potensi risiko sangat besar.

Sebaiknya jangan menggunakan Asimat 500 untuk ibu hamil pada trimester akhir kehamilan karena dapat menyebabkan penutupan dini duktus arteriosus.

Penggunaan Asimat 500 untuk ibu menyusui harus dikonsultasikan dengan dokter.

Interaksi

Interaksi dengan obat lain dapat mengubah cara kerja obat atau meningkatkan risiko terjadinya efek samping yang serius. Beritahu dokter dan apoteker tentang obat apa saja yang sedang Anda konsumsi. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat apa pun tanpa persetujuan dokter Anda.

Berikut interaksi obat yang mungkin terjadi :

Dosis Asimat 500

Berikut adalah dosis Asimat 500 yang lazim digunakan untuk masing-masing kondisi penyakit :

Untuk nyeri ringan sampai sedang, Rheumatoid arthritis, sakit gigi, Nyeri pasca operasi, Nyeri haid, Osteoarthritis, Menorrhagia :

Aturan Pakai Asimat 500

Artikel Pengetahuan Obat lainnya

Asimat 500 mefenamic acid adalah obat yang hanya bisa didapatkan melalui resep dokter. Jangan menggunakan obat pereda nyeri ini melebihi dosis dan durasi yang telah diresepkan oleh dokter. Penggunaan yang berlebihan tidak akan meningkatkan manfaat obat ini namun justru akan meningkatkan efek sampingnya.

Sharing is caring