Acyclovir Obat Apa? Dosis, Kegunaan, Efek Samping

Acyclovir adalah obat anti virus yang digunakan untuk mengobati herpes simpleks, herpes zoster, dan cacar air. Obat Acyclovir juga digunakan untuk mengobati wabah herpes genital. Acyclovir tersedia baik dalam produk generik maupun branded produk. Bisa digunakan secara oral (tablet dll), dalam sediaan salep atau krim untuk mengobati infeksi virus di kulit, injeksi dan sebagai sediaan salep mata.

Dalam artikel ini kita akan mengenal lebih jauh mengenai obat ini. Acyclovir obat apa, apa kegunaannya, efek sampingnya, dan formulasi yang tersedia.

Ringkasan

Berikut tabel yang memuat informasi Acyclovir secara singkat :

Informasi ObatAcyclovir
GolonganDengan resep
Indikasiherpes simpleks, herpes zoster, herpes genital, dan cacar air
DosisDosis masing-masing sediaan lihat bagian DOSIS
Aturan PakaiSesuai anjuran dokter
KontraindikasiHipersensitif
SediaanTablet 200 mg, 400 mg
Salep atau krim 5 %
Salep Mata 3%
infus
tablet Buccal 50 mg
Merk yang tersediaAcifar, Acifar Cream, Matrovir, Matrovir 400, Temiral, Zovirax Cream, Zovirax IV, Zovirax ophthalmic ointment, Zovirax Tablet, Clinovir Cream, Clinovir Tablet, Clopes, Clovika, Danovir, Danovir Cream, Herax, Licovir, Lovires

Acyclovir Obat Apa

Acyclovir cream
Acyclovir cream 5 % (sumber https://indofarma.id)

Acyclovir adalah obat infeksi virus. Acyclovir dikonversi menjadi Acyclovir monophosphate oleh virus-specific thymidine kinase. Kemudian diubah menjadi Acyclovir triphosphate oleh enzim seluler lainnya. Acyclovir triphosphate menghambat sintesis DNA dan replikasi virus dengan cara berkompetisi dengan deoxyguanosine trifosfat untuk polimerase DNA virus dan dimasukkan ke dalam DNA virus.

Acyclovir adalah obat antiviral. Namun, itu bukan berarti obat ini mampu menyembuhkan infeksi oleh virus, karena sebenarnya virus tidak bisa mati. Virus yang menyebabkan infeksi ini terus hidup di dalam tubuh. Jika kondisi tubuh menurun, maka gejala infeksi akan muncul kembali.

Acyclovir menurunkan tingkat keparahan infeksi. Obat ini membantu menyembuhkan luka lebih cepat, mencegah terbentuknya luka baru, dan mengurangi rasa sakit / gatal. Obat ini juga dapat membantu mengurangi berapa lama rasa sakit yang tersisa setelah luka sembuh. Selain itu, pada orang dengan sistem kekebalan yang lemah, Acyclovir dapat mengurangi risiko penyebaran virus ke bagian tubuh lain dan menyebabkan infeksi serius.

Baca Juga :  Mefenamic acid (Asam Mefenamat) 500 mg

Farmakokinetik

Obat Acyclovir tablet tidak begitu baik diserap dari saluran pencernaan dengan bioavailabilitas sekitar 10-20%. Sedikit pula yang masuk ke dalam jaringan kulit pada aplikasi topikal.

Didistribusikan secara luas ke jaringan tubuh dan cairan termasuk sistem saraf pusat. Mampu menembus plasenta dan didistribusikan ke dalam ASI.

Kegunaan Acyclovir

Acyclovir digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh jenis virus tertentu. Obat ini mengobati herpes simpleks, herpes zoster, dan cacar air.

Obat ini juga digunakan untuk mengobati wabah herpes genital. Pada orang yang sering terjangkit infeksi ini, acyclovir digunakan untuk membantu mengurangi jumlah kejadian di masa depan.

Kontraindikasi

  • Hipersensitif terhadap Acyclovir dan valAcyclovir.

Efek samping Acyclovir

Selain memberikan efek yang dibutuhkan, sebagian besar obat dapat menyebabkan beberapa efek samping yang tidak diinginkan. Meskipun tidak semua efek samping ini dapat terjadi, penggunaan obat tetap harus dilakukan secara hati-hati. Segera dapatkan perawatan medis yang sesuai jika efek samping yang parah terjadi.

Berikut adalah beberapa efek samping acyclovir yang mungkin bisa terjadi :

Efek Samping acyclovir tablet :

  • Peningkatan serum bilirubin dan enzim hati, perubahan hematologis
  • Ruam (misalnya eritema multiforme, sindrom Stevens-Johnson, nekrolisis epidermal toksik)
  • Demam, sakit kepala, pusing, gangguan pencernaan (misalnya mual, muntah, diare)
  • Hepatitis, sakit kuning, angioedema, efek neurologis reversibel (misalnya kelesuan, mengantuk, kebingungan, halusinasi, agitasi, tremor, psikosis, kejang, koma)
  • Rambut rontok yang menyebar cepat

Efek Samping acyclovir injeksi intravena :

  • Reaksi lokal, peradangan, flebitis pada tempat injeksi

Efek Samping acyclovir krim/salep :

  • Sensasi kulit seperti tersengat, terbakar, gatal, eritema

Efek Samping acyclovir salep mata :

  • sementara menyengat, keratopati punctuate dangkal, blepharitis, konjungtivitis

Waspadai efek samping yang berpotensi fatal (semua sediaan) :

  • Gagal ginjal, purpura thrombocytopenic / sindrom uraemic hemolitik pada pasien immunocompromised, anafilaksis

Peringatan

Sebelum menggunakan acyclovir, beri tahu dokter atau apoteker jika Anda memiliki riwayat alergi terhadap obat ini, atau jika Anda memiliki riwayat alergi lain.

Komunikasikan dengan dokter atau apoteker tentang riwayat kesehatan Anda, terutama tentang : masalah ginjal, kondisi yang terkait dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah (seperti penyakit HIV, transplantasi sumsum tulang, transplantasi ginjal).

Jangan menjalani imunisasi / vaksinasi tertentu (seperti vaksin terhadap virus varicella) tanpa persetujuan dokter.

Orang lanjut usia mungkin lebih sensitif terhadap efek samping obat, terutama masalah ginjal (perubahan jumlah urin, nyeri punggung / samping), pusing, kantuk, dan perubahan mental / suasana hati (seperti kebingungan, halusinasi, kehilangan kesadaran ).

Baca Juga :  Acetazolamide Obat Apa? Dosis, Kegunaan, Efek Samping

Acyclovir salep mata (Eye ointment) dapat mempengaruhi kemampuan visual yang dapat mengganggu kemampuan mengemudi atau mengoperasikan mesin.

Penggunaan Untuk ibu hamil atau ibu menyusui

Selama kehamilan, obat ini harus digunakan hanya ketika jelas diperlukan. Diskusikan risiko dan manfaatnya dengan dokter.

Obat ini masuk ke dalam ASI. Konsultasikan dengan dokter sebelum menyusui.

Interaksi Obat

Interaksi dengan obat lain dapat mengubah cara kerja obat atau meningkatkan risiko terjadinya efek samping yang serius. Beritahu dokter dan apoteker tentang obat apa saja yang sedang Anda konsumsi. Jangan memulai, menghentikan, atau mengubah dosis obat apa pun tanpa persetujuan dokter Anda.

Berikut interaksi obat yang mungkin terjadi :

  • Probenecid, cimetidine dan mycophenolate mofetil dapat meningkatkan konsentrasi plasma Acyclovir.
  • Terjadi peningkatan efek nefrotoksik jika digunakan bersamaan dengan obat-obatan yang mempengaruhi fisiologi ginjal (misalnya ciclosporin, tacrolimus).

Dosis Acyclovir

Dosis didasarkan pada kondisi medis dan respons terhadap pengobatan. Dokter dapat menyesuaikan dosis secara bertahap. Ikuti instruksi dokter dengan hati-hati. Berikut kisaran dosis Acyclovir yang umum diberikan :

A. Sediaan Buccal

  • Herpes labialis rekuren

Dewasa : 1 tablet (50 mg) sebagai dosis tunggal ke daerah gusi bagian atas dalam 1 jam onset gejala prodromal. Jangan menghisap, mengunyah atau menelan, biarkan tablet larut secara bertahap.

B. Sediaan Injeksi Intravenous (IV infus)

  • Profilaksis herpes simpleks pada pasien dengan simtem imun lemah

Dewasa : 5 mg / kg setiap 8 jam selama 5-7 hari. Dosis diberikan sebagai infus IV selama 1 jam.
Anak usia > 3 bulan hingga 12 tahun : 250 mg / m2 setiap 8 jam selama 5-10 hari. Dosis diberikan sebagai infus IV selama 1 jam.

  • Herpes simplex encephalitis

Dewasa : 10 mg / kg setiap 8 jam selama 10 hari. Dosis diberikan sebagai infus IV selama 1 jam.
Anak usia > 3 bulan hingga 12 tahun : 500 mg / m2 setiap 8 jam selama 5-10 hari. Dosis diberikan sebagai infus IV selama 1 jam.

  • Episode pertama herpes genital (kelamin)

Dewasa : 5 mg / kg setiap 8 jam selama 5-7 hari. Dosis diberikan sebagai infus IV selama 1 jam.

  • Varicella zoster

Dewasa : 5 mg / kg setiap 8 jam. Pasien dengan sistem imun lemah : 10 mg / kg setiap 8 jam. Dosis diberikan sebagai infus IV selama 1 jam.
Anak usia > 3 bulan hingga 12 tahun : 250 mg / m2 setiap 8 jam selama 5-10 hari. Pasien sistem imun lemah : 500 mg / m2 setiap 8 jam selama 5-10 hari. Dosis diberikan sebagai infus IV selama 1 jam.

  • Infeksi virus herpes simpleks neonatal
Baca Juga :  Acarbose Obat Apa? Dosis, Kegunaan, Efek Samping

Anak usia 0-3 bulan 10 mg / kg setiap 8 jam selama 10 hari. Dosis diberikan sebagai infus IV selama 1 jam.

C. Sediaan Salep Mata (3%)

  • Herpes simplex keratitis

Dewasa: Oleskan di dalam kantung konjungtiva bawah 5 kali sehari dengan interval rata-rata sekitar 4 jam. Lanjutkan pengobatan setidaknya 3 hari setelah penyembuhan.

D. Sediaan Oral (Tablet dll)

  • Herpes simpleks rekuren (berulang)

Dewasa : 800 mg setiap hari dalam 2-4 dosis terbagi, dapat dikurangi hingga 400-600 mg setiap hari. Pengobatan dihentikan setiap 6-12 bulan untuk menilai kembali kondisi infeksi. Perawatan episodik untuk rekurensi ringan atau jarang : 200 mg 5 kali sehari selama 5 hari, sebaiknya dimulai selama periode prodromal.

  • Infeksi herpes simplex primer

Dewasa : 200 mg 5 kali sehari, biasanya 4 jam saat bangun selama 5-10 hari. Pasien dengan gangguan imun berat : 400 mg 5 kali sehari selama 5 hari.

Anak usia <2 tahun : Setengah dosis dewasa

Anak usia ≥2 tahun : Sama dengan dosis dewasa.

  • Profilaksis herpes simpleks pada pasien gangguan sistem imun

Dewasa : 200-400 mg 4 kali sehari.

Anak usia <2 tahun : Setengah dosis dewasa

Anak usia ≥2 tahun : Sama dengan dosis dewasa

  • Herpes zoster (shingles)

Dewasa : 800 mg 5 kali sehari selama 7-10 hari.

  • Varicella zoster (cacar)

Dewasa : 800 mg 4 atau 5 kali sehari selama 5-7 hari.

Anak usia > 2 tahun : 20 mg / kg (hingga maksimal 800 mg), 4 kali sehari selama 5 hari.

E. Sediaan Topikal / Kutaneus (Salep atau krim 5 %)

  • Infeksi herpes simpleks pada kulit

Dewasa : Oleskan 5 atau 6 kali sehari selama 5-10 hari, sebaiknya dimulai pada periode prodromal.

Aturan Pakai Acyclovir

  • Selalu ikuti instruksi penggunaan Acyclovir yang diberikan oleh dokter.
  • Minum obat ini secara teratur untuk mendapatkan manfaat maksimal. Jangan meningkatkan dosis atau menggunakan obat ini lebih sering atau lebih lama dari yang ditentukan. Kondisi Anda tidak akan membaik lebih cepat, dan malahan risiko efek samping Anda akan meningkat.
  • Jangan menghentikan penggunaan obat tanpa berkonsultasi dengan dokter.

Artikel Pengetahuan Obat lainnya :

Acyclovir harus digunakan dengan tepat sesuai yang dianjurkan. Jangan menggunakan obat ini secara tidak wajar. Penggunaan obat yang berlebihan atau tidak sesuai aturan tidak akan meningkatkan khasiatnya namun justru meningkatkan efek sampingnya.