ASEAN : Pengertian, Tujuan, Negara Anggota

ASEAN adalah organisasi Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara. ASEAN singkatan dari Association of Southeast Asian Nations.

ASEAN didirikan pada tanggal 8 Agustus 1967 berdasarkan Deklarasi Bangkok.

Negara pendiri ASEAN adalah Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand.

Tujuan ASEAN adalah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, dan pengembangan kebudayaan negara-negara anggotanya, memajukan perdamaian dan stabilitas kawasan regional, serta meningkatkan kesempatan untuk membahas perbedaan di antara anggotanya secara damai.

Di artikel ini kita akan membahas secara lengkap tentang organisasi Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara. Apa pengertian ASEAN, apa tujuan oraganisasi ini didirikan, apa latar belakang, dan kerja sama apa saja yang diinisiasi oleh organisasi ini. Selamat membaca.

Pengertian ASEAN

Apa sih pengertian ASEAN? ASEAN adalah organisasi geo-politik dan ekonomi yang mewadahi kerjasama negara-negara anggotanya yang berada di kawasan Asia Tenggara.

Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara atau ASEAN singkatan dari Association of Southeast Asian Nations.

Organisasi negara-negara ASEAN berdiri pada tanggal 8 Agustus 1967.

Negara Pendiri ASEAN

Organisasi Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (Perbara) ini didirikan oleh 5 negara.

Negara negara pendiri ASEAN adalah Filipina, Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Singapura.

Tokoh Pendiri ASEAN

Pendirian ASEAN didahului dengan adanya deklarasi Bangkok yang diadakan di negara Thailand.

Penandatanganan Deklarasi Bangkok pada tanggal 8 Agustus 1967 dilakukan oleh 5 tokoh pendiri ASEAN dari 5 negara, yaitu :

  • Menteri Luar Negeri Filipina : Narciso Ramos.
  • Menteri Luar Negeri Indonesia : Adam Malik.
  • Menteri Luar Negeri Thailand : Thanat Khoman.
  • Menteri Luar Negeri Malaysia : Tun Abdul Razak.
  • Menteri Luar Negeri Singapura : S. Rajaratnam.

Baca selengkapnya : profil 5 tokoh pendiri ASEAN

Dengan ditandatanganinya deklarasi Bangkok maka sah berdiri organisasi Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara ini.

Di bawah ini adalah isi Deklarasi Bangkok :

  • Mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial dan perkembangan kebudayaan di kawasan Asia Tenggara
  • Meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional
  • Meningkatkan kerja sama dan saling membantu untuk kepentingan bersama dalam bidang ekonomi, sosial, teknik, ilmu pengetahuan, dan administrasi
  • Memelihara kerja sama yang erat di tengah-tengah organisasi regional dan internasional yang ada
  • Meningkatkan kerja sama untuk memajukan pendidikan, latihan, dan penelitian di kawasan Asia Tenggara
Penandatanganan Deklarasi Bangkok, Pendirian ASEAN
Penandatanganan Deklarasi Bangkok (Foto: Sekretariat ASEAN)

Semboyan organisasi Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia tenggara ini adalah Satu Visi, Satu Identitas, Satu Masyarakat.

Prinsip

Untuk menjalankan kerjasama geopolitik dan ekonomi ini, Organisasi Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara ini berdiri di bawah prinsip-prinsip dasar.

Di bawah ini adalah isi prinsip ASEAN :

  • Menghormati kemerdekaan, kedaulatan, kesetaraan, integritas wilayah, dan identitas nasional seluruh negara anggota;
  • Komitmen bersama dan tanggung jawab kolektif dalam meningkatkan perdamaian, keamanan, dan kemakmuran di kawasan Asia Tenggara;
  • Menolak agresi, ancaman, penggunaan kekuatan, atau tindakan lainnya dalam bentuk apa pun yang bertentangan dengan hukum internasional;
  • Mengedepankan penyelesaian sengketa secara damai, tidak mencampuri urusan dalam negeri negara anggota, dan menghormati kebebasan yang mendasar, pemajuan dan pelindungan hak asasi manusia, serta pemajuan keadilan sosial.

Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) adalah pertemuan tingkat tinggi para kepala negara/pemerintahan negara anggota.

Konferensi ini menempati hierarki tertinggi dalam struktur organisasi Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara ini.

Di bawah ini adalah struktur organisasi lengkap organisasi Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara :

  • Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN adalah pertemuan tingkat tinggi para kepala negara/pemerintahan negara anggota.
  • Dewan Koordinasi (ASEAN Coordinating Council) adalah pertemuan para menteri luar negeri-negara anggota yang bertindak sebagai koordinator Dewan Masyarakat ASEAN.
  • Dewan Masyarakat ASEAN (ASEAN Community Council) adalah pertemuan para Menteri yang membidangi tiga pilar Masyarakat ASEAN, yaitu Pilar Politik-Keamanan, Pilar Ekonomi, dan Pilar Sosial-Budaya.
  • Pertemuan Badan-Badan Sektoral Tingkat Menteri (ASEAN Sectoral Ministerial Bodies) adalah pertemuan para menteri yang membidangi setiap sektor kerja sama.
  • Pertemuan tingkat Pejabat Tinggi (ASEAN Senior Officials’ Meeting) adalah pertemuan para pejabat tinggi di bawah tingkat menteri negara anggota yang membidangi setiap sektor kerja sama ASEAN.
  • Sekretariat ASEAN adalah organ ASEAN yang berfungsi meningkatkan koordinasi antar badan ASEAN dan implementasi berbagai kegiatan dan proyek dalam kerangka kerja sama ASEAN. Sekretariat dipimpin oleh Sekretaris Jenderal.
  • Komite Wakil Tetap ASEAN adalah forum para Duta Besar/Wakil Tetap negara anggota yang diakreditasikan ke ASEAN dan berkedudukan di Jakarta, Indonesia.
  • Sekretariat Nasional adalah pumpunan kegiatan (focal point) tingkat nasional setiap negara ASEAN yang memiliki tugas menyimpan informasi mengenai urusan ASEAN, mengoordinasikan pelaksanaan keputusan ASEAN, serta memajukan identitas dan kesadaran ASEAN.
  • Komisi Antarpemerintah untuk HAM (ASEAN Intergovernmental Commission on Human Rights/AICHR) adalah Badan HAM ASEAN yang bertugas memajukan dan melindungi HAM seluruh masyarakat di kawasan Asia Tenggara.
  • Sekretaris Jenderal ASEAN adalah kepala Sekretariat yang diangkat oleh Konferensi Tingkat Tinggi untuk periode lima tahun dan dipilih dari warga negara anggota berdasarkan rotasi menurut urutan abjad nama negara dalam bahasa Inggris.
  • Sekretaris Jenderal bertugas membantu pelaksanaan berbagai kesepakatan/keputusan ASEAN serta memantau dan melaporkan perkembangan capaian ASEAN kepada KTT. Selain itu, menyampaikan pandangan dan sikap ASEAN kepada eksternal sesuai pedoman kebijakan dan mandatnya.

Sekjen ASEAN yang pertama berasal dari negara Indonesia, yaitu H.R. Darsono.

H.R. Darsono menjabat sebagai Sekjen dari tahun 1976 sampai tahun 1978.

gambar struktur organisasi ASEAN

Sekretariat

Indonesia, sebagai negara terbesar di Asia Tenggara mendapat kehormatan sebagai lokasi sekretariat organisasi Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (Perbara).

Lokasi Sekretariat ASEAN adalah di Jalan Sisingamangaraja Nomor 70A, Jakarta Selatan, Indonesia

Fungsi Sekretariat ASEAN adalah :

  • Penghubung antar badan dan komite;
  • Penghubung ASEAN dengan pihak eksternal, termasuk organisasi internasional;
  • Pendukung pelaksanaan seluruh proyek dan kegiatan secara lebih efektif.

Ketua ASEAN

Ketua ASEAN digilir setiap tahun di antara negara-negara anggota perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara ini.

Sesuai dengan amanat Piagam ASEAN, Ketua organisasi ini bergantian setiap tahun.

Urutan giliran menjadi ketua organisasi menggunakan abjad pertama nama negara anggota ASEAN dalam bahasa Inggris.

Fungsi Ketua ASEAN adalah sebagai penanggung jawab penyelenggaraan pertemuan-pertemuan organisasi, misalnya :

  • KTT ASEAN
  • Dewan Koordinasi ASEAN
  • Dewan Masyarakat ASEAN
  • dan Badan Sektoral ASEAN

Sejak organisasi Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara ini berdiri pada tahun 1967, Indonesia sudah tiga kali menjabat sebagai Ketua yakni pada tahun 1976, 2003 dan 2011.

Piagam ASEAN

Piagam ASEAN ditandatangani pada saat KTT Ke-13 tanggal 20 November 2007 yang berlangsung di Singapura.

Piagam ini kemudian harus melalui proses ratifikasi di masing-masing Negara Anggota.

Setelah semua negara meratifikasi piagam ini, maka Piagam ASEAN resmi berlaku sejak tanggal 15 Desember 2008.

Pada tanggal 6 November 2008, Presiden Republik Indonesia sudah menandatangani RUU Pengesahan Piagam ASEAN menjadi UU No. 38/2008.

Piagam ASEAN terdiri dari Preamble, 13 Bab dan 55 Pasal beserta lampiran-lampirannya yang isinya menegaskan kembali keberlakuan semua nilai, prinsip, peraturan dan tujuan ASEAN seperti yang telah tercantum dalam berbagai perjanjian, deklarasi, konvensi, traktat dan dokumen-dokumen dasar lainnya.

Piagam ASEAN adalah kerangka kerja hukum dan kelembagaan yang mengikat seluruh negara anggota, dan menjadikan organisasi negara-negara kawasan Asia Tenggara ini sebagai organisasi yang memiliki status hukum (legal personality).

Baca Juga :  Ini Lho Bendera dan Lambang ASEAN (Arti & Penjelasan Lengkap)

Lambang ASEAN

Sebelum tahun 1997, lambang ASEAN tergambar di bendera berwarna putih.

Lambang ASEAN yang lama memiliki desain seikat batang padi, berwarna coklat, dengan kata ‘asean’ di bagian bawah.

Elemen-elemen ini berada dalam lingkaran berwarna dasar kuning dalam tepi lingkaran biru.

Lambang tersebut melambangkan solidaritas dan komitmen untuk bekerja bersama demi aspirasi dan kesejahteraan rakyatnya.

Lambang organisasi ini juga menggambarkan kepatuhan ASEAN terhadap konsep perdamaian dan stabilitas regional dalam konteks global.

Bertambahnya negara anggota ASEAN menjadi 10 negara membuat organisasi Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara ini harus menyesuaikan lambang organisasinya.

Lambang Asosiasi Bangsa Bangsa Asia Tenggara atau logo ASEAN yang baru mulai diadopsi pada Juli 1997 bersamaan dengan peresmian bendera organisasi.

Lambang ASEAN memiliki latar belakang lingkaran merah, sepuluh batang padi atau batang kuning digambar di tengah.

Di bawah batang padi ada tulisan singkatan nama organisasi “asean” ditulis dalam huruf kecil Helvetica dengan warna biru.

Lingkaran merah digambar dengan lingkaran putih dan biru.

Apa arti lambang ASEAN?

Lambang ASEAN adalah 10 batang padi mewakili mimpi para pendiri organisasi untuk sebuah organisasi kawasan yang terdiri dari semua 10 negara di Asia Tenggara yang terikat bersama dalam persahabatan dan solidaritas.

Desain lambang ASEAN pada pokoknya adalah beras. Kenapa beras? Karena beras adalah makanan pokok dan mungkin tanaman terpenting bagi masyarakat Asia Tenggara. Sejak zaman kuno, keberadaan beras sangat terkait dengan kemakmuran, kesejahteraan, dan kekayaan.

Pentingnya beras bagi masyarakat asia tenggara sangat sesuai dengan visi para pendiri ASEAN untuk menciptakan wilayah yang damai dan makmur di kawasan Asia Tenggara.

Seperti dijelaskan di atas, lambang organisasi negara kawasan Asia Tenggara ini berubah seiring pertambahan jumlah anggota.

gambar lambang ASEAN baru
Lambang ASEAN memiliki latar belakang lingkaran merah, sepuluh batang padi atau batang kuning digambar di tengah. Di bawah batang padi ada tulisan singkatan nama organisasi “asean” ditulis dalam huruf kecil Helvetica dengan warna biru. Lingkaran merah digambar dengan lingkaran putih dan biru.

Desain lambang ASEAN saat ini adalah modifikasi dari lambang sebelumnya. Keduanya, lambang lama dan baru menampilkan seikat batang padi yang diikat menjadi satu.

Perbedaan antara lambang lama dengan yang baru adalah pada lambang lama jumlah batang padi ada enam untuk mewakili lima negara pendiri ASEAN (Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand) ditambah dengan Brunei (bergabung pada 8 Januari 1984).

Sedangkan lambang ASEAN baru memiliki batang padi berjumlah 10, sesuai dengan jumlah anggota saat ini.

Bendera ASEAN

Bendera ASEAN melambangkan ASEAN yang stabil, penuh perdamaian, bersatu, dan dinamis.

Bendera organisasi Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara ini berwarna biru dengan lambang organisasi di tengah-tengahnya.

gambar lambang ASEAN 1
Bendera dengan lambang ASEAN ditengah-tengahnya melambangkan ASEAN yang stabil, penuh perdamaian, bersatu, dan dinamis (sumber : http://setnas-asean.id/)

Di bawah ini adalah arti bendera dan lambang ASEAN beserta penjelasannya :

  • Bendera ASEAN menggunakan latar belakang Biru yang melambangkan perdamaian dan stabilitas.
  • Di tengah-tengah bendera ada lambang ASEAN yang dikelilingi lingkaran. Lingkaran ini melambangkan kesatuan ASEAN.
  • Lingkaran yang mengelilingi logo itu berwarna putih. Putih melambangkan kesucian.
  • Lambang atau shield tergambar di dasar warna merah yang melambangkan semangat dan kedinamisan.
  • Inti dari lambang ASEAN yaitu ikatan rumpun padi melambangkan harapan para tokoh pendiri ASEAN agar asosiasi ini secara bersama-sama terikat dalam persahabatan dan kesetiakawanan sosial.
  • Jumlah batang padi 10 batang, adalah jumlah negara anggota ASEAN.
  • Batang padi berwarna kuning melambangkan kemakmuran.

Latar belakang ASEAN

Apa latar belakang berdirinya ASEAN?

Latar belakang berdirinya organisasi Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara ini adalah adanya keinginan kuat dari para pendiri organisasi untuk menciptakan kawasan Asia Tenggara yang damai, aman, stabil dan sejahtera.

Keinginan seperti itu ada mengingat situasi kawasan Asia Tenggara pada era 1960-an sangat rawan konflik.

Konflik-konflik di kawan Asia Tenggara terjadi karena adanya perebutan pengaruh ideologi negara-negara besar dan konflik antar negara di kawasan Asia Tenggara sendiri.

Jika konflik seperti itu terus dibiarkan terjadi maka dikhawatirkan bisa mengganggu stabilitas kawasan yang akan menghambat pembangunan negara masing-masing.

Tujuan Dibentuknya ASEAN

Apa sih tujuan didirikan ASEAN itu? Tujuan didirikannya organisasi Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara ini adalah :

  • Mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial dan perkembangan kebudayaan di kawasan Asia Tenggara
  • Meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional
  • Meningkatkan kerja sama dan saling membantu untuk kepentingan bersama dalam bidang ekonomi, sosial, teknik, ilmu pengetahuan, dan administrasi
  • Memelihara kerja sama yang erat di tengah-tengah organisasi regional dan internasional yang ada
  • Meningkatkan kerja sama untuk memajukan pendidikan, latihan, dan penelitian di kawasan Asia Tenggara

Tujuan organisasi negara kawasan Asia Tenggara ini termaktub dalam deklarasi Bangkok yang menjadi dasar pendirian.

Negara Anggota ASEAN

Pada saat awal pendirian, negara anggota ASEAN ada 5 negara, yaitu :

  • Filipina
  • Indonesia
  • Thailand
  • Malaysia
  • Singapura

Baca juga : Profil negara-negara pendiri ASEAN

Saat ini, negara anggota ASEAN adalah 10 negara yang berada di kawasan Asia tenggara.

Brunei Darussalam adalah negara pertama yang bergabung sebagai negara anggota Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara ini di luar lima negara pendiri.

Brunei Darussalam secara resmi bergabung menjadi anggota pada tanggal 8 Januari 1984.

Sebelas tahun kemudian, Vietnam memutuskan bergabung menjadi anggota yang ketujuh pada tanggal 28 Juli 1995.

Berselang dua tahun, yaitu pada tanggal 23 Juli 1997 Laos dan Myanmar masuk menjadi negara anggota.

Sedianya, pada saat itu ada tiga negara yang ingin bergabung, satu negara lagi, yaitu Kamboja.

Namun, status keanggotaan Kamboja tertunda akibat adanya permasalahan politik dalam negerinya.

Penundaan keanggotaan Kamboja berlangsung selama tahun. Pada akhirnya, Kamboja secara resmi bergabung menjadi negara anggota pada tanggal 30 April 1999.

Negara pecahan Indonesia, yaitu Timor Leste berkeinginan kuat untuk menjadi negara anggota. Namun, keinginan itu belum bisa terpenuhi.

Di bawah ini adalah negara-negara anggota ASEAN, berdasarkan  tanggal menjadi anggota :

  • Indonesia (8 Agustus 1967).
  • Malaysia (8 Agustus 1967).
  • Singapura (8 Agustus 1967).
  • Thailand (8 Agustus 1967).
  • Filipina (8 Agustus 1967).
  • Brunei Darussalam (8 Januari 1984).
  • Vietnam (28 Juli 1995).
  • Laos (23 Juli 1997).
  • Myanmar (23 Juli 1997).
  • Kamboja (30 April 1999).

Jika ditotal, luas wilayah daratan negara-negara anggota ASEAN meliputi seluas 4.46 juta km² atau setara dengan 3% total luas daratan di Bumi.

Luas wilayah daratan kawasan ini hanya sepertiga dari luas wilayah lautnya.

Luas daratan kawasan ini adalah 4.817.000 km²

Luas laut pada kawasan ini adalah 5.060.100 km²

Jumlah penduduk di kawasan ini lebih dari 600 juta orang atau setara dengan 8.8% total populasi dunia.

Letak geografis ASEAN sangat strategis, yaitu berada di jalur perdagangan tersibuk dunia selat Malaka dan Laut China Selatan.

Letak koordinat atau letak astronomis ASEAN adalah 28°LU – 11°LS dan 93°BT – 141°BT .

Negara yang terletak paling utara di ASEAN yaitu Myanmar. Sedangkan yang paling selatan adalah Indonesia.

Myanmar juga terletak paling barat, sedangkan paling timur adalah Indonesia.

Di bawah ini adalah daftar lengkap letak astronomis negara-negara ASEAN :

  • Indonesia pada 6˚ lintang utara (LU) – 11˚ lintang selatan (LS) dan 95˚ bujur timur (BT) -. 141˚ BT
  • Filipina pada 5˚LU – 21˚LU dan 117˚BT – 126˚BT
  • Singapura pada 1˚15’ LU – 1˚26’ LU dan 103˚BT -104˚BT
  • Malaysia pada 1˚LU – 7˚LU dan 100˚BT – 119˚BT
  • Thailand  pada 5˚LU – 21˚LU dan 97˚BT – 106˚BT
  • Myanmar pada 10˚ LU – 29˚ LU dan 92˚ BT – 101˚ BT
  • Kamboja pada  10˚ LU s.d. 14˚ LU dan 102˚ BT – 108˚ BT
  • Brunei Darrusalam 4˚ LU – 5˚ LU dan 114˚ BT – 115,5˚ BT
  • Vietnam pada 8˚ LU – 23˚ LU dan 102˚ BT – 109˚ BT
  • Laos 14˚ LU – 22˚ LU dan 100˚ BT – 107˚ BT 
Baca Juga :  5 Negara Pendiri ASEAN dan Tokohnya (Lengkap)
gambar peta negara-negara ASEAN

Kerjasama ASEAN

Organisasi Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara ini didirikan untuk mewadahi kerjasama antar negara anggotanya.

Kerja sama antar negara anggota tidak hanya terjadi dalam bidang ekonomi saja namun termasuk kerjasama di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, kebudayaan dan informasi, pembangunan serta keamanan dan kerja sama transnasional lainnya.

Kerjasama juga bukan hanya antar pemerintah saja namun didorong adanya kerjasama people to people.

Untuk mewujudkan kerjasama people to people, maka diinisiasi terbentuknya masyarakat ASEAN.

Masyarakat ASEAN

Pengertian Masyarakat ASEAN adalah kesatuan bangsa Asia Tenggara yang memiliki pandangan keluar, hidup secara damai, stabil dan makmur, serta terikat bersama dalam kemitraaan pembangunan yang dinamis dan saling peduli satu sama lain.

Latar belakang pembentukan Masyarakat ASEAN, antara lain, munculnya krisis ekonomi tahun 1997 yang berpengaruh negatif terhadap perekonomian negara-negara anggota.

Kejadian seperti itu, mendorong organisasi kawasan ini berupaya mengambil tindakan untuk menciptakan kawasan yang memiliki daya tahan ekonomi.

Selain terjadinya krisi ekonomi 1997, latar belakang lainnya adalah munculnya isu-isu global yang berpotensi mengganggu stabilitas kawasan Asia Tenggara, misalnya, terorisme, perdagangan narkotika, kejahatan lintas batas, dan kelestarian lingkungan hidup.

Untuk itu, pembentukan Masyarakat ASEAN 2015 dilandasi oleh tiga pilar, yaitu :

  • Pilar Politik-Keamanan
  • Pilar Ekonomi
  • dan Pilar Sosial Budaya.

Kerja sama ketiga pilar itu dilakukan di bawah koordinasi ASEAN Coordinating Council/ACC yang merupakan kumpulan para Menteri Luar Negeri negara anggota.

ACC melakukan pertemuan setidaknya dua kali setahun.

Di bawah koordinasi ACC adalah tiga Dewan Masyarakat ASEAN yang terdiri dari :

  • ASEAN Political Security Community Council/APSCC
  • ASEAN Economic Community Council/AECC
  • dan ASEAN Socio-Cultural Community Council/ASCCC

Tugas ACC, antara lain :

  • Mempersiapkan KTT
  • Mengkoordinir pelaksanaan perjanjian dan keputusan KTT
  • Melakukan koordinasi dengan Dewan Masyarakat ASEAN untuk meningkatkan keterpaduan kebijakan, efisiensi, dan kerja sama
  • Mengkoordinir laporan Dewan Masyarakat ASEAN kepada KTT
  • Memberikan pertimbangan laporan tahunan Sekretaris Jenderal mengenai hasil kerja ASEAN
  • Memberikan pertimbangan laporan Sekretaris Jenderal mengenai fungsi dan kegiatan Sekretariat serta badan relevan lain
  • Memberi persetujuan tentang pengangkatan dan pengakhiran masa jabatan para Deputi Sekretaris Jenderal berdasarkan rekomendasi Sekretaris Jenderal, dan
  • Tugas lain yang sesuai dengan Piagam ASEAN atau fungsi lainnya seperti yang ditetapkan oleh KTT.​

Seperti dijelaskan di atas, kerjasama yang diwadahi oleh organisasi Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara meliputi berbagai bidang.

Di bawah ini adalah penjelasan spesifik mengenai kerjasama yang diwadahi oleh organisasi negara kawasan Asia tenggara ini :

Kerjasama ekonomi

Kerjasama ekonomi negara-negara anggota Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara (Perbara) memiliki tujuan untuk menghilangkan hambatan-hambatan ekonomi.

Cara yang dilakukan adalah saling membuka perekonomian masing-masing negara-negara anggota dalam rangka menciptakan integrasi ekonomi kawasan.

Cakupan kerja sama ekonomi meliputi bidang perindustrian, perdagangan, investasi, jasa dan transportasi, telekomunikasi, pariwisata, serta keuangan.

Di samping itu, kerja sama ekonomi kawasan ini juga mencakup bidang pertanian dan kehutanan, energi dan mineral, serta usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Secara umum, profil perekonomian kawasan Asia tenggara adalah seperti di bawah ini :

  • Kaya akan komoditas sumber daya alam berupa energi, mineral dan tanaman pangan;
  • Jumlah penduduk besar, yaitu 632 Juta Jiwa (2015), dengan mayoritas dalam usia produktif;
  • Pertumbuhan ekonomi relatif tinggi, rata-rata 5% – 6% per tahun.

Dengan tujuan mencapai kesetaraan pembangunan antarnegara anggota (narrowing the development gap), organisasi kawasan ini membuat Initiative for ASEAN Integration(IAI).

IAI memiliki tujuan untuk menciptakan pemerataan pembangunan antara ASEAN-6 (Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand) dengan CLMV (Kamboja, Laos, Myanmar, dan Vietnam).

Kerjasama ekonomi antar negara anggota kemudian diwadahi dengan pembentukan Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN (AFTA).

Di bawah ini adalah beberapa kerjasama ekonomi negara-negara kawasan Asia Tenggara yang telah dilakukan :

  • Kerjasama sektor industri melalui ASEAN Industrial Cooperation/AICO;
  • Kerjasama sektor perdagangan dengan membentuk Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN (AFTA) melalui pemberlakuan Tarif Efektif Bersama (Common Effective Preferential Tariff – CEPT) antara 5-10% atas dasar produk per produk, baik produk ekspor maupun impor dengan tujuan menghilangkan hambatan perdagangan antar negara-negara anggota;
  • Perdagangan Bebas dengan Mitra Wicara (Free Trade Agreement/FTA);
  • Kerjasama sektor jasa yang mencakup kerjasama sektor transportasi dan telekomunikasi, pariwisata, dan keuangan;
  • Kerjasama sektor komoditi dan sumber daya alam;
  • Kerjasama sub-sektor pertanian dan kehutanan;
  • Kerjasama sektor energi dan mineral;
  • Kerjasama sektor usaha kecil dan menengah; dan
  • Kerjasama dalam bidang pembangunan.

Masyarakat Ekonomi ASEAN

Pada tahun 2015, negara anggota organisasi Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara sudah menyetujui Cetak Biru Masyarakat Ekonomi ASEAN 2025.

Cetak Biru MEA 2025 dibangun berdasarkan Cetak Biru MEA 2015 yang terdiri dari lima karakteristik yang saling terkait dan saling menguatkan, yaitu :

  • Ekonomi yang terpadu dan terintegrasi penuh;
  • ASEAN yang berdaya saing, inovatif, dan dinamis;
  • Peningkatan konektivitas dan kerja sama sektoral;
  • ASEAN yang tangguh, inklusif, serta berorientasi dan berpusat pada masyarakat; dan
  • ASEAN yang global.

Kerjasama Politik Keamanan

Kerjasama politik dan keamanan memiliki tujuan untuk menciptakan keamanan, stabilitas dan perdamaian khususnya di kawasan dan umumnya di dunia.

Untuk mendukung kerjasama politik dan keamanan, digunakan beberapa instrumen politik, misalnya :

  • Kawasan Damai, Bebas Dan Netral (Zone Of Peace, Freedom And Neutrality/ ZOPFAN)
  • Traktat Persahabatan dan Kerjasama (Treaty of Amity and Cooperation /TAC in Southeast Asia), dan
  • Kawasan Bebas Senjata Nuklir Di Asia Tenggara (Treaty on Southeast Asia  Nuclear Weapon-Free Zone/SEANWFZ)

Di samping ketiga instrumen politik di atas, diadakan juga forum kerjasama dalam bidang politik dan keamanan yang disebut ASEAN Regional Forum (ARF).

Di bawah ini adalah beberapa contoh kerjasama politik dan keamanan yang sudah dilakukan oleh organisasi Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia tenggara :

  • Traktat Bantuan Hukum Timbal Balik di Bidang Pidana (Treaty on Mutual Legal Assistance in Criminal Matters/MLAT);
  • Konvensi tentang Pemberantasan Terorisme (ASEAN Convention on Counter Terrorism/ACCT);
  • Pertemuan para Menteri Pertahanan (Defence Ministers Meeting/ADMM) dengan tujuan untuk mempromosikan perdamaian dan stabilitas kawasan dengan cara dialog serta kerjasama di bidang pertahanan dan keamanan;
  • Penyelesaian sengketa Laut China Selatan;
  • Kerjasama Pemberantasan kejahatan lintas batas yang meliputi pemberantasan terorisme, perdagangan obat terlarang, pencucian uang, penyelundupan dan perdagangan senjata ringan dan manusia, bajak laut, kejahatan internet dan kejahatan ekonomi internasional;
  • Kerjasama bidang hukum;
  • Kerjasama di bidang imigrasi dan kekonsuleran; serta
  • Kerjasama kelembagaan antar parlemen;

Kerjasama Fungsional

Kerjasama fungsional yang diwadahi meliputi bidang kebudayaan, penerangan, pendidikan, lingkungan hidup, ilmu pengetahuan dan teknologi, penanganan bencana alam, kesehatan, ketenagakerjaan, pembangunan sosial, pengentasan kemiskinan, pemberdayaan perempuan, kepemudaan, penanggulangan narkoba, peningkatan administrasi dan kepegawaian publik.

Di bawah ini adalah beberapa contoh kerjasama fungsional yang sudah dilakukan oleh organisasi Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia tenggara :

  • Kerjasama kebudayaan, penerangan, dan pendidikan, misalnya, workshop dan simposium seni dan budaya, Culture Week, Youth Camp, pertukaran kunjungan antar seniman, Student Exchange Programme, dan pembentukan ASEAN University Network (AUN).
  • Kerjasama pembangunan pedesaan dan pengentasan kemiskinan;
  • Kerjasama kesehatan, ketenagakerjaan, serta kerjasama pembangunan dan kesejahteraan sosial;
  • Kerjasama ilmu pengetahuan dan teknologi, lingkungan hidup dan bencana alam;
  • Kerjasama sumber daya manusia yang mencakup bidang pemajuan wanita, pemuda, penanggulangan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan obat-obat terlarang (P4GN), pengelolaan Yayasan, serta bidang kepegawaian dan administrasi.
Baca Juga :  9 Peran Indonesia Dalam Perdamaian Dunia

Pembebasan Visa

Kesepuluh negara anggota sudah menandatangani Persetujuan Kerangka Kerja ASEAN tentang Pembebasan Visa.

Kesepakatan bebas Visa antar negara anggota dilakukan pada tanggal 25 Juli 2006 di Kuala Lumpur, Malaysia.

Persetujuan bebas Visa digunakan sebagai rujukan bagi Negara-negara anggota dalam rangka memberikan kemudahan bagi warganya untuk masuk ke negara anggota ASEAN lainnya dengan ketentuan yang telah disepakati.

Pemerintah Indonesia telah meratifikasi Persetujuan bebas Visa ini pada tanggal 22 Mei 2009 melalui Keppres 19 tahun 2009.

Kerja Sama Eksternal

Selain kerjasama internal antar negara anggota, organisasi Perhimpunan bangsa-bangsa Asia tenggara juga melakukan kerjasama dengan negara lainnya.

Kerjasama dengan berbagai pihak ini dilakukan untuk mewujudkan visi ASEAN 2020, yaitu ASEAN yang berwawasan ke depan akan memainkan peran penting dalam masyarakat internasional dan memajukan kepentingan secara bersama-sama.

Di bawah ini adalah beberapa contoh kerjasama dengan pihak eksternal :

Kerja Sama ASEAN+3

Pertemuan ASEAN+3 telah dilakukan di antaranya membicarakan kerja sama keamanan energi.

Pertemuan-pertemuan itu dilakukan karena kesadaran bahwa kebutuhan energi baik di tingkat regional maupun tingkat dunia terus meningkat.

Pertemuan pertama diadakan di Manila, Filipina pada tanggal 9 Juni 2004.

Pertemuan itu menghasilkan program kegiatan Energy Security Forum, Natural Gas Forum, Oil Market Forum, Oil Stockpliling Forum dan Renewable Energy Forum.

Kerjasama dengan India

Sejak KTT ke-5 di Bangkok, Thailand tanggal 14-15 Desember 1995, India sudah menjadi mitra wicara penuh ASEAN setelah sebelumnya hanya menjadi Mitra wicara sektoral sejak 1992.

Selanjutnya, terus diadakan pertemuan-pertemuan antar kedua pihak untuk meningkatkan kerjasama.

KTT pertama ASEAN-India dilakukan di Phnom Penh, Kamboja pada tanggal 5 November 2002.

Pada KTT ini para Pemimpin kedua pihak berkomitmen untuk meningkatkan kerja sama dalam bidang perdagangan dan investasi, pengembangan sumber daya manusia, ilmu pengetahuan dan teknologi, teknologi informasi dan people to people contacts.

Komitmen itu lalu dikukuhkan secara resmi dengan penandatanganan ASEAN-India Partnership for Peace, Progress and Shared Prosperity and Plan of Action pada KTT ASEAN-India ke-3 yang diadakan di Vientiane, Laos pada tanggal 30 November 2004.

Peran Indonesia di ASEAN

Adanya organisasi Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara ini telah memberi manfaat besar bagi seluruh anggotanya. Tidak terkecuali bagi Indonesia.

Di bawah ini adalah beberapa manfaat ASEAN bagi Indonesia :

  • Organisasi kawasan ini telah mampu menciptakan stabilitas, perdamaian, dan keteraturan di Asia Tenggara sehingga Indonesia dapat fokus dengan program-program pembangunan negara sehingga bisa mendorong Indonesia menjadi negara yang lebih maju;
  • Adanya organisasi negara-negara Asia Tenggara ini mempermudah kerja sama antar negara anggota, misalnya perluasan perdagangan, investasi, kepariwisataan, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pendidikan;
  • ASEAN bisa menjadi wadah bagi Indonesia untuk memperjuangkan kepentingan nasional di kawasan Asia Tenggara dan kepentingan bersama di forum internasional;

Di samping mengambil manfaat dari keanggotaan di organisasi Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara ini, Indonesia juga aktif berperan dalam berbagai upaya-upaya yang diwadahi organisasi ini.

Apa peran Indonesia dalam bidang ekonomi di ASEAN?

Beberapa peran Indonesia di ASEAN yang dikutip dari situs sekretariat nasional ASEAN-Indonesia :

  • Untuk isu Laut China Selatan, Indonesia adalah honest broker dan berperan aktif dalam menggulirkan prakarsa dan inovasi berupa berbagai interim measures. Indonesia turut memainkan peran disepakatinya 2 (dua) interim measures yaitu: (1) Joint Statement on the Application of CUES dan (2) Hotline of Communications. Indonesia berperan aktif dalam proses negosiasi Kerangka Code of Conduct (CoC), salah satunya dengan dihasilkannya draft awal Kerangka CoC di Bali pada bulan Februari 2017, untuk dikembangkan dalam pertemuan-pertemuan Joint Working Group (JWG) selanjutnya.
  • Indonesia berperan penting untuk memastikan sentralitas ASEAN, contohnya dalam memprakarsai dikeluarkannya Joint Statement of the Foreign Ministers of ASEAN Member States on the Maintenance of Peace, Security and Stability in the Region pada bulan Juli 2016.
  • Di bidang maritim, Indonesia terus mendorong penguatan kerja sama keamanan maritim, terutama dalam penanggulangan isu illegal, unreported, and unregulated fishing (IUUF). Selain itu, Indonesia adalah negara pendorong implementasi EAS Statement on Enhancing Regional Maritime Cooperation yang diprakarsai Indonesia Indonesia dan disepakati tahun 2015.
  • Indonesia adalah negara pendorong upaya dan kerja sama penanggulangan terorisme, radikalisme dan violent extremism melalui implementasi ASEAN Convention on Counter Terrorism dan instrumen internasional terkait lainnya secara efektif.
  • Indonesia menjadi inisiator pembentukan ASEAN Seaport Interdiction Task Force (ASITF) dengan menjadikan seaport sebagai daerah perbatasan pengawasan Narkotika dan Prekursor Narkotika selain airport.
  • Indonesia juga berperan aktif dalam merespon perkembangan isu Rakhine State dengan mendorong dibukanya akses bantuan kemanusiaan ke Rakhine Statememberikan bantuan kemanusiaan, menawarkan berbagai inisiatif untuk membantu rekonsiliasi nasional dan interfaith dialogue, serta mendorong Myanmar memberikan update secara berkala mengenai perkembangan situasi di Rakhine.
  • Indonesia telah menjadi driving force yang sangat diperhitungkan dalam rangkaian perundingan RCEP. Di bawah kepemimpinan Indonesia, telah dicapai kemajuan dengan disepakatinya Chapter on Small Medium Enterprises (SMEs) dan Chapter on Economic and Technical Cooperation (ECOTECH).
  • Indonesia terlibat aktif dalam upaya pengembangan start-up business melalui penguatan pilot project berupa inkubator pelatihan di bidang peningkatan produksi, akses pasar, akses finansial, dan pengembangan peraturan serta sumber daya manusia.
  • Dalam isu Konektivitas ASEAN, Indonesia (bersama Filipina) berhasil mencapai kesepakatan di bidang konektivitas yang telah dinegosiasikan secara intensif selama kurun waktu lima tahun terakhir. Tercapai kemajuan dalam mengimplementasikan jalur pelayaran Roll On-Roll Off (RO-RO) kargo dengan rute Davao-General Santos-Bitung, yang merupakan salah satu proyek konektivitas.
  • Dalam isu pekerja migran, Indonesia berhasil meyakinkan disepakatinya Vientiane Declaration on Transition from Informal Employment to Formal Employment toward Decent Work Promotions. Deklarasi ini menggarisbawahi upaya untuk menghapuskan diskriminasi di lingkungan kerja serta memberikan jaminan perlindungan, terutama bagi para pekerja informal.
  • Dalam isu penanggulangan bencana, telah disepakati inisiatif Indonesia tentang Declaration on One ASEAN, One Response yang ditandatangani oleh seluruh Kepala Negara ASEAN pada bulan September 2016
  • ASEAN telah menyepakati inisiatif Indonesia dalam Joint Statement on Social Welfare and Development “Strengthening Social Welfare Development in Pursuing ASEAN Community Vision 2025” yang memberikan penekanan terhadap peningkatan aksesibilitas dan perlindungan kelompok rentan (kaum difabel).
  • Kementerian Luar Negeri terus membentuk dan menggerakkan Pusat Studi ASEAN, yang saat ini berjumlah 40 yang tersebar di seluruh Indonesia, untuk ikut serta mendiseminasikan informasi kepada masyarakat luas dan memberikan rekomendasi kebijakan.

Baca juga : Peran Indonesia Dalam Perdamaian Dunia

Demikian artikel kami tentang organisasi Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara atau ASEAN ( Association of Southeast Asian Nations). Semoga bermanfaat.