Amoxicillin 500 mg Tablet, Syrup, Drops Obat Apa? : Info Lengkap

Amoxicillin adalah obat antibiotik yang termasuk penicillin sintetik. Kegunaan Amoxicillin adalah untuk mengobati infeksi saluran pernafasan bagian atas dan bawah, infeksi saluran kemih (ISK), infeksi saluran cerna, serta infeksi kulit dan jaringan lunak. Sering digunakan dalam bentuk Amoxicillin trihydrate atau Amoxicillin Natrium (injeksi).

Antibiotik ini tersedia dalam sediaan Amoxicillin 250 mg tablet, Amoxicillin 500 mg tablet, Amoxicillin Syrup 125 mg/5 mL, Amoxicillin Forte Syrup 250 mg/5 mL, Amoxicillin drop untuk bayi dan anak usia di bawah 2 tahun, dan Amoxicillin powder for injection.

Amoxicillin adalah salah satu antibiotik paling populer. Antibiotik ini tersedia dalam berbagai sediaan, baik generik maupun paten/merk, misalnya Yusimox, Amoxsan, Hufanoxil, dll. Harga Amoxicillin generik relatif terjangkau, sediaan paten juga beraneka ragam.

Dalam artikel ini kita akan mengenal lebih jauh mengenai obat antibiotik ini. Amoxicillin obat apa, apa kegunaan, efek samping, dan apa saja yang perlu diperhatikan saat menggunakannya.

Ringkasan

Berikut tabel yang memuat informasi obat Amoxicillin secara singkat :

Informasi ObatAmoxicillin
GolonganG (Dengan resep)
IndikasiAntibiotik/anti infeksi
Dosislihat bagian dosis
Aturan PakaiDengan atau tanpa makanan
KontraindikasiHipersensitif thd Amoxicillin dan penisilin lain.
Sediaancapsul/tablet 250 mg, 500 mg; Syrup 125 mg/5 mL, forte syrup 250 mg/5 mL; drop 100 mg/mL; injection
Merk yang tersediaAmobiotic, Amobiotic Drops, Amodix, Amofion, Amosterra 500, Amoxil, Amoxil Forte, Amoxillin, Amoxsan, Amoxsan Forte, Amoxsan Paed Drops, Ancla Forte, Arcamox 500, Arcamox Forte, Bannoxilin, Bellacid, Bintamox, Broadamox 500, Bufamoxy, Camoksil, Corsamox, Danoxilin, Decamox, Decamox Forte, Dexymox, Dexymox Forte, Erlamoxy, Erphamoxy, Erphamoxy Forte, Etamox 500, Etamox Forte, Ethimox, Farmoxyl 250, Farmoxyl 500, Goxallin, Holimox, Holimox Forte, Hufanoxil, Inamox, Granul, Intermoxil, Intermoxil Forte, Kalmoxilin, Kamox, Kimoxil, Lapimox, Lauramox, Lauramox Forte, Leomoxyl, Leomoxyl Forte, Liskoma, Medimox, Mestamox, Mexylin 500, Mokbios 500, Moxaxil, Moxigra, Moxtid 500, Novamox, Novax, Novax Forte, Nufamox, Opimox, Opimox Forte, Ospamox, Pehamoxil, Pehamoxil Forte, Penmox, Penmox 1000, Pharmamox, Primoxil 250, Pritamox, Ramoxyl, Rimoxa, Rindomox, Robamox, Sammoxin, Sammoxin Forte, Scannoxyl, Sirimox, Supramox, Surpas 500, Topcillin, Vibramox, Wiamox, Widecillin, Widecillin 125, Widecillin 250, Xiltrop, Yusimox, Yusimox Forte, Zemoxil

Amoxicillin Obat Apa?

Amoxicillin termasuk antibiotik golongan beta laktam. Antibiotik ini termasuk keluarga penicillin semisintetik. Antibiotik ini stabil dalam suasana asam, mempunyai spektrum sedang, aktif terhadap bakteri gram negatif maupun gram positif.

Mekanisme aksi

Mekanisme aksi Amoxicillin adalah dengan cara menghambat sintesis dinding sel bakteri sehingga lintas hubungan antara rantai polimer peptidoglikan linier yang membentuk komponen utama dari dinding sel bakteri menjadi terganggu.

Baca Juga :  Epexol Tablet, Drop, Syrup, Forte Syrup (Ambroxol HCl) : Info Lengkap

Absorbsi

Antibiotik ini mudah diserap dengan konsentrasi plasma puncak tercapai setelah 1 atau 2 jam (sediaan oral, seperti tablet, kapsul, dan sirup).

Distribusi

Antibiotik ini didistribusikan secara luas ke jaringan dan cairan, yaitu ke cerebrospinal fluid (CSF) hingga 50% bahkan tanpa adanya meningitis, mata (aqueous and vitreous humours). Antibiotik ini mampu melintasi plasenta dan memasuki ASI. Pengikatan protein sekitar 60%.

Sediaan obat yang tersedia

Antibiotik ini tersedia dalam berbagai sediaan dan berbagai merk, diantaranya : Amobiotic, Amobiotic Drops, Amodix, Amofion, Amosterra 500, Amoxil, Amoxil Forte, Amoxillin, Amoxsan, Amoxsan Forte, Amoxsan Paed Drops, Ancla Forte, Arcamox 500, Arcamox Forte, Bannoxilin, Bellacid, Bintamox, Broadamox 500, Bufamoxy, Camoksil, Corsamox, Danoxilin, Decamox, Decamox Forte, Dexymox, Dexymox Forte, Erlamoxy, Erphamoxy, Erphamoxy Forte, Etamox 500, Etamox Forte, Ethimox, Farmoxyl 250, Farmoxyl 500, Goxallin, Holimox, Holimox Forte, Hufanoxil, Inamox, Granul, Intermoxil, Intermoxil Forte, Kalmoxilin, Kamox, Kimoxil, Lapimox, Lauramox, Lauramox Forte, Leomoxyl, Leomoxyl Forte, Liskoma, Medimox, Mestamox, Mexylin 500, Mokbios 500, Moxaxil, Moxigra, Moxtid 500, Novamox, Novax, Novax Forte, Nufamox, Opimox, Opimox Forte, Ospamox, Pehamoxil, Pehamoxil Forte, Penmox, Penmox 1000, Pharmamox, Primoxil 250, Pritamox, Ramoxyl, Rimoxa, Rindomox, Robamox, Sammoxin, Sammoxin Forte, Scannoxyl, Sirimox, Supramox, Surpas 500, Topcillin, Vibramox, Wiamox, Widecillin, Widecillin 125, Widecillin 250, Xiltrop, Yusimox, Yusimox Forte, Zemoxil.

amoxicillin 500 mg tablet, amoxicillin syrup, amoxicillin drops

Indikasi dan Kegunaan Amoxicillin

Sebelum menggunakan obat ini, harus benar-benar sudah mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko yang mungkin terjadi. Gunakan dosis efektif terendah untuk durasi terpendek yang konsisten dengan tujuan perawatan pasien.

Kegunaan Amoxicillin adalah untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang peka. Bakteri-bakteri yang diketahui peka terhadap antibiotik ini, misalnya : Staphylococcus, Streptococcus, Diplococcus pneumoniae, Bacillus anthracis, Enterococcus, Corynebacterium diphtheriae, Salmonella sp, Shigella sp, H. influenzae, Proteus mirabilis, E. coli, N. gonorrhoeae, dan N. meningitidis.

Berikut adalah beberapa kondisi infeksi yang bisa diobati dengan menggunakan obat yang mengandung Amoxicillin :

  • Infeksi saluran pernafasan : amandel, sinusitis, radang tenggorokan, faringitis, otitis media, bronkitis, bronkiektasis, dan pneumonia.
  • Infeksi saluran kemih (ISK) : Pielonefritis, sistitis, uretritis, gonore.
  • Infeksi kulit dan jaringan lunak : luka, selulitis, furunkulosis, pioderma.
  • Endokarditis akibat infeksi bakteri pada pasien dengan risiko tinggi saat perawatan gigi.
  • Infeksi saluran cerna : tifus, paratifus.

Kontraindikasi

Antibiotik ini kontraindikasi pada pasien berikut ini :

  • Hipersensitif terhadap Amoxicillin dan atau obat golongan penicillin lain.

Efek Samping Amoxicillin

Selain memberikan efek yang dibutuhkan, sebagian besar obat dapat menyebabkan beberapa efek samping yang tidak diinginkan. Meskipun tidak semua efek samping ini dapat terjadi, penggunaan obat tetap harus dilakukan secara hati-hati. Segera dapatkan perawatan medis yang sesuai jika efek samping yang parah terjadi.

Berikut adalah beberapa efek samping Amoxicillin yang pernah dilaporkan terjadi :

  • Mual, muntah, diare, lidah berbulu hitam.
  • Reaksi seperti penyakit serum, ruam makulopapular eritematosa, eritema multiforme, sindrom Stevens-Johnson, dermatitis eksfoliatif, nekrolisis epidermal toksik, pustulosis eksantematosa generalisata, pustulosis eksantematosa umum, vaskulitis, urtikarian.
  • AST dan ALT meningkat, penyakit kuning kolestatik, kolestasis hati, hepatitis sitolitik akut.
  • Kristaluria, anemia, trombositopenia, purpura trombositopenik, eosinofilia, leukopenia, agranulositosis.
  • Efek samping yang frekuensinya jarang : hiperaktif reversibel, agitasi, kecemasan, insomnia, kebingungan, kejang-kejang, perubahan perilaku, pusing, perubahan warna gigi.
  • Efek samping yang berpotensi fatal : Anafilaksis, Diare terkait Clostridium difficile (CDAD) atau kolitis pseudomembran.
Baca Juga :  Dulcolax Suppositoria (Bisacodyl 5 mg & 10 mg) : Info Lengkap

Peringatan

Waspadai hal-hal di bawah saat menggunakan antibiotik ini :

  • Sebelum menggunakan obat antibiotik ini, beri tahu dokter atau apoteker jika Anda memiliki riwayat hipersensitif terhadapnya; atau terhadap salah satu antibiotik betalaktam, seperti golongan penicillin lain (misalnya Ampicillin) dan antibiotik cephalosporin (misalnya, Cefixime), atau jika Anda memiliki alergi lainnya.
  • Sebelum menggunakan antibiotik ini, beri tahu dokter atau apoteker riwayat kesehatan Anda, terutama : penyakit ginjal, penyakit hati, gangguan darah.
  • Periksa secara berkala fungsi ginjal, hati dan hematopoietik selama terapi jangka panjang.
  • Pertahankan asupan cairan dan output urin yang memadai selama pengobatan dosis tinggi.
  • Penggunaan antibiotik, terutama secara jangka panjang bisa memicu terjadinya super infeksi pada saluran pencernaan. Umumnya disebabkan oleh pertumbuhan tidak terkendali organisme seperti Enterobacter, Pseudomonas, S.aureus Candida. Jika Anda mengalami tanda-tanda super infeksi segera hentikan pengobatan dan hubungi dokter.
  • Sediaan yang diberikan secara oral (tabler, kaplet, capsul, drop, syrup) tidak mampu menembus cairan cerebrospinal atau sinovial. Oleh karena itu, Amoxicillin oral tidak bisa digunakan untuk mengobati meningitis atau perawatan infeksi persendian.
  • Antibiotik ini kadang bisa menyebabkan ruam kulit (skin rash). Oleh karena itu, penderita leukemia limfatik yang menerima pengobatan dengan Amoxicillin harus diperhatikan secara serius.
  • Seperti antibiotik lainnya, tidak diindikasikan untuk mengobati infeksi oleh virus.
  • Periksa kateter yang tinggal di dalam secara teratur untuk dipatenkan.
  • Kehamilan & laktasi.

Penggunaan Amoxicillin Untuk ibu hamil atau ibu menyusui

FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) menempatkan Amoxicillin dalam kategori B, penjelasannya adalah sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan tidak menunjukkan resiko pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil / Penelitian pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin, tapi studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil tidak menunjukkan resiko pada janin di trimester berapapun.

Antibiotik sudah biasa diresepkan selama kehamilan. Namun, tetap saja obat-obatan selama kehamilan harus dipilih secara hati-hati. Beberapa antibiotik boleh digunakan selama kehamilan, sementara yang lain tidak. Keamanan tergantung pada berbagai faktor, termasuk jenis antibiotik, usia kehamilan saat menggunakan antibiotik, berapa banyak yang Anda gunakan, efek apa yang mungkin terjadi pada kehamilan Anda dan berapa lama Anda mengonsumsi antibiotik.

Berikut ini contoh antibiotik yang umumnya dianggap aman selama kehamilan : Penicillins (termasuk amoxicillin, ampicillin), Cephalosporins (termasuk cefaclor, cephalexin), Erythromycin, Clindamycin. (sumber : penggunaan antibiotik dalam kehamilan).

Amoxicillin bisa masuk ke dalam ASI. Oleh karena itu, jika Amoxicillin digunakan untuk ibu menyusui, perlu dikonsultasikan dengan dokter. Untuk menghindari efek sensitivitas Amoxicillin terhadap bayi, penggunaan antibiotik ini harus dilakukan dengan jarak yang cukup dengan saat menyusui.

Interaksi

Interaksi dengan obat lain dapat mengubah cara kerja obat atau meningkatkan risiko terjadinya efek samping yang serius. Beritahu dokter dan apoteker tentang obat apa saja yang sedang Anda konsumsi. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat apa pun tanpa persetujuan dokter Anda.

Berikut interaksi obat yang mungkin terjadi :

  • Probenesid meningkatkan kadar plasma Amoxicillin sehingga mengingkatkan efeknya.
  • Amoxicillin meningkatkan efek antikoagulan oral, misalnya, warfarin dan dabigatran.
  • Allopurinol meningkatkan risiko alergi terhadap Amoxicillin, terutama ruam kulit.
  • Amoxicillin menurunkan efektivitas kontrasepsi oral yang mengandung estrogen.
  • Antibiotik-antibiotik golongan Chloramphenicol, macrolide, sulfonamide dan tetracycline menurunkan efektivitas Amoxicillin.
Baca Juga :  Norelut (Norethisterone 5 mg) Obat Apa? Informasi Lengkap

Dosis Amoxicillin

Berikut adalah dosis yang lazim digunakan untuk setiap sediaan dan beberapa penyakit yang umum diobati dengan antibiotik ini :

A. Dosis sediaan Capsul /Dispersible tablet

  • Dewasa dan anak ≥20 kg : 250-500 mg setiap 8 jam.
  • Anak-anak <20 kg : 20-40 mg/kg setiap 8 jam dalam dosis terbagi.

B. Dosis sediaan Syrup

  • Anak-anak >8 kg : 125-250 mg setiap 8 jam.

C. Dosis sediaan Paediatric drops

Semua indikasi kecuali infeksi saluran pernafasan bawah :

  • Anak-anak ≤6 bulan, berat 6-8 kg : 0.5-1 mL setiap 8 jam.
  • berat ≤6 kg : 0.25-0.5 mL setiap 8 jam.

Infeksi saluran pernafasan bawah :

  • Anak-anak ≤6 bulan, berat 6-8 kg : 1-1.5 mL setiap 8 jam.
  • Berat ≤6 kg : 0.5-1 mL setiap 8 jam.

D. Dosis sediaan Powder for injection

  • Dewasa : 250-500 mg IM setiap 8 jam. 500 mg-1 g IV/infusion setiap 6 jam untuk infeksi parah.
  • Anak-anak : 35-100 mg/kg/day IM dalam dosis terbagi hingga 100 mg/kg/day IV/infusion dalam dosis terbagi setiap 6 jam dalam 30 menit infus.

E. Dosis untuk infeksi Typhoid dan paratyphoid

  • Dewasa : 4 g per hari dalam dosis terbagi diberikan selama 14-21 hari.
  • Anak-anak : 100 mg/kg/day dalam dosis terbagi diberikan selama 14-21 hari.

F. Dosis untuk tahap pembawa Typhoid

  • 3-4 g per hari dalam dosis terbagi diberikan minimal selama 1 bulan.

G. Dosis untuk Gonorrhea

  • Dosis tunggal 3 g Amoxicillin + 1 g probenecid.

H. Dosis untuk infeksi saluran kemih tanpa komplikasi

  • Dosis tunggal 3 g Amoxicillin.

I. Dosis untuk Syphilis

  • 250 mg setiap 6 jam diberikan selama 4 minggu sampai 5 bulan.

J. Dosis untuk infeksi saluran pernafasan bawah yang parah dan berulang

  • 3 gram, diberikan 2 x sehari.

K. Dosis untuk Dental abscess

  • 3 g, 2 x sehari setiap 8 jam.

I. Dosis untuk Otitis media

  • Dewasa dan anak usia 3-10 tahun : 750 mg 2 x sehari selama 2 hari.

Aturan Pakai Amoxicillin

  • Baca Panduan Pengobatan yang disediakan oleh apoteker Anda sebelum Anda mulai menggunakan obat ini. Jika Anda memiliki pertanyaan, tanyakan kepada dokter atau apoteker Anda.
  • Dosis didasarkan pada kondisi medis Anda dan respons terhadap pengobatan. Jangan menambah dosis atau minum obat antibiotik ini lebih sering daripada yang diarahkan.
  • Dapat diminum dengan atau tanpa makanan. namun, sebaiknya diminum bersama makanan untuk meningkatkan penyerapan dan untuk mengurangi ketidaknyamanan gastrointestinal.
  • Gunakan obat ini secara teratur untuk mendapatkan manfaat maksimal. Ingat untuk menggunakannya pada waktu yang sama setiap hari.
  • Jangan menghentikan pengunaan antibiotik ini sebelum durasi waktu yang disarankan. Penggunaan antibiotik tidak sesuai dengan durasi yang dianjurkan bisa memicu resistensi.
  • Katakan kepada dokter jika kondisi Anda memburuk.

Artikel Pengetahuan Obat lainnya

Amoxicillin adalah obat yang hanya bisa didapatkan dengan resep dokter. Jangan menggunakan antibiotik ini melebihi dosis dan durasi yang telah diresepkan oleh dokter. Penggunaan yang berlebihan tidak akan meningkatkan manfaat obat ini namun justru akan meningkatkan efek sampingnya.