Amitriptyline Obat Apa? Dosis, Kegunaan, Efek Samping

Amitriptyline adalah obat yang terutama digunakan untuk mengobati sejumlah penyakit mental, termasuk gangguan depresi mayor dan gangguan kecemasan, hiperaktif dan gangguan bipolar. Obat Amitriptyline juga digunkan untuk pencegahan migrain, pengobatan nyeri neuropatik seperti fibromyalgia dan neuralgia postherpetic, dan terkadang insomnia. Dalam artikel ini kita akan mengenal lebih jauh mengenai obat ini. Amitriptyline obat apa, apa kegunaannya, efek sampingnya, dan formulasi yang tersedia.

Efek samping Amitriptyline yang umum termasuk mulut kering, kesulitan melihat, tekanan darah rendah saat berdiri, kantuk, dan sembelit. Efek samping yang serius misalnya kejang, peningkatan risiko bunuh diri pada mereka yang kurang dari 25 tahun, retensi urin, glaukoma, dan sejumlah masalah jantung. Obat ini tidak boleh digunakan bersamaan dengan MAO inhibitor atau obat cisapride. Amitriptyline dapat menyebabkan masalah jika digunakan untuk ibu hamil. Penggunaan untuk ibu menyusui tampaknya relatif aman.

Ringkasan

Berikut tabel yang memuat informasi Amitriptyline secara singkat :

Informasi ObatAmitriptyline
GolonganDengan resep
IndikasiDepresi
DosisDewasa : PO Awal : 50-75 mg / hari sebagai dosis tunggal (pada waktu tidur) atau dalam dosis terbagi, dapat ditingkatkan secara bertahap hingga 150 mg / hari. Max : 300 mg / hari pada depresi berat.
Aturan PakaiDengan atau tanpa makanan
KontraindikasiInfark miokard akut, aritmia (terutama blok jantung), mania. Penggunaan bersamaan dengan MAOI atau dalam 14 hari setelah menghentikan MAOI; linezolid, biru metilen IV.
Sediaantablet 25 mg
Merk yang tersediaTrilin

Amitriptyline Obat Apa?

Amitriptyline adalah obat yang termasuk kelas tricyclic antidepressant (TCA). Mekanisme aksi obat ini belum diketahui secara pasti. Namun diduga, Amitriptyline bertindak terutama sebagai inhibitor serotonin-norepinefrin reuptake (SNRI), dengan aksi yang kuat pada transporter serotonin (SERT) dan efek moderat pada transporter norepinefrin (NET).

Amitriptyline memiliki pengaruh yang dapat diabaikan pada transporter dopamin (DAT) dan oleh karena itu tidak mempengaruhi reuptake dopamin, yang hampir 1.000 kali lebih lemah pada penghambatan reuptake neurotransmitter ini daripada pada serotonin.

Amitriptyline dimetabolisme menjadi nortriptyline, inhibitor reuptake norepinefrin yang lebih kuat dan selektif, dan hal ini melengkapi efeknya pada reuptake norepinefrin.

Merk obat yang mengandung Amitriptyline :

  • Trilin (tunggal)
  • Mutabon-D (Perphenazine 2 mg, amitriptyline HCl 25 mg)
  • Mutabon-M (Perphenazine 2 mg, amitriptyline HCl 10 mg)
  • Limbitrol (Chlordiazepoxide 5 mg, amitriptyline 12.5 mg)
Baca Juga :  Mefenamic acid (Asam Mefenamat) 500 mg

Kegunaan Amitriptyline

Obat Amitriptyline digunakan untuk mengobati masalah mental / mood seperti depresi. Obat ini juga dapat membantu meningkatkan suasana hati dan perasaan senang, mengurangi kecemasan dan ketegangan, membantu tidur lebih baik, dan meningkatkan energi.

Kontraindikasi

Kontraindikasi amitriptyline yang dikenal adalah :

  • Memiliki riwayata hipersensitivitas terhadap obat yang termasuk kelas tricyclic antidepressant (TCA) atau salah satu eksipiennya
  • Memiliki riwayat infark miokard
  • Memiliki riwayat aritmia, terutama blok jantung sampai derajat apa pun
  • Penderita gagal jantung kongestif
  • Penderita insufisiensi arteri koroner
  • Penderita penyakit hati yang parah
  • Berada di bawah usia 7 tahun
  • Ibu menyusui
  • Pasien yang menggunakan inhibitor monoamine oxidase (MAOIs) atau telah meminumnya dalam 14 hari terakhir.

Efek samping Amitriptyline

Selain memberikan efek yang dibutuhkan, sebagian besar obat dapat menyebabkan beberapa efek samping yang tidak diinginkan. Meskipun tidak semua efek samping ini dapat terjadi, penggunaan obat tetap harus dilakukan secara hati-hati. Segera dapatkan perawatan medis yang sesuai jika efek samping yang parah terjadi.

Berikut adalah beberapa efek samping Amlodipine yang mungkin bisa terjadi :

  • Mengantuk, pusing, mulut kering, penglihatan kabur, konstipasi, penambahan berat badan, atau kesulitan buang air kecil dapat terjadi. Jika salah satu dari efek samping ini menetap atau memburuk, beri tahu dokter atau apoteker segera.
  • Efek samping yang langka tetapi serius misalnya, memar / berdarah, mulas yang persisten, gemetar, ekspresi wajah seperti topeng, kejang otot, sakit perut yang parah, penurunan kemampuan / keinginan seksual, payudara membesar / nyeri.
  • Efek samping yang sangat serius, termasuk : feses hitam, muntahan yang terlihat seperti bubuk kopi, pusing yang parah, pingsan, kejang, sakit mata / bengkak / kemerahan, pupil melebar, perubahan penglihatan (seperti melihat pelangi di sekitar lampu pada malam hari).
  • Kadang-kadang menyebabkan kondisi yang sangat serius yang disebut neuroleptic malignant syndrome (NMS). Segera hubungi dokter jika mengalami salah satu gejala berikut : demam, kekakuan otot, kebingungan berat, berkeringat, detak jantung cepat / tidak teratur.
  • Reaksi alergi yang sangat serius terhadap obat ini jarang terjadi. Namun, segera hubungi dokter jika mengalami gejala reaksi alergi yang serius, termasuk : ruam, gatal / bengkak (terutama pada wajah / lidah / tenggorokan), pusing berat, kesulitan bernafas.

Perhatian

Sebelum menggunakan amitriptyline, beri tahu dokter atau apoteker jika Anda memiliki riwayat alergi terhadap obat ini, atau obat golongan antidepresan trisiklik lainnya (seperti nortriptyline), atau jika Anda memiliki ri wayat alergi lain.

Komunikasikan dengan dokter atau apoteker tentang riwayat kesehatan Anda, terutama : masalah pendarahan, masalah pernapasan, masalah hati, serangan jantung, masalah buang air kecil (seperti karena pembesaran prostat), tiroid yang terlalu aktif (hipertiroidisme), riwayat glaukoma, kondisi mental / suasana hati (seperti gangguan bipolar, psikosis), riwayat percobaan bunuh diri, kejang, kondisi yang dapat meningkatkan risiko kejang (seperti penyakit otak lainnya, penggunaan alkohol).

Baca Juga :  Asam Salisilat Obat Apa? Dosis, Kegunaan, Efek Samping

Amitriptyline dapat menyebabkan kondisi yang mempengaruhi irama jantung (perpanjangan QT). Pemanjangan QT dapat menyebabkan detak jantung yang cepat / tidak beraturan dan gejala lainnya (seperti pusing yang parah, pingsan) yang membutuhkan penanganan medis segera.

Obat amitriptyline dapat menyebabkan pusing atau mengantuk atau mengaburkan penglihatan. Jangan mengemudi, menggunakan mesin, atau melakukan apa pun yang membutuhkan kewaspadaan atau pandangan yang jelasselama menggunakan amitriptyline. Hindari minuman beralkohol, karena alkohol dapat memperparah kondisi ini.

Obat amitriptyline menyebabkan kulit lebih sensitif terhadap matahari. Hindari paparan sinar matahari langsung. Gunakan tabir surya dan kenakan pakaian pelindung saat di luar ruangan.

Amitriptyline membuat lebih sulit untuk mengontrol kadar gula darah bagi penderita diabetes. Pantau kadar gula darah secara teratur dan beri tahu dokter tentang hasilnya. Dokter mungkin perlu menyesuaikan penggunaan obat diabetes yang tepat.

Lansia lebih sensitif terhadap efek samping dari obat ini, terutama mulut kering, pusing, mengantuk, kebingungan, konstipasi, kesulitan buang air kecil, dan perpanjangan QT.

Jangan menghentikan penggunaan obat amitriptyline tanpa sepengetahuan dokter, karena masalah mental / suasana hati yang tidak diobati (seperti depresi, kecemasan, gangguan panik) dapat menjadi kondisi serius.

Penggunaan Untuk ibu hamil atau ibu menyusui

Obat ini dapat menembus plasenta. Oleh karena itu penggunaan obat amitriptyline untuk ibu hamil hanya jika benar-benar diperlukan. Diskusikan risiko dan manfaatnya dengan dokter.

Obat ini masuk ke ASI dan efeknya pada bayi yang menyusui belum jelas diketahui. Sebelum menggunakan amitriptyline untuk ibu menyusui, konsultasikan dengan dokter.

Interaksi

Interaksi dengan obat lain dapat mengubah cara kerja obat atau meningkatkan risiko terjadinya efek samping yang serius. Beritahu dokter dan apoteker tentang obat apa saja yang sedang Anda konsumsi. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat apa pun tanpa persetujuan dokter Anda.

Berikut interaksi obat yang mungkin terjadi :

  • Risiko sindrom serotonin meningkat jika digunakan bersamaan dengan SSRI, TCA, triptans, fentanyl, lithium, tramadol.
  • Kadar dalam plasma berkurang jika digunakan bersamaan dengan barbiturat, rifampisin, dan antikonvulsan lainnya.
  • Kadar plasma meningkat jika digunakan dengan methylphenidate, cimetidine, antipsikotik, Ca channel blockers.
  • Dapat memicu terjadinya aritmia jantung jika digunakan dengan hormon tiroid.
  • Dapat mengurangi efek antihipertensi dari debrisoquine, guanethidine dan clonidine.
  • Dapat meningkatkan efek pressor dari epinefrin dan norepinefrin.
  • Dapat meningkatkan risiko aritmia ventrikel jika digunakan dengan antiaritmia (misalnya. Amiodarone atau quinidine), antihistamin astemizole, terfenadine, beberapa antipsikotik (pimozide, sertindole, dan thioridazine), sotalol, cisapride dan halofantrine.
  • Interaksi yang berpotensi fatal : Peningkatan risiko sindrom serotonin jika digunakan dengan MAOI, linezolid dan biru metilen.
Baca Juga :  Clonidine Obat Apa? Dosis, Kegunaan, Efek Samping

Dosis Amitriptyline

Dosis didasarkan pada kondisi medis dan respons terhadap pengobatan. Dokter dapat menyesuaikan dosis secara bertahap. Ikuti instruksi dokter dengan hati-hati. Minum obat ini dengan atau tanpa makanan seperti yang diarahkan oleh dokter. Berikut kisaran dosis Amitriptyline yang umum diberikan :

A. Depresi (secara oral)

  • Dewasa : Awalnya, 50-75 mg / hari sebagai dosis tunggal (pada waktu tidur) atau dalam dosis terbagi, dapat ditingkatkan secara bertahap hingga 150 mg / hari. Maksimal : 300 mg / hari pada depresi berat.
  • Anak remaja : Awalnya, 25-50 mg / hari sebagai dosis tunggal (pada waktu tidur) atau dalam dosis terbagi.
  • Lansia : Awalnya, 25-50 mg / hari sebagai dosis tunggal (pada waktu tidur) atau dalam dosis terbagi.

B. Enuresis nokturnal

  • Anak usia 6-10 tahun : 10-20 mg / hari. Diberikan pada waktu tidur. Durasi maksimal : 3 bulan.
  • Anak usia 11-16 tahun : 25-50 mg / hari. Diberikan pada waktu tidur. Durasi maksimal : 3 bulan.

Cara menggunakan Amitriptyline HCL

  • Selalu ikuti instruksi penggunaan amitriptyline yang diberikan oleh dokter.
  • Obat umumnya diminum 1 hingga 4 x sehari atau sesuai petunjuk dokter. Jika Anda meminumnya 1 x sehari, minumlah sebelum tidur untuk membantu mengurangi kantuk di siang hari. Dosis didasarkan pada kondisi medis dan respons terhadap pengobatan.
  • Untuk mengurangi risiko efek samping (seperti mengantuk, mulut kering, pusing), dokter mungkin mengarahkan untuk memulai penggunaan obat ini dengan dosis rendah dan secara bertahap meningkatkan dosis. Ikuti instruksi dokter dengan disiplin.
  • Minum obat ini secara teratur untuk mendapatkan manfaat maksimal. Jangan meningkatkan dosis atau menggunakan obat ini lebih sering atau lebih lama dari yang ditentukan. Kondisi Anda tidak akan membaik lebih cepat, dan malahan risiko efek samping Anda akan meningkat.
  • Jangan menghentikan penggunaan obat tanpa berkonsultasi dengan dokter.

Artikel Pengetahuan Obat lainnya :

Amitriptyline harus digunakan dengan tepat sesuai yang dianjurkan. Jangan menggunakan obat ini secara tidak wajar. Penggunaan obat yang berlebihan atau tidak sesuai aturan tidak akan meningkatkan khasiatnya namun justru meningkatkan efek sampingnya.