Alprazolam Obat Apa? Dosis, Kegunaan, Efek Samping

Alprazolam adalah obat yang digunakan untuk pengobatan gangguan kecemasan, terutama gangguan panik, tetapi juga dalam pengobatan gangguan kecemasan umum (GAD) atau gangguan kecemasan sosial. Alprazolam memiliki sifat anxiolytic, obat penenang, hipnotik, relaksasi otot skeletal, antikonvulsan, amnestic, dan sifat antidepresan.

Dalam artikel ini kita akan mengenal lebih jauh mengenai obat ini. Alprazolam obat apa, apa kegunaannya, efek sampingnya, dan sediaan/merk obat yang tersedia.

Ringkasan

Berikut tabel yang memuat informasi Alprazolam secara singkat :

Informasi ObatAlprazolam
GolonganDengan resep
IndikasiKecemasan/Anxiety
campuran kecemasan-depresi
gangguan panik dengan atau tanpa agoraphobia.
DosisLihat bagian DOSIS
Aturan PakaiSesuai anjuran dokter
KontraindikasiHipersensitif
Myasthenia gravis
Insufisiensi pernafasan berat
Sindrom sleep apnea
Glaukoma sudut sempit akut
Kerusakan hati berat
Penggunaan bersamaan dengan penghambat CYP3A4 yang poten (ketoconazole, itraconazole).
SediaanTablet 0.25 mg, 0.5 mg, 1 mg, 2 mg
Extended release tablet 0.5 mg, 1 mg, 2 mg, dan 3 mg
Larutan oral 0.5 mg / 5 mL dan 1 mg / 1 mL
Merk dagang yang tersediaAtarax, Actazolam, Alganax, Apazol, Feprax, Grazolam, Opizolam, Frixitas, Xanax/Xanax XR, Zypraz

Alprazolam Obat Apa

Alprazolam adalah short-acting benzodiazepine anxiolytic—termasuk minor tranquilizer. Alprazolam berikatan dengan reseptor benzodiazepine stereospesifik pada neuron GABA postsynaptic di beberapa tempat di sistem saraf pusat, termasuk sistem limbik, pembentukan reticular. Hal ini menghasilkan efek yang menenangkan. Alprazolam bekerja dengan meningkatkan efek kimia alami tertentu dalam tubuh (GABA).

Sediaan obat ini tersedia berupa Tablet Alprazolam 0.25 mg, 0.5 mg, 1 mg, dan 2 mg. Extended release tablet 0.5 mg, 1 mg, 2 mg, dan 3 mg. Larutan oral 0.5 mg / 5 mL dan 1 mg / 1 mL.

Kegunaan Alprazolam

Alprazolam banyak digunakan untuk mengobati gangguan kecemasan, gangguan panik, dan mual akibat kemoterapi. Alprazolam juga dapat diindikasikan untuk pengobatan gangguan kecemasan umum, serta untuk pengobatan kondisi kecemasan dengan depresi co-morbid.

A. Gangguan panik/Anxiety

Alprazolam efektif dalam meredakan kecemasan dan serangan panik sedang sampai berat. Namun, obat ini tidak lagi menjadi pengobatan lini pertama sejak penemuan obat-obat golongan inhibitor reuptake serotonin selektif. Alprazolam tidak lagi direkomendasikan di beberapa negara untuk pengobatan gangguan panik karena kekhawatiran mengenai toleransi, ketergantungan, dan penyalahgunaan.

B. Gangguan kecemasan

Alprazolam digunakan untuk pengelolaan gangguan kecemasan atau meredakan gejala kecemasan jangka pendek (2–4 minggu).

Baca Juga :  Glycerol (glycerin) : Kegunaan, Dosis, Efek Samping

C. Mual karena kemoterapi

Alprazolam dapat dikombinasikan dengan obat lain untuk mengobati mual dan muntah yang disebabkan oleh kemoterapi.

Kontraindikasi

Penggunaan alprazolam harus dihindari atau dipantau secara hati-hati pada pasien dengan : myasthenia gravis, glaukoma sudut sempit akut, defisiensi hati berat (misalnya, sirosis), apnea tidur yang parah, depresi pernafasan, gangguan pernapasan neuromuskular, insufisiensi paru akut, psikosis kronis, hipersensitivitas atau alergi terhadap alprazolam atau obat golongan benzodiazepin lainnya, dan gangguan kepribadian borderline (di mana dapat menyebabkan bunuh diri dan diskrasia).

Seperti semua obat depresan sistem saraf pusat, alprazolam dalam dosis yang lebih besar dari normal dapat menyebabkan kemunduran kewaspadaan yang signifikan dan meningkatkan rasa kantuk, terutama pada mereka yang tidak terbiasa dengan efek obat.

Orang tua harus berhati-hati dalam penggunaan alprazolam karena kemungkinan terjadi peningkatan kerentanan terhadap efek samping, terutama hilangnya koordinasi dan kantuk.

Efek samping alprazolam

Selain memberikan efek yang dibutuhkan, sebagian besar obat dapat menyebabkan beberapa efek samping yang tidak diinginkan. Meskipun tidak semua efek samping ini dapat terjadi, penggunaan obat tetap harus dilakukan secara hati-hati. Segera dapatkan perawatan medis yang sesuai jika efek samping yang parah terjadi.

Berikut adalah beberapa efek samping alprazolam yang mungkin bisa terjadi :

  • Mengantuk, pusing, meningkatkan produksi air liur, atau mengubah dorongan / kemampuan seksual dapat terjadi. Jika salah satu dari efek ini menetap atau memburuk, beri tahu dokter atau apoteker segera.
  • Katakan kepada dokter segera jika ada efek samping yang jarang tetapi serius terjadi, misalnya : perubahan mental / mood (seperti halusinasi, pikiran bunuh diri), bicara cadel atau kesulitan berbicara, kehilangan koordinasi, kesulitan berjalan, atau masalah ingatan.
  • Reaksi alergi yang sangat serius terhadap obat ini jarang terjadi. Namun, segera dapatkan bantuan medis jika Anda mengalami gejala reaksi alergi yang serius, termasuk : ruam, gatal / bengkak (terutama pada wajah / lidah / tenggorokan), pusing berat, kesulitan bernafas.

Peringatan

Sebelum menggunakan alprazolam, beri tahu dokter atau apoteker jika Anda memiliki riwayat alergi terhadap obat ini atau obat golongan benzodiazepin lain (seperti diazepam, lorazepam) atau jika Anda memiliki riwayat alergi lain.

Komunikasikan dengan dokter atau apoteker tentang riwayat kesehatan Anda, terutama tentang : masalah paru-paru / pernapasan yang parah (seperti COPD, sleep apnea), penyakit hati, penyakit ginjal, punya riwayat penggunaan berlebihan atau kecanduan obat / alkohol, atau glaukoma.

Obat alprazolam bisa menyebabkan pusing atau mengantuk. Jangan mengemudi, menggunakan mesin, atau melakukan apa pun yang membutuhkan kewaspadaan tinggi selama menggunakan obat ini.

Baca Juga :  Acetazolamide Obat Apa? Dosis, Kegunaan, Efek Samping

Orang lanjut usia mungkin lebih sensitif terhadap efek samping obat ini, terutama hilangnya koordinasi dan mengantuk. Efek samping ini dapat meningkatkan risiko jatuh.

Penggunaan Untuk ibu hamil atau ibu menyusui

Obat-obat Benzodiazepin mampu melintasi plasenta, memasuki janin, dan juga diekskresikan dalam ASI. Pemberian kronis diazepam, benzodiazepine lain, kepada ibu menyusui telah dilaporkan menyebabkan bayi mereka menjadi lesu dan menurunkan berat badan.

Penggunaan alprazolam selama kehamilan dikaitkan dengan kelainan kongenital. Penggunaan di trimester terakhir dapat menyebabkan janin ketergantungan obat dan mengalami gejala penarikan pasca dilahirkan serta flaksiditas neonatal dan masalah pernapasan. Namun, pada pengguna jangka panjang benzodiazepin, penghentian mendadak karena kekhawatiran teratogenesis memiliki risiko tinggi menyebabkan gejala penarikan ekstrim dan efek rebound yang parah dari gangguan kesehatan mental yang mendasarinya. Aborsi spontan juga bisa diakibatkan oleh penarikan obat psikotropik secara mendadak, termasuk benzodiazepin.

Dengan berbagai alasan di atas, Alprazolam tidak dianjurkan untuk digunakan selama kehamilan karena berpotensi membahayakan bayi. Konsultasikan dengan dokter Anda untuk lebih jelasnya.

Obat ini masuk ke ASI dan mungkin memiliki efek yang tidak diinginkan pada bayi yang menyusui. Oleh karena itu, menyusui saat menggunakan obat ini tidak dianjurkan. Konsultasikan dengan dokter Anda sebelum menyusui.

Interaksi Obat

Interaksi dengan obat lain dapat mengubah cara kerja obat atau meningkatkan risiko terjadinya efek samping yang serius. Beritahu dokter dan apoteker tentang obat apa saja yang sedang Anda konsumsi. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat apa pun tanpa persetujuan dokter Anda.

Berikut interaksi obat yang mungkin terjadi :

  • Beberapa produk obat yang mungkin berinteraksi dengan obat ini termasuk : kava, natrium oxybate.
  • Obat lain dapat mempengaruhi pengeluaran alprazolam dari tubuh Anda, yang dapat menyebabkan terjadinya akumulasi obat, sehingga meningkatkan efek samping. Contohnya termasuk antijamur azole (seperti itraconazole, ketoconazole), cimetidine, anti-depresan tertentu (seperti fluoxetine, fluvoxamine, nefazodone), obat untuk mengobati HIV (delavirdine, protease inhibitor seperti indinavir), antibiotik macrolide (seperti eritromisin), rifamycins (seperti rifabutin), obat yang digunakan untuk mengobati kejang (seperti phenytoin).
  • Risiko efek samping yang serius (seperti napas lambat / dangkal, kantuk / pusing yang parah) dapat meningkat jika obat ini digunakan bersamaan dengan produk obat lain yang juga dapat menyebabkan kantuk atau masalah pernapasan. Katakan kepada dokter atau apoteker Anda jika Anda mengonsumsi produk lain seperti pereda nyeri opioid atau obat batuk (seperti kodein, hidrokodon), alkohol, obat tidur atau kecemasan (seperti diazepam, lorazepam, zolpidem), relaksan otot (seperti carisoprodol, cyclobenzaprine), atau antihistamin (seperti cetirizine, diphenhydramine).
  • Periksa label pada semua obat-obatan Anda (seperti obat alergi atau produk obat batuk dan flu) karena obat-obat itu mungkin mengandung bahan-bahan yang menyebabkan kantuk. Tanyakan apoteker Anda tentang menggunakan produk tersebut dengan aman.
  • Asap rokok menurunkan kadar obat ini dalam darah. Katakan kepada dokter jika Anda merokok atau jika Anda baru saja berhenti merokok.
Baca Juga :  Amlodipine : Kegunaan, Dosis, Efek Samping

Dosis Alprazolam

Dosis didasarkan pada kondisi medis dan respons terhadap pengobatan. Dokter dapat menyesuaikan dosis secara bertahap. Ikuti instruksi dokter dengan hati-hati. Berikut kisaran dosis Alprazolam yang umum diberikan :

  • Dewasa: 3 x sehari 0.5-0.5 mg. Jika perlu dosis dapat dinaikkan dengan interval 3-4 hari hingga maksimum 4 mg sehari dalam dosis terbagi.
  • Untuk pasien lanjut usia, debil (lemah) dan gangguan fungsi hati berat : 2-3 x sehari 0.25 mg, ditingkatkan bertahap jika perlu.

Aturan Pakai Alprazolam

  • Baca Panduan Pengobatan yang disediakan oleh apoteker sebelum Anda mulai mengonsumsi alprazolam.
  • Minum obat ini seperti yang diarahkan oleh dokter. Dosis didasarkan pada kondisi medis Anda, usia, dan respons terhadap pengobatan. Dosis dapat ditingkatkan secara bertahap sampai obat mulai bekerja dengan baik. Ikuti instruksi dokter dengan cermat untuk mengurangi risiko efek samping.
  • Obat ini dapat menyebabkan reaksi penarikan, terutama jika telah digunakan secara teratur untuk waktu yang lama atau dalam dosis tinggi. Dalam kasus seperti itu, gejala penarikan (seperti kejang) dapat terjadi jika Anda tiba-tiba berhenti menggunakan obat ini. Untuk mencegah reaksi penarikan, dokter dapat mengurangi dosis Anda secara bertahap. Laporkan reaksi penarikan apa pun segera.
  • Obat bisa diminum dengan atau tanpa makanan. Efek samping seperti mengantuk mungkin akan berkurang jika diminum segera setelah makan.
  • Meskipun bisa membantu banyak orang, obat ini kadang-kadang dapat menyebabkan kecanduan. Risiko ini mungkin lebih tinggi jika Anda terlalu sering menggunakan atau kecanduan obat / alkohol. Minum obat ini persis seperti yang diresepkan untuk menurunkan risiko kecanduan. Tanyakan kepada dokter atau apoteker Anda untuk lebih jelasnya.
  • Ketika obat ini digunakan untuk waktu yang lama, efektivitas obat mungkin akan menurun. Bicarakan dengan dokter jika obat ini berhenti berfungsi dengan baik.

Artikel Pengetahuan Obat lainnya :

Alprazolam harus digunakan dengan tepat sesuai yang dianjurkan. Jangan menggunakan obat ini secara tidak wajar. Penggunaan obat yang berlebihan atau tidak sesuai aturan tidak akan meningkatkan khasiatnya namun justru meningkatkan efek sampingnya.