Lakukan 4 Langkah Ini Untuk Memiliki Keuangan Sehat

keuangan sehat

4 Langkah Untuk Memiliki Keuangan Sehat – Dalam hidup, ternyata sehat itu tidak semata soal fisik. Soal keuangan pun kita harus menjaganya agar tetap sehat. Untuk memiliki keuangan yang sehat, kita harus memiliki pola hidup yang baik. Prinsipnya adalah jangan lebih besar pasak daripada tiang. Kita harus mampu mengontrol supaya pengeluaran kita hanya untuk yang benar-benar dibutuhkan. Selain itu, lakukanlah evaluasi apa-apa yang salah di masa lalu, dan lakukan perbaikan di masa datang.

Untuk memiliki keuangan sehat, kita harus memiliki perencanaan keuangan bulanan. Rencana keuangan bulanan ini, harus sudah termasuk target apa saja yang kita ingin capai di akhir bulan. Tapi rencana saja tidak cukup! Kita harus disiplin. Percuma saja rencana bagus-bagus, tapi pelaksanaanya NOL besar. Jadi kita harus memaksa diri mematuhi perencanaan yang ada. (Baca juga 7 Cara Mengatur Gaji Agar Cukup Sampai Akhir Bulan)

Sebelum melakukan langkah-langkah penyehatan kondisi keuangan, pertama-tama kita harus tahu apa sih tanda keuangan sehat itu? Menurut kami secara sederhananya tanda-tanda keuangan kita sehat itu bila memenuhi 4 hal ini :

  1. Cash Flow Bulanan Kita Positif
  2. Memiliki Dana Darurat Yang cukup
  3. Memiliki Tabungan/Investasi
  4. Jumlah Cicilan Hutang tidak lebih dari 30 Persen Total Penghasilan Bulanan

Nah, setelah tanda keuangan sehat kita ketahui selanjutnya kita sesuaikan saja langkah-langkah untuk mewujudkannya. Jadi intinya rencana-target-action.

4 Langkah Untuk Memiliki Keuangan Sehat


1. Selalu Pastikan Cash Flow Bulanan Kita Positif

Memastikan Cash Flow positif adalah langkah pertama dan paling utama yang harus kita lakukan. Cash flow positif artinya pengeluaran kita haruslah lebih kecil dari pada pendapatan kita. Simple saja, kalau kita ingin keuangan sehat batasi pengeluaran hanya untuk yang benar-benar diperlukan saja. Jangan bermewah-mewah, apalagi hanya sekedar untuk pamer.

Baca Juga :  7 Cara mengatur Keuangan Rumah Tangga untuk Jangka Panjang

Banyak yang berpendapat bahwa untuk memiliki Cash flow yang positif kita harus memiliki pendapatan yang besar. Namun kenyataannya, banyak orang berpendapatan belasan juta sebulan bahkan lebih, namun di akhir bulan masih mengutang ke sana-sini. Penyebabnya adalah gaya hidup. Tanpa kita sadari, semakin tinggi penghasilan kita semakin besar juga pengeluaran kita. Oleh karenanya kita harus selalu memaksa diri untuk disiplin. Kita harus mengendalikan gaya hidup kita agar jangan sampai di akhir bulan pengeluaran kita lebih besar dari pada penghasilan.

2. Pastikan Pos Dana Darurat Tersedia di Rencana Keuangan Bulanan Kita

Sebagai manusia kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi dan menimpa kita dimasa yang akan datang. Mungkin saja karena satu dan lain hal perusahaan tempat kita bekerja tiba-tiba bangkrut dan kita terkena PHK. Padahal saat itu kita sedang membutuhkan uang segera, misalnya anak sakit. Tentu kondisi ini akan membuat kita dalam kesulitan besar.

Nah, di sinilah pentingnya memiliki dana darurat. Dana darurat ini ibaratnya sebagai jaring pengaman agar saat kondisi tersebut terjadi kita masih bisa hidup layak sampai nantinya mendapatkan pekerjaan yang baru.

Berapa besarnya dana darurat ini?? Besarnya dana darurat sangat bervariasi, umumnya besarnya dana darurat ini adalah sejumlah minimal 6 kali besar pengeluaran bulanan. Lho bagaimana bisa? dari mana mendapatkan dana sebanyak itu? Cara yang bisa kita pakai adalah dengan cara menyisihkan minimal 5% pendapatan bulanan ke dalam pos dana darurat pada rencana keuangan tiap bulan. Jangan gunakan pos dana darurat bulanan ini di luar peruntukannya. Jika tidak terpakai, akumulasikan di bulan berikutnya. Lama-kelamaan akan tercapai jumlah dana darurat yang kita inginkan.

Baca Juga :  Tips Membuat Perencanaan Keuangan Keluarga

3. Ingat Investasi

Kebanyakan orang baru kepikiran untuk menabung/investasi setelah di akhir bulan masih ada gaji yang tersisa. Jika anda termasuk kelompok ini, ada baiknya anda merubah kebiasaan tersebut. Mulai sekarang, cobalah menyisihkan gaji untuk ditabung di awal sebelum anda menggunakannya untuk keperluan sehari-hari. Dengan begitu anda bisa menabung atau berinvestasi secara rutin setiap bulannya. Hal ini juga berguna, untuk membantu anda menekan pengeluaran-pengeluaran yang tidak terlalu penting.

Caranya buat 2 rekening Bank. Satu rekening Bank untuk keperluan sehari-hari, satu untuk menabung dan investasi rutin. Kalau bisa rekening Bank yang kedua tidak perlu dibuatkan kartu ATM. Jangan sampai awalnya uangnya ditabung, pertengahan bulan justru diambil lagi karena tidak tahan dengan kebutuhan shopping. Belajarlah disiplin!

4. Batasi Jumlah Hutang sampai 30 Persen Total Penghasilan

Usahakan agar jumlah keseluruhan cicilan hutang anda tiap bulannya tidak lebih dari 30 persen total penghasilan tiap bulan. Sebagai contoh, jika penghasilan anda adalah Rp 10 juta per bulan, maka maksimal cicilan hutang yang boleh anda miliki tiap bulan adalah sebesar Rp 3 juta. Ini dikaranakan selain untuk membayar cicilan hutang, anda juga harus menyisihkan sebagian penghasilan untuk kebutuhan sehari-hari, dana darurat dan investasi.

Jika 4 langkah di atas bisa kita lakukan secara konsisten, niscaya kondisi keuangan kita akan membaik. Keuangan sehat itu sangat terkait dengan disiplin gaya hidup. Memiliki penghasilan yang besar jika diikuti dengan pengeluaran yang besar pula tidak akan ada artinya. Sedangkan memiliki penghasilan relatif kecil jika diatur dengan baik bisa menghasilkan kondisi keuangan sehat bagi masa depan keluarga anda. Namun penghasilan kecil di sini maksudnya, minimal cukup untuk kebutuhan rutin anda.