Alleron 4 mg (Chlorpheniramine Maleate) Obat Alergi : Info Lengkap

Alleron adalah obat alergi yang mengandung Chlorpheniramine maleate. Kegunaan Alleron adalah untuk mengobati hay fever, urtikaria, asma bronkial, rinitis alergi dan berbagai jenis reaksi alergi lainnya. Di Apotik, obat alergi ini tersedia berupa Alleron 4 mg caplet.

Alleron diproduksi oleh Mega Esa Farma. Harga Alleron 4 mg caplet di kisaran Rp. 1.000 – Rp. 2.000 per pepel.

Dalam artikel ini kita akan mengenal lebih jauh mengenai obat alergi ini. Alleron obat untuk apa, apa manfaat, efek samping, dan mengenal merk-merk obat lain dengan kandungan zat aktif yang sama.

Alleron Obat Apa?

Alleron adalah obat alergi dengan kandungan zat aktif chlorpheniramine maleate. Obat ini di produksi oleh perusahaan farmasi, yaitu, Mega Esa Farma.

Zat aktif

Chlorpheniramine maleate/chlorphenamine/chlortrimeton/CTM adalah antihistamin generasi pertama. Kegunaan obat ini adalah untuk mengobati gejala alergi seperti rhinitis dan urtikaria, untuk mengobati ruam kulit, mata berair, gatal pada mata / hidung / tenggorokan / kulit, batuk, pilek, dan bersin yang merupakan gejala alergi, dan common cold/flu.

Obat alergi ini umumnya tersedia berupa CTM / Chlorpheniramine Maleate 4 mg tablet. Selain itu, Chlorpheniramine Maleate juga sering digunakan dalam produk-produk obat batuk dan flu yang terkait alergi.

Antihistamin H1 generasi pertama, termasuk CTM, mudah menembus ke dalam otak sehingga menyebabkan sedasi, kantuk, kelelahan dan gangguan konsentrasi dan memori. (sumber : Antihistamin Farmakologi).

Produsen

Alleron diproduksi oleh Mega Esa Farma Pharmaceutical Industries.

Kandungan

Per kaplet :

  • Chlorpheniramine maleate 4 mg

Bentuk Sediaan

Obat alergi ini dijual dengan kemasan :

  • Box 20 strip @ 10’s kaplet
alleron 4 mg kaplet

Ringkasan

Berikut tabel yang memuat informasi obat-obat yang mengandung CTM / Chlorpheniramine Maleate secara singkat :

Informasi ObatCTM / Chlorpheniramine Maleate
GolonganDengan atau tanpa resep
Indikasiobat alergi
Dosislihat bagian dosis
Aturan PakaiObat diminum setiap 4 sampai 6 jam; Jangan meminum obat lebih dari 6 dosis dalam 24 jam.
KontraindikasiHipersensitivitas; Neonatus.
Sediaantablet 4 mg; Parenteral
Merk yang tersediaAlermax, Alertom, Allergen, Alleron, Ceteem, Chlorampheniramine, Chlorphenamine, Chlorphenon, CTM, CTM Global, Kofiren

Indikasi dan Kegunaan Alleron

Sebelum menggunakan obat alergi ini, harus benar-benar sudah mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko Alleron. Gunakan dosis efektif terendah untuk durasi terpendek yang konsisten dengan tujuan perawatan pasien.

Berikut adalah beberapa daftar kegunaan Alleron :

  • Kegunaan obat ini adalah untuk meredakan gejala alergi seperti mata berair, pilek, mata / hidung gatal, bersin, dan gatal-gatal.
  • Obat alergi ini tidak bisa digunakan untuk mengobati gatal-gatal atau mencegah / mengobati reaksi alergi yang serius (seperti anafilaksis). Karena itu, jika dokter Anda telah meresepkan epinefrin untuk mengobati reaksi alergi, selalu gunakan epinefrin. Jangan gunakan obat ini sebagai pengganti epinefrin.
  • Apakah Alleron obat tidur? Obat ini bukan obat tidur. Mengantuk adalah salah satu efek samping dari obat alergi ini. Baca selengkapnya di bagian efek samping.
Baca Juga :  Dexamethasone Obat Apa : Kegunaan, Dosis, Efek Samping

Kontraindikasi

Obat alergi ini kontraindikasi pada pasien berikut ini :

  • Hipersensitivitas.
  • Neonatus.

Efek Samping Alleron

Selain memberikan efek yang dibutuhkan, sebagian besar obat dapat menyebabkan beberapa efek samping yang tidak diinginkan. Meskipun tidak semua efek samping ini dapat terjadi, penggunaan obat tetap harus dilakukan secara hati-hati. Segera dapatkan perawatan medis yang sesuai jika efek samping yang parah terjadi.

Berikut adalah beberapa efek samping Alleron yang bisa terjadi :

  • Mengantuk, pusing, sakit kepala, sembelit, sakit perut, penglihatan kabur, penurunan koordinasi, atau mulut / hidung / tenggorokan kering. Efek-efek samping ini akan menurun saat tubuh mulai menyesuaikan dengan obat. Jika salah satu dari efek samping ini menetap atau memburuk, hubungi dokter atau apoteker segera.
  • Obat ini dapat mengeringkan dan mengentalkan lendir di paru-paru, sehingga membuat Anda lebih sulit untuk bernafas. Untuk membantu mencegah efek samping ini, minum banyak cairan.
  • Beritahukan kepada dokter segera jika Anda mengalami efek samping seperti berikut : perubahan mental / suasana hati (misalnya, halusinasi, iritabilitas, gugup, kebingungan), dering di telinga, kesulitan buang air kecil.
  • Beritahukan kepada dokter segera jika Anda mengalami efek samping seperti : mudah memar / pendarahan, detak jantung cepat / tidak teratur, kejang, ruam, gatal / bengkak (terutama pada wajah / lidah / tenggorokan), pusing berat, kesulitan bernafas.
  • Dari berbagai potensi efek samping obat alergi ini, mengantuk adalah yang paling sering terjadi.
  • Obat alergi ini juga mempunyai efek sedasi meskipun lemah. Efek sedasi dari obat alergi sebenarnya dibutuhkan untuk mengendalikan gatal karena alergi.

Peringatan

Waspadai hal-hal di bawah saat menggunakan obat alergi ini :

  • Sebelum meminum obat alergi ini, beri tahu dokter atau apoteker jika Anda memiliki riwayat hipersensitif terhadapnya; atau terhadap dexchlorpheniramine.
  • Sebelum menggunakan obat alergi ini, beri tahu dokter atau apoteker riwayat kesehatan Anda, terutama : masalah pernapasan (misalnya, asma, emfisema), masalah mata tertentu (glaukoma), masalah jantung, tekanan darah tinggi, penyakit hati, kejang, masalah perut ( misalnya, bisul, penyumbatan), tiroid yang terlalu aktif (hipertiroidisme), masalah buang air kecil (misalnya, kesulitan buang air kecil karena pembesaran prostat, retensi urin).
  • Jika Anda menggunakan obat ini untuk mengobati gatal-gatal, segera beri tahu dokter jika Anda mengalami gejala-gejala lain karena mungkin merupakan tanda-tanda kondisi yang lebih serius, misalnya : gatal-gatal yang berwarna tidak biasa, gatal-gatal yang terlihat memar atau melepuh.
  • Obat alergi ini bisa menyebabkan kantuk. Alkohol bisa membuat memperparah efek samping ini. Jangan mengemudi, menggunakan mesin, atau melakukan apa pun yang membutuhkan kewaspadaan tinggi. Hindari minuman beralkohol.
  • Pasien lanjut usia mungkin lebih sensitif terhadap efek samping obat ini, terutama mengantuk, pusing, tekanan darah rendah, kebingungan, konstipasi, atau kesulitan buang air kecil. Mengantuk, pusing, dan kebingungan dapat meningkatkan risiko jatuh.
  • Anak-anak mungkin lebih sensitif terhadap efek obat-obat golongan antihistamin. Pada anak kecil, obat ini dapat menyebabkan agitasi / kegembiraan, bukan mengantuk.
Baca Juga :  Bromelain Obat Apa? Manfaat, Dosis, dan Efek Samping

Penggunaan Alleron Untuk ibu hamil atau ibu menyusui

Amankah Alleron untuk ibu hamil? FDA (badan pengawas obat dan makanan amerika serikat) menempatkan CTM / Chlorpheniramine Maleate dalam kategori B, penjelasannya adalah sebagai berikut :

Penelitian pada reproduksi hewan tidak menunjukkan resiko pada janin dan tidak ada studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil / Penelitian pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin, tapi studi yang memadai dan terkendali dengan baik pada wanita hamil tidak menunjukkan resiko pada janin di trimester berapapun.

Jika ingin menggunakan obat-obat yang mengandung CTM / Chlorpheniramine Maleate untuk ibu hamil, diskusikan risiko dan manfaatnya dengan dokter Anda.

Amakankah Alleron untuk ibu menyusui? CTM masuk ke dalam ASI. Konsultasikan dengan dokter Anda sebelum menyusui.

Beberapa penelitian tentang keamanan antihistamin selama kehamilan dan menyusui menyatakan bahwa antihistamin generasi pertama (misalnya, CTM / Chlorpheniramine Maleate) dianggap aman untuk digunakan selama kehamilan. Sedangkan untuk antihistamin generasi kedua nonsedasi, data masih terlalu sedikit untuk mengambil kesimpulan; Namun, penelitian yang diterbitkan meyakinkan. Semua antihistamin dianggap aman untuk digunakan selama menyusui, karena jumlah yang diekskresikan ke dalam ASI sangat sedikit sehingga tidak akan menyebabkan efek buruk pada bayi menyusui.

Interaksi

Interaksi dengan obat lain dapat mengubah cara kerja obat atau meningkatkan risiko terjadinya efek samping yang serius. Beritahu dokter dan apoteker tentang obat apa saja yang sedang Anda konsumsi. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat apa pun tanpa persetujuan dokter Anda.

Berikut interaksi obat yang mungkin terjadi :

  • Beri tahu dokter atau apoteker jika Anda menggunakan produk lain yang menyebabkan kantuk seperti pereda nyeri opioid atau obat batuk (seperti kodein, hidrokodon), alkohol, obat-obatan untuk tidur atau kegelisahan (seperti alprazolam, lorazepam, zolpidem), pelemas otot (seperti carisoprodol, cyclobenzaprine), atau antihistamin lainnya (seperti cetirizine, diphenhydramine).
  • Periksa label pada semua obat Anda (seperti obat alergi atau obat batuk-pilek) karena dapat mengandung bahan yang menyebabkan kantuk. Tanyakan apoteker Anda tentang menggunakan obat-obat itu dengan aman.
  • Jangan gunakan dengan antihistamin lain yang dioleskan ke kulit (seperti krim/salep diphenhydramine) karena peningkatan efek samping dapat terjadi.
  • Obat alergi ini sangat mirip dengan dexchlorpheniramine. Jangan menggunakan obat ini secara bersamaan.
  • Obat ini dapat mengganggu tes laboratorium tertentu (termasuk pengujian alergi kulit), mungkin menyebabkan hasil tes yang salah. Pastikan petugas laboratorium dan semua dokter Anda tahu Anda menggunakan obat ini.
  • Penggunaan bersamaan dengan alkohol dapat menyebabkan depresi sistem saraf pusat aditif.
  • Mempotensiasi efek sedatif dari obat-obatan psikotropika misalnya, barbiturat, hipnotik, analgesik opioid, ansiolitik dan antipsikotik.
  • Interaksi dengan alkohol bisa berbahaya (sedasi / perangsangan).
Baca Juga :  Aspilets Chewable Tablet 80 mg (Asam Asetil Salisilat) : Info Lengkap

Dosis Alleron

Berikut adalah dosis Alleron yang lazim digunakan :

  • Dewasa : 1 kaplet 3-4 x sehari. Maksimal : 24 mg per hari.
  • Anak usia 6-12 tahun : ½ kaplet 3-4 x sehari.
  • Anak usia 2-6 tahun : ¼ kaplet 3-4 x sehari.
  • Anak usia di bawah 6 tahun : sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter.

Aturan Pakai Alleron

  • Baca Panduan Pengobatan yang disediakan oleh apoteker Anda sebelum Anda mulai menggunakan obat alergi ini. Jika Anda memiliki pertanyaan, tanyakan kepada dokter atau apoteker Anda.
  • Dosis didasarkan pada kondisi medis Anda dan respons terhadap pengobatan. Jangan menambah dosis atau minum obat ini lebih sering daripada yang diarahkan.
  • Obat diminum setiap 4 sampai 6 jam.
  • Jangan meminum obat lebih dari 6 dosis dalam 24 jam.
  • Obat ini bisa diminum dengan atau tanpa makanan. Jika sakit perut terjadi saat menggunakan obat ini, minum obat setelah makan.
  • Gunakan obat ini secara teratur untuk mendapatkan manfaat maksimal. Ingat untuk menggunakannya pada waktu yang sama setiap hari.
  • Katakan kepada dokter jika kondisi Anda memburuk.

Artikel Pengetahuan Obat lainnya :

Alleron 4 mg adalah obat yang bisa didapatkan dengan atau tanpa resep dokter. Jangan menggunakan obat alergi ini melebihi dosis dan durasi yang telah diresepkan oleh dokter. Penggunaan yang berlebihan tidak akan meningkatkan manfaat obat ini namun justru akan meningkatkan efek sampingnya.